Mahram Untuk Azira

Mahram Untuk Azira
Bab 16.1


__ADS_3

Sehabis makan malam Azira kumpul bersama Sasa dan Mona di halaman belakang. Ditemani beberapa cemilan lezat, mereka bertiga membicarakan banyak hal. Mulai dari tetangga yang bertengkar gara-gara masalah ekonomi hingga tetangga yang ketahuan selingkuh dengan wanita lain. Azira hanya keluar rumah sebentar tapi dalam waktu itu dia telah melewatkan banyak informasi.


Sayang sekali. Padahal dia juga ingin menonton orang-orang ini membuat keributan. Yah, terus terang saja, kejadian seperti ini sudah biasa di tempat kumuh. Ini bagaikan makanan sehari-hari Azira di sana. Awalnya berisik tapi lama-lama jadi aneh kalau enggak mendengar keributan.


"Nah itu yang enggak aku sangka, kak. Padahal orangnya keliatan alim lho, tapi bisa juga selingkuh. Dulu setiap kali ngeliat orang ini, aku selalu berdecak kagum kayak... istrinya beruntung banget ketemu sama laki-laki sebaik dia. Eh tahunya dia juga bisa ngiler liat yang lain apalagi sampai pacaran, keterlaluan sih ini." Sasa berbicara dengan nada menggebu-gebu sambil mengunyah keripik di dalam mulutnya.


Pipinya yang tembem melotot imut tak berhenti memasukkan makanan ke dalam padahal dia sedang berbicara.


Mona di samping juga menimpali,"Kita enggak boleh nilai orang dari covernya, sekarang aku bisa melihat pepatah ini secara nyata terjadi di sekeliling ku. Rasa sakit banget waktu tahu kalau mbak Dewi dikhianati sama suaminya, aku kesel dan marah. Jujur, perselingkuhan itu menakutkan. Dan gara-gara kasus seperti ini yang membuat aku takut menikah. Rasanya pernikahan tidak seindah yang kita lihat di sosial media dan drama, aku takut." Ujar Mona mengungkapkan ketakutan di dalam hatinya, tapi...tangan maupun mulutnya tak berhenti mengambil makanan dan mengunyah makanan.


Azira sampai ikutan ngiler melihat cara mereka berdua makan. Jadi dia berusaha memasukkan banyak makanan ke dalam mulutnya juga.


"Perselingkuhan itu kejam dan mengerikan." Kata Azira di sela-sela mengunyah.


"Ibuku adalah salah satu korbannya. Dia tidak hanya diselingkuhi tapi ditinggalkan... pergi tanpa tahu kalau dirinya telah diduakan. Terkadang aku juga mikir kalau pernikahan itu mengerikan dan penuh akan intrik seperti di sinetron. Tapi setelah menikah dengan mas Kenzie pikiran ini langsung terbantahkan. Pernikahan tidak seburuk itu. Yah, meskipun banyak cobaan dan rintangan tapi itu wajar saja karena pernikahan adalah ibadah terpanjang di dunia ini. Mas Kenzie baik kepadaku, Umi dan Abah juga perhatian kepadaku, dan ada juga kalian berdua dan keluarga yang lain, kalian semua sangat baik kepadaku. Karena kalian aku mengubah pikiran kalau pernikahan tidak semenakutkan yang aku lihat di luar sana. Masya Allah, setiap hari hatiku selalu diliputi perasaan senang dan ceria, rasa syukur yang belum pernah ku rasakan kini selalu menyertai hatiku. Hem, dan kalau dipikir-pikir tidak semua laki-laki memiliki karakter yang suka berselingkuh, dek. Ada laki-laki yang hanya menerima satu wanita di dalam hidupnya, terlepas wanita itu mati atau hidup, dia tidak akan meninggalkannya. Ada laki-laki yang mudah menerima wanita lain di sisinya terlepas apakah dia memikirkan perasaan istri dan anaknya, lalu ada juga laki-laki yang tidak mudah jatuh cinta tapi masih mempertahankan satu wanita di dalam hidupnya terlepas apakah dia mencintai istrinya atau tidak, ada banyak sekali karakter laki-laki. Maka dari itu ketika kalian ingin membangun sebuah rumah tangga, pintar-pintar lah melihat karakter calon suami kalian. Cukup setia, insya Allah rumah tangga kalian akan aman."


Azira tidak mempercayai apa itu 'kepercayaan' di dalam rumah tangga. Sebab seberapa dalam kepercayaan Ibunya bertahun-tahun menunggu kedatangan Ayah tapi masih saja dikhianati. Azira tidak mempercayainya. Setia sudah cukup. Kalau Ayah setia, Ibu tidak akan menderita hancur. Kalau ada kesetiaan, perselingkuhan tidak akan pernah terjadi. Kalau ada setia, setiap hubungan tidak akan mudah hancur. Cukup setia, ya, cukup kesetiaan.


"Kak Azira kok jadi sedih..." Suara Sasa menarik Azira dari dalam lamunannya.

__ADS_1


Azira tersadar. Dia mengusap wajah sambil tertawa malu menyembunyikan suasana hatinya yang sedih. Tak bisa dilupakan. Meskipun dia sudah berjanji untuk tidak mengenang masa lalu tapi tetap saja, hatinya selalu sakit tiap kali memikirkan karya Ayah dan keluarnya yang berhasil menghancurkan kehidupan Ibu.


"Kak Azira kangen Ibu, yah?" Mona beringsut mendekati Azira.


Azira tidak menjawab tapi mereka berdua mengerti. Mona dan Sasa saling memandang.


"Kak, ayo kita kembali ke kamar. Di sini terlalu dingin dan banyak nyamuk. Kita mengobrol nya di dalam kamar saja sambil menonton film Little Mermaid yang baru-baru ini dirilis." Ajak Sasa sambil menarik tangan Azira.


"Little Mermaid? Film putri duyung?" Azira juga mau menonton.


Jarang-jarang dia bisa menonton film fantasi.


Dia memang baru mendownload film ini kemarin saat di kampus. Iya, di kampus jaringan wifi nya kencang banget, lumayan buat irit kuota. Jadi kalau ada kesempatan dia pasti menggunakan wifi kampus untuk mendownload beberapa film yang dirasa menarik.


Mona heran,"Little Mermaid kan masih ada di bioskop."


Sasa memutar bola matanya saat melihat Mona.


"Memang masih di bioskop, tapi kan ada situs ilegal, download aja dari sana." Katanya enteng.

__ADS_1


Mona berkedip,"Ilegal lho."


Sasa merenung,"Iya, nanti habis selesai nonton aku langsung hapus. Gampang, kan?"


Mona mengangguk ringan,"Gampang. Yuk, aku juga penasaran mau nonton dari kemarin tapi enggak ada waktu pergi ke bioskop."


"Gimana enggak ada waktu, kamu kan selalu nongkrong di sini." Kata Sasa menusuk.


Mona hanya tertawa tanpa rasa bersalah. Enggak masalah nongkrong di sini, orang Umi dan Abah saja mengizinkan.


"Mau culik Azira lagi?" Suara dalam Kenzie menginterupsi kebahagiaan mereka bertiga.


Mendengar suara Kenzie, mereka berdua langsung ketakutan. Bagaikan kucing yang diinjak ekornya, Sasa dan Mona langsung menjaga jarak dari Azira. Mereka bertiga kompak menoleh ke belakang, melihat Kenzie berdiri sambil bersandar di sisi pintu.


"Kak...kak Kenzie, sejak kapan kakak ada di sini?" Mona bertanya takut-takut.


Kenzie menaikkan salah satu alisnya,"Sejak kalian bertiga mulai menggosipkan kehidupan orang lain. Cek... Ternyata kalian bertiga doyan makan daging tetangga sendiri, aku tidak menyangka." Ucap Kenzie dengan nada ironisnya yang dibuat-buat.


Sasa dan Mona langsung mengelak.

__ADS_1


"Enggak... bukan gitu... mana mungkin kami membicarakan aib seseorang, kita....kita cuma.." Melihat Azira dan Mona beberapa kali sebelum lanjut berbicara,"cuma... mengenang masalah ini sebagai bentuk pengingat untuk kami semua agar berhati-hati dalam... dalam berumah tangga. Terutama kak Kenzie nih yang udah jadi suami kak Azira. Harus hati-hati dan jangan sampai ikut terjerat, kalau sampai kakak terjerat..um, yakin deh, kak Azira enggak bakal maafin, kakak." Elaknya mengatakan kata-kata yang masuk akal.


__ADS_2