Mahram Untuk Azira

Mahram Untuk Azira
Bab 15.2


__ADS_3

Azira mungkin sangat ingin masuk ke dalam sana.


"Mas Kenzie tadi bilang apa?"


Kenzie tersenyum tipis,"Apakah kamu mau makan di sini?" Dia mengubah kata-katanya.


Azira sebenarnya ingin makan di sini. Tapi dia ingat Umi, Abah, Sasa dan Mona masih menunggu kepulangan mereka di rumah. Selain itu malam ini rumah tidak masak, jadi orang-orang di rumah pasti kelaparan menunggu kedatangan mereka.


"Lain kali saja, mas. Di dalam pasti ramai banget. Tunggu waktu yang lebih tenang aja." Kata Azira menolak.


Kenzie mengangguk ringan tidak mengatakan apa-apa. Setelah memarkirkan mobil mereka berdua keluar bersama. Begitu sampai di depan pintu masuk restoran yang cukup ramai, mereka berdua langsung disambut oleh seorang laki-laki tinggi berkulit gandum dengan kacamata minus di pangkal hidungnya.


Laki-laki itu menjabat tangan Kenzie dengan sapaan akrab.

__ADS_1


"Akhirnya datang juga. Aku kirain kamu enggak bakal mampir soalnya kamu paling anti makan di luar. Merasa bangga karena kamu ternyata tergoda dengan makanan restoran ku. Huh, padahal udah berapa kali aku bilang kalau makanan di tempat ku berbeda dengan tempat makan yang lain. Kamu enggak akan nyesel datang ke sini." Ucap laki-laki itu memuji-muji tempat makanannya.


Dia sangat percaya diri di depan Kenzie. Hidungnya mengembang di depan Kenzie sudah seperti buruk merak yang memamerkan bulunya.


Kenzie dengan acuh tak acuh menyiramkan air dingin ke atas kepala temannya.


"Bahkan telur ceplok istriku tak bisa dibandingkan dengan makanan di tempat ini. Aku datang ke sini karena istriku ingin mencoba sesuatu yang baru. Kalau bukan karena dia, apakah masih mungkin aku akan datang ke sini?"


Kenzie dengan mudahnya melemparkan alasan kepada Azira. Sebenarnya dia sengaja mampir ke sini untuk memberikan Azira waktu meringankan pikirannya setelah pergi ke tempat Ibu. Selain karena alasan ini, dia tidak tertarik datang ke sini sekalipun ini milik temannya.


"Dasar manusia kulkas." Cela nya sakit hati.


Dia lalu mengalihkan pandangannya pada sosok wanita cantik di samping temannya. Sekilas dia menilai jika wanita ini jauh lebih cantik daripada Humairah. Soal pernikahan temannya bukan rahasia lagi. Sudah tersebar luas dikalangan teman-teman. Melihat Kenzie menerima pernikahan ini dengan lugas dan tanpa keengganan, mau tidak mau mereka menjadi penasaran sekaligus bertanya-tanya, memangnya seperti apa wanita yang telah membuat manusia kulkas berjalan ini menyerah dengan murah hati?

__ADS_1


Siapa yang tidak tahu betapa dingin Kenzie menanggapi lawan jenis selama ini.


"Ini.." Dia mengulurkan tangannya di depan Azira.


"Kenalkan, namaku Nabil, temannya Kenzie sewaktu kuliah." Kata Nabil memperkenalkan dirinya sendiri kepada Azira.


Nadanya ramah sehingga Azira tidak merasa terlalu canggung.


Azira tersenyum sopan. Ketika dia akan membalas uluran tangan Nabil, tiba-tiba tangan kuat Kenzie balas menjabat uluran tangan Nabil.


"Namanya Azira, istriku. Ngomong-ngomong istriku bukan mahram kamu, jadi jangan coba menyentuh dan biasakan tundukkan pandangan ketika melihatnya." Pengingat Kenzie murah hati.


Mendengar pengingat suaminya, Azira merasa sangat malu. Dia langsung menurunkan tangannya dan mengalihkan matanya tidak berani melihat Nabil secara langsung.

__ADS_1


Tidak seperti Azira yang malu, Nabil justru menganggap reaksi temannya agak lucu.


"Ahaha... baiklah, seseorang sedang cemburu. Maaf, aku tidak memperhatikan situasi." Katanya mengejek.


__ADS_2