
Dia mencintai Azira, mencintainya sampai titik dimana Azira harus menjadi wanita surganya di akhirat kelak. Tak pernah bosan dirinya meminta dalam setiap sujud yang dia lakukan, melambungkan sebuah doa ke langit untuk merayu Sang Maha Romantis agar mempersatukan mereka berdua bukan hanya di dunia namun juga di akhirat kelak.
Azira ditatap begitu lembut oleh suaminya, belum lagi kata-kata manis penuh syukur yang dilontarkan suami kepadanya, bagaimana Azira tidak menangis dibuatnya?
Mata Azira basah. Dia berusaha untuk tidak menjatuhkan air matanya tapi ujung-ujungnya tetap jatuh sekuat apapun dia menahan.
Hanya Allah yang tahu bagaimana perasaannya sekarang. Suaminya sudah sering mengucapkan kata-kata manis yang melelehkan hati, mengungkapkan rasa syukur atas pertemuan mereka berdua, tapi setiap kali kata-kata itu diucapkan maka hati Azira tak pernah lelah tersipu dengan jantung bertalu-talu menyebarkan euforia bahagia di dalam hati maupun jiwa.
__ADS_1
Dia tak pernah bosan mendengar setiap kata-kata manis yang terlontar dari bibir suaminya. Belum pernah dirinya dihargai sedemikian rupa oleh orang lain, memposisikan dirinya begitu penting di dalam hati hingga titik dimana Azira akan menangis sebab terlalu bahagia.
"Mas Kenzie adalah salah satu anugerah terindah yang Allah berikan kepadaku. Mas Kenzie tahukan bagaimana kehidupan ku sebelum mas Kenzie. Hidupku dikelilingi oleh kegelapan. Terlalu gelap sampai-sampai aku suka menyalahkan Allah dan mulai melangkah menjauhi jalan yang Allah ridhoi, aku tumbuh menjadi orang yang tidak mengenali Tuhanku sendiri yang Maha Penyayang, sampai akhirnya aku bertemu dengan mas Kenzie. Terima kasih, mas. Terima kasih karena mau menerima ku, membantu serta menuntun ku kembali ke jalan yang Allah ridhoi hingga akhirnya aku kembali mengenal Allah dalam kehidupan ku. Dan aku telah memahami dengan baik, mas, bahwa jika bukan karena ridho Allah, aku tidak akan bertemu kamu jadi aku sangat bersyukur atas nikmat yang Allah limpahkan kepadaku. Terima kasih karena telah mengirim laki-laki yang sangat luar biasa ini ke dalam hidupku. Aku sangat bahagia, mas." Terhanyut dalam emosi di mata lembut suaminya, Azira juga mengungkapkan perasaannya setelah menikah dengan Kenzie.
Bisa dikatakan Kenzie adalah titik balik kehidupan Azira. Sebuah faktor besar yang langsung mengubah hidup Azira sampai berapa dititik ini. Titik dimana dia memiliki rumah yang hangat, keluarga yang penuh kasih dan suami yang mencintainya dengan tulus.
"Allah tahu karena itulah Dia menyatukan kita berdua dalam pernikahan ini. Kita saling melengkapi satu sama lain dan kita satu sama lain merupakan bagian dari kebutuhan yang hilang dari kerinduan di dalam hati. Tidak ada yang lebih mengerti diri kita selain Allah subhanahu wa ta'ala. Aku juga sangat bahagia, sayang." Kenzie mengecup kening istrinya sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
"Setelah kamu melahirkan, ayo pergi umroh bersama-sama." Bisik Kenzie mulai mendambakan hari penuh kehangatan itu.
Dirinya tidak sabar ingin membawa Azira berkunjung ke rumah Allah, tempat yang sangat dirindukan oleh para pengejar cinta Allah, tempat yang selalu dalam Rahmat Allah subhanahu wa ta'ala.
Azira berkedip kaget, lalu dia buru-buru mengangguk kepalanya menyetujui.
"Oke, mas. Ayo pergi bersama-sama."
__ADS_1