
"Hah...itu ternyata cuma mimpi. Semua itu cuma mimpi. Aku hanya bermimpi. Mimpi buruk." Aku melihat sekeliling dan menyadari jika aku masih berada di kamar, tepatnya di atas karpet.
Ingatan terakhir kali ku setelah masuk ke dalam kamar aku langsung menangis, menangis sejadi-jadinya melampiaskan semua kemarahan dan kesedihan yang kurasakan. Semua penyesalan yang kurasakan hanya bisa dikatakan sebagai suatu kesia-siaan. Aku tidak dapat mengubah apapun. Kesalahan yang kulakukan, kesalahan yang keluargaku lakukan, semua kesalahan-kesalahan itu hanya bisa ku kenang tapi tak bisa ku perbaiki.
Aku melihat waktu, sudah tengah malam. Artinya aku tidur dari sore hingga jam segini. Aku melewatkan waktu makan malam, melewatkan dua waktu shalat, hahaha... Memangnya siapa yang masih bisa makan dengan situasi seperti ini?
"Aku pasti gila memimpikan Kenzie dan Azira." Kataku sembari menggelengkan kepala merasa lucu sendiri.
Apalagi ketika aku mengingat kata-kata yang Kenzie lontarkan kepadaku dengan dingin di hadapan semua orang. Hatiku langsung merasa nyeri kesakitan.
"Jangan mencoba memutarbalikkan fakta. Aku sama sekali tidak terhormat dikejar-kejar oleh kamu. Dari awal aku sudah bilang bahwa aku tidak pernah tertarik kepadamu, tapi kamu terus-menerus mengganggu. Pada akhirnya aku mengabaikan kamu karena memberitahu juga tidak ada gunanya. Kemudian masalah pertunangan. Kamu harus tahu sendiri bahwa kamu bukanlah tunanganku yang sesungguhnya. Tapi istriku lah tunanganku yang sebenarnya. Sayang sekali karena konspirasi keluargamu, aku hampir saja terjebak. Namun untunglah Allah memberikan jalan keluar untuk hubungan kami berdua. Sekalipun kami tidak pernah saling mengenal pada waktu itu, tapi Allah memiliki skenario yang sangat tidak disangka-sangka untuk mempersatukan kami berdua. Bila memang sudah haknya, kami berdua pasti akan dipertemukan bahkan sekalipun seseorang memutarbalikkan ikatan, semua itu tidak memiliki kegunaan apa-apa di hadapan Allah subhanahu wa ta'ala. Dan bila memang sudah takdirnya, sekuat apapun kamu memaksakan perasaanmu kepadaku, hatiku tidak akan pernah tergerak karena Allah tidak ridho. Namun saat aku bersama dengan wanita yang ditakdirkan untukku, dari awal kami bertemu Allah sudah menggerakkan hatiku. Dan ketika aku merasakan perbedaan ini maka pada hari itu juga aku memegang erat-erat tangan istriku dan tidak pernah berniat melepaskannya sampai kapanpun. Sekali lagi aku perjelas kepadamu, istriku adalah cinta pertamaku dan akan selalu menjadi penguasa hatiku. Sedangkan kamu, tidak peduli seberapa keras kamu menangis dan berteriak, seberapa keras kamu mengeluh ini semua tidak adil, hatiku tidak akan pernah bergerak. Malah mungkin aku semakin kesal karena kamu terus-menerus menggangguku. Ingatlah ini, jangan bersikap seolah-olah dunia selalu berputar di sekelilingmu. Jangan bersikap seolah-olah semua orang menyukai kamu. Dan jangan berpikir kamu jauh lebih baik daripada siapapun. Istriku memang tidak memiliki pendidikan yang tinggi, tidak memiliki orang tua yang lengkap untuk membimbing tumbuh besarnya, tidak berasal dari keluarga yang baik dan tidak tinggal pula di tempat yang baik. Dengan segala kekurangan ini perasaanku kepadanya tidak akan pernah berkurang, Allah adalah jaminan terkuatnya. Kamu tidak bisa mematahkan apa yang telah Allah gariskan kepada kami berdua. Seperti yang aku bilang tadi, semua kekurangan istriku tidak berarti apa-apa kepadaku dan kepada keluargaku, kami tidak membutuhkan dia berasal dari tempat yang baik, kami tidak perlu dia memiliki pendidikan yang tinggi, dan kami juga memaklumi bahwa dia hanya dibesarkan oleh satu orang ibu saja. Kami tidak masalah dengan semua itu karena kami hanya menyukai Azira, Azira Humaira seorang. Dia tetaplah dia, wanita yang aku cintai dan ibu dari anak-anakku. Apakah kamu pikir Azira tidak berusaha untuk menerima segala kekuranganku? Dia berusaha keras untuk menerima semua kekurangan ku, berusaha menjadi istri yang baik untukku dan menantu yang baik untuk keluargaku. Sampai di sini apakah kamu mengerti apa yang aku katakan? Aku sudah mengatakan apa yang seharusnya aku katakan. Menjelaskan apa yang seharusnya dijelaskan. Dan menjawab apa yang kamu tanyakan. Menurutku tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan di sini. Semuanya sudah jelas."
Seperti yang dia bilang, aku memang memutarbalikkan fakta dan membuat cerita seolah kami berdua saling mencintai. Baru sekarang aku menyadari betapa tak tahu malunya aku. Dihadapan banyak orang aku sama sekali tidak takut membuat kebohongan yang pada akhirnya mempermalukan diriku sendiri. Aku sangat konyol ngomong-ngomong. Dimana diriku yang dulu?
Mengapa aku tiba-tiba merosot jatuh sampai ke titik ini. Aku tidak mengenali siapa diriku yang sekarang.
__ADS_1
"Bodohnya aku kenapa masih mengharapkan mas Kenzie. Padahal jelas-jelas dia sudah memiliki Azira di dalam hatinya. Tidak hanya memiliki Azira, tapi dia juga akan menjadi seorang Ayah. Aku memang mencintainya tapi... harusnya tidak terlalu memaksakan diri. Sekarang semuanya sudah benar-benar kacau. Aku telah mengacaukan banyak hal. Sejak kapan itu dimulai? Ah, itu sejak Umi membantah ucapan Mama dan Ayah. Kata-kata itu juga mungkin sulit bisa ku lupakan karena memiliki kesan yang sangat dalam. Jika tidak, aku tidak mungkin kehilangan kendali dan memulai keributan." Kataku tersenyum kecut sembari mengingat kejadian sore itu.
"Oh, mungkin kalian benar-benar tidak melihat ada aku di sini. Bersikap arogan mengkritik putriku seolah-olah kalian berada di rumah sendiri, aku mengakui bahwa kalian berdua sangat luar biasa. Dengan sikap kalian seperti ini aku harus mengakui bahwa sikap putraku adalah sikapku juga. Sepertinya tidak perlu sebanyak apapun kami bersikap ramah kepada kalian, kalian pasti akan berpikir bahwa kami salah dan sengaja melakukan tindakan buruk, makan orang seperti kalian tidak seharusnya diberikan penjelasan apapun. Dan sebagai Umi Azira dan Kenzie, aku juga ingin mengatakan kepada kalian bahwa kamilah selaku orang tua mereka yang melarang mereka berdua pergi ke rumah kalian. Apakah kalian ingin tahu alasannya? Ya, masalah pertunangan yang kalian palsukan. Kami sudah sangat kecewa dengan tindakan kalian memalsukan tunangan putraku pada saat itu. Maka mengapa kami harus membiarkan anak-anak kami datang ke rumah kalian? Apakah untuk meminta maaf? Tidakkah seharusnya terbalik? Tidakkah seharusnya kalian yang datang ke rumah kami untuk meminta maaf atas apa yang kalian lakukan kepada kami? Tapi tidak, kalian sendiri merasa benar atas apa yang kalian lakukan. Sementara keluargaku yang menjadi korban dari tindakan kalian dianggap bersalah. Hei, putraku bukan dipengaruhi oleh Azira! Putraku tidak pernah meladeni putrimu bukan karena dipengaruhi oleh Azira, tapi itu karena hati! Hati yang berbicara! Putraku jatuh cinta kepada Azira semenjak pertama kali bertemu, maka ini sudah selesai menjelaskan bahwa putraku tidak perlu lagi memperdulikan putri kamu. Lagi pula sejak awal orang yang mengejar-ngejar putraku adalah putrimu, dan orang memalsukan pertunangan adalah kalian sendiri, dengan fakta ini saja kami tidak seharusnya menundukkan diri untuk meminta maaf kepada kalian. Sekarang kalian paham alasan kenapa putraku tidak pernah datang ke rumah kalian? Ah, aku juga perlu menjelaskan bahwa kami sangat marah dengan apa yang kalian lakukan kepada Ibu Azira. Keluarga kalian bukanlah manusia, kalau tidak kalian tidak akan pernah melakukan itu! Diam-diam memperlakukan manusia sebagai mainan, sungguh di mana hati nurani kalian! Syukurlah Allah menghentikan pernikahan putraku dengan putri kalian hari itu dan menyatukan putraku dengan Azira. Kalau tidak, aku tidak tahu harus mengatakan apa yang akan terjadi dengan keluarga kami jika sampai mengizinkan putri kalian memasuki rumah ini. Dan terakhir, tolong peringatkan putri kalian agar jangan mengganggu putraku lagi. Putri kalian terlalu percaya diri bersikap seolah-olah dunia selalu berputar di sekelilingnya, menganggap bahwa dirinya jauh lebih baik daripada Azira, itu sangat menjengkelkan! Padahal berkali-kali putraku telah menegaskan kepadanya bahwa dia mencintai Azira, tapi putri kalian yang tidak tahu malu itu selalu bersikeras bahwa cinta putraku hanyalah untuknya. Sungguh, apakah dia tidak tahu malu?" Kata Umi dengan nada mengejek.
Bisa dibilang aku sangat terpukul oleh kata-kata Umi. Tak kusangka diriku terlihat begitu buruk di mata Umi.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan?" Melihat ke sekeliling mu, hanya kamar sepi yang aku dapati.
Ini sudah tengah malam. Orang-orang pasti sudah beristirahat.
Suara benda jatuh. Aku terkejut. Melihat waktu sudah tengah malam, apakah mungkin rumah ini kemasukan maling?
Aku...aku takut keluar. Tapi jika aku tidak keluar maka rumah ini akan dibobol oleh maling. Tapi aku enggak mungkin keluar. Aku perempuan dan hanya sendirian, aku tidak bisa pergi begitu saja. Lebih baik aku segera menghubungi polisi saja. Aku dengar polisi selalu melayani masyarakat hingga 24 jam.
Aku mengambil ponsel di atas karpet. Menekan kontak panggilan darurat, saat aku akan mulai memanggil, aku mendengar suara teriakan dari luar. Itu adalah suara bibi Safa.
__ADS_1
"Pergi! Aku tidak ingin berbicara dengan kamu lagi! Aku tidak mau!"
Mungkinkah bibi Safa sedang ribut dengan paman?
Ah iya, ternyata ketakutan ku benar-benar terjadi bahwa paman memang bermain curang dengan wanita lain. Sekarang perselingkuhannya terungkap di media dengan seorang artis muda yang baru naik daun. Entah akan sejauh mana hubungan mereka setelah ini. Bibi Safa pasti sangat terpukul.
"Aku khilaf, aku tidak sengaja melakukannya!" Suara paman berdalih di luar.
Khilaf sampai setengah tahun, apakah paman menganggap bibi Safa bodoh?
"Kamu berselingkuh selama setengah tahun terakhir. Menggunakan alasan pergi berbisnis untuk liburan dengan wanita kotor itu! Aku sudah tahu, mas! Kamu pikir aku enggak ngerasain sakit melihat kamu dengan wanita lain, aku cemburu mas! Aku sakit hati! Tapi kamu...kamu mengkhianati aku dengan wanita kotor itu! Memangnya apa kurang ku, mas!" Teriak bibi Safa histeris diwarnai suara tangisan.
Bibi Safa sangat mencintai paman. Dia selalu setia dengan paman. Tapi tiba-tiba diketahui paman selingkuh, bibi Safa shock dan mungkin sangat sakit hati.
"Aku sudah bilang tidak sengaja melakukannya! Kenapa kamu masih tidak mempercayaiku! Lagipula sudah kodratnya seorang laki-laki memiliki lebih dari 1 wanita. Kak Rama saja bisa menikahi dua wanita, lalu kenapa aku tidak bisa memiliki dua wanita?"
__ADS_1
Aku terperanjat kaget mendengar perkataannya. Paman ingin menikah lagi?