Mahram Untuk Azira

Mahram Untuk Azira
Bab 9.5


__ADS_3

Dia mengamati semuanya pagi ini. Mulai dari suara tawa lepas Kenzie hingga bagaimana kotak bekal makanan itu bisa sampai di tangan Kenzie. Sejak semalam wajahnya seperti ditampar oleh tangan tak kasat mata. Begitu memalukan. Dia sangat malu sampai-sampai tidak berani mengatakan apa-apa lagi kepada Azira.


Bohong jika dia tidak melihat ada sesuatu yang salah dengan mereka saat dia melihat interaksi mereka berdua.


Justru apa yang dia lihat inilah yang memberatkan hatinya. Dia bingung sampai-sampai tidak mood melakukan apa-apa.


"Dek, kamu enggak pergi ke kampus bareng Sasa? Hari ini kalian udah mulai masuk, kan?" Bibi Indring sedang membaca majalah di dalam kamar tamu dan tiba-tiba disamperin oleh putrinya.


"Besok aja, ma. Hari ini aku lagi males ngapa-ngapain. Dimana Ayah?" Tidak ada Ayah di sini pikirnya.


Bibi Indring menjawab tanpa mengangkat wajahnya.

__ADS_1


"Ayahmu pergi sama Abah ke rumah bibi kamu di sebelah timur. Entah apa yang mereka bicarakan di sana."


"Mama kenapa enggak ikut?"


Bibi Indring mengangkat bahunya acuh.


"Bukan hal yang penting. Mama enggak tertarik dengan pembicaraan mereka. Bagaimana dengan kamu, dek? Mama perhatiin pagi ini kamu enggak pernah ngobrol sama Kenzie. Jangankan pagi ini, semalam saja kamu tidak mengeluarkan sepatah katapun untuk menyapanya. Mama jadi pusing lihat kelakuan kamu kalau begini caranya. Kemarin misuh-misuh minta dikirim ke sini, setelah sampai di sini, kamu malah malu-malu kucing enggak berani bertindak. Cek, kamu ini anak siapa sih, dek? Perasaan mama dulu enggak malu-malu amat sama Ayah kamu."


"Ma, jangan salahkan aku. Dari semalam aku udah berusaha nyari peluang untuk ngomong sama kak Kenzie tapi wanita itu selalu merusaknya. Gara-gara wanita itu aku tidak memiliki kesempatan untuk berbicara dengan kak Kenzie. Lagian Umi dan Abah juga kenapa diam saja melihat wanita itu di rumah ini? Jelas-jelas wanita itu bukan wanita baik-baik dan telah merusak masa depan kak Kenzie. Kenapa mereka tidak mengusir wanita itu pergi dari sini biar kak Kenzie dapat memulai kehidupan barunya lagi yang lebih memuaskan. Aku sungguh tidak mengerti dengan mereka berdua! Jika mereka membiarkan wanita itu tinggal di sini maka itu artinya mereka ingin menyiksa kak Kenzie. Aku tidak setuju ini, ma...aku enggak mau kak Kenzie memiliki hidup yang berantakan. Kenapa mama tidak coba ngomong sama mereka berdua tentang masalah ini? Kasian kak Kenzie harus menanggung sakit hati dan malu gara-gara wanita itu." Keluh Frida sedih.


Dia sangat sedih dengan kehidupan Kenzie sekarang. Hidupnya dihancurkan oleh wanita asing itu, tidak sampai di situ saja, wanita asing itu juga mulai merasuki kehidupan normal Kenzie!

__ADS_1


Frida tidak setuju. Dia sangat menyesal tak hadir di acara pernikahan kemarin. Kalau saja dia ada di sana saat peristiwa ini terjadi, maka dia pasti akan berteriak sekeras mungkin untuk mencegah pernikahan ini terjadi. Sungguh, dia tidak akan membiarkan wanita itu memiliki kesempatan untuk menghancurkan kehidupan laki-laki yang telah lama dikaguminya!


"Dek, tenangkan dirimu. Masalah ini perlu dibicarakan secara perlahan. Jangan terlalu buru-buru." Kata bibi Indring masih fokus melihat majalah nya.


Frida masih tetap tidak tenang.


"Ma, kasihan kak Kenzie.."


"Mama tahu. Makannya mau datang ke sini. Kalau mama tidak perduli kepadanya, mama tidak akan mau datang ke sini sekalipun kamu menangis darah." Sambil memindahkan halaman lain, bibi Indring mengangkat wajahnya menatap wajah kusut putrinya,"Jangan khawatir, mama akan berusaha membantu kamu."


Barulah Frida merasa lega setelah mendapatkan jaminan dari bibi Indring.

__ADS_1


__ADS_2