Mahram Untuk Azira

Mahram Untuk Azira
Bab 16.5


__ADS_3

Tepat sebelum azan subuh berkumandang, Azira dibangunkan oleh suaminya. Awalnya Azira enggan bangun karena dia sangat lelah dan mengantuk setelah kegiatan semalam. Inginnya terus menghangatkan diri di atas kasur hingga baterainya terisi. Tapi suaminya tidak mau bekerja sama dan malah semakin mengganggu tidurnya. Bahkan suaminya mengancam bila dia tidak segera bangun tidur, suaminya tidak akan ragu melanjutkan lagi kegiatan semalam.


Kelopak berat mata Azira langsung terbuka lebar menatap horor wajah tampan suaminya yang kini tengah memandangnya dengan senyuman lebar. Entah kenapa senyuman ini terasa begitu menyeramkan untuk Azira.


"Mas...aku baru saja tidur kurang dari 3 jam, aku masih mengantuk..." Suara Azira mengeluh dengan nada manja yang tidak disadarinya.


Dulu, bulu kuduk Kenzie langsung berdiri ketika mendengar seseorang menggunakan nada manja ketika berbicara kepadanya. Tapi sekarang saat mendengar Azira menggunakan nada manja untuk berkeluh kepadanya, telinga Kenzie langsung terasa gatal.


Tangannya mencubit pipi berdaging Azira dengan gemas.


"Aku mengerti, sayang. Tapi kamu harus bangun dulu buat sholat subuh, nanti istirahatnya di sambung lagi, oke?" Kenzie merendahkan nada suaranya untuk membujuk.


Azira malu,"Hum, aku...aku akan bangun dulu kalau begitu."

__ADS_1


Menyingkirkan rasa kantuk di kepalanya, Azira menarik selimut sampai ke dadanya sembari menjaga jarak dari suaminya. Di bawah pengawasan mata gelap suaminya, Azira memeluk selimut itu untuk melindungi bagian tubuhnya... yang telanjang.


"Aku sudah melihat semuanya." Kata Kenzie menggoda.


Azira mendengus untuk menutupi rasa malu di wajahnya.


"Berhenti bicara." Katanya merajuk.


"Okay, berhenti bicara." Kata Kenzie sambil melihat Azira dengan penuh minat.


Bola matanya bergerak menatap beberapa tanda merah di pundak, leher, dan tangan yang sengaja dia buat untuk memuaskan rasa dominasinya. Jika dilihat-lihat karyanya ini jauh lebih menarik daripada lukisan terkenal di luar sana. Cek, Kenzie berpikir sampai kapan tanda ini akan bertahan karena dia punya rencana untuk memperbaharuinya, sebab dia tidak mau wilayah kekuasaannya dilirik oleh bandit di luar sana.


"Apa yang sedang mas Kenzie pikirkan?" Tanya Azira curiga.

__ADS_1


Soalnya senyum suaminya mencurigakan.


"Bukan apa-apa. Hanya berpikir kalau kita bisa melakukannya lebih pagian lagi biar kamu enggak terlalu cape buat bangun pagi, gimana?"


Azira sangat kagum dengan ketebalan wajah suaminya. Lihat saja, apa yang dia katakan begitu vulgar tapi wajahnya tidak malu sedikitpun!


"Mas Kenzie mulai lagi deh, ah! Katanya mau mandi, ayo. Mas Kenzie atau aku yang duluan mandi?" Azira tidak tahan dan ingin segera melarikan diri.


Kenzie segera menggelengkan kepalanya tak setuju.


"Kita harus mengikuti jejak Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam hal apapun, salah satu dalam urusan ibadah suami-isteri. Alangkah baiknya bila pasangan suami-isteri mandi junub bersama setelah menyelesaikan ibadah untuk memupuk hubungan yang lebih dalam lagi dan menjaga keharmonisan rumah tangga. Selain itu mandi bersama juga dapat menyenangkan hati suami, membuat suami lebih betah bersama istrinya. Jadi untuk semua manfaat ini aku memutuskan kita tidak akan mandi secara terpisah melainkan bersama-sama." Jelas Kenzie serius tapi santai menambahkan sedikit ilmu kepada istrinya.


Mungkin hampir setiap pasangan suami-isteri muslim di dunia ini menerangkap kebiasaan manis ini dalam rumah tangga mereka. Mungkin terkesan vulgar, tapi nyatanya ini sangat berguna. Tapi dengan catatan murni untuk membersihkan diri dan tidak melakukan hal-hal yang tidak-tidak di dalam kamar mandi apalagi sampai berhubungan badan, naudzubillah, sungguh ibadah itu tidak disukai oleh Allah subhanahu wa ta'ala, sebab kamar mandi adalah tempat na'jis berkumpul.

__ADS_1


__ADS_2