
"Mau pulang, dok?" Seorang perawat menyapa Kenzie.
Kenzie tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya ringan sebagai tanggapan sopan. Sementara kedua tangannya mulai membereskan barang-barang di atas meja dan memasukkan dokumen yang penting ke dalam tas kerjanya.
"Dokter Kenzie sejak kemarin pulang tepat waktu terus, ya. Padahal biasanya dokter suka lupa waktu di rumah sakit karena keasikan kerja."
Perawat lain menimpali,"Sekarang sudah beda, mbak. Dokter Kenzie sudah punya pendamping hidup jadi ada yang nungguin di rumah makannya harus pulang tepat waktu."
Pembicaraan mereka sama sekali tidak disamarkan. Mereka sengaja berbicara dengan volume suara yang dibesar-besarkan agar mereka bisa melihat bagaimana reaksi Kenzie.
Kenzie tidak menunjukkan apa-apa di wajahnya. Namun kedua tangannya bergerak semakin cepat membereskan meja.
"Assalamualaikum?" Suara lembut Humairah langsung menarik perhatian para perawat.
Ruangan yang tadinya ramai oleh suara-suara para perawat kini sunyi senyap. Mereka menatap kedatangan Humairah dengan mata penuh gosip, menebak-nebak apa yang ingin Humairah lakukan ke sini.
__ADS_1
"Waalaikumsalam, Humairah." Akhirnya salah satu perawat menjawab salam Humairah.
Dia tersenyum lebar menyambut kedatangan Humairah. Tanpa diminta pun dia menyingkirkan badannya untuk memberikan Humairah jalan.
"Humairah ngapain datang ke sini?" Tanya perawat itu ramah.
Humairah tersenyum lembut. Sikapnya yang sopan membuat mereka sangat nyaman berbicara dengannya. Pasalnya Humairah berasal dari keluarga kaya raya tapi selalu rendah hati kepada lawan bicaranya.
"Mau ketemu mas Kenzie, mbak." Jawab Humairah malu.
Humairah mengangguk berterima kasih, lalu masuk ke dalam dengan sebuah paper bag hitam di tangan kanannya.
Hari ini dia dapat shift malam makanya baru datang jam 5. Tapi sebenarnya dia harus datang jam 7 malam karena dia shift malam. Sayangnya Kenzie tidak memiliki jam kerja malam dan harus pulang jam 5 sore makanya dia datang jam segini. Biasanya Kenzie suka pulang malam meskipun tidak punya jam kerja malam. Entah kenapa sejak kemarin Kenzie tidak lagi pulang malam dan langsung pulang pukul 5 sore. Jadi Humairah tidak sempat bertemu dengannya.
"Assalamualaikum, mas?" Humairah mengucapkan salam.
__ADS_1
Kenzie menjawab salam tanpa mengangkat wajahnya menatap Humairah.
Melihat sikap acuh tak acuh Kenzie, hati Humairah langsung sakit. Dia sedih dicuekin sama Kenzie. Apalagi saat memikirkan Kenzie sekarang sudah menikah dengan Azira, hatinya semakin sakit dan cemburu.
"Mas Kenzie mau pulang?" Humairah menggigit bibirnya gugup.
"Ya, sudah waktunya pulang." Jawab Kenzie memasukkan dokumen terakhir ke dalam tas kerja.
"Tapi mas Kenzie biasanya pulang di malam hari, kenapa hari ini tiba-tiba jadi pulang sore?" Humairah tidak mengerti atau lebih tepatnya dia tidak mau mengerti situasi Kenzie yang telah memiliki seorang istri.
Kenzie mengambil jas putihnya di sandaran kursi.
"Pertama, aku adalah atasanmu di sini jadi kamu harus memanggilku dengan panggilan formal, yaitu dokter. Kedua, tidak ada aturan aku harus pulang di malam hari karena jam kerjaku habis tepat pukul 5 sore. Dan ketiga, aku pulang tepat waktu sekarang karena di rumah ada seseorang yang sudah menunggu kepulangan ku." Lalu dia mengecek layar ponselnya.
Nihil, tak ada pesan apapun dari istrinya. Melihat ini kening Kenzie mengkerut tak senang. Kemarin dia sudah membelikan nya ponsel dan kartu baru, dengan begitu Azira lebih mudah menghubunginya.
__ADS_1