Mahram Untuk Azira

Mahram Untuk Azira
Bab 22.2


__ADS_3

Kelopak mata Azira bergetar, beberapa detik kemudian dia terbangun dari tidurnya yang ringan.


"Mas Kenzie?" Azira merasa sangat nyaman setelah melihat suaminya.


Seolah-olah dia dilemparkan ke dalam kolam dingin dan sejuk setelah berjalan jauh di gurun pasir. Dia lega.


"Hem, dimana yang tidak nyaman? Apa perlu kita ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan?" Kenzie gusar.


Walaupun dia memiliki tebakan berani setelah melihat gejala dan kondisi Azira, tapi jauh dari dalam hatinya dia cemas. Tidak masalah kalau harapannya tidak datang hari ini, tapi bagaimana kalau tubuh Azira menyembunyikan sebuah penyakit?


Azira tanpa sadar tertawa ditengah-tengah pusingnya.


"Ya Allah, suamiku adalah seorang dokter profesional, masa iya aku perlu pergi ke rumah sakit? Mas, kamu pasti tahu ini cuma penyakit biasa. Lagian cuma meriang dan sakit kepala, bentar lagi pasti baikan kok." Azira sendiri percaya tubuhnya baik-baik aja.


Cuman akhir-akhir ini lagi rewel gara-gara banyak pikiran.


Kenzie menggaruk kepalanya ingin mengatakan sesuatu. Azira merasa lucu melihatnya. Tanpa menunggu suaminya berbicara, dia berbicara lagi. Tapi ini murni kemauannya sendiri.

__ADS_1


"Mas, aku makan buah persik sama aprikot." Kata Azira.


Saat tidur tadi mulutnya terasa kering karena haus tapi disaat yang sama dia merindukan kedua buah ini. Membayangkan jus segar buah persik dan aprikot yang masuk ke dalam tenggorokannya, Azira tidak bisa menahan air ludahnya sendiri.


Kenzie entah kenapa merasa lega. Mungkin karena tebakan berani di dalam hatinya semakin kuat. Merenung sebentar, dia memutuskan untuk keluar mengambil sesuatu.


"Di kulkas udah habis?"


Rumah mereka tidak kekurangan makanan ataupun buah-buahan. Selalu ada dan terus diisi ulang ketika habis, atau di ganti dengan buah yang lebih segar kalau sudah berhari-hari. Sebenarnya Kenzie tidak yakin kedua buah ini habis karena dia ingat baru kemarin lagi buahnya diganti.


Azira mengangguk polos.


Suaranya yang sengau sehabis bangun tidur menggelitik indera pendengaran Kenzie.


Kenzie mencubit pipi Azira gemas.


"Okay, kamu mau apa lagi selain dua buah ini?" Kenzie menuruti keinginan istrinya.

__ADS_1


Jangankan permintaan sepele ini, bila Azira menginginkan hal yang lebih besar, dia akan bersedia menurutinya selama dalam jangkauan. Ah...sejak kapan dia memiliki pemikiran boros ini?


Padahal dia selalu menekankan pada Azira untuk hidup sederhana dan biasa-biasa saja sekalipun punya cukup uang.


Kenzie bingung sendiri dengan perubahannya.


Azira senang. Dia mengambil tangan Kenzie dari wajahnya dan mengecup punggung Kenzie sayang. Tatapannya yang manja tak luput dari pengawasan atensi gelap milik suaminya.


"Cukup...cukup ini aja. Yang lain masih ada di dapur. Aku bisa makan apapun." Kata Azira tidak menginginkan apa-apa lagi.


Kenzie tersenyum, menarik tangan Azira dan mengecupnya balik. Setelah itu dia merendahkan kepalanya mengecup kening Azira tulus. Maunya sih mencicipi buah merah nan ranum milik Azira, tapi sayang sekali Azira tidak akan mau membiarkan itu terjadi. Azira orangnya pemalu.


"Okay, aku pergi sekarang. Kalau kamu berubah pikiran dan menginginkan yang lain, telpon aku ke nomor baruku."


Azira mengangguk bersungguh-sungguh. Dia akan menelpon suaminya segera kalau butuh apa-apa. Oh ya, setelah banyak bicara dengan suaminya semalam, dia mendapatkan nomor baru suaminya karena nomor lama tidak berfungsi lagi. Sebenarnya Kenzie bisa saja menghidupkan kembali nomor itu, tapi dia menolak. Bilangnya sih sudah tercemar jadi ganti saja yang baru. Untungnya ponsel itu untuk penggunaan pribadi, jadi tidak ada dokumen-dokumen penting karena langsung dihapus dari cloud. Sayang sekali foto Azira ada yang tersimpan di galeri. Kenzie tidak bisa menghapusnya sekalipun dia menginginkannya. Ini membuatnya putus asa.


"Iya, mas. Hati-hati ya di jalan." Azira kembali mengecup punggung tangan suaminya."Assalamualaikum."

__ADS_1


Langsung di jawab,"Waalaikumsalam. Jangan kemana-mana." Lalu Kenzie bergegas naik ke kamar untuk mengambil kunci mobil. Beberapa menit kemudian dia turun ke bawah, mengecup kilat bibir Azira dan langsung melarikan diri sebelum Azira mengomelinya!


__ADS_2