
Kenzie hampir saja tersedak mendengar kata-kata tajam Uminya. Orang-orang di meja makan tertawa terbahak-bahak melihat wajah sembelit Kenzie yang belum habis menelan makanannya.
Untungnya Azira langsung memberikannya air minum.
"Mas, minum pelan-pelan." Kata Azira sambil menggosok punggung suaminya.
Umi menggelengkan kepalanya semakin tidak senang dengan putranya yang payah. Dia lalu berjalan mendekati mereka dan dengan satu tarikan nafas, Umi menepuk kuat punggung Kenzie hingga menimbulkan bunyi yang nyaring.
Buk
Semua orang langsung terdiam. Mereka menatap shock wajah santai Umi. Lalu beralih memandangi wajah Kenzie yang kembali normal.
"Terima kasih, Umi." Kemudian dia melanjutkan lagi makannya.
Bertindak seolah tidak terjadi apa-apa. Semua orang saling memandang, berpikir bahwa pemandangan tadi sangat luar biasa. Dengan pukulan sekeras itu Kenzie ternyata tidak marah dan malah bersikap biasa-biasa saja. Sedangkan mereka yang menonton merasa ngilu sendiri melihatnya.
"Makan ya makan, jangan ganggu istri kamu terus. Sekali-kali berbaktilah kepada istri kamu. Apalagi dia sekarang sedang mengandung anak kamu." Tegur Umi serius.
Yang tadinya bercanda kini terdengar serius. Orang-orang yang ada di meja makan tidak berani mengeluarkan suara lagi.
Azira diam-diam menurunkan tangannya dari punggung sang suami. Lalu dengan patuh duduk kembali ke kursinya untuk memakan es krim buah yang khusus Umi ambilkan untuknya.
"Kenzie nggak pernah nyuruh Azira buat ambil ini itu karena Kenzie juga mengerti situasi Azira. Tapi dia tidak mau mendengarkan-"
"Jika sedang makan tidak boleh berbicara. Selesaikan dulu makan kamu baru bisa berbicara." Potong Umi menegur lagi.
Kenzie menghela nafas tak berdaya. Dia menatap istrinya dengan tatapan menuduh. Sementara Azira yang dia tatap dengan malu memalingkan wajahnya tidak berani melihat ke arah Kenzie langsung. Ini memang kesalahannya. Padahal Kenzie sudah melarangnya bekerja. Tapi dia tidak mau mendengarkan dan tetap bersikeras melayani dia di atas meja makan. Tak disangka gara-gara masalah ini Umi menjadi marah dan menegur Kenzie di depan banyak orang.
Azira merasa bersalah. Dia merasa kasihan pada suaminya.
"Umi maaf, apa yang mas Kenzie bilang benar. Aku yang maksa pengen bantu dia. Bukan mas Kenzie yang suruh-suruh aku. Mas Kenzie malah melarang ku melakukan pekerjaan, tapi aku tidak mau mendengarkan dia. Mas Kenzie nggak salah apa-apa, Umi." Ucap Azira menjelaskan dengan nada lemah.
__ADS_1
Azira paling takut jika Umi marah- eh, sebenarnya dia paling takut melihat Kenzie, Abah dan Umi marah. Karena bila ketiga orang ini marah, Azira akan diabaikan oleh mereka. Sejujurnya Azira lebih suka ditegur atau dimarahi daripada diabaikan. Karena perasaan diabaikan itu sama sekali tidak menyenangkan. Seolah-olah dia tidak dibutuhkan sama sekali di tempat ini. Azira tidak suka perasaan ini karena dia telah mengalaminya selama bertahun-tahun lamanya.
"Umi nggak pernah marah sama kamu. Umi cuma marah sama dia. Kalaupun kamu keras kepala maka dia harus lebih keras kepalanya lagi melarang kamu melakukan pekerjaan. Kalau dia tidak bisa menghentikan kamu melakukan pekerjaan sekecil ini, maka bagaimana dia bisa menghentikan kamu melakukan pekerjaan yang lebih besar nantinya. Umi ingin dia menjadi orang yang disiplin dan jangan berhati lembut!" Umi nggak tahan marah sama Azira.
Azira merasa malu sendiri. Dari sini dia dapat mengambil pelajaran agar lebih mendengarkan suaminya. Jika suaminya melarang dia melakukan suatu pekerjaan Azira tidak akan lagi keras kepala, dia akan berusaha mematuhi semua dikatakan oleh suaminya.
"Lain kali Azira akan lebih mendengarkan apa yang mas Kenzie katakan." Janji Azira kepada mereka berdua.
Kenzie memegang tangannya, memberikan senyum menenangkan kepadanya.
"Apakah rasa es krim buahnya enak?"
Azira menundukkan kepalanya melihat es krim yang ada di atas meja. Wangi nangkanya menguar kemana-mana dan es krimnya juga sangat lembut. Saat es krim menyentuh permukaan lidahnya, Azira langsung diterpa gelombang manis dan asam disaat yang sama. Ternyata es krimnya tidak hanya manis tapi juga asam, asam? Dari mana datangnya asam ini?
"Enak, Azira suka. Mas Kenzie mau?" Azira menawarkan dengan murah hati.
Kenzie tersenyum. Dia mengangguk ringan ingin mencoba. Biasanya dia tidak suka, tapi melihat Azira memakannya. Dia tergoda ingin mencobanya.
Azira segera mengirimkan sesendok kecil es krim ke dalam mulutnya. Saat lelehan es krim menyentuh permukaan lidahnya, Kenzie langsung menutup mata, meresapi rasa asam dan manis yang menyebar ke dalam mulutnya. Rasa ini pasti disukai oleh para wanita hamil. Tapi tidak dengan Kenzie. Dia sudah cukup makan satu kali.
"Bagaimana, mas? Enak'kan?" Azira berusaha menahan tawanya.
Ekspresi suaminya lucu sekali.
"Enak. Enak." Kata Kenzie berbohong.
Azira lantas tertawa. Dia mencubit pipi suaminya gemas.
"Mas Kenzie sedang berbohong." Azira tahu jelas suaminya sedang berbohong.
Karena dia sangat mengenali selera makan suaminya. Selain tidak suka makanan yang diolah di luar, suaminya juga tidak menyukai rasa yang kuat misalnya seperti rasa asam yang ada di dalam es krim.
__ADS_1
"Yah, kamu paling mengenal aku. Tumben kamu mau makan es krim merk ini?" Kenzie melihat es krim yang Azira pegang bukanlah merk yang sering dia makan.
Dia pernah melihat merk ini di supermarket dan di apotek. Tapi dia tidak pernah berniat membelinya karena es krim yang Azira suka adalah merk hati merah yang sering iklan di TV.
Padahal menurut Kenzie rasanya biasa-biasa saja. Tidak ada yang terlalu menarik. Namun karena Azira menyukainya, Kenzie sesekali akan membelinya untuk memuaskan dahaga Azira.
"Iya, mas. Aku juga baru makan. Es krim buah ini di bawa sama Mona dan ditaruh di kulkas buat dimakan anak-anak. Rasanya enak. Lain kali mas Kenzie beli, yah? Aku penasaran sama varian rasa yang lain." Azira menjelaskan dengan singkat.
Umi di samping menimpali,"Mona yang bawa tadi sore. Dia menaruhnya di dalam kulkas agar bisa dimakan oleh siapa saja. Kebetulan anak-anak menyukainya, jadi mereka mengambil es krim ini hingga menyisakan beberapa biji saja di dalam kulkas. Untung masih ada sisanya. Kalau nggak Azira nggak akan dapat bagian. Padahal es krimnya enak lho. Umi udah tebak kalau Azira bakal suka."
Umi juga sempat mencicipinya dari Sasa tadi sore. Rasanya yang manis dan asam langsung membuat mata Umi menyipit. Di dalam hati dia langsung berseru bila es krim ini sangat cocok dimakan Azira.
"Mona yang bawa? Serius, kalian para wanita sangat suka makan makanan yang asam-asam. Kalau sedang hamil aku bisa memakluminya, tapi kalau tidak aku merasa lidah kalian sedikit tidak normal." Kenzie menggelengkan kepalanya merasa aneh.
Kenzie tidak pernah tahu bila sepupunya itu menyukai rasa yang asam. Justru yang dia tahu sepupunya menyukai rasa yang manis. Makanya setiap kali orang-orang membuat rujak di rumah, sepupunya pasti berusaha menghindari buah-buah yang asam dan lebih memilih buah-buah yang manis atau tawar. Makanya dia merasa heran saat mengetahui sepupunya lah yang membawa es krim ini ke sini.
Mungkinkah Mona sengaja membeli es krim ini khusus untuk Azira? Tapi jika dia membeli es krim ini untuk Azira, lalu kenapa dia membiarkan anak-anak memakannya juga atau kenapa Mona tidak mengatakan kepada Azira jika dia membawa es krim ke sini? Tidak, aku merasa lebih yakin bila es krim ini adalah pemberian orang lain. Karena setahuku Mona tidak akan membeli sesuatu yang tidak disukainya. Ini sangat aneh. Batin Kenzie berpikir.
"Apa yang mas Kenzie pikirkan?" Suara Azira menari Kenzie dari pikirannya.
Kenzie tersadar. Dia tersenyum lembut sembari menggelengkan kepalanya. Cukup dia yang tahu masalah ini. Diam-diam dia akan menyelidiki masalah ini sendiri. Karena dia curiga ada sesuatu yang disembunyikan Mona dari mereka semua.
"Aku tidak berpikir apa-apa. Apakah kamu sudah selesai makan?"
Azira melirik tempat es krim yang sudah kosong. Dia menggelengkan kepalanya malu. Perutnya masih belum cukup puas. Dan dia ingin makan es krim ini lagi.
"Oke, bawa sisa es krim ke ruang tamu. Ada sesuatu yang perlu kita bicarakan di sana." Hati Kenzie melembut.
Istrinya selalu seperti ini. Hal-hal yang diinginkan istrinya tidak terlalu luar biasa. Tapi bisa dibilang masalah sepele. Lihat saja sekarang, betapa mudahnya dia jatuh cinta pada sebuah es krim. Dalam waktu yang sangat singkat dia tidak ingin berpisah dari es krim ini. Hah, dia heran mengapa istrinya tidak jatuh cinta pada perhiasan dan uang?
Padahal rata-rata wanita yang Kenzie pernah temui adalah pecinta perhiasan juga uang. Dan menurutnya Azira adalah satu-satunya wanita yang menolak hal ini. Terkadang dia merasa tertekan juga merasa lucu, istrinya bukan berhemat, tapi lebih ke polos.
__ADS_1
"Terima kasih, mas. Ayo pergi."