Mahram Untuk Azira

Mahram Untuk Azira
Bab 6.8


__ADS_3

Azira awalnya tidak ingin menjelaskan apa-apa, namun ketika melihat ekspresi bingung di wajah adik iparnya, dia merasa bahwa akan ada simpul di dalam hati Sasa bila dia tidak mengatakan apapun untuk membuat pembelaan diri.


"Dia berbicara tentang Ayahku. Setelah Ibuku meninggal Ayah tiba-tiba datang dengan Ibu tiriku dan memintaku pergi bersama mereka. Itulah yang dimaksud oleh Tina tadi." Sasa langsung mengerti begitu mendengarnya.


Dan dia juga mendengar dari bibi Safa bahwa Azira datang ke rumah setelah dibawa pulang oleh Ayah, maka apa yang dikatakan oleh Azira memang benar adanya.


"Ayahmu? Kamu pasti berbohong. Kamu dibesarkan tanpa seorang Ayah, jadi mana mungkin kamu memiliki Ayah. Lagian banyak orang yang meragukan siapa Ayahmu yang sebenarnya karena pekerjaan Ibumu. Kami semua curiga bila kamu adalah benih dari beberapa pria hidung belang. Dan setelah itu, kamu dan Ibumu tidak ada bedanya. Kalian berdua sama. Tanpa ragu kamu pergi dengan laki-laki tua demi sebuah harta. Kamu membuatku prihatin." Tina menolak dengan tegas mempercayai apa yang dikatakan oleh Azira.

__ADS_1


Mereka sama-sama berasal dari tempat kumuh. Tempat miskin yang seringkali membuat orang-orang kaya berpaling jijik tidak mau menoleh. Dengan hidup seberat itu banyak orang yang berlomba-lomba untuk saling menjatuhkan dan saling mengangkat martabat diri sendiri untuk membuktikan bahwa yang satu jauh lebih baik dari yang lain serta yang lain jauh lebih buruk dari yang lain.


Pada dasarnya Azira dan Ibunya memiliki paras wajah yang cantik. Laki-laki di kawasan kumuh banyak yang tergoda dengan kecantikan mereka berdua. Bahkan secara terang-terangan ingin menyewa Azira atau Ibunya untuk bermalam. Ini membuat para istri di tempat kumuh gelisah dan resah. Mereka berharap untuk segera mengusir Azira dan Ibunya dari sana agar tidak mengganggu kedamaian di lingkungan mereka.


Inilah salah satu faktor mengapa Tina sangat tidak menyukai Azira. Parasnya yang cantik dan menawan sering kali mendapatkan perhatian dari banyak pria. Ada banyak pengejar yang mendambakan Azira, salah satunya adalah pria yang pernah disukai oleh Tina. Ketika mengingat momen memalukan itu, Tina tidak bisa melepaskan kekesalan hatinya kepada Azira. Dan dia tidak percaya bila Azira berasal dari keluarga kaya raya. Memangnya Ayah mana yang menelantarkan anaknya ke tempat kumuh seperti itu? Azira jelas mengarang sebuah cerita.


"Oh, baik atau buruk pekerjaan Ibuku, tidak ada urusannya denganmu. Lagi pula semua orang yang ada di sana tahu bahwa kamu dan keluargamu pernah memiliki catatan kriminalitas. Ingatlah baik-baik bahwa jika selama ini aku dan Ibuku selalu diam ketika kalian mengganggu kami itu bukan berarti kami lemah, namun itu murni karena kami tidak ingin memperbesar masalah. Hanya saja itu dalam konteks nasihat dari Ibuku yang saat itu masih hidup. Sekarang dia telah meninggalkanku jadi aku bebas membuat keputusan apapun. Hari ini telah kamu telah berani merendahkan Ibuku, maka aku tidak akan segan lagi kepadamu. Jangan lupa kenapa kamu dan keluargamu berakhir di tempat itu. Bila aku mau sekarang, keluarga kalian pasti sudah dikirim ke kantor polisi. Buronan. Kemanapun mereka pergi dan di manapun mereka berada, mereka akan selalu menjadi sasaran polisi. Begitu juga kalian....huh, kalian adalah sekumpulan orang pecundang yang melarikan diri untuk terbebas dari hukuman penjara. Sungguh memprihatinkan. Kalian tidak sadar bahwa pelarian kalian tidak akan bertahan selamanya. Mungkin sekarang, besok, atau besoknya lagi kalian akan ditemukan oleh polisi. Harusnya kalian khawatir dan takut' kan? Tapi melihatnya selama beberapa waktu ini... Kalian tampaknya tidak takut dan menikmati hidup dengan baik. Aku sangat tergugah. Aku bisa membantu kalian-"

__ADS_1


Ini hanyalah rumor. Semuanya adalah rumor. Tapi karena selalu dibicarakan perlahan orang-orang mulai mempercayainya. Padahal telah berulang kali Tina dan keluarganya menjelaskan bahwa mereka bukan buronan polisi. Tapi tidak ada yang mempercayainya.


"Oh, kamu takut?" Azira mengejek.


"Seperti yang ku bilang tadi, Ayah ku yang datang menjemputku waktu itu. Dia adalah seorang pengusaha. Dengan bantuan dari Ayah, aku bisa mempermudah kehidupan kalian sebab Ayah mungkin senang bertemu dengan orang-orang yang telah mengganggu putrinya. Nama Ayah-"


"Siapa yang ingin tahu nama Ayahmu! Aku tidak membutuhkannya." Tina memotongnya kesal.

__ADS_1


"Tapi sebelumnya kamu bertanya, dan kakak iparku menjawab pertanyaanmu. Dia ingin memberitahumu nama Ayahnya, tapi kenapa kamu menolak sekarang?" Melihat sikap buruk Tina kepada Azira, Sasa juga ikut bermain peran untuk memojokkan Tina.


Sasa bukanlah orang yang mudah diprovokasi. Dia selalu berpikir bahwa orang-orang yang berpenampilan jelek adalah orang yang rendah. Salahkan lingkungan bermainnya yang tidak sehat sehingga dia membuat penilaian tinggi terhadap sekelilingnya.


__ADS_2