
Menyentuh punggung terbuka istrinya di belakang, Kenzie meraba kulit punggung istrinya dengan gerakan yang disengaja.
"Lalu sekarang?"
Azira menyipitkan matanya sambil bersenandung kecil. Sentuhan suaminya segera menyulut sesuatu yang ada di dalam dirinya. Dia suka, tapi malu. Dia menginginkan lebih, namun tidak berani meminta. Terjerat dilema, dirinya sungguh kesulitan menahan semua yang dirasakan sekarang.
"Mas Kenzie tidak mau?" Azira bertanya ambigu.
Dia menggigit bibirnya menahan diri. Tapi godaannya terlalu besar. Kenzie terlalu menawan dan menyiksa batinnya. Azira menginginkan Kenzie sepenuhnya. Berharap setelah malam ini Kenzie benar-benar menyatu dengan dirinya. Sungguh besar harapannya setelah malam ini dia dan Kenzie sepenuhnya menjadi suami istri yang seharusnya, tanpa ada keterpaksaan ataupun kecanggungan lagi, ya Allah, Azira sangat mengharapkan ini.
"Mau apa?" Kenzie menjauhkan kepalanya dari leher Azira dan beralih menatap wajah merah Azira yang menggoda.
Memiringkan kepalanya berani,"Makan...aku?" Tanyanya dibumbui keraguan.
Kenzie tertawa rendah. Sebelum Azira dapat melihat ekspresi wajah suaminya, tubuhnya tiba-tiba diangkat dan dilempar ke tengah-tengah kasur.
"Ah!" Jantung Azira berdebar kencang dengan tindakan Kenzie.
Saat akan bangun Kenzie langsung menahannya. Kedua bahunya ditekan oleh tangan sang suami hingga tak bisa bergerak. Kenzie dengan mudah bergerak ke atas Azira, menutupi Azira dengan bayangannya yang kuat.
"Mas?" Panggil Azira dengan kelopak mata bergetar.
Dia mulai merasakan andrenalin nya dipacu.
__ADS_1
"Hum?" Kenzie merendahkan kepalanya menatap Azira, mengelus puncak Azira beberapa kali lalu menegakkan punggungnya menjauh dari Azira.
Dia bawah pengawasan Azira, dia melepaskan baju tidurnya tanpa menyisakan selembar kain pun. Perutnya yang berotot dan bergelombang seksi langsung terekspos tepat di depan mata Azira. Ini sangat memalukan. Azira merasa tubuhnya langsung mendidih dan matanya mulai panas, aneh, meskipun begitu dia tidak berniat mengalihkan pandangannya dari otot-otot perut sang suami yang sangat menggoda!
"Suka?" Suara Kenzie rendah dan agak serak.
Azira tersadar dan buru-buru menarik pandangannya dari otot-otot perut sang suami.
Tak mendapatkan jawaban, Kenzie kembali merendahkan kepalanya sampai menyisakan jarak beberapa centi dari wajah merah cantik Azira yang menawan.
"Senang melihatnya?"
Azira tidak mengelak sekalipun merasa malu.
Kenzie terperangah dengan jawaban jujur Azira. Apalagi saat melihat wajah istrinya yang cantik terbungkus dalam warna merah tersipu malu, penampilannya sangat menawan dengan sentuhan rasa godaan.
"Jika kamu menyukainya, lalu sentuh?"
Azira mengepalkan tangannya kuat.
"Malu." Artinya dia tidak mengambil langkah sejauh itu, apalagi ini langkah pertama.
"Hehe.." Kenzie tertawa rendah bercampur nada kepuasan di dalam nada suaranya.
__ADS_1
Azira bingung,"Ini- umph!" Sudah selesai, Kenzie selalu menyerang disaat dirinya tidak siap.
Namun Azira sangat menikmatinya.
Baru beberapa detik berciuman, Azira buru-buru mendorong dada suaminya menjauh.
"Kamu tidak bisa melarikan diri lho, sudah terlambat untuk berhenti." Kata Kenzie tak puas.
Dia tak puas dihentikan saat sedang bersenang-senang. Ini momen yang sangat penting.
"Itu..." Azira mengatur nafasnya yang tidak stabil,"tolong lakukan dengan lembut karena ini... pertama kalinya untukku." Ucap Azira gugup.
Mendengar permohonan istrinya, Kenzie kembali tersenyum. Dia mengecup kening Azira sayang sembari berjanji,"Tentu, ini juga pertama kalinya untukku. Aku akan hati-hati agar tidak menyakitimu." Bisiknya lembut.
Hati Azira melembut. Dan dia merasa tidak takut lagi dibawah janji tulus suaminya.
"Terima kasih."
"Hum," lalu kepalanya naik sedikit hingga mencapai puncak kepala Azira, mengecupnya ringan sebelum mulai membaca doa berhubungan intim.
"Bismillah, Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa".
(Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.)
__ADS_1