
Lihat Azira mengernyitkan keningnya kesakitan, dia sontak mengendurkan kekuatan tangannya sembari mengucapkan maaf dan mulai mengelus punggung tangan istrinya yang ramping.
"Maaf, apakah masih sakit?" Tanyanya dengan rasa bersalah.
Azira menggelengkan kepalanya jujur. Lalu tiba-tiba tertawa terbahak-bahak di depan suaminya.
"Apakah mas Kenzie cemburu?" Sebenarnya dia hanya asal bertanya dan tidak mengharapkan jawaban, karena biasanya laki-laki gengsian soal cemburu.
Tapi yang tidak diduga Azira adalah Kenzie malah menjawab pertanyaannya dengan jujur sampai membuat Azira terkejut dan sejenak tidak bisa mengatakan apa-apa.
__ADS_1
"Ya, aku cemburu." Kenzie tertunduk memandangi kedua tangan ramping istrinya.
Tak menunggu Azira merespon, dia melanjutkan lagi perkataannya,"Dari sebagian kecil cerita kamu tadi, aku menangkap kalau hubungan kamu dengan laki-laki itu cukup baik. Kalau nggak kenapa pengejarnya mudah salah paham terhadap kamu. Kalian berdua mungkin terlalu dekat untuk sekedar pertemanan." Bisiknya muram.
Azira tertegun. Tangannya menggenggam erat tangan suaminya dan menyentak kuat untuk menarik perhatian suaminya. Berhasil, Kenzie sekarang sedang menatapnya dengan penampilan datar tanpa senyuman di wajahnya.
Kenzie tahu,"Tapi dia memiliki perasaan sama kamu."
"Ya, dan aku memutuskan untuk menolaknya. Aku tidak punya perasaan apapun kepadanya selain pertemanan. Mas tahu kalau aku tidak punya banyak teman saat sekolah dulu. Mereka memandang rendah aku karena pekerjaan Ibu dan aku dikucilkan, dengan keadaan ini aku pasti merasa sangat kesepian. Maka wajar saja aku merasa senang ketika melihat kak Al datang kepadaku untuk berteman. Dia benar-benar memperlakukan aku sebagai manusia normal dan tidak menyinggung latar belakang keluargaku, aku senang banget mas Kenzie. Tapi meskipun aku senang bukan berarti aku memiliki perasaan sama dia. Bagiku dia hanyalah teman dan tak memiliki masa depan yang baik dengan diriku. Karena aku tahu kami berdua dari dunia yang tidak sama. Dan misalnya mas Kenzie lah yang berada di posisi kak Al pada waktu itu, aku juga akan bersikap sama kepada mas Kenzie. Bahkan meskipun aku punya perasaan sama mas Kenzie, sepertinya aku akan tetap menolak perasaan mas karena pemikiran ku pada saat itu sangat sederhana. Kita bukan dari dunia yang sama." Azira menerangkan dengan suara pelan.
__ADS_1
Pelan-pelan membuat suaminya mengerti jika kecemburuannya tidak memiliki dasar yang kuat. Pertama Al hanyalah masa lalu dan kedua, dia sama sekali tidak memiliki perasaan suka.
Kenzie terdiam. Mata gelapnya tidak pernah berpaling dari wajah tersenyum istrinya. Azira kira dia tidak mau berbicara dan baru saja membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, tapi Kenzie akhirnya berbicara.
"Aku tahu kamu tidak memiliki perasaan apapun padanya karena aku yakin tampangnya tidak sebaik diriku, makanya kamu cepat jatuh cinta sama aku daripada laki-laki itu. Tapi aku masih tidak puas, mungkin kamu tidak memiliki perasaan apa-apa, namun ceritanya berbeda dengan dia. Dia telah memiliki catatan kriminal sebelumnya, pernah menyukai kamu saat SMA, dan bagaimana jika perasaannya masih bertahan hingga sekarang?" Kenzie terlalu over thinking.
Pikirannya sudah terlampau jauh dan agak mendrama, Azira mengira suaminya lucu tapi pada saat yang sama ngeselin.
"Ya Allah, mas! Kita udah enggak ketemu sejak dia lulus SMA, udah bertahun-tahun lamanya! Mana mungkin dia masih merindukan aku? Lagian yah dia pasti sudah bertemu dengan banyak wanita yang lebih cantik dan lebih baik dari aku, atau mungkin aja sekarang kak Al udah punya istri dan anak, mustahil dia mempertahankan cinta monyet bertahun-tahun yang lalu." Ucap Azira masuk akal.
__ADS_1