Mahram Untuk Azira

Mahram Untuk Azira
Bab 10.1


__ADS_3

Pulang ke rumah orang pertama yang menyambut Kenzie di depan rumah bukanlah Azira, melainkan Frida yang sudah berjaga-jaga di depan pintu rumah. Turun dari mobil Frida langsung berlari menghampirinya sambil menangis.


"Mas Kenzie..." Frida mengulurkan tangannya untuk meraih tangan Kenzie, tapi Kenzie langsung mengelak dan mundur beberapa langkah ke samping untuk menjaga jarak dari Frida.


Frida tercengang dengan penolakan langsung Kenzie. Hatinya langsung sedih dan dia segera menurunkan tangannya merasa malu.


"Kenapa kamu menangis?" Tanya Kenzie dengan nada membosankan.


Dan Frida semakin sedih mendengar nada suara datar Kenzie. Mengapa Kenzie bersikap seperti ini kepadanya?

__ADS_1


Harusnya Kenzie menunjukkan perhatian dan kebaikannya pada saat ini ketika melihatnya sedang menangis.


"Itu.." Frida menundukkan kepalanya.


"Aku bertengkar sama Azira, mas. Tadi sore aku nggak sengaja ngomong kasar ke Azira dan didengar sama Umi. Umi langsung marah sama aku dan ingin mengusir ku dari rumah kalau aku nggak minta maaf sama Azira. Aku mau minta maaf tapi Azira nggak mau maafin, mas. Selain itu semua ini awalnya dari Azira sendiri. Kalau Azira nggak ngomong aneh-aneh sama aku, mana mungkin aku sampai berkata kasar kepadanya. Tapi Azira nggak mau ngaku soal perkataan kasarnya kepadaku dan malah menuduhku mengganggunya duluan. Ya Allah, mas... Apa aku orang seperti itu? Bagaimana mungkin aku bisa mengganggu orang lain kalau mereka tidak mengganggu ku duluan. Aku sangat sedih dan bingung harus meminta bantuan kepada siapa. Karena Umi dan Abah tidak mendengarkan penjelasanku. Jangankan mereka, orang tuaku saja tidak mau mempercayai apa yang aku katakan. Mereka semua hanya mendengarkan kata-kata Azira. Selain mas Kenzie, ke mana lagi aku harus meminta bantuan? Aku yakin satu-satunya orang yang bersikap adil di rumah ini hanya mas Kenzie seorang. Maka dari itu aku menunggu mas Kenzie pulang ke rumah karena aku ingin meminta bantuan. Mas Kenzie, biarpun Azira adalah istrimu, tapi dia lah yang membuat kesalahan duluan. Jadi tolong tegakkan keadilan untukku dan berikan pengertian kepada Umi, bahwa aku benar-benar tidak berniat berkata kasar kepada Azira." Mohon Frida mengarang cerita.


Mengapa dia berani mengarang cerita kepada Kenzie?


Itu karena Kenzie dan Azira tidak memiliki hubungan yang baik meskipun mereka adalah suami istri sekarang. Dia masih teguh dengan keyakinannya bahwa Azira tidak bisa masuk ke dalam hati Kenzie dan faktanya, dia yakin bahwa Kenzie sangat marah dan bahkan membenci Azira karena telah menghancurkan pernikahannya bersama Humairah.

__ADS_1


Dia percaya bahwa di mata Kenzie, wanita liar itu bukanlah apa-apa.


"Oh, kamu bertengkar dengan istriku?" Tanya Kenzie tertarik.


Frida mengangguk dengan sedih. Kesedihannya sungguh tidak dibuat-buat karena dia merasa terancam diusir oleh Umi dan Abah.


"Hem, menarik." Gumam Kenzie dengan senyuman yang bukan lagi disebut sebagai senyuman.


Aneh, Frida bergidik melihat senyuman itu. Jelas-jelas itu senyuman, namun entah kenapa tidak bisa masuk ke dalam matanya.

__ADS_1


"Kenzie, kenapa diam saja diluar, ayo masuk, Nak?" Umi memanggil dari dalam.


Ketika melihat ada Frida di samping Kenzie, wajahnya langsung tak bersahabat. Dia mendengus dingin sambil mendesak Kenzie agar segera masuk dalam rumah.


__ADS_2