Mahram Untuk Azira

Mahram Untuk Azira
Bab 6.4


__ADS_3

Kenzie membawa Azira dan adiknya ke sebuah pusat perbelanjaan khusus pakaian wanita. Di dalam mobil selama di perjalanan tak satupun di antara mereka bertiga yang berbicara. Kenzie tetap memasang wajah dingin sambil menyetir dan adiknya tidak jauh berbeda. Sejak awal matanya selalu fokus menatap ponsel. Sementara Azira membawa matanya ke jendela mobil, memandangi pemandangan di luar sana yang tak sempat dia lihat karena terkekang.


Azira bukanlah wanita yang polos juga bukan wanita yang mau saja direndahkan ataupun disakiti. Berhadapan dengan Kenzie, dia merasa malu sekaligus merasa bersalah karena Kenzie adalah penyelamatnya tapi malah dibalas dengan air tuba oleh dirinya. Oleh sebab itu Azira terkesan menghindari pembicaraan canggung dengan Kenzie. Sementara Sasa, gadis manja dan pemilih ini awal-awal masih bisa dia toleransi. Akan tetapi setelah dipikir-pikir, jika Kenzie saja yang menjadi korban tidak banyak tingkah ataupun bicara, maka mengapa Sasa harus repot-repot menyusahkannya? Jelas Azira tidak perlu terlalu memikirkan gadis ini karena orang yang harus dia dengarkan adalah Kenzie.


"Ayo turun. Kita sudah sampai."

__ADS_1


Azira menoleh keluar, matanya berkedip penasaran melihat gedung luas dan tinggi yang selama ini hanya bisa dilihat di TV tapi tak pernah dimasuki.


Turun bersama Sasa, dia berdiri patuh di samping mobil menunggu Kenzie. Setelah memarkirkan mobil, Kenzie secara alami mengambil tangan Azira dan menggenggamnya. Tubuh Azira membeku kaget, dengan canggung dia melihat tangan mereka yang bersatu. Wajahnya memerah. Sedetik kemudian dia langsung berpaling berpura-pura tidak melihat apa-apa.


Sementara Sasa yang mengikuti mereka di belakang melihat tangan yang saling terpaut itu dengan ekspresi heran di wajahnya.

__ADS_1


Awalnya dia selalu bersikukuh bahwa Kenzie menyukai Humairah dan telah memiliki benih cinta di dalam hati. Karena itulah dia selalu bersikap keras kepala dengan gagalnya pernikahan ini dan menganggap bahwa Azira adalah wanita yang buruk. Namun setelah melihatnya kini, dia tiba-tiba merasa bahwa kakaknya mungkin tidak pernah menganggap Humairah lebih. Sedangkan kepada Azira, wanita asing yang datang dari entah berantah ternyata sangat mampu membuat kakaknya mengubah sikap. Karena ini dia bertanya-tanya di dalam hati, apakah Azira layak untuk kakaknya terlepas dari kesalahan yang dia lakukan?


Pasalnya Kenzie terlihat jauh lebih manusiawi tatkala bersama dengan Azira.


"Sasa, apa yang sedang kamu pikirkan? Cepatlah jalan agar kamu tidak tersesat." Suara Kenzie menarik Sasa dari pikirannya.

__ADS_1


Sasa merenggut tak senang karena diperlakukan sebagai anak kecil oleh kakaknya. Dengan usia sebesar ini, mana mungkin dia tersesat di tempat yang paling banyak dia kunjungi selama ini.


"Aku bukan anak kecil lagi. Aku bisa jalan sendiri tanpa kalian." Dumel nya sambil mempercepat langkah kaki mengikuti mereka berdua.


__ADS_2