Mahram Untuk Azira

Mahram Untuk Azira
Bab 29.2


__ADS_3

Azira semakin merasa malu. Seperti yang suaminya katakan, dia sangat menyukai penampilan suaminya. Itu terbukti dari perubahan warna merah di wajahnya yang mulai memanas. Bila ditanya bagaimana yang dia sukai, maka dia bingung untuk menjawab. Dia suka senyuman manis suaminya, suka melihat suaminya tertawa, bahkan suka juga melihat suaminya tidak tertawa ataupun tersenyum. Dia suka alis tajam suaminya yang terukir seperti pedang, suka melihat mata almond yang tidak pernah jera menatapnya dengan sebuah kelembutan, suka hidung suaminya yang sering bertindak nakal mengelus puncak hidung dia, dan dia juga suka bibir suaminya...um, suaminya memiliki paras yang sangat tampan. Terkadang karena kesukaannya dia tidak tahan berlama-lama menatap wajah suaminya. Reaksi tubuhnya berada di luar kendali. Wajah panas dan tersipu malu, jantung berdebar serta tubuh yang sedikit demi sedikit kehilangan tenaga untuk menopang, ini adalah reaksi alami yang kerap kali dirasakan ketika bersama dengan suaminya. Berduaan tanpa ada orang lain di sekitar mereka, ini sudah menjadi hal biasa tapi sayang sekali dia belum terbiasa.


"Aku tidak bisa berbohong kepada mas Kenzie, wajah aku sudah menunjukkan semuanya bahwa saat ini mas Kenzie terlihat begitu menawan. Aku suka." Katanya terbawa suasana, tersihir oleh pesona suaminya yang begitu sulit dia tolak.


Mendengar apa yang dia katakan, suaminya tercengang. Agaknya dia tidak tahu kalau istrinya akan memberikan jawaban sepolos ini.


"Azira.." tangan suaminya bergerak menyentuh leher bagian belakangnya, lalu sedetik kemudian tangan kuat itu menekannya hingga membuatnya menengadah dan selanjutnya,


Sebuah sentuhan lembut dan basah menyentuh bibirnya. Kelopak matanya berkedip ringan, menatap linglung pada wajah tampan yang pernah menjauh dari wajahnya.


"Tidak hanya omongan kamu saja yang manis, tapi bibir kamu juga manis. Makanya aku tidak pernah menginginkan gula dan madu lagi setelah menikah dengan kamu, Azira." Bisik suaminya menggoda.


Dia langsung tersadar. Tersenyum malu tangannya memukul dada suami agar segera menjauh. Dia paling tidak tahan dengan gombalan sang suami.


"Mas Kenzie mulai lagi deh." Ucapnya berpura-pura kesal.


Suaminya tertawa kecil. Reaksi istrinya selalu seperti ini, sangat pemalu tapi justru itu yang membuatnya manis.


"Loh, tadi katanya kamu suka?" Dia jelas sedang berpura-pura bingung.


Azira tahu tapi tetap aja merasa kesal.


"Mas Kenzie tidak perlu menanyakan-"


Tok


Tok


Tok

__ADS_1


Azira langsung menoleh ke arah pintu kamar. Seseorang sedang mengetuk pintu diluar.


"Ada orang, mas." Melirik ke arah mobil yang terparkir rapi di luar sana, dia merasakan jantungnya berdebar kencang karena gugup.


Hari ini banyak teman-teman maupun rekan kerja suaminya datang untuk menghadiri acara 7 bulanan perutnya. Mengapa dia merasa begitu gugup?


Itu karena dia akan bertemu dengan banyak orang secara resmi. Yah ini memang acara 7 bulanannya tapi juga memiliki arti untuk memperkenalkan Azira secara resmi ke depan banyak orang bahwa dia adalah istri Kenzie, nyonya rumah ini selanjutnya. Dia tidak mau mengakui, sejujurnya di dalam hati Azira orang yang paling berkuasa di rumah ini adalah Umi. Tapi Umi dan yang lainnya bersikeras. Faktanya mereka sudah tua dan tidak sanggup memperhatikan urusan para anak muda, selain itu Umi ingin melatih Azira untuk menggantikannya tadi masa depan nanti. Tak berdaya, jangan terpaksa Azira menerimanya.


Ini sangat mendebarkan. Beberapa bulan yang lalu dia dikenal dengan kontroversinya menikahi Kenzie dengan cara yang salah, dan beberapa bulan kemudian, tepatnya hari ini dia akan diperkenalkan dengan resmi bahwa dia memiliki posisi yang sangat tinggi dan baik di rumah ini.


Jadi bagaimana mungkin Azira tidak merasa gugup?


"Jangan terlalu gugup. Ingat, ada buah hati kita di dalam diri kamu. Bila kamu merasa gugup, maka buah hati kita juga akan merasa lebih gugup lagi. Maukah kamu membuat buah hati kita gelisah di hari bahagianya?" Ucap Kenzie berpura-pura cemas sambil mengelus permukaan perut istrinya.


Dia paling tahu kelemahan istrinya. Kalau sudah menyangkut soal anak, istrinya sangat mudah mengalah dan tidak akan keras kepala. Benar saja apa yang dia pikirkan.


"Aku... Apakah baik kita tidak akan merasa nyaman?" Bisiknya ragu-ragu.


"Ya, dia tidak akan merasa nyaman dan gelisah di dalam sana." Katanya meyakinkan.


Azira menatap perutnya. Menggigit bibirnya cemas.


"Jangan terlalu cemas." Kenzie menyentuh pipi gembul istrinya.


Azira menganggukkan kepalanya dengan berat. Mengambil nafas panjang dirinya mencoba untuk menenangkan hati yang sedang gugup. Bernapas beberapa kali dia merasa bahwa dirinya sedikit tidak gugup.


Tapi ini sama sekali tidak membantu.


"Aku akan selalu bersama kamu, memegang tangan kamu kemanapun kamu pergi. Selama acara berlangsung aku tidak akan pergi, melainkan tetap stay di sisi kamu. Jadi, jangan gugup ya karena kamu memiliki aku." Suara lembut Kenzie menjadi penawar terbaik untuknya sejauh ini.

__ADS_1


Membayangkan Kenzie akan selalu bersamanya sepanjang acara, tiba-tiba dia merasa lebih santai. Dan dia juga sangat percaya bahwa suaminya tidak akan pernah meninggalkannya. Ketika Kenzie berjanji untuk tidak pergi maka Kenzie tidak akan pernah pergi, jika Kenzie berjanji akan membawanya pergi maka Kenzie akan membawanya pergi. Seingat Azira, suaminya tak pernah ingkar janji. Yah, mungkin sejak mereka berdua saling mencintai, mereka sangat lengket dan enggan berpisah satu sama lain.


"Okay, aku sangat senang mas Kenzie ada bersamaku." Ungkap Azira senang.


Tok


Tok


Tok


Orang yang berdiri di luar sekali lagi mengetuk pintu. Karena terlalu banyak bicara, mereka tanpa sadar melupakan keberadaan orang itu.


"Kak Kenzie? Mau sampai kapan di dalam terus? Umi dan Abah sudah menunggu kakak di luar di bawah." Ternyata orang yang mengetuk pintu adalah Mona.


"Mas, Kita dicari sama Abah dan Umi. Ayo turun." Desak Azira.


Kenzie tertawa. Dia melingkari pinggang Azira seerat mungkin, lalu berjalan keluar. Hari ini mereka berdua makan baju pasangan dengan nuansa hijau. Um, baju mereka hijau muda dan rumah pun di dekorasi dengan nuansa alam yang memanjakan mata. Daun dan bunga buatan bertebaran di mana-mana, membuat para tamu merasa nyaman dan takjub pada saat yang sama. Bagaimana tidak rasa takjub, rumah ini didekorasi seperti seseorang yang akan menikah. Sederhana, tapi terlihat tetap mencolok dengan keindahannya yang memanjakan mata.


Dekorasi ini dipilih langsung oleh Kenzie. Katanya dia terinspirasi dari kesukaan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam terhadap warna hijau atau alam yang menenangkan jiwa, makanya dia mendekorasi rumah ini selayaknya sebuah taman yang dipenuhi oleh warna hijau dan bunga bermekaran, cantik sekali.


"Masya Allah tabarakallah, kak Azira cantik banget. Mona jadi iri deh." Kagum Mona ketika pintu kamar dibuka.


Azira tersenyum manis.


"Jangan ngarang deh, dek dengan badan sebesar ini, mana mungkin aku masih terlihat cantik. Yang ada kamu tuh. Masya Allah, kakak jadi pangling melihat betapa cantiknya kamu hari ini." Puji Azira tulus.


Adiknya memang tampil dengan pesona yang memikat hari ini.


Bersambung...

__ADS_1


Besok Crazy up✍️


__ADS_2