
Sejak pertengkaran Rara dan Bastian . Rara maupun Bastian, sama-sama tidak menelepon lagi.
Sukma datang kerumah Rara, mendengar pertengkaran Rara dan Bastian, bisa di pastikan, wanita bermata sipit ini akan mewawancarainya seperti wartawan.
“Kamu belum menemuinya juga Ra?”
Benar saja, ia mulai melakukan berbagai pertanyaan dengan tangganya memegang gelas berisi kopi yang ia buat sendiri di dapur Rara , rumah Rara sudah seperti rumah sendiri untuknya, jika belum makan tinggal ambil sendiri, pengen apa-apa lakukan sendiri, tanpa harus menyuruh Rara.
“Belum Mey, belum sempat,” jawab Rara tidak bersemangat untuk membahas kehidupan rumah tangganya,
“Lo nyadar gak sih, berapa lama dia bisa menahan diri. Lu jangan membuatnya menunggu terlalu lama, masa udah dua bulan menikah lo masih perawan saja. Lakukan kewajiban mu sebagai istri, layani suamimu di ranjang, itu wajib bagi pasangan suami istri.
Sebentar lagi mau puasa, lakukan sebelum puasa Ra, loe pikir bisa melakukanya saat puasa hal ranjang juga puasa. Lakukan kewajiban mu sebagai istri saat ini,” ujar Sukma mulai menceramahi sahabatnya.
“Gue tau Mey, gue tau, ngomong mah gampang, tapi hidup yang gue jalani itu rumit ,Mey,” ujar Rara.
“Tapi Bastian itu baik Ra, gue udah lihat sendiri bagaimana dia sangat menghawatirkan lu selama ini”
“Dia jauh masih mudah Mey di banding gue, punya gaya hidup bebas, mana ada lelaki yang begitu setia dan bisa bertahan dalam goncangan hidup dan bertahan dengan segala banyak masalah, paling bentar lagi ia juga pergi mencari hiburan, kemarin saja dia mengancam gue cari pelampiasan kan, kesal gue jadinya”
“Gue gak percaya, gue yakin sama Bastian.” Sukma lebih memilih percaya Bastian dari pada sahabatnya sendiri.
“Mey, tidak ada jaman sekarang pasangan yang setia seratus persen pada pasangannya, jangan tersinggung, kita yang sudah lama mengenalnya pasangan kita masih bisa juga selingkuh,” Rara menatap Sukma,
“Iya, lo benar Ra, jangan terlalu berharap pada lelaki, mereka brengsek,”Sukma mengingat suaminya yang sudah lama ia kenal
“Iya biarkan dia memilih apa dia bertahan atau akan pergi
“Apa lu ingin melepaskannya, Ra?’
“ Gue memilih keluargaku, mungkin salahku dulu, melawan orang tuanya , dan salahku menyeret Bastian ke pernikahan, pernikahan beda kasta ini, sebuah kesalahan”
“Ada apa lagi Ra? Apa ada masalah lagi?”
“Ibunya Bastian memintaku membuat pilihan. Kalau gue meninggalkan Bastian dan memberikan Calvin pada mereka. Babe akan dapat promosi dan Aisah mendapat pekerjaan, Riski akan masuk team club sepak bola Nasional”
Sukma ikut diam diam, pilihan sulit.
“Ah kenapa sih orang tua itu, tidak membiarkan Bastian dan lu yang menentukan jalan hidupnya, memangnya hanya kekayaan dan kemewahan yang bikin orang bahagia? orang kaya memang susah di tebak,” ujar Sukma tidak memberikan jawaban yang tepat untuk pertanyaan Rara.
“Tapi ada satu hal yang membuat gue jauh lebih takut, tidak ingin ia mengusik hidup Alvin”
__ADS_1
Sudah hampir larut malam, tetapi keduanya terlihat dalam pembahasan serius membuat mereka melupakan Waktu.
Untung rumah yang di kontrak babehnya Rara bertingkat dan memiliki lantai atap yang terbuka, bisa duduk dan mengobrol santai di atas sekaligus bisa menatap langit,
Tiba-tiba notif ponsel bunyi
Ting …!
Ada pesan masuk tapi dari Mario
Ia mengirim gambar Bastian yang terlihat mabuk berat dan di temanin dua wanita seksi, Rara tidak terkejut, ia hanya tersenyum kecut
“Ada apa Ra?”
“Ini” memberikan ponselnya pada Sukma.
“Iya ampun semua lelaki itu sama saja, brengsek!” Sukma emosi
Bukan Rara yang emosi malah sahabatnya terlihat marah memaki karena kecewa pada Bastian.
“Paham, kan?” Rara tertawa sinis.
“Ini sulit di percaya apa lelaki baik sudah habis di dunia ini?” Apa tidak ada lagi satupun?” Sukma terbawa emosi ia berteriak marah.
“Sudah, sini duduk,” Rara membujuk Sukma yang berurai air mata.
“Apa kita tidak boleh bahagia? kenapa hidup begitu kejam, apa salahnya bila kita ingin dicintai? itu karena gue terlalu mencintainya, makanya selalu menanyakan bagaimana kabarnya,dia malah bilang gue over"
Ia sesenggukan, membawa masalah rumah tangganya, Sukma mengingat suaminya yang berselingkuh.
“Sudah, sini.” Rara menepuk-nepuk pundak sahabatnya.
Jadi Sukma yang terluka dan marah bukan Rara
”Tidurlah duluan di kamar, gue pinjam mobil lu sebentar, Bastian hilang kesadaran saat ia mabuk, takutnya ada orang yang memanfaatkanya”
“Lu masih peduli … biarkan dia hancur dengan wanita selingkuhannya , Sukma terlihat marah”
“Tidurlah, dia suamiku, bukan kah gue ingin melakukan kewajiban sebagai istri, maka ini saatnya pergilah tidur duluan remote ac ku letakkan di atas Lemari”
“Baiklah, hati-hati.” Sukma turun ia tidur duluan di kamar Rara.
__ADS_1
Rara menyetir, karena sudah malam, perjalananya tidak makan waktu yang lama ke clup.
Ia memilih memarkirkan mobilnya dekat pintu samping gedung, niatnya agar bisa cepat keluar,
Club yang di datangin Bastian tidak jauh dari apartemennya, karena daerah itu memang ada beberapa tempat hiburan malam.
Mario kebetulan mengawal seseorang wanita sosialita yang ingin bersenang-senang, tetapi tidak ingin di ganggu para lelaki bermata keranjang atau lelaki iseng, dan tidak ingin di lecehkan, banyak kalangan anak-anak orang kaya yang tidak mau di sentuh , mereka hanya ingin menikmati musik dan berdansa sepuas dengan nyaman.
Makanya membutuhkan jasa pengawal pribadi seperti Mario yang memiliki tubuh kekar.
Untungnya orang yang memakai jasanya sudah pulang, ia bebas, ia bisa membantunya.
Rara yang datang berpakaian laki-laki masuk. Ternyata Bastian sudah sudah di bawah perempuan yang menemaninya minum, membawanya masuk ke kamar VIP yang menyediakan kamar khusus bagi pelanggan yang ingin mendapat layanan plus-plus, yang ingin menikmati indahnya surga dunia.
Mario memberi kode, ada teman-teman Bastian yang ikut minum dan sepertinya mabuk berat, tetapi ada seorang dari keempat teman itu yang masih segar bugar. Kenzo sepertinya, ia yang membuat Bastian dan teman-teman yang lain mabuk, sepertinya merencanakan sesuatu.
“Tolong amankan cctv untukku, bisa?”
“Ok “ jawab Mario dengan tegas,
Rara masuk ke dalam kamar itu, tetapi di kunci dari dalam, hanya terdengar suara tawa yang terkekeh dari dalam kamar. Dua orang wanita bertubuh seksi menggotong tubuh Bastian ke dalam kamar.
“ Dasar lelaki masih bocah, baru dapat cobaan kecil begitu saja kamu sudah mencari pelarian, bagai mana kamu mau di andalkan jadi kepala rumah tangga dan jadi Imamku kelak?
Ini saja kamu sudah berbagi kenikmatan dengan perempuan lain, Ah, kenapa dulu aku memaksanya menikahinya,” ucap Rara kesal.
“Memang menikah hanya untuk menginginkan itu? Tidak bisakah ia bersabar tunggu masalah yang aku hadapin ini selesai?
Awas saja nanti kalau kamu tidak bisa melayaniku sampai berjam- jam, akan kutendang bokongmu, dasar bocah”
Rara menggerutu kesal saat Bastian di dalam kamar bersama dua wanita sekaligus,
Bersambung ….
Bantu Vote iya kakak untuk karya ini tolong tekan like dan jangan lupa berikan hadiah juga.
Baca juga karyaku yang lain.
-Cinta Untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
__ADS_1
-Bintang Kecil untuk Faila
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)