Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Saat Aisah Menentukan Pilihan


__ADS_3

Rara ingin ke rumah orang tuanya, apa yang di minta olehnya selalu di iyakan Bastian. Ia di antar ke rumah orang tuanya.


“Ra, boleh gak aku tidak usah masuk ?” Bastian menatapnya.


“Kalau kamu tidak turun , babe akan menganggap kamu mengantar aku pulang ke rumah mereka, ia pikir nanti kamunya marah.”


“Baiklah aku akan turun tapi sebentar, iya.”


Mudah –mudahan bocah itu tidak di sana, karena aku tidak ingin bertemu dengannya, Bastian bergumam dalam hatinya.


Melihat perlakuan Bastian yang enggan masuk karena tidak ingin bertemu dengan Calvin melihat perlakuan Bastian begitu lagi, membuat hati Ara, terlihat sangat sedih.


Itu bukan Salah Calvin. Bastian..! kata Rara dalam hatinya, ia tidak ingin Calvin nanti menerima penolakan dari Bastian, sama seperti kedatangan Bastian dan Ayahnya ke rumah Rara , Calvin terpaksa, di bawa hari itu keluar dari rumah atas permintaan Bastian yang tidak ingin bertemu dengan anak malang itu.


Memang tidak mudah menerima kenyataan itu dimana anak istrinya, adalah adiknya dari ayahnya, tapi apakah ia tidak bisa berdamai dengan masalah lalu. Saat ibunya bisa memaafkan Ayahnya dengan masa lalunya kenapa anak malang itu malah tidak dapat di maafkan? Memang dia yang minta di lahirkan dari Ibu yang salah? Gumam Rara.


“Tidak usah masuk deh, Ayah, langsung pergi saja,” kata Rara wajah Tia terlihat senang.


“Tapi bagaimana dengan keluargamu?.”


“Tidak apa-apa, biar saya yang menjawabnya.” wajah Ara terlihat sangat sendu, sampaikan salamku sama Ibu, sampaikan maafkan kami sama Cavin padanya,” kata Rara tapi wajah itu tergugat kesedihan.


“Kamu kayak mau pergi jauh saja sayang, aku akan menjemputmu besok,” kata Bastian melempar senyum dan pergi, tanpa mampir dulu ke rumah orang tua Rara. dari kaca spion mobilnya, ia melihat Rara menatapnya dengan tatapan dalam, terlihat sangat sedih.


Kenapa Rara terlihat begitu sedih sih, apa aku melakukan kesalahan fatal? Apa kau menyakiti hatinya lagi.


Bastian menarik nafas berat, melihat istrinya sedih seperti itu dadanya terasa sesak melihat wajah sedih itu. Ia ingin putar balik ia lebih baik mampir dulu ke rumah orang tuanya, tapi saat ia ingin berputar balik babenya Rara datang membawa Rara masuk.


Baiklah mungkin besok saja aku masuk, aku akan membawa ibu sekalian untuk meminta maaf pada keluarga Rara, karena aku tidak boleh selamanya seperti ini.


Bastian melajukan mobilnya ke rumah ibunya, niatnya, ia ingin mengajak Ibunya datang bertamu untuk keluarga Rara. Karena Ia tidak ingin melihat Rara bersedih lagi seperti saat ini.

__ADS_1


Ia ingin Rara sembuh dan bisa hidup normal lagi , Ia ingin Rara dan Bayi yang di kandungnya sehat-sehat, maka itu ia akan melakukan semua demi kebaikan istrinya.


Termasuk membujuk Ibunya, agar mau meminta maaf pada keluarga Rara, itu niat Bastian pulang kerumahnya. Ia ingin ibunya bisa menerima Calvin agar ia juga bisa menerima Calvin juga.


Bastian meninggalkan Rumah mewah milik Rara dan melajukan mobil berwarna merah, mobil mewah berlambangkan kuda jingkrak itu melaju kencang membelah jalanan ibu kota.


Saat Bastian sudah meninggalkan Rumah Rara, keluarga Rara terlihat bingung karena Rara datang sendiri.


“Mana suami, Ra? Apa kalian marahan lagi, apa dia gak kesini?” Emaknya memburunya dengan bebagai pertanyaan.


“Ia ada janji penting, Mak, sudah terlambat, tadi ia titip salam buat Mak sama Babe,” kata Rara tapi bagaimanapun ia menutupi perasaanya. Ia tetap terlihat sangat sedih.


Sampai di dalam Rumah melihat Calvin yang asik bermain mobil-mobilan, duduk di depan TV. Rara mendekatinya dan memeluknya dengan erat, hatinya sangat sakit dan sedih.


Bagaimana anak sebaik ini dapat penolakan dari orang tua kandungnya sih? ia seperti malaikat, mana orang yang menolak malaikat kebaikan kata Rara masih memeluk dan memberi kecupan di kening anaknya.


Babe dan Emaknya sudah tau, pasti terjadi masalah besar di rumah tangga di keluarga Rara, karena anak malang itu.


“Vin. Mana paman Rizky? sana samperin ke kamarnya, pasti paman belum mandi sore suruh mandi dulu,” kata Babenya, anak malang itu langsung menurut sikapnya selalu patuh setiap kali orang tua Rara memintanya melakukan apapun


“Sini Ra,” kata babenya memintanya untuk bicara.


Walau tadinya ia tidak ingin bercerita, tapi karena yang meminta orang tua yang ia menghormati Rara duduk.


“Apa Be?”


“Katakan, ada apa? jangan di tahan Ra, jangan di pendam dalam hatinya situasi tubuh dan pisik kamu tidak seperti dulu lagi, Ra,” kata babenya Rara.


“Iya Ra make itu kamu mengalami penyakit, itu,”


“Sakit, apa Mak?” Tanya Rara, matanya bulat itu menatap Babe dan emaknya bergantian,

__ADS_1


“Apa suamimu tidak memberitahukan mu?” Tanya wanita itu.


Rara hanya menggeleng, Bastian melupakan hal itu, ia lupa memberitahukan keluarganya kalau Rara tidak boleh tau tentang apa yang di alaminya, karena ia takutnya membuatnya semakin banyak pikiran.


Babenya langsung memberi kode pada emaknya, untung wanita itu langsung mengerti dan mengalihkan pertanyaan lain.


“Katanya, loe itu kurang tidur,Ra,” Kata emaknya.


“Iya mak, Rara tidak bisa tidur kalau malam , banyak yang mengganggu pikiran.”


“Lah, loe bagaimana Ra? jangan di bawa pikiran semuanya, kalau begitu , iya loe kalau begitu kagak bisa tidur dah, kalau banyak pikiran ,”katanya.


Tapi saat lagi mengobrol Aisah datang, ia baru pulang dari kerja, tapi yang menarik ia tidak pulang sendiri ia pulang dengan Kenzo lelaki yang berprofesi sama dengan suaminya seorang Aktor, dan lelaki yang mengaku dulu menyukai Rara.


Ia memberi salam pada kedua orang tua Rara, terlihat akrap dan tidak kaku lagi.


“Hai, Ra kapan datang ?, sama siapa ,Tian?” Ken bertanya, wajahnya terlihat berseri-seri.


“Tadi barusan,” Jawab Rara tapi matanya menatap Ken dan Aisah bergantian.


Aisah menggapai tangan Rara dan menyalaminya, tapi wajahnya merah menatap Rara. ia sepertinya malu karena dulunya bilang pada Rara kalau ia tidak suka sama Ken.


Apa yang terjadi malam itu saat Hendra dan kenzo dan mantan tunangan Aisah datang, Ia penasaran apa yang terjadi, karena Rara meninggalkan begitu saja malam itu dan .


Tapi sepertinya Aisah lebih memilih Ken dari pada Huda mantan tunangannya.


Walau aisah pernah bilang susah move on dari mantan tunangannya, tapi itulah hidup selalu diantara dua pilihan, dan harus memilih salah satunya.


“Om, Calvin datang memeluk, lelaki bertubuh kekar itu.


“Calvin, lagi ngapain?,” tanya Ken mereka berdua terlihat akrap dan Rara jadi mengingat Bastian, dulu juga Bastian sangat suka sama Calvin, tapi saat ini semua berubah.

__ADS_1


Aku berharap Bastian lah yang melakukanya, bukan Ken, apa besok ia mau melakukannya? Entahlah, kata Rara bertanya sendiri dan menjawab sendiri.


Bersambung...


__ADS_2