
Mengingat perut istrinya yang tidak mungkin melakukan gaya lain, pada saat usia kehamilannya saat ini seperti itu gaya itu yang tepat.
Dia harus memahami kondisi istrinya.tidak bisa menuntut banyak gaya karena keadaan.harus memahami kondisi.
Rara tersenyum puas, ia berdiri dari pangkuan suaminya dan masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri di susul Bastian dari belakang.
Lanjut lagi mandi berdua dan berendam.dan melakukan aksi saling menyenangkan,yang menghasilkan keringat.
Setelah saling melepas rindu dengan Bastian, ia keluar dari kamar mandi, Rara merasa tubuhnya lelah.
Setelah beberapa lama duduk, mulutnya mulai menguap. Tidur sebentar tidak apa-apa aku nanti saja tanya lebih jelas ini rumah siapa, aku lelah kata Rara dalam benaknya memilih rebahan ternyata malah tertidur
Bastian lagi menerima panggilan telepon dari managernya, saat ia balik kekamar itu lagi. Rara terlihat sudah tertidur pulas.
Bastian duduk di samping tubuh Rara, matanya terfokus pada bagaian perutnya,
'Begini ternyata bentuknya saat ia hamil tetap terlihat cantik' ucap Bastian dalam benaknya.
Rara tidur memiringkan tubuhnya, tidurnya sangat pulas, padahal Bastian ingin mengajaknya bicara, hatinya masih tetap merasa panas, bayangan wajah Ken menyentuh tangan Rara, membuat hatinya panas lagi.
"Ah dasar lelaki playboy,"rutuknya kesal. Awas saja kamu mendekati Rara lagi aku rontokan gigimu semua' ucap Bastian lagi, Ia mendengus kesal.
Ia ikut merebahkan tubuhnya di samping Rara matanya menatap wajah cantik istrinya, istrinya.
Alisnya terlihat tumbuh alami dan tertata rapi, bulu matanya lentik di padu dengan mata Rara yang bulat , ia bak boneka hidup, bibirnya kecil, wajahnya terlihat ada beberapa bintik merah, sepertinya jerawat bawaan hamil.
Jarak wajahnya dari wajah Rara hanya beberapa cm meter, Ia mengusap usap pipinya dan mengusap bibir istrinya, ia bisa merakan napas dari hidung Rara, ia mengusap lembut bibir itu lagi, tidak lama kemudian ia mencondongkan bibirnya, ia mengecupnya dengan lembut, melihatnya bibir mungil itu, lagi tiba-tiba keinginan itu datang lagi .
"Ah Ra, kamu membuat dia bangun lagi," kata Bastian
Rara masih belum merespon, ia masih terlelap dalam tidurnya, tidak cukup sampai disitu tangannya mengusap perutnya, semakin ia mengusap mahluk kecil dalam perut Rara sepertinya terbangun, karena sentuhan yang di lakukan Bastian.
__ADS_1
Tangannya semakin naik, dan menggapai dua benda itu lagi, Rara merasakan tangan Bastian, mata Rara terbuka kecil.
Tidak di duga, ia membalas sentuhan Bastian lagi
“Aku mau lagi dong,” bisiknya lembut tanpa membuka mata.
Bastian tersenyum manis mendapat sambutan hangat dari istrinya. Bastian sudah lama menahan diri, sejak ia tinggal bersama ibunya.ia tidak bisa menyalurkan kebutuhannya yang sudah lama terpendam,akibat dari kecelakaan dan permasalahan yang datang silih berganti.dan betapa susahnya untuk menemui Rara.
Posisi tidurnya masih miring dengan baju sepotong kaos longgar milik Bastian.
Rara semakin bergerak tidak beraturan seperti cacing kepanasan, tuntutan tubuh bumil kali ini, lebih besar mungkin karena faktor kehamilannya.
Bastian menuntunnya di sisi tempat tidur dan menyatukan tubuh mereka kembali, Rara menarik tangan Bastian mengarahkannya ke bagian dada. Bastian merasa panas , tapi Rara belum mencapai puncak kepuasan. Bastian mengulangi ritmenya lagi, agar wanita hamil besar itu, bisa merasakan kepuasaan darinya. Bastian sudah merasakan lututnya lemas tapi Rara tidak.
Rara mengalami perubahan besar dalam hidupnya, bukan hanya perutnya yang besar bahkan tuntutan tubuhnya juga besar, bahkan porsi makanya juga besar.
"Wah gila aku kewalahan, kamu gila Ra tenaganya seperti tenaga kuda," Kata Bastian
Hinga hentakan-hentakan kuat ia lakukan.
Bastian mengeluarkan benda tumpul miliknya yang sudah tidak berdaya lagi. Rara akhirnya lemas dan membaringkan tubuhnya diatas kasur hanya menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya, yang terlihat lucu dengan perut besar.
Bastian juga tepar, di samping tubuh Rara, kalau sebelumnya Rara biasanya bersikap normal, kalau urusan ranjang tapi kali ini, ia sangat berbeda, minta nambah sampai beberapa kali pada Bastian.
“Ra, aku kelelahan,” kata Bastian menatap wajah Rara. Ia hanya tersipu malu, itu karena bawaan debay nya dan bawaan hormon " katanya dengan wajah memerah.
Justru saat kamu tidak ada aku lebih tersiksa, aku pengen sekali saat itu, tapi kamu tidak ada
“Terus?” mata Bastian menatapnya dengan tatapan memburu pikirnya sudah macam-macam.
“Terus ditahan saja, maksud kamu, mau diapain? di masukkan terong,” kata Rara, kesal melihat mata suaminya yang seperti menyelidikinya.
__ADS_1
Bastian tertawa ngakak, saat Rara menyebut terong.
“Aku, yakin kamu sudah berpikir aneh-aneh iya kan?” tanya Rara menatap tajam ke arah Bastian.
“Iya, bisa jadi.”
“Tian, Ken suka sama Aisah,” kata Rara langsung pada intinya.
“Haa, serius sejak kapan si brengsek itu suka sama adik kamu?"
“Aku juga tidak tau tepatnya, tapi kecemburuan kamu tidak beralasan,” kata Rara
“Kamu itu sangat cantik Ra, banyak lelaki diluar sana yang mengincar kamu, walau dalam keadaan hamil sekalipun, bahkan si Ken, gue gak yakin ia benar-benar menyukai adik kamu, ia mencari celah untuk mendekatimu,” kata Bastian
“Tidak mungkin Tian, dia sendiri yang bilang, maka itu, ia mendekatiku karena ingin minta nomor Aisah, aku tidak kasih karena aku pikir Aisah tidak mau,” Kata Rara mencoba mejelaskan.
“Ra, aku ini sudah lama berteman dengannya, jadi aku tau bagaimana kelakuannya, ia menyukaimu Ra, aku bisa lihat dari tatapan matanya padamu, aku tau prilakunya jika ia menyukai wanita, karena aku temannya ,karena itu aku tidak suka ia dekat-dekat denganmu,”kata Bastian
“Kamu terlalu cemburu, sayang, saya sudah hamil, masih saja kamu cemburuan,” kata Rara mengusap punggung tangan Bastian menenangkannya karena lagi-lagi ia terlihat marah.
Tapi Bastian tetap saja yakin kalau Kenzo di tuduh menyukainya, walau sudah di jelaskan hubungannya dengan Kenzo, tetap saja penjelasan Rara tidak penting.
“Aku! ingatkan sama kamu, jangan dekat-dekat dengannya, jangan terima teleponnya, itu membuatku marah,” kata Bastian tidak suka mendengar nama Kenzo, bahkan nama Kenzo di ganti dengan sebutan si brengsek.saking kesalnya sama Kenzo yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri.
Rara tahu Bastian sangat marah pada Ken karena hubungan masa lalu. Tetapi itu masa lalu, saat ini situasinya berbeda. Ia sudah jadi istri sah Bastian dan sedang hamil besar dan mengandung anaknya. Rara berharap Bastian menghentikan kecemburuannya pada Kenzo.
sebab yang sebenarnya terjadi bukan lah seperti yang Bastian pikirkan.
tapi karena sifat Bastian yang begitu mudah marah dan cemburu menyebabkan masalah ini susah di atasi.
Bersambung.
__ADS_1
Hai Kakak bantu vote dan like iya