Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Menikahinya Demi?


__ADS_3

Kembali dalam pemakamannya.


Istilah ada harta ada saudara, ungkapan itu sangat tepat pada keluarga Salim, saat keluarga itu di masa kejayaannya banyak berkunjung ke rumah mereka. Bahkan mereka tidak kenal mengaku jadi keluarga.


Tapi saat keluarga itu tidak punya harta bahkan terlilit utang besar, tidak ada yang datang lagi, bahkan keluarga masih dekat dengan mereka mendadak tidak mengenal keluarga salim. Itulah fenomena hidup.


Marisa sudah meninggalkan dunia pana ini, membawa segala luka dan tuduhan yang diberikan padanya.


Di dalam satu ruangan Bastian duduk termangu, di tangannya ada satu amplop yang di berikan pengacara Omanya, orang tua itu menyewa orang untuk mendapatkan siapa yang menuduhnya melakukan hal kejam itu.


Ia mungkin salah karena membenci Rara membenci otak pintar yang di miliki Rara karena bisa meretas data-data milik perusahaanya dan data-data milik pribadinya itu yang membuatnya marah.


Menurut pengakuan Marisa ia hanya menyuruh orang itu mengambil laptop milik Rara, tidak ada niat sedikitpun menyakiti Rara dan Bayinya, aku bukan orang kejam Bastian, Kata Omanya dalam suratnya.


Lalu siapa pelaku sesungguhnya, siapa yang melakukan hal kejam pada Rara hingga aku kehilangan Rara selamanya? amplop coklat masih di tangannya, tapi matanya menatap jauh ke arah jalanan, ia duduk di jendela kecil di dalam kamarnya.


Kabar kepergian Omanya membuat ia diam, tapi aneh walau hatinya sedih, tidak ada butiran bening yang keluar dari matanya . Mungkin sumur air dalam matanya sudah kering, ia pakai untuk menangisi kabar kepergian istrinya.


Aku akan membalas siapa pelakunya, ia bertekad dalam hati.


Ia membutuhkan bantuan dari seseorang yang bisa membantu mengungkapkan siapa pelakunya. Sukma sahabat Rara, ia datang juga.


“Aku berharap bapak baik-baik saja dan cepat meninggalkan tempat ini,” kata Sukma, wajahnya terlihat sangat sedih. Saat ia tau Rara telah tiada , Sukma menangis satu harian, kehilangan sahabatnya itu, sudah seperti kehilangan separoh jiwanya.


“ Melihatmu datang kesini, aku merindukannya lagi, Mey,” kata Bastian mencoba bersikap tegar.


“Aku juga melihatmu, aku jadi merindukannya juga,” Kata Sukma menangis lagi.


“Baiklah Mey terimakasih sudah mau datang di sini, tapi aku ingin meminta tolong denganmu, aku ingin tau, siapa pelaku sesungguhnya, aku ingin kamu jujur padaku, dokumen apa yang kalian selidik? Sejauh mana kalian ketahui sampai ada orang melakukan itu pada Rara? tidak mungkin, ia berani melakukan hal itu jika itu bukan hal penting,” kata Bastian, raut wajahnya terlihat masih sedih tapi mencoba tetap tegar.


Sukma mencoba mengingat apa yang di kerjakan Rara, malam sebelum persidangan kasus Calvin. “Tidak ada yang spesial, hanya dokumen-dokumen pengangkatan Calvin jadi penerus warisan Marisa Ouen hanya itu yang kami tahu,” kata Sukma.


“Coba kamu ingat-ingat lagi apa Rara pernah menyebut, sesuatu?”


Sukma mencoba mengingat, tapi seingatnya waktu itu tidak ada yang begitu spesial, karena kasusnya karena kejadiannya juga satu tahun yang lalu.

__ADS_1


“Tapi nanti aku mencoba mengingatnya ,” kata Sukma berdiri, “ tapi tunggu..! tiba-tiba di pikirannya ia pernah mendengar sebutan” “Ilalang Lebat,” Kata Sukma tiba-tiba.


“Apa itu?”


“Penting apa tidaknya, tapi ia pernah mendengar hal itu, ”Ilalang lebat aku baru engah ,” kata Sukma.


“Apa itu semacam tempat atau apa?”


“Aku juga tidak tau, tapi pernah Rara menyebutnya beberapa kali.”


“Aku ingin bantuan Mey, bantu aku menyelidikinya, Omah bukanlah pelaku yang sebenarnya, ia hanya di tuduh dan di fitnah, rasa sakit hati omah pada Rara di tunggangi seseorang, omah sudah menyelidikinya sebelum ia sakit, penabrak Rara sudah meninggal di penjara, katanya sakit, tapi sepertinya polisi menyembunyikan kejadian sebenarnya, kamu bisa simpulkan kalau ada pemain besar di balik kecelakaan Rara bukan? ,” kata Bastian.


“Baiklah aku akan membantumu, kamu juga harus cepat keluar dari sini, agar kita bisa menyelidiki.”


Bastian menghabiskan dua bulan di tempat rehablitasi, membuatnya sedikit bangkit karena pada akhirnya ia menyadari satu hal, ia tidak ingin kepergian Rara sia-sia, pengakuan omanya yang bukan pelaku sebenarnya


membuatnya bangkit ingin mencari kebenaran. Ia juga ingin orang tua itu pergi dengan tenang, karena seluruh Indonesia tahu, kalau ialah di tuduh jadi pelakunya.


Aku harus menemukan pelaku yang sebenarnya” Ilalang lebat” kata kunci yang harus ia cari.


Ia keluar dari rumah sakit, semuanya sudah berubah dalam sekejap mata, harta melimpah keluarga besarnya, kini tinggal nama, tidak ada lagi mobil mewah, tidak ada rumah mewah milik keluarganya. Tapi untungnya rumah Bastian dan mobil mewahnya masih ada.


Ia menangis menumpahkan isi hatinya, ia, menangisi kepergian Rara.


“Aku tidak tahan Ra, dengan rasa sakit ini,” kata Bastian,


Rumah besar itu membuatnya semakin bersedih, ia semakin tengelam dalam perasaan bersedih, di dalam rumahnya ia selalu menyimpan sempen dalam ruangan khusus. Ia juga punya beberapa koleksi minuman anggaur-anggur mahal yang bisa ia nikmati jika ia pusing seperti saat ini, ia bisa meminumnya.


Keesokan harinya ia mulai menyusun rencana untuk berpetualang mencari tentang “Ilalang lebat”


Ia ingin menangkap pelakunya dengan tangannya sendiri.


Seminggu berlalu ia belum juga


menemukan titik terang, siapa pelakunya.

__ADS_1


sebulan penyelidikannya akhirnya ia


menemukan satu arah, tidak


melenceng dari dugaan pertamanya satu titik itu.


mengarah pada keluarga Viona


wanita yang di ia buat cacat.


Tapi ia tidak punya bukti untuk membuat keluarga Viona jadi tersangka.


“Apa yang harus aku lakukan untuk membuktikan keluarga ini membuktikan kalau mereka pelakunya?


Bastian mencari cara bagaimana masuk ke rumah Viona agar ia bisa membuktikan kalau mereka terlibat.


Apapun akan ku lakukan demi membalas pelaku yang sudah membuat Rara pergi, kata Bastian dalam benaknya.


Mata di balas mata, kematian akan aku balas dengan kematian,


bahkan aku akan membalas lebih menyakitkan dari kematian sekalipun katanya dalam hati.


Bastian tidak main-main dengan perkataanya, ia menerima tawaran menikahi Viona, Keputusan itu ia ambil setelah ia bertemu dengan Sukma.


“Saya sudah dapat sedikit petunjuknya,” saya sudah dapat nomor pelakunya, aku sudah meretas semua panggilan keluar dan masuknya, panggilan ini ke nomor bapak Viona,” kata Sukma menjelaskan.


Wajah Bastian menegang, apa yang di pikirkan selama ini benar adanya, Viona dan aentek-enteknyalah di belakang semua ini.


“Aku harus memberi mereka pelajaran,” kata Bastian dengan tatapan mata terlihat serius.


“Apa yang kamu lakukan ?”


“Menikahi Viona dan meninggalkannya kemudian,” kata Bastian.


Sukma kaget mendengar penuturan Bastian “ Jangan main-main, bahaya,” kata Sukma mengingatkannya.

__ADS_1


“Tenang saja, menikahi wanita itu bukan karena aku mencintainya, tapi ini untuk balas dendam untuk Rara,” kata Bastian terlihat urat lehernya menegang.


Bersambung...


__ADS_2