
Saat pulang, Bastian akhirnya membuat guncangan hebat di keluarganya, karena ia menikah diam-diam.
“Tian, kamu dari mana saja sihh Nak?” tanya Hartati saat duduk di teras dengan Viona.
“Ibu, ayah, omah aku ingin bicara”
“Tian kalau ingin membahas wanita itu lebih baik tidak,” ujar Hartati.
“Ibu, tolong dengarkan aku dulu”
“Tidak, tidak lebih baik ibu ke salon dari pada mendengar wanita gila-”
“Aku sudah menikah dengan Rara Bu”
Heningg …
Ayahnya dan oma Bastian yang saat itu lagi duduk membaca koran langsung melongo, sedangkan Hartati terpaku ia berdiri menatap Bastian dengan panik.
“Bastian jangan main-main, ibumu nanti jadi shock,”ucap Viona, padahal ia sendiri ingin pingsan.
“Bastian, apa yang kamu katakan?” tanya oma.
“Oma Bastian benar, maaf”
“Tian menikah tapi jangan seperti ini caranya, kenapa kamu menikah diam-diam padahal orang tuamu masih ada”
“Ibu tidak merestui ”
“Setidaknya kabarin ayah dan oma”
“Tidak, sampai matipun aku tidak akan ridho kamu menikah dengannya, ceraikan dia sekarang juga”
“Ibu hentikan, aku bukan anak kecil lagi,” ucap Bastian. “Aku bisa memilih yang terbaik untuk hidupku”
“Tetapi kenapa harus wanita gila itu yang kamu nikahi?”
“Karena aku mencintainya Ibu”
“Kenapa kamu mengulangi kesalahan itu lagi. Kenapa harus suka wanita yang umurnya lebih tua”
“Hentikan Ibu, jangan bahas itu lagi, suka atau tidak suka. Rara istriku saat ini”
__ADS_1
“Ibu tidak akan sudi Bastian!”
“Terserah Ibu”
Bastian meninggalkan rumah, Viona terdiam bagai patung, wanita manja itu menyadari kalau cinta tidak bisa dipaksakan, pada akhirnya apa yang ia lakukan selama ini sia-sia juga. Bastian tetap menikah dengan wanita pilihannya, ia tidak menghiraukannya .
**
Rara duduk sendiri, ia memegang buku harian Yolanda. Ia sangat membenci keluarga Bastian, karena lelaki itu yang menghancurkan hidup sahabatnya Hartati Salim . Yolanda Munaf tidak pernah mau membuka mulutnya siapa orang yang menjadi kekasihnya.
Ia hanya bilang kalau hubungan mereka di tentang sang ibu kekasihnya.
Malam itu Rara duduk sendirian di gedung atap rumah engkong Rara, gedung itulah dulu tempat ia dan Yolanda melakukan banyak hal. Tetapi wanita cantik itu tidak pernah cerita kalau ia sedang sakit keras hal itulah yang membuat Rara merasa sangat bersalah dan sempat depresi setelah kematian Yolanda.
Flash back.
“Jo, nanti kalau kamu gajian, traktir aku makan bakso iya,” ucap Rara saat itu, ia masih muda baru masuk kuliah semester pertama.
“Lu ma ditraktir mulu, kali-kali Lu napa Ra,” timpal Sukma.
“Iya Ra,” jawab Yolanda lembut.
Ia seorang wanita cantik keturunan Turki -Jawa alhasil wajahnya sangat cantik dan lembut.
“Apa, apa lu bilang rakus.” Sukma menaiki tubuh Rara yang saat itu tidur telungkup tangannya sibuk bermain game di ponsel.
“Mey, hentikan perutku sakit kamu tibanin,” Teriak Rara menggoyangkan tubuhnya untuk menyingkirkan tubuh Sukma yang menemplok punggungnya.
Yolanda hanya tertawa melihat kedua sahabatnya.
Mereka bertiga seperti tiga sahabat yang tak terpisahkan, mulai dari kecil sampai kuliah mereka sudah bersama. Diantara mereka bertiga Rara lah yang bertindak seperti bodyguard . Ia galak dan tegas dan sangat pintar dalam hal pelajaran walau ia jarang belajar, tetapi sering bertindak nekat.
Rara pernah meretas komputer komputer dosen pembimbingnya dan melihat hasil nilai semesternya, semua lelaki sangat takut pada Rara dan ia tidak mau pacaran.
Sementara Sukma putus sambung setiap pacaran , Yolanda gadis cantik itu banyak di sukai lelaki termasuk para dosen, karena itulah banyak mahasiswa yang merasa iri padanya dan sering mendapat perundungan di kampus.
Kalau sudah seperti itu, maka Rara akan menghajar semua tanpa ampun. Namun terakhir sebelum wanita cantik itu jatuh cinta pada anak majikanya.
Yolanda bekerja di perusahaan keluarga Bastian sebagai Freelance, dan ia juga guru musik untuk sepupu Bastian dari sana, benih-benih cinta itu tumbuh di hati keduanya seiring waktu yang terus berjalan.
Yolanda melakukan hubungan diam-diam, karena keduanya sadar Hartati tidak akan merestui hubungan keduanya, karena saat itu Bastian masih SMA Sementara Yolanda seorang mahasiswa.
__ADS_1
Hingga malam panas terjadi diantara keduanya, malam yang seharusnya tidak terjadi, karena mereka berdua melakukan hubungan rahasia.
Tetapi sepandai-pandai tupai orang menyembunyikan buah durian, pasti akan tercium juga, hal itulah yang terjadi diantara keduanya.
Bastian sangat membenci Yolanda hingga saat itu, ia berpikir kalau wanita itu hamil dari lelaki lain dan sudah menikah.
Hartati memaksa Yolanda mengaku kalau anak yang dikandung itu bukan anak Bastian, ia paksa mengaku berselingkuh dengan dosennya, dan anak yang dikandung itu anak sang dosen.
Bastian marah dan kecewa, saat ia dipaksa sekolah di luar negeri, akhirnya ia mau. Ia tidak tahu kalau semua itu perbuatan Hartati.
Rara terisak-isak memegang dadanya, saat ia selesai membaca buku harian Yolanda.
“Maafkan aku Jo, maaf ...,” ucapnya terisak-isak.
Rara masih duduk di lantai atap memandang bintang-bintang di langit.
Tiba-tiba Sukma datang menepuk pundak Rara.
“Ra, maaf iya karena gue ngaku ama engkong sama encing, karena-”
“Gak apa-apa Mey, justru gue merasa terbantu. Mey … gue merindukannya, gue merasa bersalah lagi padanya,” ucap Rara.
“Ra, berhenti menyalahkan diri sendiri, elu sudah melakukan apa yang lu bisa, lu berjuang di rumah sakit dengannya, lu membesarkan anaknya die, gue yakin Yolanda pasti tersenyum dan berterimakasih ame lu karena uda jaga anaknya die”
“Mei, gue menikahi lelaki yang sudah menghancurkan hidupnya”
“Ra, Bastian suami lu, ayah dari anak lu, apa lu gak kepikiran kalau ini sebuah takdir?” Sukma menatap wajahnya Rara.
“Kagak, gue benci mereka semua” Rara menyingkirkan bulir-bulir dimatanya.
Kini rasa benci dan dendam itu datang lagi , apalagi saat perlakuan jahat Hartati padanya, belum lagi Bastian juga menolaknya.
Bersambung ….
Bantu Vote iya kakak untuk karya keempatku, tolonng tekan like dan tanda hati iya kakak. Baca juga karyaku yang lain.
-Berawal dari cinta yang salah. (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
__ADS_1
-The Cursed King(ongoing)