
******* halus dari mulut Rara membuat Bastian bersemangat, ia balas ******* bibir mungil istrinya, kali ini ada mainan baru yang mainkan, kalau dulu hanya ada dua gunung kembar, saat ini ada dua bukit yang lebih besar, ia mengelus bukit halus itu dan tangannya menyusuri setiap bentuk tubuh Rara tubuh yang gendut itu ter mempesona. Rara dan bastian di guyuran air,
Bastian tidak ingin Rara masuk angin ia menghentikannya dan meraih handuk memakainya untuk Rara.
“Ckk aku tidak mau,” kata bernada jengkel menarik Bastian untuk menuntaskannya
“Ra aku hanya tidak ingin kamu dan ia masuk angin,” kata Bastia tersenyum manis melihat istrinya
“Hadeh kamu pikir tidak tuntas seperti itu enak? Aku bakalan tidak akan bisa tidur kata Rara.
Ia tidak terima kalau Bastian menghentikan sepihak permainan hasrat mereka berdua. Ia uring-uringan
Bastian hanya tersenyum nakal melihat Rara uring-uringan
“Apa kamu tidak merasa pegal sayang, berdiri seperti tadi,” kata Bastian tapi Rara sudah terlebih dahulu manyun
.
“Kamu merasa jijik iya? sama aku, karena aku tidak cantik lagi karena kulitku kusam?” Rara marah pada Bastia
“Bukan begitu sayang aku hanya aku tidak ingin kamu lelah dan pegal saat melakukannya tadi,” kata Bastian
Ia mencoba menenangkannya tapi ia tetap ia merasa kesal. Tidak ingin istrinya marah dan kecewa Bastian menanggalkan kembali celana boxer yang sempat ia pakai.
hingga mereka melakukan kembali aksi suami istri,hingga tuntas dan saling puas.
Kini ia berpikir bagaimana menghadapi Ibu mertuanya, Haruskah ia mengalah demi suaminya dan anaknya?
Apakah ia harus bertahan sampai ibu mertuanya yang datang kerumah orang tua Rara
Pagi itu ibu kota Jakarta di guyur hujan, suasana di apartemen Bastian masih sunyi dari suasana beres –beres. Rara masih tidur dengan gaya pose andalannya, tidur memiringkan tubuhnya di bawah ketek suaminya.
Ia memang sangat malas bangun setiap pagi Bastianlah yang selalu bangun pagi menyiapkan menu sehat untuk istrinya. Ini tepat sudah seminggu di tinggal di apartemennya Bastian lebih tepatnya milik Rara. Apartemen itu sudah di berikan Bastian padanya tepat sehari setelah pernikahan mereka. Kini lelaki berparas tampan itu menjadi suami yang siaga pada istrinya.
Ia yang berperan mengurus semuanya di rumahnya mulai menyiapkan makan dan mengurus asupan gizi pada istrinya. Rara masih bekerja di kantor ayah mertuanya., tapi belakangan ini Bastian menyuruh Ayahnya mencari orang yan cocok untuk menggantikan Istrinya.agar wanita istrinya bisa istirahat di rumah.
Hingga pagi itu, Rara bangun lebih awal dari suaminya, karena perutnya mulai lapar, ia tidak membangunkan Bastian karena lelaki itu sepertinya terlihat lelah
Ia menyiapkan menu serapan sehat seperti yang biasa yang di buat suaminya.
Rara mulai memotong buah-buahan segar itu menjadi potongan dadu,
Sudah tertata rapi di atas meja Bastian bangun. Memeluk tubuh Rara dari belakang memberikan sentuhan- sentuhan sensasional di bagian titik hasratnya.
Hanya di lakukan seperti itu saja Rara langsung berbalik badan. Tangannya langsung melingkar di leher suaminya dan perut bucitnya menyentuh kulit Bastian Rara selalu pakai baju longgar memperlihatkan setengah dari perutnya dan celana di bawah pusar,
__ADS_1
“Istriku, mah di pancing sedikit saja langsung mekar seperti bunga,” kata Bastian meledek istrinya.
Menurut Dokter wanita hamil itu justru cenderung memiliki hasrat yang tinggi dan menginginkan aktivitas ranjang lebih banyak dari biasanya.
Tapi tergantung masing-masing orang juga.
Rara tertawa lepas saat Bastian meledeknya, ia langsung buat jawaban yang sama, bawaan orok atau gegara ngidam Bastian sudah hapal dengan jawaban yang di berikan istrinya.
“Ini sekarang mau ngapain?” tanya Tian saat Rara mulai ******* bibir suaminya.
“Permintaan kecil dari dalam minta kissing kata Rara terus menahan suaminya.
“Eh..entar dedek bayinya, marah loh. Bun, di buat terus jadi alasan,” kata Bastian.
“Haa..haaa memang ia , itu semua karena ia . iya kan sayang? Jawab dong!” kata Rara mengelus perut mahluk kecil dari perutnya langung merespon dengan gerakkan kaki dari dalam rahimnya Rara dan Bastian sama-sama tertawa.
“Tapi serapan dululah masa langsung di jarah, belum diisi apa-apa ini perut ,” kata Bastian.
“Tidak perlu,” kata Rara mendorong tubuh suaminya di kesamping kulkas.
Bastian hanya terkekeh melihat sikap agresif dari istrinya. Ia sudah paham dengan sikap Rara belakangan ini.
Sikap Rara berubah-ubah gampang tersinggung suka sedih dan mau menangis tanpa tau apa penyebabnya semua, itu ia maklumi dan itulah keunikan wanita hamil termasuk istrinya.
“Sudah?” tanya Bastian saat wanita bunting itu melepaskan tangannya dari lehernya.
“Sudah, segitu aja dulu kata Rara kembali duduk
Bastian lagi-lagi di buat gemas dengan tingkah istrinya. Ia selalu berpikir apa lagi nanti kejutan yang ia berikan padanya
Apakah ia akan menangis seperti kemarin? Atau ia merengek minta hubungan suami istri atau ia minta di suapi saat makan.
Bastian masih melihat wajahnya Rara Wajah itu kini semakin tembem dan kulit lehernya mulai terlihat kusam, seperi banyak daki, tapi bagi Bastian tidak –apa ia tau kalau bawaan orang hamil.
Saat kehamilan pertamanya ini. Rara yang terlihat tidak dewasa, justru Bastian yang terbalik sikapnya dewasa menghadapi tingkah manja Rara,dan lebih banyak memberinya nasehat-nasehat.
“Apa sih kamu lihatin aku, memang aku badut apa tukang sulap apa?,” katanya dengan bibir mungil itu di monyongkan kedepan.
Bastian tertawa terkekeh di buatnya.
“Aku ingin foto maternity di buat nanti,” kata Rara
“Sayang, bukannya aku tidak mau, usia kehamilanmu kan baru mau lima bulan jalan 6 bulan kata orang dulu, sebelum usia kandungannya tujuh bulan, pamali di buat foto-foto seperti itu,” kata Bastian dengan sabar
Ini sudah ketiga kalinya Rara meminta membuat
__ADS_1
foto maternity bersamanya.
“Itu hanya pikiran-pikiran orang dulu sayang, Ayah..! .Ayolah, kami ingin di foto di buat kenangan bersama-sama kata Rara wajahnya terlihat memohon.
“Sayang, bunda..! nanti kita buat yang lebih bagus dan kita sangat besar, tapi jangan pada usia kehammilanmu saat ini. Iya!,”
Kata Bastian ia sangat sabar dan penuh perhatian melihat tingkah-tingkah unik istrinya
“Aku maunya sekarang, tidak mau nanti –nanti,” kata Rara memaksa.
“Tidak,Ra, aku bilang nanti ,oke.”
“Ah pelit,” kata Rara ia kembali cemberut.
Bastian mendekatinya memeluknya dan mengusap perutnya
“Sayang, kesehatan bayi kita lebih penting. kan?"
Kamu harus menjaganya kata Dokter, kamu tidak boleh capek ,makanya saya bilang sama Ayah agar mencari pengganti kamu di kantor, agar kamu bisa istirahat,” kata Bastian dengan kata-kata yang lembut dan suara yang lembut juga salah-salah bicara Rara akan salah tafsir,
“Ah. Jangan, aku tetap harus ada kegiatan biar gak jenuh,”
Ia marah lagi saat Bastian menyuruh ayahnya mencari pengganti Rara sementara, agar ia tidak terlalu capek
“Percayalah, aku akan selalu menjagamu agar kamu tidak merasa bosan,” Kata Bastian
Rara selalu ingin di foto saat hamil seperti itu , entah apa yang ia pikirkan, seolah ia berpikir besok anaknya sudah brojol dan ia tidak punya kenangan saat kehamilannya.
Padahal Bastian sudah memberinya penjelasan yang mendetail. Sebentar ia sudah lupa tapi –tapi tiba-tiba ia menangis terdengar sangat sedih kerena itu, Bastian sebenarnya tidak ingin melihatnya menangis seperti itu, tapi saat ia memberitahukan orang tua Rara Emaknya menolaknya , emaknya juga sependapat dengan Bastian kalau hal itu pamali dan boleh di lakukan setelah lewat dari tujuh bulan.
Flashback seminggu sebelumny
Sedikit hubungan Bastian dan keluarga Rara. Waktu Rara ingin Ibunya yang menjemputnya , tapi ibunya tidak mau.
Bastian tidak mau kehilangan akal, ia datang membawa Ayahnya saja, tapi melihat niat Bastian yang sangat tulus dan bahkan ia mau meminta maaf dan berlutut di kaki babenya Rara.
Walau hatinya Pak agus sempat kecewa padanya , tapi melihatnya kelakuan Bastian yang rela bersimpuh di kakinya. sampai berlutut meminta maaf kerena tidak berhasil membawa ibunya
Hati lelaki luluh , maka dari situlah Rara tinggal bersama Bastian.
Flas –on
Saat ini di meja dapur Rara terlihat masih marah karena keinginannya utuk berfoto belum di setujui Rara.
Bersambung
__ADS_1