Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Rara jadi rebutan


__ADS_3

Permintaan Kenzo untuk menikahi Rara tidak main-main, awalnya, Rara hanya menanggapinya santai, menganggap permintaan itu, untuk menyelamatkannya dari Hartati. Tetapi siapa sangka Kenzo mengajak Maminya kerumah sakit untuk menemui Rara.


“Ken, apa yang terjadi?”


“Tidak, Mami hanya ingin mengenalmu”


“Tapi aku, kan sudah bilang tidak mau menikah”


“Lagian siapa yang ingin langsung menikah , Mami hanya ingin mengenalmu” bisik Kenzo.


Ibu Ken orang yang sangat baik, tidak memandang orang lain dari status, sepanjang mengobrol di rumah sakit. Rara akrab , mengobrol santai dengan ibunya Ken.


“Ken tidak salah pilih teman, terimakasih karena Mba Rara membantu Ken, melewati hari-hari yang sulit saat ia di dalam penjara dan saat ia keluar”


Rara merasa tidak enak, karena ia berpikir tidak melakukan apa-apa untuk Ken


“Saya tidak melakukan apa-apa kok Tante, dia justru yang membantu saya. Menerima saya bekerja untuknya”


“Mbak Rara, kalau kamu butuh apa-apa katakan saja sama Tante. Tante siap bantu dan anggap saja pertemuan kita ini, sebagai penyambutan untuk kamu”


“Maksud Tante?”


“Kapan kami bisa datang ke rumah orang tuamu untuk melamar mu?”


Mulut Rara menganga dan mata besar itu melotot karena terkejut. Rara lebih terkejut lagi, karena Bastian berdiri di di depan pintu dan mendengar semuanya.


“Tante, saya dengan Ken hanya-”


“Saya tahu, kalian tidak pacaran, untuk apa pacaran lama-lama kalau tetap putus, saya yang menginginkan kamu menjadi menantuku, aku siap menerima putramu jadi cucuku, bahkan akan aku anggap jadi cucu pertama ku nanti," ujar wanita itu terlihat tulus.


Rara terdiam, sebagian hatinya merasa sangat terharu, saat ada seorang ibu mau menerima dab menganggap putranya sebagai cucu, itu hal yang sangat Rara impikan. Selama ini, Rara selalu berharap calon mertuanya dapat menerima anaknya sebagai cucu hal itu jadi kenyataan. Namun, bukan dari ibu pria yang ia cintai.


‘Iya ampun aku sangat terharu mendengarnya, seandainya ibu Bastian yang mengatakan itu betapa senangnya hati ini’ ucap Rara dalam hati.


Kini Rara di hadapkan pada dua pilihan, antara Kenzo dan Bastian.


“Tante saya minta ma-”

__ADS_1


“Tidak apa-apa sayang, kamu tidak perlu menjawabnya sekarang, kamu pikirkan baik-baik. Kalau kamu sudah siap dan kamu bicara pada keluargamu, kami akan datang melamarmu.


Jangan salah paham pada Ken, dia tidak menyuruh tante, saya yang memilih kamu sendiri. Karena ia berubah lebih baik, karena kamu,” ujar maminya Ken dengan senyuman yang selalu mengembang di bibirnya .


“Terimakasih atas kunjungannya Tante,” ujar Rara, ia bahkan menjawab tidak menjawab iya atupun tidak untuk lamaran orang tua Ken.


Rara berpikir ia dan Kenzo hanya sebatas hubungan atasan dan bawahan, tidak pernah sekalipun di benaknya untuk menjalin hubungan dengan Kenzo. Mendengar hal lamaran itu Bastian sangat marah, ia menganggap Kenzo mengkhianatinya.


“Kurang ajar kamu Ken, kamu sudah tahu dengan jelas kalau aku mencintai Rara, masih saja kamu datang menghalangi.” Bastian duduk di kursi taman.


Ia menelepon Ken untuk meminta penjelasan kenapa orang tuanya melamar Rara, di saat situasi mereka berdua dalam suasana sulit.


*


“Mami pulang duluan saja iya, aku masih ingin bicara dengan Rara sebentar”


“Baiklah sayang, nanti kamu makan malam di rumah iya, hari ini mami mau masak enak."Mami Kenzo pamit pulang.


“Iya Mi”


Wanita bertubuh tambun itu meninggalkan Ken dan Rara. Saat maminya pulang Rara langsung melotot marah .


“Ra. Rara dengar dulu, aku juga tidak tahu apa yang terjadi, tadi malam memang aku cerita tentang kelakuan Ibu Bastian”


“Ken, kamu membuat kepalaku bertambah sakit, dalam situasi seperti ini, Ya Allah, aku ingin pingsan jadinya”


“Aku juga tidak tahu, bakalan seperti ini, Ra”


Karena Ken mengabaikan panggilan telepon darinya, Bastian masuk lagi ke dalam ruangan di mana Rara dan Ken masih bersitegang.


“Harusnya kamu kabarin aku Ken, sebelum kamu membawa orang tuamu,” ujar Rara emosi.


“Rara , aku sudah bilang, aku tidak tahu kalau mami akan melakukan hal itu”


“Bohong kamu!”


   Paaak!

__ADS_1


Satu tinju keras mengenai wajah Ken, ia terhuyung mundur ke belakang karena mendapat serangan yang tiba-tiba.


“Bastian!? apa yang kamu lakukan?” Rara membekap mulutnya dengan tangan, karena terkejut melihat Bastian memukul Ken.


Kini ia berada di tengah untuk merelai kedua lelaki tampan yang memperebutkan dirinya.


"Iya ampun kalian ini sangat memalukan."Rara merasa sangat kesal.


“Kamu pikir kamu siapa!” Balas Ken.


Rupanya Ken tidak mau hanya diam, saat Bastian meninju wajahnya, ia membalas, bibir Bastian pecah dan mengeluarkan cairan merah.


Rara tidak mau ada keributan di rumah sakit, terlebih di ruangan di mana putranya di rawat, ia menggunakan keahlian bela dirinya untuk melumpuhkan keduanya, diawali dari Ken yang tubuhnya lebih besar.


Pak … Pak ….!


Ken tersungkur di lantai dengan kedua lutut kaki bertumpu di lantai, setelah Rara memberi tendangan kuat di belakang dengkul kakinya.


“Hentikan aku bilang!” teriak Rara marah. Kemudian Rara memelintir tangan Bastian ke belakang dan mendudukkan nya di sofa.


“Apa yang kalian lakukan?” tanya Rara marah. “aku sudah pusing memikirkan nasibku dan nasib anakku, jangan kalian tambahin lagi”


“Ayo selesaikan di luar, gue butuh penjelasan dari lu” ujar Bastian marah.


“Dengar Bastian, gue juga gak tahu kalau nyokap gue ngelakuin ini, lagian kalau itu benar, memang kenapa? Rara kekasih lu bukan, bini Loe juga bukan , perasaan suka mah ... siapa saja boleh, siapa cepat dia dapat," Ujar Ken, terang-terangan mengibarkan bendera perang.


“Jadi lu mengaku sekarang?” tanya Bastian Rara hanya bisa memijit kepalanya yang berdenyut.


“Lagian nyokap lo gak setuju, kan, buktinya kemarin pagi nyokap lo ke sini, Lalu apa yang di lakukan ama Rara, menghina, merendahkan, lalu apa yang bisa lu lakukan kalau sudah seperti itu?” taya Ken menantang Bastian.


‘Mendengar ibunya datang menemui Rara . Bastian benar- benar marah, ia merasa sangat iri dengan Kenzo, saat ibu Ken meminta Rara menjadi menantunya, ibu Bastian malah menghina dan merendahkan Rara. Bastian berdiri dan meninggalkan ruangan itu dengan wajah babak belur.


Ia merasa kalah sebelum berperang.


'Tidak. Rara adalah milikku tidak perduli apapun, aku melakukan apapun untuk mendapatkannya'


Bersambung.

__ADS_1


Bantu like dan vote iya Kakak kasih komentar di setiap babnya biar semakin semangat untuk up babnya setiap hari


Terima kasih sudah baca karya karya saya,semoga kakak suka dan terhibur dengan karya saya, baca juga karya saya yang lain ya kak, salam sehat.


__ADS_2