
Rara dan Bastian masuk ke dalam mall
Teman-teman Bastin sudah menunggu, sudah tiba terlebih dulu.
Setelah saling menyapa dan memberi salam, Rara duduk dan membuka kaca mata hitam yang dijejalkan Bastian ke matanya.
Tetapi wajah Kenzo terlihat tegang, ia mengalihkan matanya dari Rara. Tidak bisa di pungkiri lelaki bertubuh tinggi itu terlihat canggung. Bagaimana tidak, Ken sempat melamar Rara jadi istrinya, bahkan memperkenalkan Rara pada keluarga.
Rara bersikap biasa di depan Kenzo dan di depan teman-teman Bastian yang lain.
Tetapi, lama-kelamaan , ia mulai merasa gerah tidak nyaman lagi dengan perlakuan sang suami
Kenzo masih menatapnya dengan tatapan datar sementara Bastian, masih saja menggenggam tangannya membuatnya tambah seperti berada di dalam sauna.
Ia ingin melepaskan tangan Bastian, tetapi Bastian seolah-olah takut ia akan berlari ke pelukan Kenzo dan meninggalkan dirinya. Ia seperti anak kecil yang punya mainan baru yang tidak ingin di ambil atau di coba teman-temanya, seperti itulah Bastian saat ini.
Bastian.
“Apa kabar Alvin Ra?”Tanya Ken menatap Rara.
“Dia baik”
“Kesini mau ngapain, Ra?”
“Tidak ada, hanya mendamping Tian, saja dulu, jadi istri yang baik” Rara bersikap tenang ia bukan tipe perempuan yang sok jual-jual mahal .
Ia akan tampil apa adanya dan paling penting ia berani dan Percaya diri.
“Wah, nyonya Bastian Salim sekarang iya, enak iya, ini namanya jatuh ke tempat tidur empuk,” ucap Bambam lelaki bertubuh gemuk itu sepertinya tidak menyukai Rara, gaya bahasa selalu saja menyeletuk.
“Apa lu,” tegur Bastian pada Bambam.
“Ok, langsung ke intinya saja, jadi siapa yang bilang kalau gue yang melapor pada polisi?” Tanya Bastian langsung pada inti masalah.
Bastian tidak suka melihat teman-temanya yang terus saja menyelidiki masalah pribadi Rara, Bastian takut Rara marah saat melihat tingkah teman-temannya.
“Logika aja Bro, kita pergi bareng –bareng tapi kenapa lu doang yang selamat kita yang kena tangkap.” Lelaki yang bernama Bambam itu terlihat lebih banyak berkoar-koar
Rara memilih diam, tidak ingin terlalu ikut campur urusan Bastian dan teman-temannya. Kalau Bastian memintanya bicara baru, ia mau untuk buka mulut. Karena itu keinginan lelaki untuknya dengan satu tangan ia memainkan ponsel miliknya membaca pesan chating dari sahabatnya masih seputar dengan ucapan selamatnya, karena ia sudah lepas perawan.
‘Aduh benar-benar mey-mey gila! Emang gue habis dapat prestasi apa sampai banyak kata –kata ucapan selamat begini’ gerutu Rara dalam benaknya.
Seperti kebiasaannya, ia akan punya kebiasaan kalau lagi fokus pada sesuatu hal ia akan mengigit bibir sendiri dan memainkannya.
__ADS_1
Ternyata ada seseorang yang ter usik dengan kelakuan Ara
Kenzo yang persis di depannya melirik Rara, bayangan saat ia dan Rara melintas di benaknya, karena hal itulah ia menerima tawaran dari Viona.
Viona si iblis betina memberinya tawaran yang menarik. Jika Kenzo bisa mendapatkan Rara, Maka satu mobil mewah miliknya akan di berikan pada Ken jika berhasil merebut Rara dari Bastian.
Jika Kenzo bisa membuat Bastian Rara berpisah maka Satu mobil mewah di tambah satu rumah akan miliknya jadi ia dobel itulah yang ada dalam benak saat itu.
Selagi iblis seperti Viona masih berkeliaran di bumi ini, maka rumah tangga Bastian dan Ara akan mengalami badai.
Kenzo tidak keberatan dengan tawaran Viona, karena ia juga menyukai Rara, tetapi Rara lebih memilih Bastian ma
Tergantung Rara dan Bastian saat ini, apakah mereka berdua bisa melalui badai itu bersama-sama
Karena Kenzo orang yang gigih dan ia juga di kenal juga sebagai dewa cinta, karena semua wanita, bisa bertekuk lutut di hadapannya.
Karena ia juga memiliki paras yang tampan dan sekaligus orang tua seorang pejabat.
Matanya tidak lepas dari Rara, saat itu juga Bastian memergoki sahabatnya melirik istrinya, untuk seorang lelaki sudah pasti cemburu apa lagi Kenzo pernah dekat dengan Rara sebelum mereka menikah.
Bastian menatap tajam pada Kenzo.
Bimo melihat kemarahan di mata Bastian, ia berpura-pura batuk. Untuk mencairkan situasi.
‘Ketegangan apa ini? Tanya Rara dalam hatinya memasukkan kembali ponselnya kedalam tas.
“Terus bagaimana …. Siapa yang melaporkan kita? Tanya Bimo mencoba memisahkan kedua orang sedang bersitegang itu.
Tidak ingin terlibat Rara memilih menghindar, ia takut melihat tatapan kemarahan wajah suami brondongnya.
' Sudah seperti anak kecil dua orang ini' titik Rara dalam hati.
“Aku kekamar mandi dulu.” Bastian melepaskan tangannya yang ia genggam dari tadi, telapak tangan Rara sampai bermandikan keringat ia berjalan ke kamar mandi.
Tetapi Bastian dan Kenzo masih terlibat adu mata.
“Loe, ngapain lihat-lihat bini gue kayak begitu? Jangan lu bilang lu masih suka iya” ujar Bastian kesal.
“Dewasalah sedikit Bro, jangan seperti anak kecil,” ucap Ken lalu buang muka.
“Gue tau akal busuk lu. Jangan macam-macam dia sudah jadi istri gue sekarang, apapun yang kamu pikirkan tentang dia, sebaiknya lupakan,” ujar Bastian tegas.
“Sepertinya lu takut bangat ama gue Tian, kalau lu yakin sama dia harusnya kamu tidak usah takut dong” balas Ken.
“Lu tidak berniat melamar dia lagi kan?”
__ADS_1
“Bisa gak. Jangan membahas itu lagi!” Kenzo marah ia berdiri “Kalau lu ga pakai cara licik Rara sudah jadi istri gue sekarang,” bala Kenzo tidak kalah marah.
“Mimpi lu,” balas Bastian.
"Justru lu yang jadi duri dalam hubungan kami dari dulu,” balas Bastian ia ikut berdiri.
Rara datang dari kamar mandi dengan riasan yang lebih pres lagi, sepertinya ia memoles bibir mungilnya.
Keduanya langsung berhenti dan duduk diam, suasana berubah jadi canggung lagi, kedua lelaki itu masih terlihat bersitegang, sementara Rara belum menyadari Bastian dan Kenzo hampir adu jotos.
“Aku pulang saja iya, ada janji sama Sukma, kalian teruskan saja obrolannya,” ujar Rara merasa tidak nyaman melihat ketegangan antara suaminya dan lelaki yang pernah melamarnya.
“Baiklah tapi aku antar.” Bastian setuju tapi harus diantar.
“Tidak usah, selesaikan dulu masalahnya, mereka sudah menunggu di sini,” ucap Rara.
Wajah Bastian terlihat tidak suka jika Rara pergi sendirian.
“Pulangnya jangan lama-lama, aku jemput nanti iya, ponsel jangan di matiin,” ucap Bastian.
Mata Bastian semakin melotot tajam, saat ia sadar kalau Rara memoles wajahnya di kamar mandi, Rara terlihat jauh lebih cantik lagi dari sebelumnya. Ia langsung berubah pikiran.
“Tidak, tunggu saja sebentar lagi kita akan pergi bersama,” ucap Bastian, ia menarik tangan Rara dan kembali duduk di sampingnya.
“Bastian … Aku hanya ingin bertemu Sukma,” Protes Rara.
“Rara Winarti , aku hanya sebentar, tidak bisakah kamu menunggu,” ucap Bastian suaranya tegas, membuat Rara bekedik karena kaget melihat kemarahan Bastian.
Rara memundurkan tubuhnya dan matanya mengerjap-erjap karena kaget, bukan hanya Rara bahkan ketiga teman Bastian langsung diam, melihat Bastian murka.
Inti kemarahannya, karena cemburu pada sahabatnya Kenzo.
Bersambung ….
Bantu Vote iya kakak untuk karya ini tolong tekan like dan jangan lupa berikan hadiah juga.
Baca juga karyaku yang lain.
-Cinta Untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Bintang Kecil untuk Faila
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
__ADS_1