
“Bastian jangan bicara seperti itu, mana ada anak yang bicara seperti pada orang tuanya.” Katanya berucap lembut.
“Iya benar, mana orang tua yang tidak memikirkan kebahagian anaknya sendiri dan hanya memikirkan diri sendiri, bahkan ingin menghilangkan nyawa cucu sendiri,” kata Bastian menimpali.
Hartati semakin merasa bersalah, ia menangis mendengar kata-kata menyakitkan itu keluar dari mulut Bastian
Semua tampak berubah. Bastian yang dulu anak yang sangat sopan dan sayang pada ibunya, tapi kali ini kata-kata kasar itu harus keluar dari mulut Bastian.
“Aku juga sangat menyesal Bastian, maafkan ibu, karena selama ini ibu melakukan banyak kesalahan,” kata Ibunya dengan tangisan.
Bastian hanya diam mengacuhkan ibunya, ia merasa muak melihat tangisan ibunya kali ini, tangisan yang selalu membuatnya tidak berdaya dan selalu luluh jika sudah melihat ibunya menangis. Tapi saat ia merasa ada yang berbeda dalam hatinya, ia menyadari betapa jahatnya ibunya, ia akhirnya tau semua kelakuan ibunya pada Rara selama ini, Rara tidak pernah bercerita kalau ibunya begitu jahat.
“Ibu, pulanglah dan jangan mencari ku lagi, anggap aku sudah tiada itu akan lebih baik, hidup ibu, tanpa seorang anak seperti aku ,” kata Bastian.
Hartati semakin menangis, ia tidak akan rela bila ana satu-satunya meninggalkannya.
“Bastian maafkan ibu, Nak,” katanya memohon. “Katakan apa yang harus ibu lakukan?” katanya dengan tangisan.
“Tidak ada Bu, ibu cukup tidak mencari ku, itu sudah cukup,” kata Bastian meninggalkan ibunya.
Seminggu kemudian.
Hari ini sidang pertama untuk Marisa Queen mendengar alasan kenapa wanita tua itu, ingin mencelakai Rara.
Sukma membuat satu keputusan besar demi keadilan untuk sahabatnya bersama team kuasa hukumnya, ia menuntut Ibu dari Bosnya, pemilik perusaan di mana tempatnya bekerja.
Ia tidak perduli kalau ia harus meninggalkan karir cemerlangnya nanti.
Mario juga ikut, mereka berdua membentuk team kuasa hukum melawan Marisa Queen.
Pertarungan sengit pun terjadi, Ayah Ken yang menjadi jaksa di persidangan itu. Bastian datang juga. Babe Rara terlihat sangat bersedih , sesekali ia menyeka air matanya.
__ADS_1
Sebagai anak Bardi ikut menghadiri persidangan untuk ibunya.
Tapi wanita tua itu terus saja menyangkal, ia tidak pernah menyuruh orang lain untuk menyakiti Rara.
Hingga sidang pertama selesai, mendengar pernyataan penuntut dari pihak Sukma dan pihak terdakwa atau pelaku Marisa Oueen.
Wanita tua itu selalu membatah tuntutannya. Ia bilang kalau ia tidak menyuruh orang untuk menyakiti cucu menantunya.
Hingga sidang kedua, wanita itu terlihat sangat tenang seolah ia tidak melakukan apa-apa.
Ia selalu bilang kalau ia menyukai Rara, ia bilang kalau ia sayang pada Rara.
Dalam persidangan itu Bu soimah berteriak, karena ia merasa adanya perlakuan istimewa pada Marisa Queen.
“Dasar wanita tua kejam, kamu melakukanya pada Rara karena anak saya tau banyak tentang rencana busuk mu, kamu ingin mengambil Calvin dan ingin menjadikannya sebagai pewaris mu, kamu dikalahkan Rara di persidangan, karena itu marah,kan? kamu punya rencana busuk. Rara mengetahui semuanya, itu alasan kamu ingin melenyapkan,” Ia berteriak lantang , sampai-sampai petugas.
Bardi salim yang ada di ruangan itu terlihat sangat terkejut, bukan hanya Bastian juga mereka saling menatap tidak percaya.
“Apa maksudnya, yah,” kata Bastian menatap Ayah dengan panik.
“Aku juga tidak tau,” kata pak Bardi, Ia lebih panik,
Ia menatap tajam kearah Babe Rara.
Apa aku harus mengungkap kebenaran itu sekarang? apa aku harus meminta maaf pada Yolanda? gumamnya terlihat gelisah.
Sidang di lanjutkan minggu depan sidang putusan terakhir,
Disidang kali ini, Bardi salim mengundang semua keluarga besarnya untuk mengikuti sidang putusan terakhir itu.
Bahkan ia juga mengajak istrinya. Hartati tidak pernah mengikuti persidangan mertuanya karena mereka berdua belum akur. Kali ini Bastian juga datang, ia menjalani sisa pengobatannya. Bardi salim mengurus surat izin agar Bastian hadir dalam putusan sidang terakhir Omah ya.
__ADS_1
Apa yang spesial sih dari persidangan ini Ayah, ngapain repot-repot sih? kata Bastian ia tidak bersemangat.
Ruang sidang kali ini di penuhi keluarga Salim, tapi dari pihak Rara hanya Sukma dan pengacaranya yang hadir. Karena sebelumnya Bardi salim sudah menemui keluarga Rara.
Persidangan di mulai, para Jaksa dan para Hakim sudah duduk di kursi kebesaran mereka.
Sebelum pembacaan putusan terakhir. Bardi maju ke depan podium setelah sebelumnya ia sudah meminta izin membacakan pernyataan.
“Terimakasih pada yang mulia bapak jaksa dan hakim kerena di berikan kesempatan membacakan pernyataan yang penting ini,” katanya. “Saya yang ingin membacakan di depan keluarga saya rahasia yang selama ini aku simpan demi kebaikan keluarga.
Bahwa Calvin anak Bastian dan almarhum Yolanda,” katanya membuat semuanya tercengang, Hartati dan Bastian tidak berkedip, mata seakan keluar dan mulut menganggap.
“Aku hanya memasang badan melindungi Yolanda dari kemarahan Istri saya yang tidak setuju atas hubungan mereka, ia memaksa Yolanda mengugurkan kandungannya. Ia datang padaku meminta perlindungan, aku berpura-pura menjadi ayahnya dari bayi yang di kandung demi melindungi mereka berdua, agar ibu juga bisa melindunginya, kalau saya bilang itu anak Bastian saat itu, mungkin hari ini ia tidak selamat, maka saya mau katakana pada ibu saya, maafkan saya Bu, Ia bukan darah daging saya, tapi anak malang itu cucu saya, maafkan saya juga bu, kalau selama ini aku berbohong,” kata Bastin melihat istrinya.
Semua keluarga yang mendengar bagai di sambar petir, terutama Bastian, anak yang ia tolak selama ini adalah anaknya bukan anak dari ayahnya, dari hasil hubungan gelap ayahnya, melainkan ia.
“Ini tidak mungkin, Yolanda tidak jujur padaku, ia bilang kalau ia punya hubungan dengan ayah,” katanya terlihat linglung,
“Ini tidak mungkin.!” Kata Bastian, ia sangat terkejut.
Hartati diam bagai membatu. Ia sangat terkejut anak yang ia benci selama ini ternyata cucunya bukan selingkuhan dari suaminya.
Marisa Queen menatap tajam pada Bardi, ia tidak menduga anak sendiri membohonginya selama ini, apa yang ia lakukan semua sia-sia rencananya gagal menjadikan Calvin pewarisnya.
Ia di vonis hanya satu tahun enam bulan, atas tindakan pidana pemalsuan data-data atas Calvin.
Sukma juga terkejut, ia jadi ingat saat ia membuka koper milik Yolanda saat di Hotel, ternyata arwah Yolanda tidak terima saat mereka membuka koper miliknya ternyata menyembunyikan fakta yang sebenarnya. Saat itu juga mereka menemukan foto Yolanda dan Bastian.
“Jadi benar, Yolanda dulu bilang ia memiliki hubungan dengan pangeran tampan, iya ampun Ra, bagaimana kamu mengetahui kenyataan ini, aku berharap kamu lupa ingatan selamanya,” kata sukma. Ia masih masih terlihat sangat terkejut.
Bersambung...
__ADS_1