
“Apa, Kamu yang membebaskan Ibu ra? Kok kamu gak bilang padaku.Ra?” Tanya Bastian. Ia berpikir Rara sudah berbuat baik pada ibunya, sudah memaafkannya bahkan sudah membebaskannya.
“Kamu sudah pahamkan .Ra, makanya saya bilang ibu mertuamu itu egois.” Kata mertuanya yang ikut berdiri.
“Tidak apa-apa Ayah” kata Rara
Setelah banyak pertimbangan dan Ayahnya juga mendukung Bastian , ini saatnya ia bertindak dewasa memikirkan masa depannya, akhirnya ia memutuskan pilihannya tentu saja memilih Rara istrinya, akhirnya ia mengerti kalau tindakan Ibunya salah.
“Baiklah Bu, saya memutuskan memilih keluar dari rumah ini, saya menyayangi ibu, dan juga sayang pada istri saya, Tadinya saya ingin ibu dan Rara sama-sama akur antara menantu dan mertua itu yang aku inginkan. Tapi sepertinya tidak bisa .
Aku dan Ara sayang ibu” Kata Bastian memilih Rara meninggalkan rumah itu.
Tapi karena ibu tidak bisa melakukanya terpaksa saya harus pergi dari rumah ini” Kata Bastian mengajak Rara meninggalkan rumah besar itu,
Omahnya dan kedua keluarga bibinya , terlihat sangat kecewa, karena Rara membuat rumah besar itu penuh warnah, dengan segala ide-ide untuk membuat rumah besar itu rame dan penuh tawa.
Ibunya seperti duri dalam daging, semua keluarga di rumah besar itu tidak menyukainya karena sifat keras kepalanya.
Saat ia kembali dari penjara rumah kembali sepi menjauh dari Hartati baik bibi Bastian memilih serapan di luar dari pada harus serapan dengan iparnya, meja makan yang biasanya hangat beberapa hari ini sejak Ara datang.
Saat Rara menjadi istri Bastian dan kali ini datang sebagai menantu di rumah, bagi keluarga yang lain sangat senang dan menerima Rara tidak pernah mengintimidasi , ia kaya apa miskin. Tapi untuk Ibunya Bastian, Rara sedikitpun ia tidak bisa menerima menantunya.
Akhirnya Bastian mengambil keputusan demi kebaikan bersama. Bastian membawa Rara kembali ke apartemennya.
Rara untuk saat ini di rumah keluarganya sepertinya belum tepat, ibunya selalu marah jika melihat Rara. Jika keluarga yang lain sudah bisa menerima Rara sebagai menantu di rumah keluarganya, tapi tidak bagi ibunya. Ia seperti melihat musuh besar saat melihat Rara.
Ia begitu dendam pada Rara karena menurutnya ia dua kali berurusan dengan polisi karena menantunya.
Keluarga besar itu kembali sepi dan hanya diisi para asisten Rumah tangga, sepertinya ogah untuk keluarga yang lain duduk satu meja makan dengan Hartati.
Karena prilakunya, ia yang menganggap bahwa ia adalah orang yang berkuasa nomor dua di rumah itu segala sesuatu harus seijinnya, semua asisten rumah tangga harus mengerjakan semua yang ia perintahkan.
Ini semua bicara tentang harta dan kekuasan , jika harta dan kekuasaan telah menguasai hati maka yang akan seperti itu.
Saham keluarga group salim saat ini telah di beli keluarga Hartati lebih dari setengah. Itu artinya pemilik perusaan group salim memiliki saham lebih rendah.
Itulah yang menjadikan Hartati besar kepala dan merasa menguasai harta suaminya, termasuk ingin mengatur hidup suaminya, ia ingin suaminya menurut di bawah perintahnya.
Bardi Salim Ayahnya Bastian tidak menyukai perilaku istrinya yang menjadikan harta dan kekuasaan di atas segalanya.
__ADS_1
Sebagai suami ia tidak mau harga dirinya di bawah kaki istrinya. Itulah sebabnya ia dan istrinya tidak pernah akur dan tidak pernah ada cinta di pernikahan mereka. Pernikahan Bardi salim dan Hartati Pangestu adalah sebuah pernikahan bisnis, agar perusaan salim selamat dari kebangkrutan maka ia dan Hartati Salim akhirnya menikah.
Tapi Bardi salim tidak pernah menduga kalau istrinya masih berpihak pada keluarganya, bukanya berpihak pada keluarga suaminya.
Sombong, tinggi hati, egois, keras kepala itu sikap yang di miliki Hartati istrinya,
Maka saat ini. Bardi salim ingin memberikan tanggung jawab itu pada anak semata wayangnya. Bastian Salim ia ingin anaknya mengembalikan perusahaannya seperti dulu lagi. Tidak berdiri di bayang-bayang kaki istrinya seperti saat ini.
Mampukah Bastian melawan ibunya dan berpihak ayahnya?
Maka saat Bastian mau bekerja di perusaan miliknya, Bardi Salim sangat bahagia, ia ingin anaknya yang melawan ibunya dan keluarga ibunya. Mengembalikan perusahaanya ke tempat semula.
Tapi di pihak lain ibunya berusaha keras ingin memisahkan Bastian dengan Rara.
Di apartemen Bastian, pagi itu Bastian sudah siap mau berangkat kekantor, satu kecupan ia dekatkan pada istrinya. Rara yang sibuk mempersiapkan keperluan Bastian kekantor.
“Aku ingin keluar nanti dengan Sukma, Iya”
“Untuk apa?,” Bastian dengan mimik wajah kurang suka, setiap kali Rara minta keluar, ketemu Sukma
“Sukma ingin bekerja sama denganku, kita ingin membuka wedding organizer ia mengajakku bekerja sama, saya mau, dari pada saya tidak ada kegiatan di rumah, bolehkan?”
“Siap bos.” Jawab Rara singkat.
Bastian mulai bekerja di kantor Ayahnya, ia sudah siap memegang tanggung jawab sebagai pengganti Ayahnya. Direktur baru di kantor Ayahnya.
Mendengar Bastian mau menuruti Ayahnya untuk bekerja, wanita itu tidak mau tinggal diam. ibunya mulai bereaksi , Hartati mencari latar belakang Rara dan menemukan masa lalu menantunya, menemukan mantan tunangannya.
Membawanya kembali, apakah itu bisa menggoyah rumah tangga Rara dan bastian ?” Hanya waktu yang mampu menjawabnya.
Sukma dan Rara mencari tempat untuk mereka jadikan kantor Baru.Ia dan Sukma resmi bekerja sama, memulai bisnis sahabatnya, ingin moveon dari suaminya yang selingkuh , ia ingin bangkit berkat dukungan Rara ia bisa.
Akhirnya mereka menemukan satu tempat yang cocok yang mereka jadikan kantor.
Pada saat itu juga ia di telepon dari Kantor penyiaran,
Yang tidak lain kantor suaminya , ia dulu sempat beberapa minggu bekerja di sana.
Ia di tuntut harus bekerja kembali, kalau tidak mau didenda karena sudah melanggar kontrak kerja.
__ADS_1
Harusnya tidak ada yang seperti ini, karena itu perusaan milik suaminya, tapi ia tau, kalau ini pasti kerjaan Ibu mertuanya, tanpa sepengetahuan Bastian.
“Ada apa?” Tanya sukma melihat raut wajah Rara yang mendung tiba-tiba.
“Gue di suruh lagi kerja di penyiaran kantor Bastian”
“Iye, laki loe pengen dekat-dekat ama loe iya,” sukma bercanda.
“Kagak, justru gue yakin ini pihak dari mertua gue yang ingin menindas gue lagi.” Kata Rara tidak bersemangat.
“Iya, ampun mertua loe kenape gak loe suruh minum racun saja sih, greget gue lihatnya, mana ada sih orang tua kayak begituan.” Rutuk sukma terbawa emosi.
Tapi Rara tidak pernah gentar menghadapi tantangan.
“Terus loe mau datang?” Tanya sukma penasaran.
“Iya mertua gue itu, perlu di hadapin, kalau kita takut ia akan semakin menindas”
“Apa loe harus memberitahukan .Bastian?” Sukma terlihat khawatir kalau Rara menghadapi masalah besar.
“Mungkin gue harus, kasih tau, biar ia tidak khawatir.”
Tapi baru juga di omongin Bastian sudah menelepon , ingin menjemput Rara.
Bersambung ..
KAKAK BANTU VOTE DAN LIKE , KASIH HADIAH JUGA IYA AGAR VIWERSNYA NAIK DAN AUTHORNYA SEMANGAT UP BANYAK TIAP HARI
DAN AUTHORNYA
Baca juga;
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
-Bintang kecil untuk Faila (ongoing)
__ADS_1