Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Hidup Baru untuk Rara


__ADS_3

“Kamu berhenti menyalahkan Omah, aku datang kesini, agar aku bisa menjelaskan semua kebenaranya,” kata orang tua itu terlihat tegas.


“Aku memang marah pada istrimu saat itu, tapi saya tidak menyuruh orang mencelakainya, saya hanya memberinya peringatan, kamu tunggulah, kita akan mendapatkannya nanti, aku sendiri yang akan memberi pelajaran kepadanya,” Kata Omah.


“Terus, apa alasan omah melakukan itu? harusnya kalau ada yang tidak suka sama Rara, harusnya bilang sama saya omah, biar aku yang menegurnya, bukan malah menyakitinya tanpa sepengetahuanku,” kata Bastian wajahnya masih menegang.


“Baiklah, omah sudah merenung, selama di penjara, aku yang salah, omah hanya ingin perusahaan kita dapat berdiri selamanya, karena itu hasil kerja keras saya dan Opah dan ayah kamu juga,” Kata Nyoya Marisa.


“Terus apa hubungannya sama Rara, apa Rara ingin merebut perusahaan keluarga ini, justru ia menyelamatkan perusahaan Salim bukan?”


“Tian, saya minta maaf jika karena saya sempat marah sama istrimu, tapi percayalah, semarah-marah orang tua, tidak akan mau menyakiti darah dagingnya sendiri, apa lagi Rara sedang mengandung, baiklah aku berterus terang, aku menyuruh orang mengambil laptop milik Rara, karena kamu ketahui Rara bisa membobol semua data-data semua orang, omah hanya menyuruh orang mengambil laptop itu sebagai peringatan padanya, karena waktu itu, ia bisa mengetahui semua rencana Omah termasuk rencana pengangkatan calvin sebagai penerus itu benar adanya.


Tapi setelah aku tahu kalau Calvin anak kamu, Omah sangat menyesal, Maafkan omah Bastian dan aku juga ingin meminta maaf juga pada Ibumu, saya minta maaf,” kata Wanita tua itu terlihat tulus penuh penyesalan.


Kedua orang tua Bastian di buat heran, karena Omanya Bastian orang yang gigih, ia bukan orang yang gampang mengalah, ia akan berjuang sampai ia dapatkan apa yang ia inginkan.


“Untuk apa Omah melakukan itu, apa omah salah makan obat, apa omah akan bepergian jauh?” kata Bastian masih


Ia masih menunjukkan rasa ketidak sukanya pada Omanya.


Dulu ia sangat menyayangi orang tua itu, tapi saat ini ia sangat membencinya, sama pada orang tua itu ibu yang melahirkannya ia juga membenci Hartati.


Disisi lain Rara di bawa keluarga menjauhi Indonesia. Kali ini di bawa Korea selatan untuk melakukan operasi tempurung kepalanya yang masih belum sempurna. Ini operasi terakhir untuk kepala Rara.

__ADS_1


Kecelakaan naas itu meninggalkan luka berbekas di pipi Rara, luka panjang dari ujung mata sampai ke belakang kuping , saat itu wajahnya terkena batu membuat luka guratan” di pipinya. Sebenarnya bisa di tutupi dengan rambut.


Tapi dari situlah juga muncul ide pak Agus untuk mengoperasi wajah Rara sekalian.


Paling gilanya lagi, keluarga membuat surat kematian palsu untuk Rara mengganti identitasnya. Membuat wajah baru dan identitas baru untuk Rara.


Bukan tanpa alasan keluarga Rara melakukan hal besar dan hal nekat untuk Rara, Karena orang yang ingin melenyapkan Rara masih mencarinya, Ide itu datang dari ibunya Ken yang setia mendampingi keluarga Rara sampai detik itu.


Kabar berita duka itu akhirnya datang ke telinga Bastian, kabar berita duka kalau Rara akhirnya menghembuskan napas terakhir setelah gagal melakukan operasi.


Bahkan Foto-foto Rara saat masuk ke dalam ruang operasi dan keluar dari meja operasi. Dalam catatannya Rara mengalami pendarahan otak dan gagal jantung.


Tentu saja kabar itu membuat Bastian hampir gila, Ia berteriak seperti orang gila, ia terpaksa di rawat lagi di ruangan rehabilitasi.


“Kasihan Bastian, ia harus merasakan semua ini . Ayah, aku tidak tahan melihatnya, aku sungguh menyesal telah menyakiti Rara dulu,” kata Hartati, ia akhirnya menyesal pernah melakukan kekerasan pada menantunya.


Ada ungkapan yang bilang seperti ini: Hidup itu bagai sebuah roda, terkadang di atas dan terkadang ada kalahnya juga di bawah. Allah punya cara sendiri untuk mengingatkan umatnya. Saat Bardi Salim menjual semuanya harta milik keluarganya untuk membuat untuk di berikan untuk pengobatan Rara saat itu.


Tapi kali ini keluarga itu di ujung kebangkrutan, mendengar Bastian depresi karena kepergian Istrinya, Omanya merasa bersalah dan masuk rumah sakit, saat di lakukan pemeriksaan ternyata orang tua itu mengalami penyakit yang sangat serius Kangker Hati.


Ini namanya sudah jatuh di timpa tangga pula, mungkin peri bahasa itu cocok untuk keluarga Salim saat mereka di ujung kebangkrutan Marisa Qouen butuh uang banyak untuk biaya pengobatan, Belum lagi biaya pengobatan Bastian yang di rawat di pusat rehablitasi.


Hal ini kalau di pikir tidak adil untuk Bastian. Karena ia tidak melakukan hal yang salah ,kerena ia sendiri juga korban dari ketidak adilan keluarga.

__ADS_1


Kali ini juga bukan hanya orang tuanya yang membohonginya tapi keluarga istrinya juga membohonginya.


Seluruh perusahaan dan aset milik keluarga Salim akhirnya habis, harta yang di claim tidak habis tujuh keturunan, tapi bagaimana bisa? belum juga tujuh keturunan, tapi harta itu sudah sudah habis, bahkan keluarga itu terpaksa menjual semua property milik keluarga Salim.


Harta itu akhirnya ludes untuk biaya pengobatan Marisa dan Bastian. Kini tinggal rumah yang mereka tinggalin harta miliknya satu-satunya yang mereka punya.


Dua bulan dirawat di rumah sakit, akhirnya Marisa Ouen meninggal dunia, tragis memang, setelah menghabiskan harta milik keluarganya, kini ia pergi meninggalkan dunia pana ini.


Hartati kini menjadi wanita yang biasa, tidak ada tas mahal, tidak ada lagi geng sosialitanya.


Bahkan acara pemakaman itu juga hanya sedikit yang datang mengantarnya.


Takdir hidup tidak ada yang tahu, tidak selamanya hidup akan indah seperti yang kita inginkan, selagi hidup di dunia ini maka sebaiknya perbuatlah yang baik. JIka gajah mati meninggalkan gading manusia mati meninggalkan nama. Nama Marisa di kenal dengan sikapnya terlihat baik dari luar, tapi licik dalam hati.


Marisa Ouen yang hidup dalam kemewahan dan harta yang melimpah, baik buruknya perbuatanya saat ini, ia sudah di hadapkan pada sang pencipta untuk mempertangungjawabkan semua perbuatanya di dunia.


Kembali dalam pemakamannya.


Istilah ada harta ada saudara, ungkapan itu sangat tepat pada keluarga Salim, saat keluarga itu di masa kejayaannya banyak berkunjung ke rumah mereka. Bahkan mereka tidak kenal mengaku jadi keluarga.


Tapi saat keluarga itu tidak punya harta bahkan terlilit utang besar, tidak ada yang datang lagi, bahkan keluarga masih dekat dengan mereka mendadak tidak mengenal keluarga Salim. Itulah fenomena hidup


Apakah nanti Bastian akan bertemu dan mengenal Rara ? setelah pergantian wajah?

__ADS_1


Bersambung


Mohon dukungannya iya gaes, buat ceritaku. Bantu vote, share, subscribe dan kasih bintang.


__ADS_2