
“Aku tidak tau, ada orang yang mengerjai mu apa bukan,Bastian. Tapi akulah yang menarik rambut ketiga perempuan itu, ketika mereka bergilir mencumbui mu, itu menjijikkan, sebagai istrimu aku merasa rendah” kata Rara dengan wajah lesu dan lelah
“Maaf Ra, aku menyesal, tadi malam aku hanya ingin ikut merayakan peluncuran album baru Kenzo, aku tidak tau dampaknya akan seperti ini.”
“Kata maaf tidak akan membuat masalah yang semakin baik Bastian. Inilah yang aku takutkan saat menikah denganmu, tidak harusnya kita menikah, banyak hal yang membuat kita berbeda,” ucap Rara putus asa.
Wajah Rara terlihat sangat kecewa banyak yang ia pikirkan, ia berpikir lebih baik mengakhiri sampai di sini, karena pernikahan mereka juga belum di restui keluarga, sebelum semuanya makin rumit.
“Bastian Begini” Belum juga Rara menyelesaikan kalimatnya, tapi Bastian sudah memotongnya bagai supir bajai, ia seolah-olah bisa membaca raut wajah dari Rara, ia seperti dukun karena bisa tau apa yang dipikirkan olehnya.
“Berhenti Ra, kamu mau bilang kita berpisah saja, iyakan?” Ia berdiri menatap tajam kearah Rara “Apa setiap ada masalah kamu akan menyuruh berpisah?” Rahang Bastian mengeras garis-gari wajahnya saling bertarikan.
“Kamu belum siap untuk memulai pernikahan, Bastian, kamu masih terlalu muda dan kau masih labil. Kamu masih ingin bersenang-senang sementara aku sudah tua Bastian”
“Bukan aku yang belum siap Ra, tapi kamulah yang takut memulainya, kamu takut tersakiti kamu takut gagal, karena kamu keras pada hidupmu” Ia kembali duduk dengan wajah dari keduanya sama-sama menegang. “Bukan karena aku terlalu muda untuk menikah atau kamu terlalu tua untuk jadi pasangan hidupku, tapi kamulah yang membuat tembok kokoh dalam dirimu, kamu ingin membangun zona aman dalam dirimu. Umurku sudah 25 tahun, bahkan aku sudah mampu membuntingi dua puluh Gajah ekor sekaligus, aku bukan anak bawang seperti yang kamu pikirkan, kamulah yang terlalu takut. Ingat! aku juga ayah anakmu, Alvin”
“Apa, lelaki dewasa akan mencari hiburan setiap kali bertengkar dengan istrinya?”
“Ra. Aku sudah bilang, bukan karena mencari pelarian, sorenya Kenzo sudah mengajakku, tapi aku menolaknya karena aku pikir aku akan datang ke rumah orang tuamu, tapi kamu menolaknya dengan alasan kamu takut babemu mengetahui, tapi aku menyuruhmu yang datang, kamu juga bilang tidak bisa , terus aku harus bagaimana?” Wajah Bastian memerah.
“Menungguku Bastian ... kamu harusnya duduk di rumah dan mencoba memahami kesusahan istri dan memikirkan jalan keluar, memikirkan bagaimana nasib kita karena keputusan yang kita pilih, kita bukan pacaran jarak jauh, Bastian. Tapi kita ikatan pernikahan, apa kamu akan seperti ini setiap kali kita bertengkar kelak? Apa jadinya rumah tangga kita nantinya jika kamu mengobral tubuh tubuh kamu pada banyak wanita, menikah berarti bukan lagi dua melainkan satu hati. Aku ingin suamiku bisa jadi imamku dan bisa membawaku dan anak-anakku kelak lebih baik lagi.”
“Baiklah aku akan memperbaikinya. Tolong berikan aku kesempatan, aku akan memperbaiki prilakuku. Untuk malam ini tolong lupakan, aku dijebak dan sepertinya aku tau siapa pelakunya,” Mata Bastian terlihat marah saat mengingat siapa yang melakukan itu padanya.
“Kamu itu seorag aktor, sudah tentu banyak yang tidak suka dan banyak yang merasa iri dengan kamu,” ujar Rara. “ Apa kamu berpikir Ken yang melakukan itu?” tanya Rara.
“Bukan, aku tahu siapa orangnya”
“Siapa?” Tanya Rara penasaran
“Viona”
__ADS_1
“Bukannya di mencintaimu, kenapa ia melakukanya?” Rara terlihat kaget.
“Karena ia terluka, malam itu ia juga di sana dan aku mengumumkan pernikahanku secara resmi pada teman-teman
Viona marah-marah dan sempat memaki-makiku, tapi karena teman teman lain ikut meledek dia makin emosi, karena siangnya aku juga sudah membuatnya shock karena aku bilang kamu sudah hamil
Padahal saat pertemuan keluarga saat itu, Viona sudah mengumumkan duluan di media kami akan menikah, dia begitu yakin. Tapi saat aku mengakui pernikahan kita. Ia sakit hati, itu juga alasanku kenapa aku selalu memaksamu tinggal bersamaku Ra, karena aku tau dia orang yang nekat tidak kenal takut sama seperti ibu,” kata Bastian menceritakan panjang lebar. “Aku hanya ingin melindungi mu Ra. Tidak perduli kamu mau bilang aku ini bocah manja atau kamu berpikir hanya ingin menginginkan tubuhmu itu hanya pikiranmu.”
Rara diam ia tidak tahu kalau Bastian melindunginya selama ini dari Viona dan ibunya.
“Bastian , apa kamu sudah yakin menjalani pernikahan ini?”
“Tentu saja Ra, aku yakin ,untuk apa aku mati-matian membelamu kalau aku tidak yakin.”
“Baiklah, karena kamu sudah bicara jujur, aku juga ingin bicara jujur.”
“Ada apa?” Wajah Bastian menegang, matanya menatap Rara dengan tatapan serius.
“Apa?”
“Iya ,ibumu masih mengancam keluargaku, kalau aku tidak meninggalkanmu dan memberikan Alvin, ibumu akan menyakitiku dan keluargaku, itu membuatku tidak mau datang Bastian, ada banyak hal yang aku pikirkan, Alvin adalah putraku tidak boleh siapapun yang mengatur-atur aku tentang putraku”
“Baiklah Ra, dia putramu kamu benar lalu Kenapa kamu tidak bilang, kalau ibu mengancam kamu lagi”
“Aku tidak ingin kamu membenci ibumu”
“Baiklah, jadi sudah jelaskan kesalahpahaman ini, sebenarnya kemarin aku sudah mengaku sama ibu kalau kamu sudah Hamil niatku agar dia diam tidak mengganggumu lagi.Tapi tidak di sangka malah aku yang hampir kenapa petaka tadi malam gara-gara itu.
“Apa kamu bilang aku hamil?
“Iya”
__ADS_1
“Kenapa?”
“Pertama biar ibu berhenti mengganggumu dan kedua viona berhenti juga”
“ Ada dengan otakmu sih,” Rara berdiri mondar-mandir “ Apa kamu menyuruhku pura-pura hamil seperti lucinta luna dan aku harus pakai balon gitu di perut ini?”
“ Bukan, maksudku sebelum kita mencetak anak iya kamu harus pura-pura hamil dulu.”
“Ya ampun … Ribet bangat dah, hidup yang gue jalanin,” Rara memukul-mukul kepalanya ke tembok kamar Bastian.
“Gak papa, bilang saja sudah hamil,”ucap Bastian meletakkan telapak tangannya di dinding agar kepala Rara tidak sakit saat ia jedotkan sendiri.
“Bastian …. masalah di keluargaku sudah banyak , nanti kalau ada kabar tentang aku hamil. Makin bertambah lagi beban pikiranku"
“Tidak aku akan selalu bersamamu”
“Jadi …. kamu meminta aku pura-pura hamil, agar ibumu jinak?"
' Iya ampun malam pertama juga masih belum sudah hamil duluan bagaimana ceritanya' ucap Rara dalam hati.
”Bersambung ….
Bantu Vote iya kakak untuk karya ini tolong tekan like dan jangan lupa berikan hadiah juga.
Baca juga karyaku yang lain.
-Cinta Untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Bintang Kecil untuk Faila
__ADS_1
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)