Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Ajarin aku bagaimana untuk malam pertama


__ADS_3

Bastian masih  berdiri   di dapur dengan wajah dangat kesal, ia sangat marah saat Rara  ketakutan melihatnya, ia berpikir kalau Rara belum memaafkannya atas kejadian malam itu.


Bastian tidak tahu alasan Rara ketakutan saat  ingin melakukan kewajibannya sebagai istri.


Kenapa Rara ketakutan  melakukan hubungan suami istri ? itu karena  kejadian di masa kecilnya yang  menakutkan meninggalkan  trauma yang sangat dalam di hati Rara.


Rara mengalami pelecehan di masa kecilnya, ia hidup lingkungan yang di sebut  dari dulu sebagai sarang penyamun. Hidup dilingkungan padat penduduk dan sarang kejahatan.


Di kampung Rara ada namanya gang bernama gang  Mudin, dan sampai saat ini, gang itu juga masih ada, itu tempat para  segala bajingan bersarang, dan tidak ada yang mampu membasmi mereka


Di gang itu juga rumah bedeng berderet sepanjang kali,bau pesing, dan ****** bertaburan ,jarum suntik berserakan sepanjang kaki berpijak sudah jadi pemandangan biasa.


  Flash back,


Gang itu tidak akan di lupakan Rara winarti.


Umur Rara saat itu baru sepuluh tahun,  baru kelas  empat SD, terbuai dengan iming-iming  akan di berikan anak  kucing, mereka bertiga mau di ajak ke ke rumah  seorang lelaki yang sudah biasa mereka lihat.


Ia mau dan ke dua temanya juga mau, dengan senang hati mereka mau diajak ke rumah, karena dalam benak tiga anak malang itu akan mendapat anak kucing yang comel.


Tapi mujur tak dapat diraih, malang tak dapat di tolak


 Bukan anak kucing yang mereka dapat, tapi mereka bertiga yang di jadikan seperti anak kucing, di ikat dam disekap dalam bedeng.


Ternyata di dalam bedeng itu sudah anak-anak berandalan yang  sudah mabuk- mabuk juga.


Kedua temanya diikat dan  di gilir  di depan mata Rara, ia melihat darah itu mengalir deras dari pangkal paha temannya.  Teman Rara badannya lebih besar dari Rara, saat gadis malang itu mau di perkosa , ia harus di pegangin dua orang yang memegangi.


Lelaki   yang akan menggilir Rara lah  bertugas memegang, saat lelaki bejat  itu sibuk memegang tangan temannya yang diperkosa, Rara memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri, saat semua bajingan itu sibuk dengan temannya.


Di tengah kekalutan dan kepanikannya, ia masih punya keberanian


Rara menghempaskan tubuhnya ke diding rumah bedeng   dan dinding triplek yang sudah rewot  langsung ambruk dan  tubuhnya yang masih terikat jatuh dari ketinggian dua meter menimpah  tumbukan pecahan kaca.


 Luka sepanjang  lima cm meter di pinggang Rara menjadi kenangan pahit dalam hidupnya.


Tapi malang bagi kedua temanya, harus menghembuskan napas terakhir, karena dicekik saat ia berontak dan satu lagi karena pendarahan hebat  dan terlambat dapat pertolongan.


Rara hidup, walau meninggalkan trauma mendalam di hidupnya,  Babeh dan engkongnya tidak melepaskan ketiga pelaku di kejar sampai kemanapun dan di ketahui  ketiganya sudah meninggal  satu persatu dalam penjara.


Itulah  sepenggal kisah sisi hidup Rara.


   Flash on.


Saat ini.


Rara masih duduk membatu memegang dadanya terbalut sarung,


Tangannya masih terlihat gemetar. Ia semakin meringkuk.


Ia meraih ponselnya, mencari nomor sahabatnya. Karena hanya Sukma lah yang mengerti dan tahu tentang keadaanya.


Dengan tangan masih gemetar,  ia mengusap layar, menekan tanda panggil


“Halo Ra lo gila kali iya gak mengabari gue, lu mau bikin gue mati karena penasaran kali iye ,jahat bangat lu tau gak, gue semalam nungguin kabar dari lu  …. Ra, lu masih di situkan, lu masih hidupkan.”


Sukma ngegas saja tapa menyapa Rara dulu.

__ADS_1


“Gu-gue takut melakukanya, Mey,” ucap Rara terbata-bata.


“Gu-gue masih ketakutan Mey”


“Ra, lu gak apa-apa?” Sukma memberi waktu untuk Rara .


“Gue ma-masih takut”


“Ra, tenanglah. Tarik napas buang perlahan … Katakan ada apa?”


Rara mengikuti anjuran sahabatnya, menarik nafas dalam-dalam membuang melalui mulut, Rara menutup matanya.


“Katakanlah Ra”


“Ia, memintanya aku menolak, dia marah ,mey,”


“Itu wajar Ra, lu  menolak  dia pasti merasa harga dirinya terluka semua suami juga seperti itu,Ra.”


“Tapi  gue takut Mey,  gue sudah mencoba tutup mata dan mencoba menikmatinya. Tapi bayangan itu tiba-tiba muncul begitu saja”


“Tapi lu  bilang saat itu sudah pernah mencobanya dan lu  bilang tidak takut, terus kenapa sekarang  jadi ketakutan lagi?”


“Gue berani,  kalau dia  mabuk”


“Lah, bagaimana ceritanya ? justru bukannya lebih menakutkan, jika lo di sentuh suami yang mabuk?”


“Entahlah,  gue bingung dan gue pusing”


“Begini Ra, menurut pendapat gue ni … lupakan masa lalu, lupakan Trauma lo itu, lupakan semuanya,  ingat Ra, semua  itu sudah lama berlalu dan pelakunya  juga sudah mati di makan cacing.  


 Jadi  sekarang saatnya menjemput masa depan elu,  jangan biarkan Bastian menunggu terlalu lama, manusia juga ada batas kesabarannya, menurut gue  Bastian termasuk manusia yang paling sabar untuk menghadapi  lu.


“Bagaimana dong Mey caranya ?


Oke gue menyerah dan meminta tolong ame loe, bagaimana caranya”


“Iya lu tinggal ngangkang celup … celup masuk selesai,” ucap Sukma bercanda.


“Gila elu Mey gue serius”


“Baiklah … begini Ra, pertama lo harus percaya sama Bastian, lo ucapkan aku baik-baik saja, tidak  semua lelaki di dunia ini jahat, katakan beberapa kali agar alam bawa sadar lu meresapnya. Harus lupakan tuh masa lalu.


Itu sih intinya,  kalau loe tidak percaya dia, iya akan sia-sia, sama siapapun lo menikah baik menikah dengan Jichang-wook, Rain,  Serkan cayoglu kalau lo  tidak percaya mereka hasilnya akan sama, lo akan tetap terjebak dalam masa lalu”


“Ok, terus sekarang gue harus bagaimana?”


“ Loe mau ikutin saran  gue gak, ini cara langsung dari ahlinya,” ujar  Sukma .


“Iye,  gue mau dah”


“OK, kado lingerie yang gue berikan ke lo kagak dibuang kan?  gue gak mau bantuin, kalau dibuang,” ucap Sukma.


“Kagak, ada di lemari.”


“Bagus,  lo pakai itu nanti malam, sehabis mandi,” perintah Sukma sedikit memaksa


“Apa, gue harus merayunya?”

__ADS_1


“Iya, seperti yang video yang gue kirim itu,  iya harus bisa berpose seperti itu”


Ia mengajarinya sebagai ahlinya.


“Kagak mau gue, emang gue cewek apaan,” ucap Rara.


“Dasar  bodoh memang dah,” ucap Sukma  merepet, ia mulai lelah harus minum air putih segelas biar suaranya bisa ngegas lagi.


“Lu mau jadi perawan  tua selamanya? justru itu satu kebanggaan besar buat lo dodol,  karena suami lo  akan bangga punya istri  yang bisa menjaga dirinya sampai pernikahan, gue  yakin dah, Bastian akan sangat menghargai lo selamanya, ia akan bangga karena mendapatkan wanita baik –baik kayak lu, walau kadang lu keras kepala … pea!”


Sukma berceloteh di ujung telepon


“Tapi bagaimana  Mey,  kalau gue pingsan, terus gue mati.”


“Lah …! buset dah, bodoh mamat teman gue …..  Bagaimana ceritanye karena malam pertama bisa jadi mati?  Yang ada  lu kejang-kejang karena keenakan dan minta nambah terus”


“Tapi  lu bilang kemaren robek sampai berdarah-darah, Mey,”


Suara Rara terdengar memelas karena  takut, seperti anak SD yang takut jarum suntik,


“Iya Allah, teman gue anak SD ape anak TK sih?” Ujar Sukma di ujung telepon


 Sukma sedikit putus asa karena Rara memang dangkal bangat otaknya soal pacaran dan tentang soal hubungan ranjang.


“Gini loh, Rurun … yang namanya perawan itu iya kudu berdarah, karena selaput dalam robek, bukan mekki loe yang robek, benar-benar dah ….!


Tentang beginian emang otak lu payah dah, makanya  kalau dulu gue ajarin itu, jangan selalu cuek, lu butuhkan nasehat gue sekarang,”


cecar Sukma pada sahabatnya yang minta di ajarin tentang malam pertama.


“Lah … ! tunggu.  Bastian mintanya tadi malam ,ape barusan?”


“Barusan,” jawab Rara jujur.


“Lah, ini masih siang .Ra, apa dia minta jatah siang-siang?”


Sukma ngakak di ujung telepon.


“Bukan begitu, hanya kebetulan saja tadi, tapi aku sudah menolaknya duluan,” ujar Rara mengelak ia malu karena ditertawakan Sukma.


“Oh, kirain dia niat bangat gitu minta siang-siang, tapi entar malam lu harus lakukan  kewajiban lu sebagai istri, ingat Ra, jangan sampai elu  nyesel nanti,’ pinta Sukma tegas.


“Iye baiklah, lu doain gue sukses,”ucap Rara .


“Iye gue doain elu minta nambah terus ampe pagi, ya udah”


Sukma menutup sambungan telepon.


”Bersambung ….


Bantu Vote iya kakak untuk karya ini tolong tekan like dan  jangan lupa berikan hadiah juga.


Baca  juga karyaku yang lain.


-Cinta Untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)

__ADS_1


-Bintang Kecil untuk Faila


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


__ADS_2