Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Masa kecil yang menyedihkan


__ADS_3

Saat Pak Agus memutuskan menyewa satu rumah untuknya dan Rara, ia banyak berubah, lebih bersikap ceria dan tertawa lepas saat bercanda dengan Alvin.


‘Apa ini hal yang baik atau malah menandakan kondisi babe yang semakin buruk?’ Rara membatin mengawasi babe dan Alvin yang sedang bercanda.


Semua orang sudah membujuk  untuk pulang, tidak ada yang berhasil bahkan Bu Soimah sudah datang dan  meminta langsung pada Rara. Tetapi semua tidak ada yang berhasil.


Rara pun gagal membujuk babe pulang, itu juga yang membuatnya semakin penasaran dengan kejadian yang di alami ibu kandungnya.


‘ Apa yang sebenarnya pada ibu kandungku , sampai-sampai babe tidak mau memaafkan emak’ tanya dalam hati. Ia tidak mau tersiksa sendiri .


Rara pulang ke rumah engkongnya, lelaki tua itu hanya memeluk dengan sangat haru,  karena, ia berpikir setelah Rara tahu kalau ia bukan cucu kandungnya. Ia berpikir ia tidak akan datang lagi.


“Engkong pikir  lu kagak mampir lagi  kerumah engkong  ,Ra,”


lelaki tua itu hanya mengusap-usap kepala Rara penuh sayang, karena ia benar- benar sayang padanya dari saat ia masih kecil.


“Engkong tetap lelaki terhebat buat Ara. Gak ngaruh engkong kandung ape palsu dah, tetap nomor satu,”  ujar Rara mengacungkan  jempolnya ia selalu bersikap ceria sama lelaki tua yang  selalu merawatnya.


Rara melihat rumah lelaki tua itu kotor dan berantakan, karena engkongnya hidup sendirian, istrinya tidak ada lagi yang mengurus,  kalau dulu di seluruhnya menyapu rumah,  atau nyuci baju. Rara harus minta uang  baru ia kerjakan, ia memang sangat nakal dari dulu.


Tetapi dari dulu engkongnya tidak pernah  menolaknya, bahkan biaya kuliahnya dulu lebih banyak dari orang tua itu daripada dari babenya,


“Kong, aye mau tanya,”  Rara duduk di teras di kursi rotan,  setelah ia membersihkan rumah engkongnya


 “Bagaimana kejadiannya, apa yang terjadi saat itu tentang ibu yang melahirkanku, bagaimana wajah  ibu aye, apa kayak emak juga galak? Tinggal di mana dulu, Aye benar-benar ingin tau Kong, karena babeh tidak mau memberitahukannya, sepertinya berat bangat ia untuk mengingatnya,” ujar Rara


“Pasti berat baginya,  emak lu tuh aja yang gila, saraf, sedeng, kagak tahu diri,  dia malah memaki putrinya sendiri,” ujarnya ia memaki putrinya sendiri Bu Soimah.


“Apa mama yang melahirkan aye kecelakaan keadaan hamil, Kong?”


“Iye. Kata orang-orang . Engkong juga kagak liat bagaimane kejadiannya langsung, tapi kate orang -orang yang melihat emang lagi hamil besar”

__ADS_1


“Ih …” Rara  bergelidik membayangkan orang hamil besar kecelakaan.


‘Pantasan babeh terluka sampai depresi’ ujar Rara dalam hati.


“Menurut cerita orang yang menyaksikan kejadiannya, Babe elu … mau putar balik di depan arah mau ke Cikini. Tapi tiba mobil datang dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi, lalu menabrak Motor babeh  lu dah


 Ibumu terpental  dan terlindas mobil,  lu dan babe hanya terluka ringan. Ibumu tak terselamatkan karena luka parah di bagian kepala.


Saat  kecelakaan itu ayahmu  depresi berat dan seperti hilang kesadarannya,  setiap pagi ia akan datang mengendongmu berdiri di tempat ibumu kecelakaan, ia pasti sangat terpukul melihat istrinya yang mengandung  kecelakaan di depan matanya, tapi ia tidak terluka pasti itu sangat berat,


Setiap hari ia melakukan hal yang sama datang dan berdiri  di situ  mengendong lu juga, ia sudah di larang orang-orang bahkan polisi turun tangan saat itu.


  Tapi ia selalu melakukannya setiap hari ,  mengendong elu di belakang. Elu masih kecil dah saat itu, kasihan bangat dulu  engkong lihat dulu berdua.


Sampai-sampai polisi menahan babe elu tuh … dengan tuduhan mencelakai anak, saat dia bisa bebas,  lagi-lagi berdiri di sana, tidak boleh ada yang menyentuhmu.” Engkong Rara


Lelaki tua itu,  mengeluarkan  potongan koran  sudah lama dari lacinya, bahkan warnanya sudah hampir pudar,


“Apa  babeh mau bunuh diri juga saat itu Kong?”


Tanya Rara, wajahnya sangat sedih saat melihat gambar Pak Agus dan gambar dirinya, mereka  berdua terlihat seperti gelandangan yang menyedihkan saat itu.


“Tidak, dia tidak melakukan itu dia tidak ingin kamu celaka, bahkan , saat  menyebrang dia selalu hati-hati. Tapi dia akan selalu berdiri di waktu yang sama  beberapa lama, tiap hari tidak perduli hujan dan panas matahari. Ia akan berdiri di sana  begitu saja setiap hari.


Bahkan warga yang melihatnya sangat iba, jika dia datang semua orang akan membantu menghentikan kendaraan, agar dia dan lu, bisa lewat untuk bisa melakukan ritual harian itu”


“Babe kasihan,” ucap Rara terlihat sedih, dalam potongan koran yang ia pegang. Rara kecil  terlihat letih dan tertidur di gendongan Pak Agus.


“Semua orang bahkan sudah sangat hapal dan banyak yang iba kadang warga merasa kasihan pada babe kamu. Mereka menaburi bunga di tempat ibumu meningal, berharap arwahnya tenang dan kamu dan babe elu , bisa meneruskan hidup.


Pernah kalian beberapa lama menjadi berita utama di koran jaman dulu,” ujar engkong Rara.

__ADS_1


Mendengar kisa babe dan kisa masa kecilnya yang menyedihkan. Rara jadi teringat kisah anjing Hachiko di Jepang, yang menunggu majikannya pulang yang sudah meninggal,  selalu datang setiap hari ke  stasiun Shibuya Tokyo.


Bukannya menyamai dengan dengan anjing, tetapi  kisah sedih mirip. Karena ia pernah menangis membaca kisah Hachiko, ternyata kisah dirinya juga seperti itu.


“Bagaimana Engkong  dan babe bertemu?


“Engkong sudah mendengar kisah kalian, engkong ikut penasaran, hati ini sedih melihat anak perempuan cantik yang di gendong babe elu. Babehmu pingsan di depanku karena saat itu panas terik


Aye mengobatinya hingga traumanya pulih, engkong menjaga  dengan waktu yang lama,  selama babeh menjalani perawatan di rumah sakit yang menangani bagaian trauma dan masalah kejiwaan dan emak lu juga merawat babe.


 Hingga dia sembuh. Ya engkong …. mengeluarkan banyak uang agar babeh lu bisa masuk PNS, tetapi dengan syarat ia mau menikahi putri engkong sebagai gantinya jadilah pernikahan mereka berdua”


“Oh begitu Kong”


Rara berpikir lagi, Itu juga yang membuat babehnya tertekan karena babeh menantu yang di beli


Saat ini babenya memilih hidup   bertiga dengan,  setelah mendengar kisah babenya ia membiarkannya, dan selalu bersama orang tua itu.


 ”Bersambung ….


Bantu Vote iya kakak untuk karya ini tolong tekan like dan  jangan lupa berikan hadiah juga.


Baca  juga karyaku yang lain.


-Cinta Untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Bintang Kecil untuk Faila


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)

__ADS_1


__ADS_2