
“Ayah juga sakit karena itu juga, masa hanya rapat harus di Bali sekalian liburan, berapa duit dana perusahan yang di kucurkan membiayai para bajingan itu untuk liburan .Hanya untuk rapat satu minggu di hotel. Enak bangat mereka, yang kerja siapa yang jalan-jalan siapa, mereka bawa keluarga pula,” Kata Rara terlihat emosi pura-pura tidak tau kalau para dewan perusahan sebenarnya ingin rapat membuat kudeta.
“ Coba loe pikir pasti mereka menganggap pemilik perusahan bisa dibego-begoin ,kan, masa sampai seminggu. Perusahaan harus menanggung biaya ,makan menginap mereka selama seminggu, kamu tau biayanya miliaran hanya untuk mereka bersenang-senang.!. Gila kan
Setelah ia mendengar penjelasan yang di berikan Rara ia mendadak setuju, apa yang di lakukan kakaknya adalah salah.
Ia membeberkan semua yang ia tau pada Rara. Tapi Rara sudah mendapatkan rekaman itu, ia tidak terlalu menekan lelaki itu. Ia menghentikan aksinya sampai disitu. Ia tidak ingin Ridho mencurigainya kalau ia bertanya lebih dalam lagi.
“Baiklah, aku ingin bantu kalau kamu perlu sesuatu.” ia menawarkan diri akhirnya, tapi sorot matanya melihat Rara penuh makna.
Apa ia masih mengharapkan ku, apa ia belum terima kalau saya sekarang istri keponakanya kata Rara dalam hatinya, tidak suka melihat tatapan mata Ridho padanya dan pada anaknya calvin.
“Tidak perlu , gue gak mau loe menyesal nantinya,” kata Rara kembali memasang muka jutek.
Ia tidak ingin berlama-lama bersama pria itu, ia takut akan muncul rencana yang lain . Ia sering memergoki mata lelaki itu, mencuri-curi pandanga padanya,
“Calvin, harus pulang , ia harus belajar ngaji, nanti babeh bisa marah besar kalau ia melewatkan belajar ngajinya,” kata Rara membuat alasan untuk kabur.
“Tapi aku belum sempat mengobrol dan bermain dengan Alvin, tunggulah bentar lagi,” katanya membujuk.
“ Bagas juga, tidak bisa lama-lama sore ini, ia ada belajar ngaji juga,” kata Sukma ikut-ikutan.
Bergegas untuk pulang, walau Bagas anaknya Sukma protes minta tambahan waktu, untuk bermain lagi karena belum mencoba wahana yang lain.
Sukma terpaksa bersikap tegas untuk membawanya pulang.
Rara dengan sikap buru-buru , akhirnya berhasil meninggalkan Ridho yang masih berdiri menatap mereka.
“Yes gue mendapatkannya,” kata Rara tidak bisa mengungkapkan rasa senangnya.
“Gile, jantung gue mau lepas Rasanya,” kata Sukma terlihat memegangi dadanya.
Dengan dengan cepat menghidupkan mesin mobilnya, Sukma meninggalkan Taman mini.
Sepertinya Ridho tidak datang bertiga, ia sepertinya membawa beberapa orang yang berbadan tegap untuk menjaganya.Entah apa tujuan awal lelaki itu.
Untung Rara menyadarinya, matanya selalu mengawasi sekitarnya, hingga ia menemukan di setiap sudut, melihat beberapa pria mengawasi mereka, saling berkomunikasi satu sama lain, ia memberitahunya juga pada Sukma. Makanya langsung minta pulang buru-buru
“Terimakasih Mey, ini semua berkat bantuan loe,” kata Rara memeluk sahabatnya, setelah berhasil meninggalkan tempat itu dan memilih jalan jalur lain.
__ADS_1
“Tidak ini berkat kecerdasan otak loe dan trik loe yang hebat ,” Sukma tidak henti-hentinya memuji Rara
“Kita antar anak-anak pulang dan kita kerumah sakit,” kata Rara sesekali menguap.
“Tiduran saja dulu sebentar, nanti gue bangunin kalau sudah sampai,” kata Sukma. Ia khawatir dengan mata Rara yang terlihat seperti mata panda
Iya benar, gue ngantuk bangat, tapi gue takut tidur, gue takut, bangun-bangun tiba-tiba hilang kerja keras gue,” kata Rara memeluk tas ranselnya dan tertidur pulas.
Tujuan awal mereka untuk menyelidiki apa ia Ayahnya Calvin apa tidak, tiba-tiba terlupakan.
Tapi baru beberapa menit menutup mata, ia sudah terbangun, karena dihantui mimpi buruk
“Ada apa loe mimpi buruk?” tanya Sukma melihat Rara berkeringat, padahal pendingin mobil menyala.
Ia melihat kebelakang, kedua bocah itu sudah tertidur pulas. Ia menyelimuti keduanya dengan jaket yang ia kenakan. Melihat Alvin tidur pulas seperti itu, hatinya sedih dan takut, karena mimpinya barusan ada seseorang yang ingin menangkap anaknya.
“Gue mimpi buruk , ada orang yang mengawasi kelurga gue dan menculik Calvin,” kata Rara masih terlihat takut.
“ Itu karena loe, terlalu takut dan kepikiran terus jadi kebawa mimpi, sudah tidak apa-apa, sudah jangan takut, loe berdoa saja, nyebut, Ra.” Kata Sukma memberinya beberapa lembar tissue untuk mengusap keringat yang segede jagung, mengalir dari keningnya.
“Iya Mey, tapi kita harus melakukan sesuatu untuk keluargaku , mungkin tidak mudah, tapi gue butuh bantuan loe, sebenarnya gue sudah memikirkannya beberapa hari ini,” kata Rara terlihat serius.
“Ada apa? apa yang ingin loe lakukan,” tanya Sukma terlihat serius juga
Rara merencanakan menyuruh keluarganya, untuk liburan ke Luar Negeri . Emaknya punya sepupu yang tinggal disana, bekerja di sana , dan sudah lama menyuruh mereka datang berkunjung kesana. Rara berpikir, itu hal yang tepat sekalian berlebaran di sana karena lebaran sebentar lagi.
“Mobil Sukma berhenti di depan halaman rumah keluarga Rara. Ia menggendong anaknya membawanya masuk. Rara juga menggendong Alvin yang tertidur pulas.
Setelah beberapa lama duduk dan ia sudah merasa tenang, ia mengutarakan keinginannya menyuruh keluarganya liburan.
“Beh, Rara mau ngomong bentar, mak juga kesini,” katanya memanggil keluarganya duduk
“Ada apa Ra, roma-romannya serius,” kata emaknya penasaran
“Rara ingin memberi tiket liburan buat keluarga kita emak babeh, Aisah dan Riski dan Alvin berangkatnya besok pagi,” kata Rara terdengar seperti paksaan
“Lah, kok tiba-tiba ?” Tanya emaknya
“Bentar lagi lebaran babeh ama emak lebaran di Inggris, rumah paman Danu saja iya, kan, paman dan bibi itu sudah sering menyuruh kita datang, kemarin mereka menelepon dan aku bilang, iya.” kata Rara ia menyuruh kelurganya meninggalkan Jakarta agar ia bisa besok bekerja dengan tenang.
__ADS_1
Mereka terdiam tidak percaya.
“Tapi, ada apa?” Babenya Rara kurang setuju, karena liburannya mendadak
“Kebetulan lagi. Rara punya tiket gratis ada untuk 6 orang Beh, tiketnya dari kantor ,Tian. Sayang emak, kalau hangus padahal harganya mahal,” kata Rara terpaksa berbohong,
“Iya sayang juga sih kalau hangus, tapi apa harus secepat itu?
Iyah emak nanti belum mempersiapkan apa-apa.” Kata emaknya.
“Tenang mak, nanti mak beli semua di sana saja,” bujuknya dengan wajah penuh rayuan
Untung Riski dan Aisah mau dan membantu bicara pada babenya , akhirnya emak dan babeh, mau liburan juga
Rara terpaksa melakukan itu agar ia tenang bekerja, ia tidak takut nantinya . Ia melakukan antisipasi, takutnya ibu mertuanya akan mengancam kelurganya jika Ridho sendiri sudah tau rencana mereka. Maka otomatis Ibu mertuanya juga pasti sudah tau
Suami sendiri ingin di singkirkan, bagaimana dengan keluargaku, apa lagi ia sangat membenci ku,” kata Rara dalam hatinya.
Ia memikirkan keselamatan kelurganya. Mendengar penuturan dari Ridho membuatnya takut, Ia berpikir kalau Hartati benar-benar penyihir jahat yang menggilai kekuasaan.
“Kakak tidak apa-apakan?,” tanya Aisah, ia terlihat sangat takut ketika Rara meminta kelurganya di ungsikan dari Jakarta dengan alibi liburan, ia tau kalau ada hal genting yang akan terjadi.
“Jangan takut, aku hanya mengantisipasi saja, jangan biarkan emak dan babeh mengetahuinya, biar ini rahasia kita, anggap ini liburan, kamu juga butuh liburan. Jangan pikirkan masalah biaya, berikan apa yang mereka minta, ini pakai kartu kakak, saat ini uang bukan masalah, tapi keselamatan, tapi tetap hati-hati,” kata Rara.
“Tapi aku takut, apa kakak tidak apa-apa nanti?”
“Tidak apa-apa, doakan,” saja kata Rara terlihat tegar.
Rara terpaksa menyuruh kelurganya liburan .Ia yakin ada kekacauan yang besar. Ia takut nenek lampir mengancam kelurganya, karena Ia pasti tau kalau Rara sudah mengumpulkan semua bukti untuk menurunkannya.
“Kakak tidak mau ikut,” kata Rizki kegirangan karena baru pertama liburan keluar negeri apa lagi ke Inggris
“Tidak, kakak ada kerjaan Bastian juga masih di Bali.” Kata rara
“Asik. lebaran pertama di luar negeri nih,” kata Rizki, dengan semangat ia menyusun pakaiannya ke kopernya.
Akhirnya kelurga Rara terbang ke Inggris.
Hari ini akan hari bersejarah untuk keluarga Bastian salim, di mana untuk pertama kalinya Bardi salim berani melawan kekuasaan istrinya.
__ADS_1
Ia juga sudah menelepon Bastian juga agar kembali ke Jakarta.
Bersambung