Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Mengungsikan keluarganya


__ADS_3

  “Ayah juga sakit karena itu juga,  masa hanya rapat harus di Bali sekalian liburan, berapa duit dana perusahan yang di kucurkan membiayai para bajingan itu untuk liburan .Hanya untuk rapat satu minggu di hotel. Enak bangat mereka,  yang kerja siapa yang jalan-jalan siapa, mereka bawa keluarga pula,”  Kata Rara terlihat emosi pura-pura tidak tau kalau para dewan perusahan sebenarnya ingin rapat  membuat kudeta.  


“ Coba loe pikir pasti mereka menganggap pemilik perusahan  bisa dibego-begoin ,kan, masa sampai seminggu.  Perusahaan harus menanggung biaya ,makan menginap mereka selama seminggu, kamu tau biayanya miliaran hanya untuk mereka bersenang-senang.!. Gila kan


Setelah ia mendengar penjelasan yang di berikan Rara ia mendadak setuju,  apa yang di lakukan kakaknya  adalah  salah.


Ia membeberkan  semua yang ia tau pada Rara. Tapi Rara sudah mendapatkan rekaman itu,  ia tidak terlalu menekan lelaki itu. Ia menghentikan aksinya sampai disitu. Ia tidak ingin Ridho mencurigainya kalau ia bertanya lebih dalam lagi.


“Baiklah, aku ingin  bantu kalau kamu perlu sesuatu.” ia menawarkan diri akhirnya, tapi sorot matanya melihat Rara penuh makna.


Apa ia  masih mengharapkan ku, apa ia belum terima kalau saya sekarang istri keponakanya kata Rara dalam hatinya, tidak suka melihat tatapan mata Ridho padanya dan pada anaknya calvin.


“Tidak perlu , gue gak mau loe menyesal nantinya,” kata Rara kembali memasang muka jutek.


Ia tidak ingin berlama-lama  bersama pria itu, ia takut akan muncul rencana yang lain . Ia  sering memergoki mata lelaki  itu, mencuri-curi pandanga padanya,


“Calvin, harus pulang , ia harus belajar ngaji, nanti babeh bisa marah besar kalau ia melewatkan belajar ngajinya,” kata Rara membuat alasan untuk kabur.


“Tapi aku belum sempat mengobrol  dan bermain dengan Alvin,  tunggulah bentar lagi,”   katanya membujuk.


“ Bagas juga, tidak bisa lama-lama sore ini,  ia ada belajar ngaji  juga,”  kata Sukma ikut-ikutan.


Bergegas untuk pulang, walau Bagas  anaknya Sukma protes  minta tambahan waktu, untuk bermain lagi karena belum mencoba wahana yang lain.


Sukma terpaksa bersikap tegas untuk membawanya pulang.


Rara dengan sikap buru-buru , akhirnya berhasil meninggalkan Ridho yang masih berdiri menatap mereka.


“Yes gue mendapatkannya,”  kata Rara tidak bisa mengungkapkan rasa senangnya.


“Gile,  jantung gue mau lepas Rasanya,”  kata Sukma terlihat memegangi dadanya.


Dengan dengan cepat menghidupkan mesin mobilnya, Sukma meninggalkan Taman mini.


Sepertinya Ridho tidak datang bertiga,  ia sepertinya membawa beberapa orang yang berbadan tegap untuk menjaganya.Entah apa tujuan awal lelaki itu.


Untung Rara menyadarinya, matanya selalu mengawasi sekitarnya,  hingga ia  menemukan di setiap sudut,  melihat beberapa pria mengawasi mereka,  saling berkomunikasi satu sama lain, ia memberitahunya juga pada Sukma. Makanya langsung minta pulang buru-buru


“Terimakasih Mey, ini semua berkat bantuan loe,” kata Rara memeluk sahabatnya, setelah berhasil meninggalkan tempat itu dan memilih jalan jalur lain.

__ADS_1


“Tidak ini berkat kecerdasan otak loe  dan  trik loe  yang hebat ,” Sukma tidak henti-hentinya memuji   Rara


“Kita antar anak-anak pulang dan kita kerumah sakit,”  kata Rara sesekali menguap.


“Tiduran saja dulu sebentar,  nanti  gue bangunin kalau sudah sampai,”  kata Sukma. Ia khawatir dengan mata Rara yang terlihat seperti mata panda


Iya benar, gue ngantuk bangat,  tapi  gue takut tidur, gue  takut, bangun-bangun tiba-tiba hilang kerja keras gue,”  kata Rara memeluk  tas ranselnya dan tertidur pulas.


Tujuan awal mereka untuk menyelidiki apa ia Ayahnya Calvin apa tidak,  tiba-tiba terlupakan.


Tapi baru beberapa menit menutup mata, ia sudah terbangun,  karena dihantui mimpi buruk


“Ada apa loe mimpi buruk?” tanya Sukma melihat Rara berkeringat, padahal pendingin mobil menyala.


Ia melihat kebelakang,  kedua bocah itu sudah tertidur pulas. Ia menyelimuti keduanya dengan jaket yang ia kenakan. Melihat Alvin tidur pulas seperti itu,  hatinya sedih dan takut,  karena mimpinya barusan  ada seseorang yang ingin menangkap anaknya.


“Gue mimpi buruk , ada orang  yang  mengawasi kelurga gue dan menculik Calvin,”  kata Rara masih terlihat takut.


“ Itu karena loe,  terlalu takut dan kepikiran terus  jadi kebawa mimpi, sudah tidak apa-apa, sudah jangan takut,  loe berdoa saja,  nyebut, Ra.” Kata Sukma memberinya beberapa lembar tissue untuk mengusap keringat  yang segede jagung,  mengalir dari  keningnya.


“Iya Mey, tapi kita harus melakukan sesuatu untuk keluargaku , mungkin tidak mudah,  tapi gue butuh bantuan  loe, sebenarnya gue sudah memikirkannya beberapa hari ini,”  kata Rara terlihat serius.


“Ada apa? apa yang ingin loe lakukan,”  tanya Sukma terlihat  serius juga


Rara merencanakan  menyuruh  keluarganya, untuk liburan ke Luar Negeri .  Emaknya punya sepupu yang tinggal disana, bekerja di sana , dan sudah lama menyuruh mereka datang berkunjung kesana. Rara berpikir,  itu  hal yang tepat sekalian berlebaran di sana karena lebaran sebentar lagi.


“Mobil Sukma berhenti di depan  halaman rumah  keluarga Rara. Ia menggendong anaknya membawanya masuk. Rara juga menggendong Alvin yang  tertidur pulas.


Setelah beberapa lama duduk dan ia sudah merasa tenang,  ia mengutarakan keinginannya menyuruh keluarganya liburan.


“Beh, Rara mau ngomong bentar,  mak juga kesini,”  katanya memanggil keluarganya duduk


“Ada  apa Ra, roma-romannya serius,”  kata emaknya penasaran


“Rara ingin memberi  tiket  liburan buat keluarga kita emak babeh, Aisah dan Riski dan Alvin berangkatnya besok pagi,” kata Rara  terdengar seperti paksaan


“Lah, kok tiba-tiba ?” Tanya emaknya


“Bentar lagi lebaran babeh ama emak lebaran di Inggris,  rumah paman Danu saja iya, kan, paman dan bibi itu sudah sering menyuruh kita datang, kemarin mereka menelepon dan aku bilang, iya.”  kata Rara ia menyuruh kelurganya meninggalkan  Jakarta agar ia bisa besok bekerja dengan  tenang.

__ADS_1


Mereka terdiam tidak percaya.


“Tapi,  ada apa?” Babenya Rara kurang setuju, karena  liburannya mendadak


“Kebetulan lagi. Rara punya  tiket gratis ada untuk  6 orang Beh, tiketnya dari kantor ,Tian.  Sayang emak,  kalau hangus padahal harganya mahal,” kata Rara  terpaksa berbohong,


“Iya sayang juga  sih kalau hangus, tapi apa harus secepat itu?


Iyah emak  nanti belum mempersiapkan apa-apa.” Kata emaknya.


“Tenang mak, nanti mak beli semua di sana saja,” bujuknya dengan wajah penuh rayuan


Untung Riski dan Aisah  mau dan membantu bicara pada babenya , akhirnya emak dan babeh, mau liburan juga


Rara terpaksa melakukan itu agar ia tenang bekerja, ia tidak takut nantinya . Ia melakukan antisipasi,  takutnya ibu mertuanya akan mengancam kelurganya jika Ridho sendiri sudah tau rencana mereka.  Maka  otomatis Ibu mertuanya juga  pasti sudah tau


Suami  sendiri  ingin di singkirkan,  bagaimana dengan keluargaku,  apa lagi  ia sangat membenci ku,”  kata Rara dalam hatinya.


Ia memikirkan keselamatan kelurganya. Mendengar  penuturan dari  Ridho membuatnya takut, Ia berpikir kalau Hartati benar-benar penyihir jahat yang menggilai kekuasaan.


“Kakak tidak apa-apakan?,”  tanya Aisah,  ia terlihat sangat takut ketika Rara meminta kelurganya di ungsikan dari Jakarta dengan alibi liburan,  ia tau kalau ada hal genting yang akan terjadi.


“Jangan takut, aku hanya mengantisipasi saja, jangan biarkan emak dan babeh mengetahuinya,  biar ini rahasia kita, anggap ini liburan, kamu juga butuh liburan. Jangan pikirkan masalah biaya, berikan apa yang mereka minta, ini pakai kartu kakak, saat ini uang bukan masalah, tapi keselamatan,  tapi tetap hati-hati,”  kata Rara.


“Tapi aku takut, apa kakak tidak apa-apa nanti?”


“Tidak apa-apa, doakan,” saja kata Rara terlihat tegar.


Rara  terpaksa menyuruh kelurganya liburan .Ia yakin ada kekacauan yang besar. Ia takut nenek lampir mengancam kelurganya,  karena  Ia pasti tau kalau Rara sudah mengumpulkan semua bukti untuk menurunkannya.


“Kakak tidak mau ikut,”  kata Rizki kegirangan karena baru pertama liburan keluar negeri apa lagi ke Inggris


“Tidak,  kakak ada kerjaan Bastian juga masih  di Bali.”  Kata rara


“Asik. lebaran pertama di luar negeri nih,”  kata Rizki, dengan semangat ia menyusun pakaiannya ke kopernya.


Akhirnya   kelurga Rara terbang ke Inggris.


Hari ini akan hari bersejarah untuk keluarga Bastian salim,  di mana untuk pertama kalinya Bardi salim berani melawan kekuasaan  istrinya.

__ADS_1


Ia juga sudah menelepon Bastian juga agar kembali ke Jakarta.


Bersambung


__ADS_2