
“Aku tahu Bastian, terimakasih sudah menyelamatkan nyawa Alvin, aku berhutang budi padamu dan berhutang biaya rumah sakit Alvin yang kamu bayar tadi, aku tidak ingin ada masalah lagi Bastian, jadi tolong jangan membantu ku lagi, aku tahu para dokter itu sudah memberitahukan pada ibumu dan mungkin besok surat kabar sudah menulis tentang kita lagi.
Menjauh dariku Bastian seperti yang ibumu inginkan, demi anakku dan keluargaku, kalau kamu mendekati ku ibu akan menuntut ku itulah perjanjian yang aku setujui dan kamu juga tahu itukan?” Rara menatap Bastian dengan perasaan sedih, hal itulah yang tidak disukai Bastian, melihat Rara sedih membuat hatinya terasa sakit.
Bastian terdiam , hatinya sangat sedih dan hancur, saat Rara meminta menjauh dengan tatapan memohon.
“Katakan apa saja untukku Ra, asalkan jangan menyuruhku pergi"
“Bastian, untuk saat ini yang aku inginkan hanya itu, aku tidak ingin ibumu datang dan melihat ku bersamamu lagi, bahkan menggunakan uangmu untuk pengobatan Alvin”
“Ra, apa kita tidak bisa mengatasinya bersama? kalau kita bersama kita akan kuat Ra, kita akan hadapi ibuku bersama-sama”
“Itu tidak mungkin Bastian, kamu dan keluargamu tidak akan bisa aku jangkau, aku sadar akan hal itu, aku hanya mau bilang, terimakasih sudah menyelamatkan nyawa Alvin, aku berutang budi dan berutang uang padamu Tian, tapi tolong aku sekali ini saja, tolong jauhi aku dan anakku agar ibumu melepaskan ku,” ujar Rara dengan raut wajah yang terlihat sangat lemah.
“Aku hanya ingin ada bersamamu dengan Alvin, Ra.” Bastian menatap jari-jarinya yang di balut dengan perban.
'Apa ia ingin menyakiti dirinya?'
“Aku tahu, aku tahu Tian, baiklah aku juga ingin kamu di sisiku, tetapi ... keadaan yang membuatku harus mundur, aku harus memindahkan Alvin dari sini sebelum ibumu menemukan aku di sini bersamamu”
“Baik, begini saja jika kamu harus begitu, biarkan Alvin tetap di sini, aku akan menelepon Ken, untuk membantu,” ujar Bastian.
__ADS_1
Ia memang memiliki cinta yang tulus untuk Rara dan putranya, sebenarnya ia tidak rela kalau Ken yang menjaga Rara. Namun, demi keselamatan Rara, ia rela menahan rasa sakit dan cemburu, Cinta yang tulus akan rela melakukan apapun untuk orang yang ia cintai, itulah yang di lakukan Bastian untuk Rara.
“Tian, terimakasih,” ujar Rara saat Bastian ingin meninggalkan rumah sakit atas permintaan Rara.
Bastian menahan perasaan hatinya terluka tetapi ia tidak ingin Rara tahu. Ia hanya mengangguk kecil, lalu menjauh dari rumah sakit, menunggu Kenzo datang, menunggu beberapa menit Ken juga datang.
“Tian, apa yang terjadi?”
“Alvin, kecelakaan, tapi sudah sadar ….”
“Lalu untuk apa lu menelepon? lo,kan ada di sini?” tanya lelaki bertubuh tinggi besar itu menatap sahabatnya.
“Ken, gue titip Rara iya, dia sempat mengalami serangan kepanikan saat Alvin belum sadarkan diri.”
”Gue minta tolong gunakan kartu gue untuk membayar tagihannya, tetapi bilang saja uangnya milik kamu jangan sampai ibuku dan Rara tahu kalau uang itu milikku”
Ken, melihat Bastian yang saat berbeda saat ini, terlihat jelas, ia begitu khawatir pada Rara dan Alvin.
“Kenapa, bukan lu aja sih Bro?”
Ken juga sebenarnya merasa cemburu saat melihat perhatian Bastian, tetapi ia berpikir lagi, mungkin ia tidak akan mampu memberikan perhatian yang begitu tulus seperti yang di berikan Bastian.
__ADS_1
“Ada ibu Ken. Rara akan mendapat masalah besar jika melihat gue di sini, pergilah gue akan pulang,” ujar Bastian meninggalkan Ken yang masih duduk menatap kasihan pada Bastian,
Ia masih beruntung punya ibu yang tidak mengatur-atur urusan percintaannya, bukan seperti Ibu Bastian yang mengurusi urusan percintaan Bastian sejak dulu, selalu melarang Bastian bergaul dengan sembarangan orang apalagi urusan wanita.
Ken melakukan apa yang disuruh Bastian, ia membayar semua tagihan rumah sakit Alvin dan memindahkannya ke kamar yang lebih nyaman, agar Rara bisa mendampingi Alvin, semua yang diminta Bastia, Ken lakukan, tetapi ada perasan jengkel dalam hati pria bertubuh besar itu, saat ia di minta melakukan semuanya,
“Kenapa kamu harus menggunakan kartu ini sih, aku juga bisa sebenarnya, cinta kalian memang aneh Bro, saling mencintai tetapi terhalang restu orang tua, kalau ama gue mah bebas saja’ Ken membatin, tetapi merasa tiba-tiba ingin marah, karena ia melakukannya untuk Bastian, ia menyerahkan kartu milik Bastian untuk melunasi semua tagihan Alvin sampai satu minggu ke depan yang totol tagihan nya bisa membuat Rara pingsan di tempat. jika sampai tahu, biaya semua tagihannya biaya rumah sakit putranya. Tetapi, karena Bastian meminta agar tidak beritahukan semua total tagihannya pada Rara, karena itu Ken tidak kasih tunjuk .
*
“Terimakasih Pak Ken, aku berutang budi sama bapak,” ujar Rara duduk di samping, saat semuanya sudah di urus Kenzo.
“Baiklah Ra, mudah-mudahan Alvin cepat sembuh,” ucap Ken, pagi itu baru ia memutuskan menemui Rara pagi itu, karena malam itu Bastian tidak memperbolehkannya menemui Rara, ia hanya di minta mengurus administrasi .
“Iya Ra, jangan berterimakasih padaku,”
“Lalu aku harus berterimakasih pada siapa? tanya Rara ia berpikir Ken yang melunasi semua biaya rumah sakit.
"Berterimakasih pada Bastian karena sudah meneleponku," ujar Ken merasa tidak tenang karena berbohong.
Bersambung
__ADS_1
Bantu like dan vote iya Kakak jangan lupa kasih hadiah juga agar ceritanya tetap update.