Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Menabur angin menuai badai


__ADS_3

 Siapa menabur angin akan menuai badai, ungkapan itu sangat tepat untuk seorang Kenzo, saat ia mencari masalah dengan Rara wanita itu benar-benar marah, ia membuat Ken mendapat masalah besar


Sang aktor sekaligus penyanyi itu mendapat masalah yang membuatnya karier di ujung kehancuran.


Bastian mengunjungi kantor polisi karena ia menghubungi nomor Rara tetapi tidak aktif, ia berpikir kalau Rara ikut di tangkap.


"Apa yang terjadi Ken kemana Rara?" tanya Bastian saat ia datang.


"Aku juga tidak"


"Apa malam itu dia ikut minum?"


"Iya"


"Apa yang sebenarnya kamu rencanakan berengsek!" Bastian marah.


Namun, saat ia marah-marah, ada pesan masuk dan itu dari Rara.


[Aku baik-baik saja, jangan khawatir] isi pesan Rara , membuat Bastian bernapas lega.


Bastian menyudahi kunjungannya dan ia keluar dari kantor polisi, karena di sana ada banyak wartawan, karena wanita yang bersama Kenzo malam itu salah satu artis yang lagi naik daun.


Bastian mengeluarkan ponsel nya dari saku celananya dan menelepon Rara.


"Iya"


"Kita harus bertemu,Ra"


"Tidak usah , aku tidak ingin menambah masalah baru lagi dari keluargamu"


"Ra, apa yang terjadi?"


"Seperti yang kamu lihat Bastian, dia bersama banyak wanita saat sedang memakai"


"Apa saat itu kamu tidak bersama mereka?"


Rara menghela napas.


"Aku terjebak di kamar mandi, sudah aku menutup telepon"


"Ra, tunggu! apa kita tidak bisa bertemu?"


"Pak Bastian, maaf aku tidak bisa, biarkan lelaki itu menikmati hari-hari dalam, jangan melakukan apapun”


“Ra, apa kamu yang melakukan Ken masuk penjara?”


“Bukan aku Bastian dia ingin terkenal, melebihimu, permintaanya di kabulkan”


“Maksudnya apa Ra?”


“Tidak apa-apa aku menutup telepon”


Rara menutup telepony. Bastian terdiam ia dalam mobil, ia  memikirkan apa yang d katakan Rara, akhirnya ia paham.

__ADS_1


“Ken, kamu mencari gara-gara pada orang yang salah,” ucap Bastian akhirnya ia mengerti apa yang terjadi.


                               *


Empat hari Ken sudah merasakan dinginnya penjara, apa yang ia inginkan akhirnya kenyataan ia sangat terkenal, saking terkenalnya orang tuanya sampai malu. Karena berita tentang Ken terus saja di goreng dan beri bumbu, hingga menjadi sajiaan yang enak untuk di bahas tiap hari dan ada Rara di balik kasus Kenzo yang menjadi viral. Sampai-sampai management yang mengajaknya kerja sama memutuskan kontraknya secara se pihak dan mengganti dengan aktor baru yang disandingkan dengan Bastian.


Bukan hanya itu saja, Ken kehilangan jop nyanyi di salah satu acara kampanye mengeluarkan secara se pihak. Bahkan wanita yang saat itu menjadi kekasihnya memutuskan hubungan mereka berdua.


Saat ia terpuruk dan terjatuh seperti itu , tidak ada yang perduli padanya, bahkan teman yang selama ini bersamanya mendadak hilang, tetapi Bastian masih menunjukkan rasa empati tanpa embel-embel ingin terkenal ia datang beberapa kali setelah pulang syuting.


“Hidupku benar-benar sudah hancur Bastian, aku bisa gila.’ Ken terlihat sangat berantakan.


“Jalani Bro, setipa perbuatan akan mendapat balasan.” Ken duduk tidak berdaya.


“Aku hanya minum Tian ada yang menjebak aku dan menelepon polisi”


Lelaki bertubuh tinggi itu masih beranggapan kalau dirinya tidak salah, padahal Bastian sudah tahu apa yang dilakukan Kenzo.


                               *


Satu bulan berlalu kini Rara datang,


“Bagaimana kabarmu Pak Kenzo?”


“Ra, darimana kamu selama ini, kamu masih bekerja untukku,aku membayarmu!”


“Berusaha mengeluarkan bapak dari penjara, bagaimana rasanya terkenal Pak?”


“Bukankah bapak ingin terkenal?” Rara mengeluarkan ponselnya ia menunjukkan rekaman pengakuan Kanzo yang ingin memanfaatkannya.


“Rara, kamu kurang ajar, ini ulah kamu! Aku akan menghabisimu nanti, kamu menghancurkan hidupku karier ku”


“Aku hanya membuka matamu, aku ingin memperhatikankan bagaimana rasanya saat terpuruk di manfaatkan, aku ingin kamu merasakan saat kamu terjatuh tidak ada yang namanya teman di saat susah, teman hanya ada saat senang saat kamu sukses, begitulah kehidupan yang sebenarnya"


“Kamu pikir kamu siapa berani melakukan itu padaku!” Kenzo marah sampai berteriak di ruang kunjung.


“Aku teman yang mengeringatkan agar kamu hidup dengan normal, jangan pernah sesekali kamu memanfaatkan penderitaan kelemahan seseorang untuk kepuasan hidupmu”


“Berhenti menasihatiku, kamu perempuan yang sangat jahat, saat aku memberi pekerjaan, kamu menikam ku dari belakang”


“Pak Ken. Dengar ... aku tidak menikammu, tetapi sebagai sesama manusia, sesama teman aku hanya mengingatkanmu, pikirkan dan renungi apa yang sudah kamu lakukan selama ini demi obseseimu itu”


“Kamu hanya perempuan jahat, jangan datang lagi ke sini!” Teriak Ken ia sangat marah.


“Teman yang jahat ini yang peduli padamu”


“Peduli apa? Hidupku sudah hancur karierku sudah hancur! Sekarang kamu sudah puas”


“Kamu bisa membangunnya lagi dari nol dengan lebih baik lagi, bersiaplah aku akan mengeluarkanmu dari penjara”


“Apa …? mengeluarkanku dari penjara, kamu bisa apa Ra, pengacara yang hebat sekalipun tidak bisa mengeluarkanku dari sini”


“Bagaimana kalau kita taruhan” Rara tersenyum kecil.

__ADS_1


“Persetan denganmu Rara, jangan mempermainkan ku”


“Gini, kalau kamu bisa aku keluarkan dari sini, kamu harus bawa aku jalan-jalan ke Korea, bagaimana?”


“Bodo amat!”


Kenzo sangat kesal, wajahnya menghitam menahan amarah ingin rasanya ia mencekik leher Rara.


“Aku tahu kamu sangat marah, tetapi sayang sekali, jika kamu menjalani hidup dengan cara seeperti ini, padahal kamu punya bakat yang sangat luar biasa, suara yang bagus, hanya saja kamu tidak percaya diri dan melakukan hal seperti itu untuk menaikkan pamormu padahal itu sangatmerugikan orang lain, bahkan bisa menyebabkan kematian pada seseorang,” ujar Rara menyeka air matanya .


“Maksudmu kamu membalas dendam padaku karena aku melakukan pada seseorang?”


“Tidak, hanya mengingatkanmu”


“Lalu apa tujuanmu mengingatkanku apa kamu jatuh cinta padaku?”


Rara tertawa,”Dengar anak muda, jangan berpikir aneh-aneh, bapak itu seperti anak kecil untukku” Rara mengulurkan tangannya dan mencubit pipi Kenzo dengan gemas, seperti kakak perempuan yang menggoda adek lelakinya.


Mata Kenzo membelalak kaget, ia malu karena polisi penjaga ruang tunggu tersenyum kecil melihat Rara yang memperlakukan Ken seperti anak kecil.


“Apa yang kamu lakukan … aku bukan Bastian, mungkin Bastian bisa kamu lakukan seperti itu, seperti bocah, Aku tidak," ujarnya dengan kesal.


“Eh, kamu salah, kalau kamu Bastian bukan aku cubit pipinya tapi aku cium pipinya dan aku gigit bibirnya dengan gemas. Tetapi sama kamu aku suka seperti ini. Kali ini Rara mengunakan kedua tangannya mencubit pipi kiri dan kanan dengan gemas.


“Apaaa ... !?" Mata Kenzo membesar segede jengkol.


Wajahnya kembali memerah bagai tobat, karena mata semua orang tertuju pada sosok sang artis dan seorang wanita, kalau saat itu ada camera mungkin sudah mengabadikan momen keduanya.


"Raraaa .... ! Apa yang kamu lakukan?" Ia juga membalasnya dengan cara mencubit pipi kiri Rara dengan satu tangan dengan keras.


“Ah, aaa … auh… auh sakit.” Rara mengusap-usap pipinya yang memerah.


Tidak di sangka Kenzo tertawa ngakak.


“Waktu berkunjung sudah habis, di sini bukan tempat memadu kasih,” ujar seorang polisi denga wajah jutek.


“Baiklah, aku pulang dulu, besok aku akan datang lagi untuk membebaskan Pak Kenzo”


“Kamu bercanda?”


“Tidak”


“Baik, jika besok kamu bisa membebaskan ku dari sini, aku akan membawamu jalan-jalan keluar negeri. Dengar ... bukan hanya kamu, bahkan keluargamu jika perlu”


Sekali lagi Kenzo menyepelekan kemampuan seorang Rara.


“OK, sampai bertemu besok”


“Ok, aku tunggu,” ucap Kenzo mengedikkan kedua alis mata. ‘Kamu tidaklah sehebat itu Rara, tidak semudah itu melepaskan-ku dari penjara’ ucap Kenzo dalam hati.


Bersambung …


Bantu vote like  kakak, biar ceritanya naik

__ADS_1


__ADS_2