
Untuk meminang dan bertunangan dengan Rara selama satu tahun hubungan mereka. Hingga sudah selesai lamaran, tapi menjelang rencana pernikahan, Ia memutuskan hubungan dengan Rara dengan alasan Jenuh dengan sikap Rara yang tidak bisa di sentuh dan tidak bisa di jamah.
Ia juga akhirnya mengakui kalau orang tuanya ternyata keluarga kaya raya, Pangestu Group besan dari salim group.
Fakta kalau Ridho Pangestu adalah paman suaminya dan adik Ibu mertuanya, tentu saja mengguncang hidup Rara.
“Ya Allah kenapa jadi begini amat takdir ku, menikahi keponakan Mantan tunangan. Tragis amat,” kata Rara merepet sendiri dan mondar-mandir dalam ruangannya
Tak ada sedikitpun dalam, bayangannya kalau ia akan bertemu kembali dengan mantan tunangannya, mantan tunangan yang yang menorehkan luka yang amat dalam buat keluarganya. Terutama almarhum engkongnya dulu yang sangat mendukung hubungan meraka berdua. Tapi saat ini mereka harus bertemu kembali
Yang paling buat Rara shock ternyata Ia ada adik mertuanya, takdir memang aneh, orang yang ingin ia hindari, secara tidak sengaja ada di depan matanya saat ini, bukannya ia tidak bisa melupakan lelaki itu, tapi Rara masih menyimpan rasa sakit hati pada lelaki yang pernah mengisi hidupnya selama satu tahun.
Ada rasa dendam dalam hatinya ketika ia pergi begitu saja tanpa meminta maaf padanya, membuat Rara hampir depresi saat itu, di tinggal sahabat yang ia sayangi, tidak berapa lama tunangannya memutuskannya sepihak tanpa penjelasan yang masuk akal. Jelas tidak mudah baginya menerima kenyataan itu.
Apa ibu ingin melawanku dengan mantan tunanganku? Aku tidak takut kata Rara, dengan suara parau, tapi hatinya berkata lain, ia belum siap, bertemu dan mengobrol dengan lelaki itu. Yang ada ia ingin menonjok muka lelaki itu.
Hari ini, ia hanya duduk lemas dalam ruangannya. Tadi ia keluar dari ruangan bosnya yang tak lain mantan tunangannya. Bastian masih sibuk bercengkrama dengan pamannya. Mereka berdua terlihat sangat dekat dan akrap.
Bastian juga pernah bilang pada Rara kalau ia dekat sama pamannya .Tapi ia tidak tau paman yang ia maksud paman mantan tunangan istrinya.
Dalam pemikiran yang sedang kalut, tiba-tiba Bastian masuk, melihatnya duduk lemas dengan muka pucat pasih.
“Ada apa, kenapa langsung keluar?.” Bastian menatapnya penuh curiga.
Ia berpikir apa ia harus menceritakan sekarang, karena ia terlalu shock untuk sekedar memberitahukan kebenaranya.
Karena ia tau Ibu mertuanya berusaha keras ingin menjatuhkannya,
Apakah sebelumnya ia sudah tau kalau Ridho tunangan saya, jadi keluarga yang aku benci selama ini keluarga Bastian? Rara merasa kepala pusing.
__ADS_1
“Kepalaku pusing ,” kata Rara memegang jidatnya sendiri
“Ada apa?.”
“Apa Ia pamanmu?.”
“Iya benar, ada apa sih?.” Tanya Bastian ia bingung dengan sikap panik yang di tunjukkan Istrinya.
“Apa, aku harus menangis, atau aku tertawa ngakak melihat kenyataan ini?” Tanya Rara satu berdecak pinggang dan satu tangan memegang keningnya yang terasa pusing .
“Ada apa sih? Bingung saya jadinya.” Bastian masih menatap dengan alis menyengit,bertanda bingung.
“Loe, bingung, gue kesal setengah mati.”
Dari nada bicaranya. Ia tau kalau situasinya dalam situasi genting, ia duduk dengan sabar mencoba mendengarkan Rara. Ia menunggunya dengan tenang.
“Apa, aku siap mendengar.”
“Ia, paman kamu! Mantan tunangan saya!
“Apa?,” ia terlihat ikut panik “ Kok bisa, maksudmu Ridho Pangestu tunangan kamu?.” Mulut Bastian tergagap tidak percaya, ia tidak tau kalau wanita yang diceritakan pamannya dulu adalah istrinya, ia taunya nama panggilan tunangannya Wina sugar, ia tidak tau kalau Rara Winarti adalah mantan tunangan yang dulu pernah di ceritakan pamannya.
“Iya, takdir memang aneh, mantan tunangan saya paman dari suami saya. Keluarga kaya raya itu, keluarga dari ibu kamu, keluarga yang aku benci lelaki yang paling aku benci di seluruh dunia ini.” Kata Rara dengan mata di penuhi embun gelap yang hampir jatuh.
Sekuat apapun tenaga Rara menghadapi guncangan ini, ia hanya manusia biasa, ia kembali mengingat luka lama, luka lama yang hampir pulih dan hampir ia lupakan ,saat ia sudah menjadi istri dari Bastian salim.
“Apa, ada sesuatu yang belum kalian selesaikan ? kenapa kamu enggan menemuinya kalau kamu merasa semua sudah selesai.” Kata Bastian terlihat lemas.
“Rasa sakit dan Rasa benci yang belum terselesaikan dari hatiku.” Kata Rara terlihat emosi dengan suara bervolume tinggi.
__ADS_1
“Kamu sudah jadi Istriku, Ra, jadi tidak ada alasan untuk mengingat rasa sakit hati itu lagi.”
“Ngomong mah gampang .Bastian, kamu tau gak, apa yang sudah di lakukan pamanmu itu pada keluargaku?.”
Dada Rara terlihat naik turun , bisa di lihat kalau Ia mendapat guncangan yang hebat.
“Aku tidak tau, karena kamu belum pernah menceritakannya.” Bastian terlihat terpancing juga emosinya.
“Bukan aku yang tidak mau, tapi kamu yang tidak mau mendengarkannya.” Kata Rara dengan wajah merah, jelas terlihat kalau ia terguncang atas munculnya mantan tunangannya “ Pamanmu itu membohongi keluargaku bertahun-tahun, ia meninggalkanku.”
“Apa ia meninggalkanmu menjadi masalah saat ini? Kamu sudah jadi istriku Ra, apa kamu menyesal menjadi istriku?.”
“Aku tidak membahas soal ia meninggalkanku, tapi rasa sakit itu yang masih membekas dan belum siap melihatnya lagi, itu sama saja aku membuka luka lama.” Rara bersikeras tidak ingin menemui lelaki itu, ia berpikir luka masa lalu akan muncul kembali.
Sedangkan Bastian berpendapat, ia harus berani menghadapi kalau mereka tidak ada hubungan lagi. Tapi buat Rara keadaan itu terlalu berat. Karena lelaki itu pergi begitu saja dan belum menyelesaikan perasaan masing-masing.
Terus jalan mana pilihan yang tepat untuk Rara.
Rara dan Bastian terdiam suasana menjadi hening, Rara sibuk dengan perasaanya. Bastian hanya bisa menatap istrinya, ia terlihat tidak berdaya,
“Berarti kamu sudah di kalahkan ibu,Ra,” kata Bastian tiba-tiba “ Mungkin ibu sudah memprediksi, kamu akan terkejut seperti ini,Kan ibu sudah berhasil menemukan kelemahan kamu, itu artinya kamu sudah kalah dari Ibu ,” kata Bastian.
“Aku hanya butuh waktu untuk berpikir, ini tidak mudah bagiku, ibu benar-benar kuat, ia bisa membuatku lemah tidak berdaya, tapi kalau misalkan ia orang lain aku bisa menamparnya sebagai balasan sakit hatiku, tapi ini ia keluarga suamiku, orang dekat suamiku bagaimana aku harus bersikap.” Wajah Rara masih mengeras karena menahan emosinya dan air dalam mata itu semakin banyak
“Kamu boleh melakukanya, aku akan mendukungmu, aku tidak peduli ia Pamanku, kalau ia salah tetap harus disalahkan, aku tidak akan membelanya,” kata Bastian.
Saat Rara terlihat emosi dan terluka Bastian bisa menempatkan dirinya sebagai suami yang bisa di ajak berbagi kesedihan, ia tidak menekan Rara, tapi yang ia lakukan memeluk Rara dan memberinya semangat.
Benar, Rara sepertinya menyimpan luka pada mantan tunangannya ia menumpahkan semuanya di dada suaminya, bendungan di matanya benar-benar tumpah membasahi pipi cantiknya.
__ADS_1
Ia menangis sesenggukan, ia menumpahkan kekesalannya. Walau Bastian merasa dadanya terasa terbakar, saat istrinya menangisi pria lain di hadapannya. Ia harusnya marah, tapi ia tidak melakukanya, ia menahan goncangan di dadanya memilih mengerti , ia berdiri di posisi dari pihak istrinya.
Bersambung