Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Bertarung menggunkan otak


__ADS_3

“Kakak tidak mau ikut,”  kata rizki kegirangan karena baru pertama liburan keluar negeri apa lagi ke Inggris


“Tidak,  kakak ada kerjaan Bastian juga masih  di Bali.”  Kata rara


“Asik. lebaran pertama di luar negeri nih,”  kata Rizki, dengan semangat ia menyusun pakaiannya ke kopernya.


Akhirnya keluarga Rara terbang ke Inggris.


Besok  atau hari ini akan hari bersejarah untuk keluarga Bastian salim,  di mana untuk pertama kalinya Bardi salim berani melawan kekuasaan  istrinya.


Ia juga sudah menelepon Bastian juga agar kembali ke Jakarta.


Setelah keluarganya pergi ia baru merasa tenang . merasa beban  dalam pundak terangkat seketika.


“Loe sudah siap? Ia melirik Sukma, wanita itu mengubah penampilannya, ia memotong rambut panjangnya  menjadi sebahu,  ia  menjelma menjadi gadis muda,  setelah memotong rambutnya.


“Iya, tapi gue mau menambah perawatan biar tambah cantik, loe mau bayarin bos?.”  Tanya Sukma bercanda


“Boleh, ayo, gue juga mau merapikan rambutnya jugalah,”  kata Rara merasa perlu ikut potong rambut juga,  setelah melihat Sukma terlihat cantik.


Disela-sela mereka melakukan perawatan. Sukma mengutarakan keinginannya, untuk memakai hijab.


“Tapi Ra, sebenarnya gue pengen pakai hijab, karena Yugo bilang ia mau balik setelah  gue pakai hijab,”  kata Sukma mulai curhat.


Rara dan Sukma  memanjakan diri setelah beberapa hari ini, merasakan urat-uratnya saling bertarikan karena tegang . Tapi setelah semuanya sudah di tangan kini waktunya merenggangkan urat-urat dulu dan memanjakan diri.


“Mey,  gue senang bangat, kalau loe hijrah, tapi harus datangnya dari dalam hati loe,  gue dukung loe pakai hijab,  kalau loe sudah merasa terpanggil dan merasa siap. Bukan karena di suruh ama suami loe yang tukang selingkuh itu, ia tidak  pantas menyuruh orang memakai hijab padahal ia sendiri kelakuannya bejat, tergoda sama daun muda yang mengumbar auratnya.” Kata Rara sewot melihat sifat temanya yang lemah pada suaminya. 


    “ Tapi setelah semua itu, terus loe mau gitu!  disuruh-suruh,”  Kata Rara terlihat emosi jiwa.  


“Kalau loe  sudah siap memakainya gue sangat  mendukung dan gue mau beliin entar selusin kerudung cantik untukmu,” kata Rara


“Loe, serius,”  kata Sukma menunjuk  hidung Rara dan bercanda.

__ADS_1


“Iya, tapi datangnya dari hati loe, itu kalau loe sudah siap dan merasa terpanggil,  jangan karena loe ikut-ikutan dan karena terpaksa, Gue takutnya loe nanti  seperti Artis yang ono artis  sensasional itu, ngakunya dapat hidayah  dan merasa  merasa terpanggil dan gembar-gembor tapi mulutnya masih sama, tapi ujung-ujungnya di lepas dan kembali pamer aurat,kan, ia membuat seperti mainan. Gue gak suka loe seperti itu,  gue mau loe memakainya karena panggilan dari hati ,” kata Rara  terlihat keras dan sangat bijak


Ia menasehati Sukma yang ingin pakai hijab,  tapi karena hanya suaminya berjanji akan kembali padanya. Rara tidak suka dengan cara yang seperti itu


Dasar lelaki egois dan tidak punya otak, dan tidak bersyukur padahal sudah punya anak dan punya istri cantik, tapi tidak merasa  puas kata Rara dalam hatinya.


“Iya gue sendiri sebenarnya masih ragu, tapi ada keinginan kesana , makanya gue minta pendapat loe.” kata Sukma terlihat sendu.


“Iya , gue  akan dukung loe kok, Mey asal loe sudah siap. Asal sudah siap dan berpikir matang-matang, jangan loe cuman pakai karena ikut-ikutan.” Katanya kemudian.


“Gue bingung, hanya ingin Yugo kembali.” Kata Sukma terlihat sedih.


“Kalau gue jadi loe , gue tidak akan mudah memaafkannya,  justru gue ingin memberi pelajaran pada lelaki seperti Yugo, gue gak suruh loe bercerai, tapi beri ia pelajaran ,” Kata tata Rara.


“Apa gue bisa. Ra, gue gak yakin mampu karena  tidak punya keahlian apa-apa,  gak percaya diri,” kata Sukma,


“Loe itu cantik Mey, loe bisa mendapatkan lelaki  yang jauh lebih baik dari ia,  jika loe  mau, maka itu gue bilang ayo kita buat lelaki itu menyesal  telah meninggalkanmu , gue akan bantu loe, mari kita balas dendam tanpa harus berbuat dosa dengan loe balas berselingkuh, itu sama  saja loe  sama kayak  dia.”  kata Rara.


“Jika berhasil loe jadi sekretaris pak Bardi salim,  level loe  sudah naik kelas.”  kata Rara memberi semangat


“Ia betul, mari kita bekerja keras,” Kata  sukma merentangkan telapak tangan  tanda tos untuk rara.


Hari ini,  sesuai rencana  Bastian  akan kembali ke Jakarta , tapi  tiba-tiba ponselnya mendadak tidak bisa di hubungi, tidak aktif. Ia berpikir kalau sudah terjadi sesuatu padanya, bisa jadi  ia di halangi agar tidak pulang. Karena rencananya hari itu rencananya Bardi salim mengumpulkan para anggota dewan mengumumkan bahwa perusahaan itu,  saat ini miliknya seutuhnya dan akan diserahkan pada Bastian salim.


Ternyata   semua rencana yang mereka susun tidak berjalan mulus,  tokoh utamanya mendadak hilang dan tidak bisa di hubungi.


Bardi Salim terlihat duduk lemas Sukma juga terlihat panik


Bukan hanya itu masalahnya,  tidak ada satupun yang datang memenuhi undangan pak Bardi salim. Para pemegang saham perusahaan bahkan petinggi perusaan itu juga tidak ada yang datang .Ia tidak diakui  sebagai Direktur hanya Rara dan Sukma yang berdiri di belakangnya,


Padahal semua bukti dan dokumen sudah mereka pegang. Maka jika sudah seperti ini maka usaha mereka akan sia-sia.


“Haruskah kerja keras kita sia-sia.”  bisik Sukma terlihat sedih,  padahal hari itu ia sudah sangat  cantik  layaknya seorang sekretaris.

__ADS_1


Pak Bardi  terlihat duduk lemas dengan wajah  pucat pasih.


Ternyata Ibu mertuanya  sudah menghalangi para pegawai untuk datang memenuhi panggilan suaminya. Ia mungkin tertawa angkuh menertawakan suaminya dan menertawakan Rara.


Ia membawa para pemegang saham itu keruangannya dan para petinggi perusahaan juga ia  kumpulkan di salah satu ruangan agar tidak datang memenuhi panggilan Bardi Salim.


Rara, Mario, Sukma, dan salah satu supir   hanya itu yang berada di pihak Bardi salim, mustahil rasanya untuk menang .


Bastian juga mendadak hilang. Ia mungkin tidak kenapa-napa,  hanya di sembunyikan suruhan ibunya jadi tidak perlu terlalu khawatir karena ibunya mungkin tidak menyakiti Bastian, mungkin hanya di halangi agar tidak pulang ke Jakarta.


“Jangan panik,”  kata Rara, ia juga tidak ingin kerja kerasnya sia-sia. 


“Berikan aku laptop ayah,”  katanya dengan cepat tangannya bekerja.


“Pergi keluar dan sebarkan gosip kalau di ruangan Direktur bagi-bagi bonus THR.”  Kata Rara mulai menyusun siasat baru,  melawan kelicikan ibu mertuanya harus berlaku licik juga.  


“Mulai gosipnya dari pegawai bawah  dulu, biar gampang datang, dari keliling servis  bagian keamanan,  suruh mereka semua kesini dan mengajak teman-temanya,” kata Rara.


Bukan Rara namanya kalau tidak bisa memecah masalah. Ia melakukan itu untuk menarik perhatian para pegawai agar mau memenuhi undangan Ayah mertuanya.


“Apa selanjutnya Ra, tanya Sukma bingung


“ Sediakan tempat duduk untuk tamu  kita.”  kata Rara dan tangannya  merapikan amplop yang berisi duit itu.


“Ayah mau menuruti apa yang aku minta gak? Kata Rara terlihat tegas.


“Baiklah,  aku akan melakukannya nak Ara.”  katanya penuh harap.


“Jadikan aku sementara saat ini Direktur mengantikan Ayah,  aku akan memberi mereka pelajaran yang tidak mau menurut pada Ayah,”  kata Rara, terlihat marah.


“Baik ,” kata Bardi salim dengan yakin.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2