Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Masuk perangkap


__ADS_3

Insting detektif Sukma  mulai bekerja . Ia yang duduk didepan Ridho menatapnya dengan penuh pengawasan. Mata sipitnya mulai menyelidiki setiap  bentuk sudut wajah  Ridho.


Sesekali ia mengangguk dengan yakin, ia sepertinya sudah dapat menebaknya.


“Ada apa Mey, kenapa melihatku seperti itu, bagaimana keadaanmu. Kamu tidak apa-apa kan, apa kamu sudah berpisah dengan suami?” ia bertanya dengan hati-hati pada Sukma karena, ia melihat pertengkaran mereka.


“Tidak, suami gue di embat pelakor, tapi kita belum berpisah,  tapi menuju ke tahap itu,” Kata  Sukma terlihat tidak bersemangat membicarakan rumah tangganya.


Rara datang membawa minuman yang mereka pesan, untung tempat itu sepi  karena masih bulan Ramadan.


“Ini minuman pesanannya.”  Kata Rara memberikan botol mineral.


“Makasih, sugar, aku tidak puasa lagi. Ternyata kalian juga.”  Ia menatap Rara dengan senyuman manis tapi ia tidak menggubrisnya.


“Kalau loe ma, kita tidak heran lagi,  Ridho, tapi kalau kita berdua tidak puasa karena lagi halangan,”  kata Sukma.


Rara tidak banyak bicara , ia terlihat banyak beban bukan karena malu pada mantannya,  tapi Karena ia juga memantau lewat ponselnya keamanan Ayah mertuanya belum juga  adiknya. Mungkin raga  bersama mereka,  tapi pikirannya pergi kemana-mana.


Di tambah satu malam tidak tidur, bisa di bayangkan betapa sakit kepalanya.


“Kamu, tidak apa-apa sugar?”  muka kamu pucat, tanya Ridho masih perhatian pada mantan tunangannya,


“Tidak kenapa-kenapa hanya kurang tidur,” kata Rara terlihat lelah.


“Apa ada yang menggangu pikiranmu atau kamu perlu bantuan ku?  kamu bisa minta  padaku langsung, tidak usah menyuruh sukma mendekatiku,”


Ia langsung menembak secara terangan-terangan. Mulut Sukma menganga kaget, ia terlihat panik menyadari Ridho  tau tujuannya  mendekatinya, ia ternyata sudah tau tapi pura-pura tidak tau kemarin.


Tapi tidak seperti itu untuk Rara, ia terlihat sangat tenang, tidak ada raut panik sedikitpun.  Ia juga tau kalau Ridho sudah mengetahui tujuan Sukma. Karena malam itu ia berhasil meretas  ponselnya.


“Tidak perlu,” jawab Rara,  sesekali ia menguap dengan gaya cueknya.


“Apa kamu yakin, tidak ingin bertanya padaku?  Kata Ridho balik menyerang mereka kali ini.


“Soal apa?”  tanya Rara.


“Soal rencana besar, yang kalian susun.”  Ia sebenarnya kaget karena ternyata Ridho sudah mengetahui banyak, itu artinya ibu mertuanya juga sudah mengetahui rencana mereka. Tapi lagi-lagi Rara terlihat tenang seolah apa yang di utarakan Ridho tidak benar.


“Gue gak  mengerti yang loe bicarakan, tapi punya rencana besar itu sudah pasti,  gue  ingin bagaimana ibu mertua gue bisa menerima gue sebagai menantunya,  gue  ingin bekerja keras,  tapi sayang selalu ditolak.” Ia punya jawaban pengalihan.


“Loe yakin,  cuman itu?.” Tanya Ridho menatapnya dengan tatapan mengintimidasi.

__ADS_1


“Apa loe pikir masih ada?” Tanya Rara dengan gaya tangan di lipat di dada.


“Iya,”  kata Ridho yakin


“Coba jelaskan apa itu.”  kata Rara. Ia terlihat tenang dan cuek walau jantungnya berdetak kencang. Ia sebenarnya takut kerja kerasnya sia-sia,


Tapi  dari mana ia tau? tanya Rara dalam hatinya.


Tapi melihat Rara bersikap tenang seperti itu.Ridho ragu dengan  apa yang ia katakan sendiri. Sekarang ia yang terlihat gelisah karena sudah terlanjur menuduh dengan buru-buru tanpa bukti.


Ini tentang trik siapa yang lebih cerdas dan siapa yanga akan bertindak dengan tepat mengunakan otak


“Iyaa , kamu punya rencana besar dengan bang Bardi,kan?” ia bertanya , tapi sepertinya ragu dengan pertanyaan sendiri.


Kamu masuk dalam perangkap,  saya kata Rara dalam hatinya ia mulai membuat rencana  besar,  menyerang balik dengan  serangan besar yang menghasilkan


Sukma terlihat berkeringat dingin,  ia takut telah melakukan  kesalahan dan malah menghancurkan kerja keras Rara. Tadi ia bersemangat ingin mengintrogasi  Ridho kali ini ia memilih diam dan pergi meninggalkan Rara dan Sukma .Ia beralasan menjaga anak-anak.


Tapi otaknya terus berputar,  ia mengingat kejadian kemarin apa Bastian memasang penyadap di tubuhnya atau memata-matainya mereka.


“Gue lihat anak-anak dulu iya Ra, takut si mbaknya tidak bisa mengawasi mereka bertiga ,” kata Sukma


“Iya,”  jawab Rara dengan pelan.Ia juga tau Sukma


Wah ini gawat, apa aku telah menghancurkan kerja keras Rara? Ia bertanya dalam hatinya.


“Maksudmu!  Ayah buat rencana besar buat apa? saya pikir  tentu saja ia buat rencana besar memajukan perusahaanya, soalnya ia kan pemiliknya dan   juga yang membangun perusaan itu, terus kalau ia punya rencana besar apa masalahnya.


Ia ingin perusahaanya lebih baik lagi dan mendapat rating tinggi itu yang saya tau, terus maksud kamu rencana besar apa?,”  Rara balik  bertanya. Ridho terjebak dalam pernyataan sendiri   “Apa kamu datang ke Indonesia punya  rencana  untuk perusaan Salim Group?” tanya Rara balik menuduhnya,  kali ini, Rara


pura-pura panik,  dengan  bola mata besarnya menatap Ridho dengan penuh tuduhan .


Ia memangil Sukma membantunya  membuat drama pura-pura takut, terkejut, panik.


Ia juga bingung melihat sikap Rara yang panik dengan kode kedipan mata dari Rara,  ia juga bertingkah heboh melebih Rara. Kerja sama mereka berdua Ridho akan terjebak


“Maksudnya,  rencana besar  kamu menginginkan Kursi direktur?” Tanya Sukma dengan suara panik.


“Bukan seperti itu,”  kata Ridho terjebak dalam jebakan sendiri.


“Terus, maksud kamu rencana besar apa?” kata Rara terlihat sangat panik.   “ Kamu ingin membuat permusuhan untuk keluarga Bastian , habis itu kamu merebut perusahaanya,”  kata Rara menuduhnya lagi

__ADS_1


“Gila, loe pulang ke Indonesia ternyata ingin merebut perusaan salim?”  sukma menuduhnya juga.


“Sial ,berhenti menuduhku seperti itu,”  kata Ridho terlihat emosi dan tidak terima di tuduh.


Rasain loe, kadal pengen loe kadalin kata Sukma melirik Rara


“Baiklah,  kalian diam dulu,  biar aku jelaskan, kakak menghubungi beberapa waktu lalu , ia memintaku pulang ke indonesia memintaku membantunya menyelesaikan malah termasuk menyingkirkan dari hidup Bastian. Ia belum tau tentang hubungan kita.” Ia akhirnya mengakui segalanya dengan rinci. “Ia ingin aku  menjadi direktur di Perusaan salim group,” ia mulai menjelaskan. Ia tidak tau kalau ia sudah masuk dalam jebakan besar Rara


  Rara tidak ingin membuang kesempatan emas itu. Ia merekam pernyataan Ridho, salah satu bukti besar  untuk mereka yang bisa memasukkan Nenek lampir ke penjara.


“Maksudnya,  kamu ingin menyingkirkan Bardi salim dari perusaan sendiri,”  kata Rara mulai memancing.


“Kakak rencananya akan membeli sahamnya semuanya dan menyuruh Bardi salim pensiun, toh juga selama ini,  tidak ada gunanya, kan yang mengurus semuanya kakak juga,”  Kata Ridho dengan pedenya.


“Bukankah keluargamu terlalu maruk untuk harta  dan kekuasaan,”  kata Rara terlihat  terbawa emosi,  tapi Sukma mencubit kakinya agar ia bisa mengontrol emosi.


“Sahamnya di perusaan itukan hanya tinggal berapa persen ,  sudah habis di jual-jualin sama dia, dianya saja yang bego tidak bisa menjaga perusaan sendiri,” kata  Ridho dengan mulut sombongnya, sama seperti kakaknya nenek lampir,  membuat Rara tambah membenci keluarga itu.


“Tapi tetap saja, kenapa kamu tidak bisa melihat dari segi kekeluargaan , apa kamu senang melihat rumah tangga kakakmu sendiri hancur,  karena perebutan harta bukankah itu  terlalu menggelikan, dan jadi omongan orang nantinya, masa suami istri harus bermusuhan karena perebutan  perusahaan , memang tidak bisa bekerja sama suami istri?,”  kata Rara.


“Iya awalanya aku juga berpikir seperti itu, tapi karena ia menggunakan Bastian melawan ibunya,  aku jadi marah,”  kata Ridho sepertinya otaknya sudah korslet di cuci dan di pengaruhi Hartati kakaknya.


“Ayah tidak ada niat menyuruh Bastian melawan keluargamu.  Justru ia ingin Bastian yang mengendalikan perusahaanya dan beliau ingin pensiun itu yang ia katakana padaku,  makanya kami dan Sukma membantu Bastian , itu rencana besar ayah maka itu kami  sering terlihat mondar-mandir keluar ruangan Direktur.  Ia mengajariku sebagai sekretaris  untuk Bastian agar bisa membantunya.”  Kata Rara.


“Tapi kata kakak kamu membeli saham  dari dua orang pemilik saham tertinggi di perusaan itu,”  Kata Ridho


Ternyata sudah mengetahui semuanya,  tapi Rara tidak ingin kalah. Walau jantung berpacu hebat, ia berusaha bersikap tenang agar Ridho tidak curiga, karena lelaki itu sudah membeberkan semua rahasia besar pada Rara. Ia tidak tau kalau ia sudah masuk jebakan Rara  dan Sukma. Pernyataan-pernyataan yang ia ungkapkan bisa menghancurkan kakaknya sendiri, Rara sudah mendapatkannya.


Ia ingin ibu mertuanya merasakan indahnya di kalahkan menantu sendiri dan bagaimana rasanya kalah karena adik yang inginkan membantunya malah dikhianati adik sendiri.


“Gue bukan mengancamnya, tapi kata ayah mereka yang terlebih dulu mengancam ayah dan memeras minta dana untuk biaya kampanye, emang perusahaan punya nenek moyangnya apa?   banyak pegawai yang belum dapat gaji layak,  padahal bekerja keras di lapangan mencari berita,  panas-panasan.


Tapi mereka enak bangat meminta dana kampanye padahal kerjanya  tidak ada, emang perusahaan salim group sapi perah apa?”  Kata Rara terlihat emosi, ayah tidak tau apa-apa  karena ayah sakit memikirkan pemerasan itu, itu membeli itu dari aku dan Bastian.”


Kata Rara memutar balikkan fakta,  tapi anehnya Ridho percaya.  


“ Kamu pikir Bastian pergi ke Bali mau ngapain, ia minta dukungan, tapi kasihan suami gue, di tolak karena masih bocah katanya, sakit ne hati gue, hasil kerja seseorang nilai dari umur bukan hasil,” kata rara berpura-pura sedih.


  “Ayah juga sakit karena itu juga,  masa hanya rapat harus di Bali sekalian liburan, berapa duit dana perusaan yang di kucurkan membiayai para bajingan itu untuk liburan .Hanya untuk rapat satu minggu di hotel. Enak bangat mereka,  yang kerja siapa yang jalan-jalan siapa, mereka bawa keluarga pula,”  Kata Rara terlihat emosi pura-pura tidak tau kalau para dewan perusaan sebenarnya ingin rapat  membuat kudeta.  


“ Coba loe pikir pasti mereka menganggap pemilik perusahaan  bisa dibego-begoin ,kan, masa sampai seminggu.  Perusahan harus menanggung biaya ,makan menginap mereka selama seminggu, kamu tau biayanya miliaran hanya untuk mereka bersenang-senang.!. Gila kan.?

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2