Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Calon buah hati


__ADS_3

Sukma mengedipkan matanya pada perawatnya agar tidak membahasnya.


“Ah aku di rumah sakit, iya!,”wajahnya terlihat masih pucat.


“Iya, kita pulang iya, loe istirahat di rumah saja, sus tolong bantu bawa ke mobil iya,” kata Sukma membawa Rara hati-hati sadar ada janin di rahim sahabatnya, ia bersikap sangat was-was. Ia belum memberitahukan pada Rara tentang kehamilannya.


Ia tidak tau nanti reaksinya, Sukma saja terlihat sangat senang dan bahagia, apa lagi Rara.


“Hat-hati iya sus,” kata Sukma memperlakukan Rara seperti seorang pasien darurat


“He, gue tidak perlu di perlakukan kayak gini juga kali Mey, gue seperti pasien tabrak lari jadinya bila diperlakukan seperti ini, gue kuat, gak usaha di bopong dua orang juga,” kata Rara ia bingung di perlakukan seperti itu padahal ia merasa tidak apa-apa lagi.


“Hus, sudah diam ! otak loe miring soalnya,” kata Sukma menimpali.


Membuat perawat yang yang iku membantu tersenyum mendengarnya.


“Enak saja ngatain otak gue miring, emang terlihat stress apa! ,” Ia protes saat Sukma mengatainya .


“Melarikan diri tadi pagi. Di sebut apa coba ?,” sahut Sukma


“Oh itu beda ceritanya, itu karena gue yakin ia ada di sana,” katanya lagi membela diri


“Berpikir panjanglah, Ra, bilang kita dulu minta bantuan kita kalau ada apa-apa jangan main kabur begitu, kayak maling ayam.” Kata sukma


Perawat yang membantu mengantar Rara hanya diam mendengar perdebatan kedua sahabat itu.


“Makasih iya sus,” kata Rara ramah setelah sampai di samping mobil sukma.


“Baik, sama-sama mbak Ara, mbak gak boleh capek dan gak boleh banyak pikiran dulu iya! kasihan nanti-“


ia terpotong karena Sukma memberi kode.


“Iya kasihan, kalau ia balik lagi kerumah sakit,” kata Sukma memotong omongan perawat itu.


“Oh , iya benar,” Kata perawat menimpali.


Sukma yang biasa membawa mobil seperti pembalap, kali ini, ia lambat dan halus setiap kali ada polisi tidur dan lobang, kalau biasanya tidak memperdulikannya. Maka saat ini ia bersikap hati –hati, memperlambat mobilnya bila ada lobang dan polisi tidur.


“Mey , loe kenapa?,” tanya Rara terlihat heran melihat sikap Rara yang terlihat was-was dan terlihat sangat perhatian.


“Gak ,apa-apa, loe pasien dodol ! loe baru bangun dari acara pingsan ,” jawab Sukma

__ADS_1


Hingga tiba di rumah. Sukma masih memegang tangannya dan membawanya kekamar.


“Gue bisa sendiri Mey, tidak perlu di perlakukan seperti itu, loe itu aneh hari ini,” kata Rara.


“Ra, gue mau ngomong hal penting ama loe, kata Sukma menarik nafas dalam-dalam , tapi sebelumnya ia sudah mendudukkan Rara di kasurnya di kamarnya.


“Apa, wajahnya ikut tegang, melihat raut wajah Sukma, ia menduga hal buruk yang akan di sampaikan Sukma padanya. Ia menduga ada hubungannya dengan suaminya.


“Ra.. ! ia menarik nafas panjang lagi “ Ra, loe hamil!” katanya degan suara teriakkan.


Otak rara yang belum merespon omongan Sukma, hanya bisa bengong dan mengira salah dengar


“Apa?.” Ia bertanya lagi.


“Loe Hamil, loe hamil anak Bastian,”teriaknya kemudian


“Benarkah Mey? benar kah? Haa.haa,” ia menangis memegang perutnya, hatinya sangat bahagia dan sekaligus sedih


“Loe, kudu hati-hati Ra, ia masih sangat muda, kalau loe nekat kayak tadi pagi, ia tidak bakalan bisa bertahan, loe harus banyak makan, loe tidak boleh sedih, loe tidak boleh banyak bergerak,” kata sukma memberi nasehat


“Iya ampun Mey, apa gue harus menangis apa harus tertawa,” kata Rara matanya di penuhin gumpalan awan dan bendungan air itu akhirnya tumpah.


“ Babeh sama emak pasti bahagia ,Mey ,” kata Rara mengusap matanya.


“Makanya, loe kudu menjaganya, jangan pergi lagi ke rumah ibunya Bastian, atau kamu akan di seret dan di pukul lagi dan kamu bis-bisa kehilangan anak nantinya, jangan ada dipikiranmu setelah kamu hamil, ibu mertuamu menerima, tidak bakalan, loe harus tau yang perlu harus tau loe itu hamil,.


Hanya Bastian agar bisa menjagamu,” kata sukma memberi nasehat,


Rara mengangguk setuju pada nasehat Sukma.


“Gue yakin, Bastian akan datang kok Mey, gue bahagia bangat,” kata Rara tangannya mengelus-elus perutnya yang rata


“ Aku akan menjagamu sayang, percayalah,” kata Rara mengelus perutnya , ia bersikap seolah di dalam perutnya sudah ada bayi yang bisa mendengar omongannya


“Ra, loe harus hati-hati jangan bilang siapa-siapa dulu, kalau loe hamil anak Bastian lihat perlakuan Viona kemarin pada kamu,” kata Sukma mengingatkannya.


“Baik Mey, gue ngerti, tapi loe harus bantuin gue, bulan ini bulan ulang tahun Bastian gue ingin kasih surprise untuknya, dengan kabar kehamilan gue sebagai kado kejutannya,” kata Rara terlihat sangat bahagia.


Rara mendekor kamar itu untuk memberi kejutan pada suaminya, segala hiasan ia buat dengan begitu apik dan menakjubkan.


Hasil USG dan bukti kehamilannya ia bungkus dalam kotak kado untuk Ia berikan kejutan nantinya untuk Bastian,

__ADS_1


Ia sudah normal kembali, nasehat Sukma, ia dengar dan ia turutin, ia minum susu walau seumur itu, ia tidak pernah mau minum susu karena bau katanya


Tapi saat ini, ia memaksa meminumnya sampai-sampai ingin muntah, tapi ia menahannya. Ia memencet hidungnya agar susunya bisa masuk kelambungnya demi kesehatan calon bayinya ia mau melakukanya.


Tapi enaknya, ia tidak merasa mual ataupun pusing


“Ayo kita bertahan sayang, kita harus sama-sama kuat sampai ayahmu datang,” kata Rara, lagi-lagi mengusap perut ratanya.


‘”Loe gak merasa pusing Ra, ga mual gitu,” tanya Sukma


“Gak, gue merasa biasa saja, hanya susu itu yang membuat gue pengen muntah, karena tidak suka baunya,” kata Rara.


“Loe hamil kebo kayaknya ,Ra, gue berharap yang mengalami mual dan mengalami ngidam Bastian sih, itu pasti seru, agar ia ingat pulang,” kata Sukma. Berharap Bastian yang mengantikan Rara, mengalami ngidam.


“Memang bisa begitu Mey? Tanya Rara.


“Beda-beda Ra, kalau gue dulu ke empat anak gue semuanya, gue ngidamnya parah, tidak bisa mencium bau nasi, tapi suka cium keringat mas Yugo,” kata Sukma cerita pengalaman selama hamil ke empat anaknya tapi raut wajahnya terlihat sangat sedih


Karena Sukma akhirnya memilih tidak mau memaafkan suaminya, ia memilih berpisah walau suaminya sudah meminta maaf dan berjanji tidak mengulang lagi.


Ia sampai membawa keluarganya untuk meminta maaf, tapi sukma menolak dengan tegas.


Semua orang tidak menduga kalau Sukma memilih ingin berpisah saja, karena semua orag tau kalau ia cinta mati pada suaminya. Tapi ternyata cinta besar sekalipun, bisa pudar jika sering tersakiti.


“Jangan sedih ,Mey,” kata Ia memeluk sahabatnya


Rara lagi-lagi masuk ke dalam kamar mereka dan menghias kamar itu lagi, sampai benar-benar sangat unik, benar-benar kejutan ulang Tahun yang besar untuk suaminya nantinya


Tinggal menunggu Bastian datang dan ia akan mendapat kejutan besar itu dari istrinya.


“Mey gue yakin Bastian pasti sangat bahagia, ia pernah bilang kalau ia punya anak ia pasti akan sangat bahagia dan ingin punya anak banyak tidak sepertinya yang tidak memiliki saudara Kata Rara


“ Ini buah cinta kami Mey, gue bahagia bangat dan tidak sabar bagaimana perutku nanti melendung seperti balon,” kata Rara mengarahkan perutnya kearah kaca mempraktekkannya seperti orang hamil


“Iya, gue yakin Bastian juga pasti bahagia juga Ra, semua suami pasti bahagia jika istrinya hamil,” kata Sukma ikut senang melihat Rara yang terlihat bahagia karena kehamilannya.


Pulanglah Bastian. Rara ingin memberi kejutan untukmu, gue yakin loe pasti bahagia sama sepertinya saat ini, kata Sukma dalam hatinya


Menatap Rara yang masih berdiri di depan kaca.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2