
Saat Rara mengambil keputusan dengan cara membiarkan Bastian membenci dirinya dan menganggapnya sebagai wanita matre. Karena di depan matanya Rara menerima uang teresebut.
Bastian melampiaskan kemarahannya yang menghabiskan waktunya di diskotek dan mabuk-mabukan. Sementara Rara , setelah satu minggu sejak kejadian itu, ia mengurung diri di indekos, tidak mudah baginya mengambil cara seperti itu, apalagi berita yang masih beredar di media, satu minggu kemudian, ia kembali bekerja ke rumah Kenzo.
Hubungan keduanya kembali ke fase yang buruk, Bastian menenggelamkan dirinya dengan cara mabuk-mabukan. Rara kembali ke rumah Kenzo untuk bekerja sebagai bodyguard dan asisten.
Saat Rara tiba, Ken, hanya diam melihat wajah Rara, ia semakin dengan berita yang beredar kalau hubungan keduanya di tentang.
“Apa semuanya baik-baik saja Ra?”
“Tidak Pak Ken, situasi hatiku tidak baik”
“Apa berita itu benar?” tanya Ken hati-hati.
“Iya, benar semuanya benar bahkan lebih buruk dari berita yang beredar”
“Apa kamu hamil?”
“Belum dan mungkin bakalan hamil satu bulan ke depan”
“Lalu apa yang terjadi? Kenapa kamu malah datang ke sini?”
“Ibu Bastian memberikan aku uang banyak”
“Lalu kamu menerimanya …?” Ken menatap Rara dengan tatapan menyelidiki.
“Aku mengambilnya,” ucap Rara dengan raut wajah yang terlihat sangat tertekan.
“Kamu bukan wanita yang seperti Ra, aku tidak yakin kamu melakukan itu,” ucap Ken dengan wajah yang tampak kecewa.
Rara menceritakan semuanya pada Ken, lelaki berkulit gelap itu semakin salut dengan sikap Rara yang berani mengambil keputusan demi keluarga dan anaknya.
“Apa kita perlu liburan, untuk menghilangkan beban di pikiranmu?” tanya Ken mendadak lelaki playboy itu jadi berubah baik, sejak ia masuk ke penjara .
__ADS_1
“Maaf saat itu aku menolak bertemu dengan keluargamu Ken, aku tidak ingin ada kesalahpahaman saat itu”
“Aku tahu Ra, untungnya kamu menolak, kalau kamu datang aku yakin Mamiku akan menjadikanmu menantu”
Rara tertawa saat Kenzo memberinya hibur-hiburan dan mengajak nya bercanda,
“Ra, apa kamu mencintai Bastian?” tanya Ken dengan raut wajah yang terlihat sangat serius.
Rara hanya tertawa kecil, tetapi matanya terlihat sangat sedih, demi apapun ia jatuh cinta dengan lelaki tampan itu, tetapi menyembunyikannya perasaan cinta itu di bagian paling dalam hatinya, hingga siapapun tidak bisa melihat perasaan cinta itu.
Bagi Rara lebih baik ia memendam perasaan cinta itu di dalam hatinya dari pada orang lain sakit hati dan terluka.
“Baiklah, kamu tidak bisa menjawabnya tetapi matamu memberiku jawaban Ra, kamu mencintainya," ucap Ken.
“Dia lelaki yang tidak bisa aku jangkau Ken, akan banyak air mata dan luka, jika aku membuka hati padanya, aku tidak ingin anakku dan keluargaku menderita karena itu, karena aku bukan Cinderella.”
Aneh se sedih apapun hatinya air matanya seakan-akan tidak mau keluar Rara tidak pernah menangis .
“Jadi bagaimana? Apa kita perlu liburan, biar aku beli tiket”
“Terserah kamu, kalau mau diambil ayo, kalau kamu belum siap bertemu Bastian jangan diambil," ucap Ken.
“Tidaklah, kita harus profesional, lagian ini kesempatan kamu untuk memulai karier lagi”
“Itu tidak ngaruh Ra, ini pemotretan untuk pakaian rancangan Bam-bam, itu kontrak kerja antara teman, semua yang akan pakai nanti, rancangan Bam-bam”
“Tidak apa-apa mari kita berjuang dari nol lagi,” ucap Rara bersikap pura-pura semangat padahal dalam hatinya sakit, karena merasa bersalah melihat kekecewaan dari wajah Bastian beberapa hari lalu.
“Baiklah, kamu harus persiapkan mental kamu, jika kita akan menerima pekerjaan ini. Ketahuilah, nanti di sana, akan, banyak teman-teman Bastian saat sekolah dulu dan mungkin Viona akan ada di sana, pemotretan ini semacam reuni juga untuk kami, biasanya akan diadakan satu kali dalam enam bulan.
“Baiklah, tidak apa-apa, sudah biasa menghadapi orang kaya yang sombong." Rara yakin pada dirinya
“Baiklah yang penting aku sudah memperingatkan”
__ADS_1
**
Benar saja pemotretan itu diadakan di salah satu rumah mewah di kawasan Pondok Indah, bahkan par-kiranya di penuhi mobil-mobil mewah milik para artis bahkan ada juga milik Bastian.
Sebelum mereka turun Ken mengingatkannya lagi.
“Ra, tadi aku mengabari Bastian kalau kamu ikut bekerja samaku lagi, apa kamu yakin tidak apa-apa?” tanya Ken menatap Rara dengan tatapan memburu.
Awalnya Rara sempat kaget dan gugup, tetapi ia berkata lagi;
“Tidak apa-apa it’s ok, no problem”
“Ok”
Rara bukan robot ia seorang wanita seperti umumnya hanya membedakannya saat ini, ia wanita yang lebih dewasa dan ia dari kalangan ekonomi yang kalangan bawah, itu yang membuatnya berbeda. Jadi kalau di ditanya apa ia gugup …? Saat berjalan tiba-tiba Rara berhenti dan berkata pada Ken;
“Yes, Im nervous”
“Hei, kamu bukan wanita lemah, ku tahu itu,” ujar Ken,
Rara menghela napas panjang lalu berkata.
“Ok. Baiklah”
Lalu ia berjalan santai lagi, menuju sebuah ruangan yang sudah dipenuhi banyak orang teman-teman Bastian dan Ken.
“Hai Ken, apa kabar Bro, maaf tidak mengunjungimu saat di dalam penjara Bro, saat itu gue sibuk,” ujar Bam-bam si desainer muda berbakat bertubuh tambun.
“Tidak apa-apa Bro, gue ngerti,” ujar Ken dengan raut wajah senyum yang dipaksakan.
Padahal lelaki itu sudah tahu yang mana kawan sejati dan mana yang hanya kawan karbitan
Bersambung ...
__ADS_1
Bantu like dan vote iya Kakak kasih hadiah juga
Terima kasih sudah baca karya karya saya kak,mudah mudahan kaka suka dan terhibur, bantu ya komen di setiap bab,boleh kasih masukan biar semakin semangat untuk up-nya setiap hari