Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Aku tidak ingin Putraku masuk berita gosip


__ADS_3

Satu minggu Calvin tinggal di rumah Bastian,  kedatangan bocah tampan  itu mengubah banyak hal untuk bastian dari, anak Rara ia belajar bersikap tenang.


Tetapi karena keluarga Rara sudah mendesak Rara untuk mengantar  Alvin untuk pulang,  terutama babenya Rara, hampir tiap  sekali empat jam ia menelepon, menanyakan kabar pertanyaan yan lajim layaknya  seorang kakek pada cucu.


‘ Apa kamu sudah makan, apa kamu sudah sholat?”


Babenya Rara sangat dekat dengan Alvin, makanya saat Rara membawa satu minggu putranya bersamanya  babehnya yang paling rajin menelepon,.


Setelah satu minggu ikut dengan Rara keluarganya meminta Rara membawa pulang dengan alasan Calvin mau sekolah, mau ngaji.


Padahal Bastian sudah sangat akrap dan dekat dengan  bocah berwajah tampan itu. Ia memang selalu jadi rebutan karena ketampanannya.


Wajahnya membuat orang ingin mencubit pipinya setiap kali melihatnya termasuk Bastian yang baru satu minggu , tetapi, jadi teman bermain.


Tapi saat keluarganya menelepon dan ingin bicara pada Rara, ia belum siap untu melihat keluarganya. Rara sepertinya  masih enggan bertemu keluarganya terlebih emaknya, ia memilih menyuruh Risky adeknya yang menjemput Calvin bertemu di mall dekat rumah mereka.


“Kenapa Ra?” tanya Bastian saat Rara menutup ponselnya.


“Hanya belum siap, mungkin nanti hanya butuh waktu”


“Iya, lebih baik jangan dipaksakan, iya Calvin pulang padahal Om sudah mau  mengajak Alvin jalan-jalan tadinya,’ ujar Bastian.


“Tidak apa-apa Om, kan, masih bisa besok-besok”


“Iya baiklah, nanti kita bertemu lagi”


“Baik Om. Tapi Om …Jaga ibu baik-baik iya” bisiknya ke kuping Bastian, mata Bastian membelalak kaget dengan permintaan bocah polos itu.


Ia tersenyum Takjub, “Baiklah” bisik Bastian gemas ia mendaratkan bibirnya ke pipi Alvin. Baru kali ini ia merasa tertarik dengan anak kecil dan baru kali ini juga ia melihat seorang anak yang sangat perhatian dengan ibunya.


Padahal ia tahu Rara bukanlah wanita yang  melahirkannya . Namun kasih sayang ibu dan anak itu melebihi ibu dan anak kandung.


 ‘Apakah kasih sayang lebih kuat dari hubungan darah? Bagaimana perasaan  ayah ibu anak ini, jika mereka tahu kalau anak yang mereka berikan pada orang lain, seorang malaikat’ Bastian membatin


Karena rasa sayangnya pada Alvin Bastian memberikan semua mainannya untuknya, hal yang tidak pernah ia lakukan pada orang lain.


“Apa kamu yakin akan memberikan itu padanya, sebaiknya pikirkan dulu,” ujar Rara saat ia melihat mobil-mobilan yang dipajang dalam lemari kaca itu diberikan pada Alvin


“Tidak apa-apa, aku merasa ada sesuatu  hubungan dengan anak ini, barang bisa dibeli, tetapi perasaan  tidak bisa dibeli dengan uang”

__ADS_1


“Kesamaan kalian berdua sama-sama ganteng, itu saja, tetapi terimakasih kalau kamu memberikan mobilan itu untuknya, aku yakin ia akan membawa semua teman-teman bermainnya ke rumah untuk menceritakan dan memamerkan mobilan itu”


“Tidak apa-apa, biarkan dia membawanya” Bastian membantu membawa barang-barang turun ke bawah.


“Sampai di sini saja Tian, aku takut nanti ada wartawan yang melihatmu,” ucap Rara meminta  tas kecil dari tangan Bastian.


“Baiklah.” Ia tidak membantah karena apa yang dikatan Rara benar


Rara memilih naik taxi mengantar Alvin menemui adeknya.


                                     *


“Apa mpok tidak mau pulang?” tanya Risky adeknya,


“Nanti, hanya belum siap untuk saat ini, untuk kembali ke rumah. Juga butuh mental yang kuat untuk menghadapi mereka,  para emak-emak tetangga,  gue takut nanti gue pulang emak marah besar lagi”


“Maafkan emak ya Mpok,” kata Risky adeknya.


Calvin menangis saat dibawa adeknya,  ia  ingin tinggal di tempat Bastian . Tapi memulangkannya hal yang tepat, Rara tidak ingin  membahayakan karier majikanya juga, ia juga menjaga keluarga Bastian.


Tetapi apa yang ditakutkan Rara, maka itulah yang terjadi, saat ia ingin pulang setelah mengantar Calvin, matanya melotot kaget karena salah satu surat kabar yang di gantung  seorang penjual koran menampakkan wajahnya.


“A-a-apa ini?” ucap Rara panik.


gosip dengan berbagai judul artikel yang bermacam-macam. Ternyata sebelum Rara menceritakan pada Bastian, ternyata lelaki tampan itu sudah mengetahuinya, ia meminta orang-orangnya menghapus berita  dari semua berita, termasuk media cetak.


 Bastian punya koneksi, berita bisa menghilang sekejap dari muka bumi dan menghilang dari dunia maya.


’Menjadi orang kaya seperti Bastian memang menyenangkan’ Rara membuka internet dan mengecek situs gosip, semuanya menghilang


“Daeebak,”ujar  Rara.


“Hal itu sudah biasa, bukan hanya dengan anak kamu”


“Iya itulah resiko jadi artis”


Saat mereka berdua bernapas legah, karena berita sudah menghilang, tetapi mereka berdua tidak menyadari kalau ada seseorang yang sangat marah membaca isi berita,  berita itu, sampai juga ke hadapannya.


“Dasar wanita kampung, dia tidak tahu batasan dirinya, apa dia tidak tahu batas antara pembantu dengan majikan?”

__ADS_1


“Bu, anak wanita itu dibawa satu minggu ke apartemen Pak Bastian”


“Apa? satu minggu kamu bilang?”


“Iya Bu”


“Kurang ajar, aku harus memberinya pengertian dan ingin memberitahukan dirinya dan memberikan kaca besar padanya. Janda memang selalu sangat berani”


“Seorang wartawan melihat kalau Pak Bastian memberikan kartu Black cardnya untuk membeli Tas Bu”


“Apa?”


Ia berdiri dengan tatapan bengis pundaknya naik turun karena menahan sesuatu yang terasa terbakar di dalam dadanya.


Ia menyambar ponselnya dan mencari nama di kontak panggil ponselnya dan menekan nomor seseorang.


“Halo Olivia,” suara Ibu Bastia di ujung telepon.


“Apa,  sudah membaca berita tentang Bastian Tante?”


“Berita apa Olivia?”


“Kita bisa ketemu tidak, Tan?”


“Boleh,kebetulan tante sedang di salon langganan nanti untuk perawatan”


“Ok Tante, aku tahu dimana Itu, aku datang”


Saat kedua wanita pembenci Rara bersatu, maka sudah bisa dibaca apa yang akan terjadi.


Di sisi lain Rara seakan punya perasan akan ada masalah.


"Apa kamu yakin  keluargamu tidak melihat ini?"


"Sepertinya tidak," ujar Bastian bersikap tenang.


"Tetapi aku punya pemikiran yang lain, aku merasa  keluargamu datang ke sini, kalau hal itu terjadi aku meminta maaf kalau membuatmu dapat masalah, aku tidak pernah menduga kalau aku melibatkan putraku dalam masalahku," ujar Rara dengan wajah bersalah.


"Jangan khawatir, tidak akan  ada masalah, dia tidak akan apa-apa," ujar Bastin mencoba menenangkan pikiran Rara.

__ADS_1


Bersambung ….


Bantu like dan vote iya Kakak jangan lupa kasih hadiah juga, agar bowers naik


__ADS_2