
Melihat Bastian datang, ia jadi bahan perhatian
Tidak ingin suaminya jadi tontonan orang-orang, ia membawa Bastian kerumah.
Makan bersama terasa keluarganya dan kompak itu yang di lihat Bastian dari keluarga Rara yang tidak ia dapatkan dari keluarga besarnya
Calvin entah kenapa ingin nempel terus pada Bastian,
Mereka terlihat seperti anak dan bapak kandung,
Mulai dari makan yang di sukai dan yang tidak di sukai
Bastian tidak pernah menyukai Wortel baik Calvin juga.lucu rasanya melihat mereka berdua sama sama memilah-milah sayur wortel dari pring masing-masing.
Emaknya Rara sampai ketawa melihat tingkah sama mereka berdua.
.
“Ok besok lusa kita sudah berpuasa, ini awal baru dan Puasa pertama untuk Ara , semoga kalian berdua bisa menjalankannya,” kata Babehnya Rara
Bastian pertama saja yang terlihat kaku, tapi lama-kelamaan ia ikut berbaur juga , ia sangat sopan tidak menunjukkan kalau ia seorang anak orang kaya, sifat Bastian sangat berbeda dengan sikap Ibunya yang sombong.
Ibunya Rara menyukai Bastian, Rara sempat khawatir kalau ia merasa terganggu karena banyaknya orang di rumah saat itu. Habis acara makan sudah selesai Bastian terlihat mulai menguap.
“Mau melihat bintang?”
“Haa, disini emang ada teleskop?”
“Tidak perlu teleskop, ada yang alami, mau ikut apa gak?” tanya Rara menarik tangan suaminya ke lantai atap, satu lantai yang sengaja di buat terbuka, dan babehnya untuk mengusir kejenuhannya selama di rumah, menanam sayur-sayuran di lantai atap, jadi terlihat sangat sejuk.
“Wah keren disini” Bastian mengagumi tempat itu.
Apa kamu bosan tadi?” tanya Rara melihat Bastian yang beberapa kali menguap.
“Tidak, hanya lelah hari ini, aku hanya lelah Rara kenapa kamu menanyakan semua itu padaku”
“Aku melihat kamu tidak bersemangat, aku khawatir” kata Rara menatap suaminya.
“Aku tidak bosan, hanya mengantuk. sayang” jawab bastian mencoba menyakinkan
Tidak beberapa lama ponsel Bastian berdering, tapi ia tidak mau mengangkatnya, wajahnya terlihat marah.
Selaku istri, sebenarnya ia berhak menanyakan akan hal itu, tapi Rara tidak ingin mencurigai Bastian, anggap saja yang meneleponnya itu temannya, ia hanya berpikir tidak terlalu posesif sebagai istri,
__ADS_1
Tiba-tiba Rizki dan teman-temanya ikut naik, minta foto dengan Bastian, tadinya Rara khawatir permintaan foto mereka di tolak dan mereka di abaikan, karena Bastian terkenal dengan gaya cuek terhadap penggemarnya
Tapi kali ini tidak untuk teman-teman adiknya. Ia terlihat baik dan Ramah.
Anak remaja itu terlihat senang tertawa cengengesan saat mereka mendapat tanda tangan dari Bastian.
“Ini buat, kak Bastian dengan sikap malu-malu sebagai ucapan terimakasih memberikan bunga dan boneka layaknya pengemar .
“Baiklah, terimakasih , kata bastian menatap tajam kearah istrinya, karena Rara terlihat tenang tidak terusik dengan sikap anak-anak remaja tersebut.
Anak-anak remaja teman-teman Rizky, akhirnya pulang juga karena sejak tadi menggangu Bastian karena tingkah mereka.
Kini tinggal Bastin dan Ara yang duduk terlentang menatap langit.
“Aku capek Ra, kok kamu tidak menolongku sih” ia merenggut karena Ara tidak menolongnya tadi membiarkan anak-anak perempuan remaja itu mencubit tangannya karena gemas.
“Itu karena kamu idola,Tian” sahut Ara pelan dengan mata tertutup ternyata angin sepoi-sepoi membuatnya mengantuk, karena lelah juga sejak tadi malam, mempersiapkan acara pertemuan keluarganya dengan keluarga Bastian.
“Kamu mengantuk Ra?” tanya bastian menatap istrinya yang kini tutup mata,
“Iya, aku lelah, mulai dari tadi malam, membantu di dapur”
“Apa, aku juga perlu mencobanya?”
Ia. juga demikian karena terlalu lelah pikiran dan tubuhnya ia benar-benar tertidur.
Ibunya Rara mengira ia dan suaminya sudah tidur di kamarnya, karena sudah sangat larut, tapi saat di cek sepasang suami istri itu tidak ada di kamarnya,
Untungnya rumah yang sekarang lebih besar dari rumah mereka yang pertama sepertinya babehnya Rara sudah memperhitungkannya.
Karena pada akhirnya mereka semua punya kamar masing-masing.
“Lah, bang Rara kemane?” tanya emak Imah saat di cek kamarnya tidak ada. Ia ingin tidur juga karena Hari ini ia juga sangat lelah.
“Bukanya di kamarnya, sama Bastian?”
“Kakak di atap tadi sama Kak Bastian, kata Rizki.
dicek keatas sama emaknya. Benar saja, pasangan suami istri itu lagi santapan nyamuk malam di lantai atap,
“Iya ampun bang , apa yang mereka lakukan, kenapa tidur disini?”
Babehnya membangunkan Rara dan Bastian, dengan mata masih mengantuk, dan tangan menggaruk-garuk, mereka berdua bangun.
__ADS_1
“Kenapa tidur disini, ayo turun”
“Bastian, ajak istrimu turun” pinta Babenya Rara. Melihat Rara sepertinya belum bisa pulih dari ngantuknya.
“Ra, apa kamu bisa turun?’
“Iya dengan mata yang sangat berat, Ia turun ia tidak ingn pulang memilih di tidur di kamar sederhana istrinya,
Turunlah duluan, aku membawa gelas turun kata Rara membereskan gelas-gelasnya dan karena sudah mengantuk Bastian meninggalkan ponselnya.
Rara penasaran juga siapa yang menghubunginya
Rara mengusapnya layar kebetulan Bastian pola kuncinya sangat muda. Dengan lihai jarinya membuka gembok ponsel suaminya,
Dan ada hampir dua puluh panggilan yang masuk yang tidak di jawab dari ibunya
Apa ada maslah penting kenapa sampai 20 kali kata Rara dalam hatinya. Ia ikut turun dengan pikiran masih bingung apa ia harus membangunkan suaminya dari tidur lelapnya apa tidak,
Rara mencoba menutup mata di samping suaminya yang sudah terkapar di kasur sederhana milik Rara. Bastian ia suruh pulang ia tidak mau bahkan mobil mewahnya babehnya harus membuat kunci dobel agar aman terparkir di halaman.
Sepertinya ini tidak benar kata dalam hatinya membangunkan Bastian
“Tian , sepertinya di ponselmu ada panggilan yang tidak kau jawab,
“Siapa, Ra” Tanya Bastian dengan mata setengah sadar,
“Ibu menelepon dari tadi ,sayang” kata Rara lembut.
“Biarkan saja Ra, aku mengantuk kata Bastian sepertinya sudah tau tentang ibunya tapi bersikap cuek”
Ternyata Ibu bastin mencoba minum racun karena tau Bastian ada di rumah Rara.
Apa harus sampai begitu?” Tanya Rara dalam hatinya
“Tian” besok kita kita tinggal di rumah mu saja selama bulan puasa iya. Puasa pertamaku bersamamu dan keluargamu”
Bastian yang sempat tidur tadi, matanya jadi melek kembali, ia menatap Rara.
“Ibu akan menyusahkan mu Ra”
“Tidak apa-apa sayang itu tugas kita berdua untuk mendapatkan Restu Ibumu” Kata Ara lembut, bahkan dapat menyejukkan hati suaminya.
“Jadi, apa kamu mau saya ajak kerumah?”
__ADS_1
“Tentu nanti kita akan puasa di rumah kamu saja”