Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Tingkah Rara Bikin Kesal


__ADS_3

“Ra..!” Panggil Sukma


“Apa yang ia pikirkan mey..’ Hamm kasihan!” Kata Rara.


Kedua lelaki itu masih diam melihat kelakuannya , bahkan kedua lelaki itu ikut melihat siapa yang di maksud Rara.


“Ra..!


Paaak


“Waooh” Rara menjerit memegang kepalanya.


Sukma terpaksa mengetok kepala bumil itu dengan sendok.


Dan melihat kedua lelaki itu, yang satu senyum-senyum manis yang satunya marah seolah keluar api dari kupingnya. Bastian terlihat sangat marah


“Tampan orangnya, kenapa gak di samperin saja kesana, aku yang jawab pertanyaannya, dia belum punya istri, mau aku tanyakan?” Kata Bastian nada bicaranya sudah terdengar ia jealous.


“Apa sih? Eh.. kalian kenapa, kesini?” Rara mengalihkan pembicaraan.


“Melihat kamu, melihat tingkahmu. cantik itu!,” kata Bastian masih bernada meledek.


Ridho hanya senyum-senyum melihat tingkah Rara.


“Mau pesan apa. Tian?” Ridho berdiri ingin pesan makan, apa saja paman,” katanya tapi matanya menatapnya Rara, dengan tatapan mata tidak berkedip persis duduk di depan istrinya.


“Ok, gue pesan paha ayam saja gue lapar bangat,” kata Ridho berdiri ke kasir.


Tapi Rara, tidak sengaja melihat Ridho berjalan membelakanginya, mengabaikan suami yang masih menatap dengan tatapan memburu.


“Apa yang kamu lakukan,Ra?” ia bertanya


“Makan , Bastian, ini lagi makan,” tapi matanya menatap ke ara Ridho,


“Terus saja Ra, terus saja semua lelaki yang ada di sini kamu lihatin lama-lama semua kursi yang ada di sini, aku balikkan,” kata Bastian dengan nada marah.


Sukma yang melihat Bastian di puncak kemarahannya bertindak cepat dari pada ada keributan


“Ra,mereka sudah tiba ,ayo kita pergi,” Kata Sukma, tangannya terpaksa menyeret Rara lagi.


“Tapi aku belum makan ,Mey, kasihan dia kelaparan,” kata Rara mengusap perutnya.


“Makanya..perut dulu diisi jangan mata yang jeleletan ,”kata Bastian menyuapi Rara.


“Tidak usah, sini!” kata Rara tidak mau di suapin suaminya


“Kamu mendingan di kursi sana saja deh, saya tidak suka mencium bau parfum kamu,” kata Rara


Mulut Sukma ternganga mendengar Rara mengusir suaminya pindah.


Ini orang sudah gila kali iya, masih tidak suka bau suami sendiri, tapi melirik lelaki tampan lain mau kata sukma dalam hatinya.


“Apa? kamu mengusirku ?.”

__ADS_1


“Hmm kata Rara acuh.”


Ridho datang membawa nampan makanan pesanannya, melirik Bastian yang masih memelototi Rara.


Ia melihat Rara sangat berbeda dari wanita yang ia kenal dulu, sekarang Rara terlihat lebih anggun dan dan bicaranya tidak kasar seperti dulu lagi, terlihat ada takut juga pada Bastian , kalau dulu lelaki mana saja, tidak pernah ia takuti.


Tian bisa menjinakkan wanita ini padahal dulu ini seperti singa betina galak tidak perduli siapapun kata Ridho dalam melirik Rara sekilas


“Ada perang dingin kah, biar aku pindah kursi,” Kata Ridho memegang nampan, ia ingin berdiri.


“Tidak. Tidak ada. Bastian hanya salah Paham,” kata Rara.


“Siapa yang salam paham Ra, kamu lihatin lelaki lain di depan mataku wajar aku marah,” kata Bastian


“Kau memang tukang cemburu Tian, istri bunting saja kamu masih cemburuin,” Rara menatapnya


“ Aku tadinya hanya melihat sekilas lelaki tampan itu hanya cuci mata,” Kata Rara


Ridho tiba-tiba tertawa mendengus , merasa lucu saat Rara bilang cuci mata untuk lelaki tampan. Karena tadi juga Rara melihatnya, ia berpikir juga Rara juga mencuci mata melihatnya tadi.


“Kok , loe tertawa sih, Do?.” tanya Sukma menatap lelaki itu.


“Rara yang sekarang lebih humble dan lucu, tingkah bumil ini bikin gemas,” kata Ridho


Bastian menatapnya dengan tatapan murka


“Yang sekarang juga mataya tambah jejeletan.” Bastian menimpali


Ridho tertawa lucu saat ponakannya terlihat terbakar api cemburu.


Di saat mereka asik makan, suasana juga mulai kondusif, ternyata ada lagi yang membuat hampir kebakaran dan meledak.


“Halo, ladies..!” Sukma dan Rara saling menatap,


“Hendra!” suara Rara dan Sukma bersamaan


Lelaki berpostur tinggi besar berpakaian pilot, tiba-tiba datang menyapa.


“Apa kabar?” katanya menyapa Rara dengan sangat manis, “Kamu makin cantik ,Ra” Ia memuji Rara.


Membuat Bastian semakin kesal, ia memasukkan kentang goreng dalam mulut dengan tatapan mata seperti banteng yang lagi marah.


“Oh, aku mau terbang dulu nih, aku harus kerja hari,” kata lelaki tampan menenteng kopernya, dan topi pilotnya ia jepit diantara keteknya “Oh, iya, ini kartu namaku, kalau ada waktu kita bisa ngobrol kan. Tidak masalahkan?”


“Tidak, tidak masalah pada kami,”kata Sukma lelaki tampan itu lelaki idolanya dulu.


Tangannya menyerahkan kartu namanya, Rara dan Sukma mengabaikan kedua lelaki tampan di depannya. Ridho berdehem karena mereka berdua tidak dianggap.


“Gila, Ia tampan bangat Ra, kata Sukma masih melirik kearahnya lelaki itu.


“Haeh, biasa saja,” kata Ridho saat Sukma menatap terus kearah Hendra lelaki berprofesi sebagai seorang pilot.


Tapi mendengar itu Rara dan Sukma menghiraukan kedua lelaki itu.

__ADS_1


Hingga Bastian murka ia mengambil kartu nama Hendra dan merobeknya sampai potongan kecil-kecil


“Kalian berdua menganggap kami patung?” Bastian marah. “Kamu Ra, tadi malam kamu bilang tidak macam-macam, tapi apa ini, kamu malah berani melirik lelaki lain di hadapanku kamu tidak bisa di biarkan, aku akan membeli borgol nanti, aku akan mengikat tanganmu ke tanganku agar kamu tidak macam –macam,” kata Bastian


Tapi di balik itu ada yang berbeda Ridho. Ia juga terlihat cemburu, tapi cemburunya bukan pada Rara, tapi pada Sukma.


Tapi Sukma mungkin tidak tau, apa ia sengaja menghiraukannya.


Mata Ridho menatap sinis pada sukma yang terlihat masih melirik kemana Hendra mendorong kopernya.


“Bastian tidak usah marah, ia Rara tidak suka sama dia, tapi aku yang suka padanya” Kata sukma masih menatap jauh kemana lelaki itu pergi.


“Apa hebatnya seorang pilot, paling ia juga banyak wanitanya,” kata Ridho suaranya terdengar kecil.


“Tidak, terakhir aku dengar istrinya sudah meningal karena sakit, berarti janda sama duda cocok , masih ada peluang gak,Iya?” kata Sukma terlihat bersemangat.


Sukma belakangan ini terlihat penampilannya sangat cantik dan lebih modis, apalagi setelah memutuskan berpisah dengan suaminya. Ia selalu cantik, apa lagi saat ini jabatannya di kantor Rara menjabat posisi penting jadi ia mengimbanginya.


“Kamu,sudah cerai Mey? tanya Ridho dengan wajah tidak percaya?”


“Lelaki tukang selingkuh, seperti itu, bagusnya di buang ke tempat sampah,” Kata Rara terlihat sangat tegar.


“Apa, karena terakhir bersamaku?” Ia bertanya penasaran .


“Iya,” sudahlah. sudah suratan takdir,” kata Rara.


“Gak ini tanggung jawabku juga dong gara-gara aku juga kalian bertengkar hebat saat itu kan?”


“Tidak , aku tidak pernah menganggap itu gara-gara kamu,”


Bastian terlihat masih sangat marah melampiaskan kekesalannya pada botol mineral yang tidak bisa ia buka, ia membantingnya dengan keras diatas meja.


“Ah..susah bangat di buka, sialan.” Katanya melempar botol itu dengan kesal di atas meja.


Rara mulai sadar, kalau lelaki itu cemburu sudah mulai bersikap aneh. Ia langsung kirim pesan ke ponsel Rara


Pesan chating


Sukma : Ra, Bastian sudah marah karena cemburu, kamu bilang kalau ia cemburu, selalu ingin melakukan hubungan badan sama kamu kan? gue takut, ia mnyeretmu ke toilet itu, terus mengilirmu di sana: pesan Sukma


Membaca itu Rara keselak sampai batuk-batuk


“Tadi kamu bilang pesawatnya, jam 1:00 WIB .


Ini sudah jam satu, ayo,” kata Rara, ia berdiri


Bastian kalau sudah cemburu menakutkan kata Rara dalam hatinya


“Mau kemana?,” kata Bastian memegang lengan Rara


“Ibu sudah turun dari pesawat, “kata Rara, mencoba bersikap tenang.


“Aku akan menjemputmu nanti dari rumahmu tunggu aku,” kata Bastian terdengar tegas dan sedikit menakutkan.

__ADS_1


“Baiklah,” jawab Rara degan wajahnya di buat tenang, walau jantungnya berdetak kuat melihat tampang kemarahan dari lelaki yang lagi di landa api cemburu itu. Bastian.


Bersambung


__ADS_2