
Akad nikahnya baru di lakukan dua bulan yang lalu, hanya di hadiri keluarga inti dari kedua pihak.
Perjuangan Ken untuk mendapatkan Aisah akhirnya berhasil, hampir mundur beberapa kali karena begitu berat menjalani hubungan jarak jauh , Ken harus rela Korea-Indonesia setiap kali menemui kekasihnya, pada akhirnya ia mengalah ikut pindah ke Korea.
Saat ini wanita itu sudah miliknya seutuhnya. Ken akhirnya mengajak Aisah pulang dan tinggal di Indonesia.
Apakah Rara juga ikut pulang ke Indonesia?
Keluarga Rara juga sudah rindu pulang ke Jakarta, selama dua tahun keluarga Rara tinggal di kota Daego menemani Rara.
Untungnya ibunya punya keahlian masak-memasak, jadi orang tua Rara membuka restauran di kota Daego. Kebetulan banyak WNI yang tinggal di sana. Jadi restauran milik ibunya banyak pengunjungnya karena masakannya masakan Nusantara jadi pengunjungnya tentu satu bangsa satu Tanah air.
Beruntung bagi Aisah juga bisa di terima bekerja jadi perawat di salah satu rumah sakit di kota itu, berkat bantuan ibu mertuanya yang punya teman Dokter di rumah sakit itu.
Keluarga Rara memutuskan pulang ke Indonesia, kecuali Rara yang masih betah tinggal di kota itu, ia masih betah pada pekerjaannya, tapi ia janji nanti kalau pekerjaannya sudah selesai ia akan datang.
Pak Agus beberapa bulan lalu sudah pulang terlebih dulu karena mencari sekolah untuk Calvin, kini bocah tampan itu, Pak Agus ingin Calvin sekolah di Jakarta. Maka itu ia pulang duluan untuk mendaftarkan Calvin sekolah di Jakarta.
Banyak yang sudah berubah dalam kurung waktu dua tahun. Rizky yang sudah seorang aparat Negara, ia menjadi kebanggaan untuk keluarganya
*****
Di Bandara Internasional Soekarno Hatta Tangerang terminal 3 internasional di pintu kedatangan Internasional.
Pak Agus, Rizky, Calvin si anak tampan dan soleha, terlihat berdiri di pintu kedatangan, Calvin terlihat tidak sabar lagi, mata hazel berwarna abu-abu miliknya, menatap kearah kedatangan.
Rizky terlihat gagah dengan seragam polisi yang di kenakan, Rizki sesekali berjalan kearah layar jadwal Keberangkatan-kedatangannya, matanya memastikan pesawat yang di tumpangi kakaknya Aisah.
Hingga dari dalam terlihat tangan Aisah melambai kearah mereka.
“Dedek….! Dedeeeek…!” Calvin melompat kegirangan, tangannya ia lambaikan juga.
Aisah menggendong anak bayi berjenis kelamin perempuan, Ken mendorong troli berisi tas-tas besar milik mereka.
Ken membantu istrinya membenarkan gendongan yang di pakai, sesekali ia bercanda pada bayi yang di gendong istrinya.
__ADS_1
“Tante..!dedek Tiara..!” Calvin kakinya melompat-lompat kegirangan, melihat kedatangan Aisah dan Ken.
Sementara Bu Soimah masih tinggal menemani Rara atau Jenny untuk sebentar lagi, hingga ia nantinya akan tinggal sendiri di kota Daego.
**
“Selamat datang kembali di Jakarta, Sah,” kata ibu mertuanya menyambut Aisah, setelah keesokan harinya mereka datang ke rumah keluarga Ken.
“Terimakasih , Mi,” Aisah memeluk Ibu mertuanya, baginya wanita itu bukan sekedar ibu mertua , ia sudah seperti Ibu kedua baginya, selama menjalani masa sulit selama ini, Wanita itu yang membantu keluarganya baik tenaga dan materi.
Mertuanya juga yang menyarankan Rara menganti Identitasnya baru dan menyarankan operasi wajah Rara, agar tidak ada orang lain yang mengenalnya .
“Sini, aku gendong,” ia mengendong bayi perempuan yang berwajah cantik dan mengemaskan itu. “Cucuku..! anak pintar,” katanya mengendong anak bayi perempuan, memintanya dari gendongan Aisah.
Ken dengan sigap membuat susu botol untuk si cantik Tiara, bayi cantik itu di beri nama Tiara.
“Aku ingin, kalian tinggal ama Mami, tapi Ken sudah lama membeli rumah untuk kalian tinggalin, padahal Mami ingin Tiara ingin aku momong juga,” katanya
“Kami ingin hidup bebas, Mi, Omah Kan tukang ngatur-ngatur, aku tidak mau,” kata Ken bercanda.
“Mami padahal sudah senang punya mainan baru iya kan Ma,” Maminya menatap omahnya Bastian.
“Iya. rumah tidak akan sepi lagi kalau ia sudah ada di rumah,” kata wanita tua itu mengelus pipi tambem milik baby Tiara.
“Aisah maunya di mana saja mau Aisah, Mi, asal mas Ken mintanya di mana aku mau,” kata Aisah.
“Oh…sekarang saja jadi sudah jadi penurut iya, dulu saja minta apa saja aku tidak pernah di dengar sekarang semuanya maunya aku, iya,” canda Ken menggoda Istrinya.
Wajah Aisah langsung merah merona saat Ken menggodanya didepan keluarganya.
“Baiklah kita tinggal di rumah Mami saja, biar rumah ini selalu ramai dengan tangisan keras dari Tiara,” kata ken.
Pernikahan Ken dan Aisah sangat tertutup, bahkan ayah kandung Kenzo tidak di beri tahu.
Sebagai publik figure, ia jadi incaran pemburu berita, wajah Aisah dan baby Tiara menghiasi berita gosip tanah air, salah satunya situs berita lambe Bibir yang menuliskan dalam berita.
__ADS_1
Pernikahan diam-diam yang di lakukan Kenzo Permana, akibat istrinya sudah hamil di luar Nikah.
Satu laman Berita lain menuliskan:
Kenzo kini kembali ke Tanah air setelah istrinya melahirkan.
“Hadeh, kamu akan sakit kepala sayang, mulai hari ini,” kata Ken mematikan channel televisinya.
“Tidak, apa-apa Mas sudah resiko,” kata Aisah.“
“Iya harus kuat, iya akan sayang..!” kata Ibunya Ken masih menggendong baby Tiara.
Ken vakum hampir satu tahun dari ranah liburan, ia ikut keluarga Aisah di korea, ia buka usaha di sana bekerja sama dengan keluarga Aisah.
Tapi, sebagus-bagsunya Negara lain, tidak senyaman Negara sendiri.
Ken tetap saja tidak beta di Negara yang terkenal dengan artis-artis kpop dan boyband yang mendunia itu, ia memboyong keluarga kecilnya pulang ke Indonesia,
Orang tua Aisah juga seperti itu, Walau restauran milik keluarganya maju dan laris manis di kota Daego, tapi tetap saja Ibu Soimah ingin pulang ke Jakarta, ia tidak betah juga di Negara orang.
Bu Soimah bilang, ia rindu pengajian, ia rindu memasak semur jengkol, rindu jalan-jalan ke Ancol dan Ragunan tempat wisata sejuta umat.
Di Rumah Ibu mertuanya. Aisah dan Ken terlihat saling bergantian mengendong baby Tiara, karena setiap kali mau tidur, baby cantik itu akan rewel.
Ken terlihat menggendongnya dengan nyanyian Nino bobo-nina bobo dengan gerakan maju mundur-maju mundur, hingga akhirnya bayi perempuan berwajah cantik itu tertidur di pundaknya, Ia menidurkan di bok bayi.
“Piuuuuh” ia mengusap keringat di keningnya.
Dengan langkah pelan berjinjint-jinjit ,mereka berdua meninggal kamar Baby Tiara dan sekarang waktu untuk mereka berdua.
Bersambung...
Mohon dukungannya iya gaes, buat ceritaku. Bantu vote, share, subscribe dan kasih bintang dan bantu review juga, beri komentar dan masukkanya iya, baca juga ceritaku yang lain:
Follow IG @sonatha_nata
__ADS_1