Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Bertemu Bastian di rumah sakit


__ADS_3

“Jelaskan apa ,Mey? Kamu mau bilang aku hamil? Jangan! ia tidak boleh tau,Mey, semuanya akan tambah berantakan, jika ia sampai tau aku mengandung anaknya, nanti ibunya tau,bisa-bisa ia melenyapkan ku seperti yang ingin ia lakukan pada Yolanda dulu,” Kata Rara, terlihat panik


“Tapi Mey, kadang aku berpikir tidak adil bagi Bastian kalau kamu menyembunyikan kehamilanmu darinya, karena bagaimana pun ia berhak tau, ia masih suamimu, dan-“


“Cukup !” potong Rara tegas “Mey , ia tidak perlu tau, situasinya berbeda saat ini,” kata Rara.


Suasana hening sesaat, karena Rara menolak tegas niat sukma. Melihat Rara tidak senang idenya, Sukma memilih mengalah


“Baiklah , Mey aku paham kekhawatiran mu, nanti aku akan bilang pada Bastian kalau kamu tidak hamil. Tapi justru itu pamali Ra, berbohong tentang kehamilanmu gue khawatir, ia takut nanti kenapa-napa.” Kata Sukma


“Iya juga sih Mey, gue juga mikirnya seperti itu, lebih baik kita menghindar darinya dari pada menjawabnya , kebohongan jatuhnya jadi dosa,” kata Rara mengajari Sukma.


Di sisi lain Bastian kembali ke kekamar dimana ia di rawat, membaringkan tubuhnya di ranjang matanya menatap langit-langit kamar itu, otaknya memikirkan,” ucapan Sukma


Apa Rara hamil? Apa ia menyembunyikan sesuatu dariku ia bertanya dalam hati.


“Loe kenapa?,” tanya Bam-bam lelaki bertubuh tambun itu yang menjaga Bastian saat ini,


“Bam, kalau orang hamil itu ciri-cirinya, kaya gimana sih?


“Iya perutnya melendung kayak gue,”


Jawab Bam-bam, ia menunjukkan perut besarnya pada bastian, perutnya seperti perut bab* bunting,


“Kalau loe mah cancingan,” Bastian mendengus kesal , karena pertanyaan serius darinya di anggap bercanda oleh sahabatnya.


“Memang kenapa sih? anak kucing loe bunting?.” Ia masih saja buat bercandaan pertanyaan dari Bastian


“Rara,” Kata Bastian dengan tatapan gelisah.


“Maksud loe, istri loe, bro?,” Bam-bam bertubuh subur itu baru menanggapinya dengan serius setelah ia mendengar Bastian menyebut namanya istrinya


.


“Iya.”


“Iya, setahu gue sih orang hamil itu mual-mual, porsi makanya banyak, orangnya sensitif, gampang marah, suka pusing-pusing, katanya semester pertama itu awal yang paling sulit itu yang di sebut ngidam ,” bam-bam menjelaskan dengan serius, setelah ia tau yang di maksud Bastian adalah istrinya.

__ADS_1


“Berarti, benar tadi ia juga makan banyak.” Bastian langsung keluar, langkahnya menuju meja informasi bertanya tentang keadaan Rara Winarti.


“Sus, saya ingin menjenguk dan melihat informasi atas nama Rara Winarti,” Bastian berdiri di meja bagian informasi.


Seorang suster bertubuh kurus menyapa dengan ramah, matanya tersipu, tak kalah yang bertanya seorang artis tanah air berwajah tampan, berdiri di depannya, walau Bastian berpakaian pasien Rumah sakit ketampanannya hanya berkurang sedikit.


“Sebentar ya mas, Bastian,”katanya tersipu malu.


Wanita lain bertingkah seperti padanya sudah hal biasa, tapi kalau Rara yang bertingkah imut seperti ia baru merasa luar biasa. Tapi sayang istrinya bukan tipe seperti itu, walau sebenarnya Rara belakangan ini sudah mulai bersikap manja dan lembut padanya.


Tapi seperti itu tidak akan ia rasakan lagi, karena ia sudah memutuskan menjalani jalan hidup masing-masing . mengingat itu hatinya tiba-tiba sakit


Tapi, bagaimana kalau benar Rara hamil, bagaimana aku memperbaiki ini semua nantinya kata Bastian dalam hatinya.


Ia masih menunggu dengan gelisah pikirannya masih membayangkan bagaimana jika Rara telah mengandung anaknya.


“Rara winarti di kamar 305 bolok mawar lantai tiga, pasien mengalami kelelahan. Pasien baru masuk tadi sore pak,” Kata perawat, matanya masih membaca file pasien


“ Tapi batas jenguk pasien sudah habis ya pak Bastian , bisa jenguk lagi, besok, “ kata perawat mengingatkannya.


“Iya, sus.” Bastian memutuskan balik kekamarnya kembali.


“Batas jenguk sudah habis , besok saja , tapi saya butuh bantuanmu,” Bastian menyusun rencana, agar bisa bertemu dengan Rara.


“Apa yang bisa lakukan,” Bam-bam menatapnya serius.


“Buat Sukma temannya Rara sibuk, kalau perlu ajak ia kerja sama, loe punya produk, mereka berdua kerja di XX TV kedua orang itu Bos di sana. Rara menggantikan posisi Ayah, ajak kerja sama, bahas tentang proyek , tapi ingat kedua orang itu bukan orang bego yang bisa loe kadalin seperti yang biasa loe lakuin, mereka ahli IT dan punya otak jenius, terutama Rara, kalau loe ingin ajak kerjasama, harus benar-benar maksimal, karena mereka berdua bisa tau, bahkan bisa meretas kunci ponsel punya loe, mereka berdua itu hacker jenius.” Kata Bastian ia mengakui kehebatan Rara dan Sukma.


Karena kejeniusannya lah keluarga Pangestu sampai hampir bangkrut.


Ridho akhirnya menceritakan bagaimana dulu ia berteman dengan Rara dan Sukma. Rara dan Sukma yang di juluki si tangan monster karena bisa membobol semua data yang ingin ia lihat.


Bahkan menurut Ridho Rara dan Sukma pernah di cari polisi karena iseng-iseng membobol data rahasia kepolisian.


Maka saat data perusaan milik perusaan Pangestu Group bocor. Ridho sudah tau, kalau itu kerjaan Rara.


Ia menceritakan semua kehebatan Rara. Bahkan data ponsel Ridho yang sudah ia kunci mengunakan jasa ahli IT juga, tetap bisa di bongkar sama Rara.

__ADS_1


Otak Rara memang sangat jenius , Tapi sayang, rumah tangganya, tidak semulus otaknya, kehidupan rumah tangga dan perjalan cintanya berliku-liku.


“Gila maksudnya, bini loe seorang hacker gitu, bro? yang bisa mencuri paket dara dan pulsa, gitu?”


“Ia kelasnya bukan itu lagi, bahkan perusahaan milik Pangestu milik Ibu di acak-acak olehnya, padahal mereka sudah memakai jasa orang Rusia untuk menyimpan data perusahaan, loe tau sendiri, orang Rusia juga terkenal jago tentang IT, dan banyak mafia mengunakan tangan hacker, tapi kata om Ridho Rara bisa membobolnya, kelurga gue sangat membenci Rara, terutama Ibu, maka itu gue bingung,” kata Bastian


“Gilaa keren, loe sudah tau sebelumnya, kalau dia punya kemampuan seperti itu?,” Tanya Bam-bam ia kagum.


“Tidak, dia wanita yang tertutup pada hal tertentu, dan punya kepribadian yang unik dan sikap yang kadang membuat kita penasaran ,ingin selalu penasaran padanya dan lebih ingin dekat padanya,” kata Bastian dengan senyuman terukir di bibirnya saat ia menceritakan tentang istrinya.


“Wah, gue pengan punya pacar seperti itu misterius dan punya banyak rahasia,” kata Bam-bam.


“Makanya, besok saat loe ingin ajak Sukma bekerja sama dalam satu proyek, harus benar-benar serius dan menyakinkan, biar gue yang mendanai, tapi loe harus bisa buat mereka bekerja sama. Agar gue bisa tetap berhubungan dengan mereka,” kata Bastian.


“Dalam hal apa dulu, proyeknya?” tanya bam-bam


“Ini saja deh biar lebih masuk, loekan desainer terkenal, perancang busana pengantin”


“Sukma dan Rara baru-baru ini, membuat Kantor prewedding organizer kan cocok.”


“Oh, ok bisa-bisa .”


“Tapi ingat, jangan bilang dapat informasinya dari gue, bilang dapat informasinya dari teman loe, ini ada kartu namanya, biar tambah menyakinkan,” kata Bastian menyerahkan kartu nama milik perusaan kecil milik Rara dan sukma.


“Ingat loe harus serius jangan sampai ketahuan, gue yang nyuruh, bisa-bisa di kulitin data loe di baca semua oleh mereka,”


“Ih, takut. Tapi keren, gue bayangan bini loe dan temannya, seperti seorang agen mata-mata di film james bond deh, lengkap dengan style hitam-hitam dan kaca mata hitam,berjalan tegas dan dagu lurus tegas,,” kata Bam-bam, ia membayangkan Rara seorang agen mata-mata karena keahliannya.


“Terserah loe mau bayangin dia jadi apa, asal jangan loe bayangan dia bug*l dan loe berfantasi , awas coba-coba ,” kata Bastian. Ia tidak memperbolehkan temannya menghayal tentang Rara.


Mendengar hal itu ia tertawa lepas melihat sifat cemburu Bastian.


Hingga pagi tiba, ia sudah siap menjalankan misi, ia ingin bicara berdua dengan Rara, sementara bam-bam mengalihkan perhatian sukma, agar bastian bisa masuk ke kamar Rara.


Bersambung


**Jangan lupa Vote dan tinggalkan bintang yang banyak iya kakak, tetap dukung kasi komentar dan masukkanya juga . Kasih hadiah jika kalian suka ceritanya agar authornya tambah semangat lagi upnya

__ADS_1


TERIMAKASIH


__ADS_2