
Tapi Rara yakin kalau ia baik-baik saja, mungkin hanya tidak ingin menemuinya .
Karena pernyataan ibunya sebelum di usir dari keluarga Salim . Ibu mertuanya sempat bilang kalau ia akan sampaikan pada Bastian itu artinya ia tau keberadaan suaminya. Rara sedikit merasa lega karena Bastian baik-baik saja.
Tapi Rara berpikir, ia akan tetap berusaha menemui suaminya dan menjelaskan semua kebenaranya.
Lebaran tanpa suami.
Semua akan menginginkan kebahagian dalam sebuah pernikahan, tapi bagaimana jika sengaja di halangi atau dibuat susah oleh kelurga suami sendiri, maka akan panjang masalahnya seperti yang dialami Rara.
Lebaran momen yang paling ditunggu umat islam di belah dunia, karena saat lebaran momen bisa bisa saling memaafkan dan ajang saling bersilaturahmi pada keluarga atau untuk berkumpul bersama keluarga.
Tapi sepertinya lebaran pertama yang akan di lewati Rara di tahun ini, ia akan mengukir sejarah sendiri dalam hidupnya, kenangan untuk seorang Rara di mana menjelang lebaran suaminya menghilang entah kemana. Padahal sebelumnya juga ia sudah menyuruh keluarganya lebaran di luar negeri.
Tinggallah ia sendiri dalam keheningan, Rara tadinya ingin tinggal di rumah kelurga Bastian niat hati ingin berlebaran bersama keluarga besar suaminya dan ibu mertuanya
Sekalian menunggu Bastian pulang dan sekalian ingin membujuk ibu mertuanya agar mau memberitahukan di mana bastian berada. Tapi sepertinya semuanya sia- sia, karena ulah Ibu mertuanya yang bertengkar dengan suaminya . Tidak diduga Omahnya bastian ikut mengusir menantunya, karena mungkin ia sudah cukup gerah melihat sikap sewenang-wenang yang di lakukan Ibunya Bastian di rumahnya.
Saat Bardi salim mengusir istrinya semua jadi berantakan, niat Rara ingin berlebaran di rumah itu batal
Pada hal, lebaran besok Rara mencoba tegar, untuk mengusir kejenuhan itu, ia video call dengan kelurganya yang liburan di Inggris, ia habiskan menelepon hingga berjam-jam, tapi ia tidak menceritakan masalahnya pada orangtuanya. Ia tidak ingin kelurganya khawatir.
Rara berpikir habis taraweh nanti sore ia akan tidur di apartemennya saja. Dalam sejarah hidupnya baru kali ini ia lebaran sendiri.
Walau dalam kesendiriannya , ia sungguh berharap Bastian datang menemuinya dan menemaninya di lebaran pertama ini, ia ingin mereka mereka bersama.
Tiba-tiba otaknya berpikir hal lain. Ia menyambar kunci mobil Bastian dan ia menuju kerumah Neneknya Bastian di daerah Kelapa gading
ia berpikir Bastian disana ia melajukan kendaraanya ke rumah itu , dengan harapan ada Bastian disana
__ADS_1
Ia menekan belnya
“Cari siapa non?” tanya satpam yang menjaga Rumah besar itu
“Saya mencari ibu mertua saya, Ibu Hartati,” kata rara percaya diri.
Ibu mertuanya datang tidak pakai basah-basi menarik rambut Rara dan menamparnya dengan seorang adik perempuannya. Tidak di duga Viona juga ada di sana. mereka mengusirnya dengan kasar.
“Ibu tolong beri tahu Bastian kalau saya disini,” kata Rara terlihat sangat kasihan, ia memohon seperti seorang pengemis cinta.
Tapi Wanita itu tidak memperdulikannya Rara, dia perlakukan kasar bahkan Ibu mertuanya menyuruh satpam mengusirnya dengan kasar.
Tapi walau Rara sudah diusir, ia tetap menunggu di depan gerbang itu hingga sore. Sukma dan Mario datang menjemputnya.
“Apa yang kamu lakukan Ra? Iya ampun, Iya Allah kasihan sekali,” kata Sukma ia sangat kasihan melihat sahabatnya. Ia membujuk Rara agar mau pulang.
“Ra, sudah dong , ayo kita sholat ayo,” kata Sukma membujuknya, ia menolaknya tapi sukma membujuknya dan Mario juga.
Sukma dengan tatapan mata memerah menahan tangis ia menatap tajam ke rumah itu, terlihat Ridho menatap mereka dari lantai atas. Ia juga yang menghubungi Sukma, memberitahukan kalau Rara datang kerumahnya.
Saat Rara memanfaatkannya dan menjebaknya, ia marah dan benci pada Rara. Tapi melihat Rara di seperti itu, ada rasa kasihan, Ridho mengabari Sukma . Maka itu mereka berdua bisa tau kalau Rara melakukan hal yang nekat di rumah Ibu mertuanya.
“ Gue berharap mereka menyesali perbuatan kasar ini suatu saat,” kata Mario air matanya tidak terbendung melihat bibir Rara terluka , di gampar ibu mertuanya dan bukan hanya ibu mertuanya yang menampar , tapi tiba-tiba viona keluar dari rumah itu dengan berdercak pinggang.
“Berikan kunci mobil Bastian , loe tidak pantas mengendarainya,” katanya merampas kunci itu dari tangannya.
“Berikan padaku ,Viona, itu mobil suamiku,” kata Rara berusaha meraihnya .Tapi Viona mendorong dengan kasar hingga Rara terjatuh ke tanah
Mobil mewah berwarna merah itu di bawa masuk oleh Viona kedalam, Rara masih dengan susah payah berusaha mengejarnya.
__ADS_1
“Berikan mobil itu, itu milik suamiku,” teriak Rara, gerbang itu di tutup kembali dan satpam itu lagi-lagi mendorong Rara agar pergi.
Tapi Rara terlihat begitu asing di mata mereka berdua karena bersikap sangat nekat dan berbeda, ia tidak mau, ia tetap ngotot memegang besi gerbang itu.
“Biarkan aku menemui Bastian,” kata Rara memohon “Bastian keluarlah mari kita bicara teriaknya lagi,” ia seperti seseorang yang depresi.
Sukma kehabisan tenaga, ia berusaha membujuk Rara dan Mario menahan satpam itu agar tidak berlaku kasar pada Rara.
Tapi seorang pria berbadan gemuk keluar dan membentak Rara dengan kasar “Dasar wanita gila pergi dari sini kamu membuat keributan di rumah saya,” katanya kemudian
Tapi tidak berapa lama polisi datang, ternyata keluarga Bastian menelepon Polisi . Rara di bawa kekantor polisi ditanyain, walau akhirnya di lepaskan setelah menulis surat pernyataan . kalau ia melakukan keributan lagi ia akan di tahan
Rara di lepaskan dengan Ayah Sukma sebagai penjaminnya.
“Sudah Ra, aku tidak tahan lagi,” kata sukma memeluk Rara. Ia seperti orang depresi tatapan matanya kosong, ia hanya diam
“Katakan sesuatu Ra, gue sama Mey, tidak tau harus berbuat apa-apa,” kata Mario karena masalah yang terjerat sahabatnya, mereka terpaksa melewatkan sholat taraweh terakhir bersama anak dan istrinya, tapi bukan itu masalahnya, tapi masalahnya Rara yang terlihat seperti bukan dirinya membuat mereka khawatir.
Sukma masih menangis memeluk Rara, ia sangat membenci keluarga Bastian yang sudah membuat hidup sahabatnya seperti ini. Sukma dengan keadaan marah memberikan sumpah serapah pada keluarga ibu Bastian dan ia menyesal telah mendukung pernikahan Rara dan bastian dulu.
“Kita pulang iya! gue janji, gue tidak akan meninggalkan loe sedetikpun,” kata sukma memeluk sahabatnya
Beruntungnya Rara karena punya sahabat seperti sukma dan Mario, orang yang mengerti dirinya
Padahal ia baru sebentar saja pulang kerumahnya . Rara sudah bertindak nekat.
Bersambung
jangan lupa like dan komen ya kakak
__ADS_1