Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Lebaran tanpa suami


__ADS_3

Tapi  Rara yakin kalau ia baik-baik saja, mungkin hanya tidak ingin menemuinya .


Karena pernyataan ibunya  sebelum di usir dari keluarga Salim . Ibu mertuanya sempat bilang kalau ia akan sampaikan pada Bastian itu artinya ia tau keberadaan suaminya.  Rara sedikit merasa lega karena Bastian baik-baik saja.


Tapi Rara  berpikir,  ia akan tetap berusaha menemui suaminya dan menjelaskan semua kebenaranya.


Lebaran tanpa suami.


Semua akan menginginkan kebahagian dalam sebuah pernikahan, tapi bagaimana  jika sengaja di halangi atau  dibuat  susah oleh kelurga suami sendiri, maka akan  panjang  masalahnya seperti yang dialami Rara.


Lebaran momen yang paling  ditunggu  umat islam di belah dunia, karena saat lebaran momen bisa  bisa saling  memaafkan dan ajang saling bersilaturahmi pada  keluarga  atau  untuk berkumpul bersama  keluarga.


Tapi sepertinya  lebaran pertama yang akan di lewati Rara  di tahun ini, ia  akan mengukir sejarah sendiri dalam hidupnya, kenangan untuk seorang  Rara di mana   menjelang lebaran suaminya menghilang entah kemana.  Padahal sebelumnya juga  ia sudah menyuruh keluarganya lebaran di luar negeri.


Tinggallah ia sendiri dalam keheningan,  Rara  tadinya ingin tinggal di rumah  kelurga Bastian niat hati ingin berlebaran bersama keluarga besar suaminya dan ibu mertuanya


Sekalian menunggu Bastian pulang dan sekalian ingin membujuk ibu mertuanya  agar mau memberitahukan  di mana bastian berada.  Tapi sepertinya  semuanya sia- sia, karena ulah  Ibu mertuanya yang  bertengkar dengan suaminya . Tidak diduga   Omahnya  bastian ikut mengusir menantunya,  karena mungkin ia sudah cukup gerah melihat sikap sewenang-wenang yang di lakukan Ibunya Bastian  di rumahnya.


Saat  Bardi salim mengusir istrinya  semua  jadi berantakan, niat Rara ingin berlebaran di rumah itu  batal


Pada hal, lebaran besok Rara  mencoba tegar,   untuk mengusir  kejenuhan itu,  ia video call dengan kelurganya yang liburan di Inggris,  ia habiskan   menelepon hingga berjam-jam, tapi ia tidak menceritakan masalahnya pada  orangtuanya. Ia tidak ingin kelurganya khawatir.


Rara berpikir  habis taraweh nanti sore ia akan tidur di apartemennya saja. Dalam sejarah hidupnya baru kali ini   ia lebaran sendiri.


Walau dalam kesendiriannya , ia sungguh berharap  Bastian datang menemuinya dan menemaninya di lebaran pertama ini, ia ingin mereka  mereka bersama.


Tiba-tiba otaknya berpikir  hal lain. Ia menyambar kunci mobil Bastian dan ia menuju  kerumah Neneknya Bastian di  daerah Kelapa gading


ia berpikir Bastian disana  ia melajukan kendaraanya ke rumah itu , dengan harapan ada Bastian disana

__ADS_1


Ia menekan belnya


“Cari siapa non?” tanya satpam  yang menjaga Rumah besar itu


“Saya mencari ibu mertua saya, Ibu Hartati,” kata rara percaya diri.


Ibu mertuanya datang tidak pakai basah-basi menarik rambut Rara dan menamparnya dengan seorang adik perempuannya. Tidak di duga Viona juga ada di sana. mereka mengusirnya dengan kasar.


“Ibu tolong beri tahu Bastian kalau saya disini,”  kata Rara terlihat sangat kasihan, ia memohon seperti seorang pengemis cinta.


Tapi Wanita itu tidak memperdulikannya Rara,  dia perlakukan kasar bahkan Ibu mertuanya menyuruh  satpam mengusirnya dengan kasar.


Tapi walau Rara sudah diusir,  ia tetap menunggu di depan gerbang itu hingga sore. Sukma  dan Mario  datang menjemputnya.


“Apa yang kamu lakukan Ra?  Iya ampun, Iya Allah kasihan sekali,” kata Sukma ia sangat kasihan melihat sahabatnya. Ia membujuk Rara agar mau pulang.


“Ra, sudah dong , ayo kita sholat ayo,”  kata  Sukma  membujuknya,  ia menolaknya tapi sukma membujuknya dan Mario juga.


Sukma dengan tatapan mata memerah menahan tangis ia menatap tajam ke rumah itu, terlihat Ridho menatap mereka dari lantai  atas. Ia juga yang menghubungi Sukma,  memberitahukan kalau Rara datang kerumahnya.


Saat Rara memanfaatkannya dan menjebaknya,  ia marah dan benci pada Rara. Tapi melihat Rara di seperti itu,  ada rasa kasihan, Ridho mengabari Sukma . Maka itu mereka berdua  bisa tau kalau Rara  melakukan hal yang nekat  di rumah Ibu mertuanya.


“ Gue berharap mereka  menyesali perbuatan kasar ini suatu saat,”  kata Mario air matanya tidak terbendung melihat  bibir Rara terluka , di gampar ibu mertuanya  dan bukan hanya ibu mertuanya  yang menampar ,  tapi  tiba-tiba viona  keluar dari rumah itu dengan berdercak pinggang.


“Berikan kunci mobil Bastian , loe tidak pantas mengendarainya,”  katanya merampas kunci itu dari tangannya.


“Berikan padaku ,Viona,  itu mobil suamiku,”  kata Rara berusaha  meraihnya .Tapi Viona mendorong dengan kasar hingga Rara terjatuh ke  tanah


Mobil mewah berwarna merah  itu  di bawa masuk oleh Viona kedalam, Rara  masih dengan susah payah berusaha mengejarnya.

__ADS_1


“Berikan  mobil itu, itu milik suamiku,”  teriak Rara, gerbang itu di tutup kembali dan satpam itu lagi-lagi mendorong Rara   agar pergi.


Tapi Rara terlihat begitu asing di mata mereka berdua karena bersikap sangat nekat dan berbeda,  ia tidak mau,  ia tetap  ngotot memegang  besi gerbang itu.


“Biarkan aku menemui Bastian,”   kata Rara memohon     “Bastian keluarlah mari kita bicara teriaknya lagi,” ia seperti seseorang yang depresi.


Sukma kehabisan tenaga, ia   berusaha membujuk Rara dan Mario menahan satpam itu agar tidak berlaku kasar pada Rara.


Tapi seorang pria berbadan  gemuk keluar dan membentak Rara dengan  kasar  “Dasar wanita gila pergi dari sini kamu membuat keributan di rumah saya,”  katanya kemudian


Tapi tidak berapa lama polisi datang, ternyata keluarga Bastian menelepon Polisi . Rara di bawa kekantor polisi ditanyain, walau akhirnya di lepaskan setelah menulis surat pernyataan . kalau ia melakukan keributan lagi ia akan di tahan


Rara di lepaskan dengan  Ayah Sukma sebagai penjaminnya.


“Sudah Ra, aku tidak tahan lagi,”  kata sukma memeluk Rara. Ia seperti orang depresi tatapan matanya kosong, ia hanya diam


“Katakan sesuatu Ra, gue sama Mey, tidak tau harus berbuat apa-apa,”  kata Mario karena masalah yang terjerat sahabatnya,  mereka terpaksa melewatkan sholat taraweh terakhir bersama anak dan istrinya,  tapi  bukan itu masalahnya, tapi masalahnya Rara yang terlihat seperti bukan dirinya membuat mereka khawatir.


Sukma masih menangis memeluk  Rara, ia sangat membenci keluarga Bastian yang sudah membuat hidup sahabatnya seperti ini. Sukma  dengan keadaan marah memberikan sumpah serapah pada keluarga ibu Bastian dan ia menyesal telah mendukung pernikahan Rara dan bastian dulu.


“Kita pulang iya! gue  janji,  gue tidak akan meninggalkan loe  sedetikpun,”  kata sukma memeluk sahabatnya


Beruntungnya Rara karena punya sahabat seperti sukma dan Mario, orang yang mengerti dirinya


Padahal ia baru sebentar saja pulang kerumahnya . Rara sudah bertindak nekat.


Bersambung


jangan lupa like dan komen ya kakak

__ADS_1


__ADS_2