Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Menyesal


__ADS_3

Nyonya Hartati kembali menangis menutup mulutnya.Rasa penyesalan selalu datang terlambat.


“Maafkan ibu Bastian, Ibu bersalah.” Nyonya Hartati semakin menangis,


Untuk pertama kalinya juga untuk pak Bardi tidak marah pada istrinya dan menyalahkannya seperti biasa,


“Tidak apa-apa pasti ada jalan keluarnya,” Kata Bardi membantu istrinya untuk duduk


“Kamu gak marah padaku?,” Nyonya Hartati menatap suaminya dengan tatapan sangat dalam , matanya sayu.


“Saat ini, saya tidak punya tenaga Bu, untuk marah, saya hanya ingin, Bastian sadar dulu,” Bardi menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, ia pasti merasa sangat bersalah. Sebagai orang tua tidak membantu Bastian menyelesaikan masalahnya.


Bardi salim terkesan cuek dan nyantai terhadap rumah tangga Bastian selama ini,


“Maaf aku bersalah padanya,” ini untuk pertama kalinya Hartati pertama, meminta maaf.


“Mari kita fokus pada kesembuhan Bastian lupakan yang lain,” kata Bardi salim dengan lembut , terlihat ia sangat berubah, kalau biasanya saat beliau bicara sama istrinya pakai urat, tapi kali ini iya pakai kata-kata lembut dan terlihat sabar,


Ada apa dengannya, apa ia ingin menyelesaikan masalah dengan gaya seperti ini , apa ia beharap aku melupakan penghianatan yang sudah ia lakukan padaku, kata Hartati dalam hatinya.


Bastian akhirnya di pindahkan keruangan VIP agar ibu dan Ayahnya bisa tidur sana juga.


Bardi salim tidur di sofa dan istrinya tidur di ranjang rumah sakit.


Kedua orang tau Bardi salim terlihat sangat aku untuk mengurus kesembuhan Bastian, tidak ada perdebatan seperti yang biasa mereka lakukan.


Hingga pagi sudah tiba, mentari pagi datang menyapa sinarnya mengintip lewat sela-sela kamar di tempat Bastian dirawat, tapi Bastian belum ada tanda-tanda kalau ia akan bangun.


Terlihat beberapa alat terpasang di tubuhnya, matanya masih tertutup. Kedua orang tua itu terlihat sangat khawatir Bardi Salim mengusap-usap punggung tangan Bastian dengan lembut,


“Kenapa ia belum sadar? Aku sangat khawatir” katanya dengan raut wajah terlihat mulai panik.


“Apakah kita perlu memanggil Dokter lagi?.” Hartati ikutan panik.


“Kita baru memanggil Dokter 10 menit yang lalu, tapi coba panggil lagi, pintanya pada istrinya.

__ADS_1


Karena menunggu hal yang paling sulit untuk sebagian orang, apa lagi menunggu orang bangun dari komanya itu membuat semakin panik.


Satu hari telah berlalu, tapi Bastin belum juga sadarkan diri, Nyonya Hartati terlihat sangat khawatir dan panik, semua usaha sudah di lakukan Dokter, tapi ia tidak kunjung bangun.


“Bastian bangunlah Ibu janji, ibu akan berubah ibu akan baik ,” katanya berjanji.


Nyonya Hartati terlihat terpukul melihat keadaan Bastian.


Apalagi saat Erik dan bam-bam menceritakan malam itu, kenapa Bastian sampai mabuk seperti itu, Karena Rara meninggalkannya karena ibunya yang tidak menerimanya.


Satu dua hari telah berlalu, tapi Bastian benar-benar tidak kunjung bangun dari tidur panjangnya ia mengalami cidera kepala yang sangat parah.


Maka, ini, seperti hukuman untuk Hartati, kini ia harus menjilat ludah sendiri saat Bastian terluka parah dan tidak sadarkan diri. Ibunya Bastian mencari Rara, tapi sayang wanita itu sudah meninggalkan Jakarta. Dan tidak mungkin melihatnya.


Melihat Bastian terluka dan belum sadarkan diri Hartati ingin. Rara bicara pada Bastian agar ia bangun kembali


Ini sudah hari ketiga Bastian berbaring di ranjang rumah sakit, semua usaha sudah di lakukan Dokter tapi tidak berhasil juga


Hartati akhirnya memutuskan menemui Rara, ia datang ke kantor Rara di XXTV tapi usahanya sia-sia.


“Rara sudah meninggalkan Jakarta dari tiga hari yang lalu,” Sukma yang datang menemuinya.


Sukma yang sudah tau betapa jahat wanita Itu pada Rara, Walau iya tau pun ia tidak akan memberikannya, ia justru ingin memberi wanita itu pelajaran, karena selama ini dia sudah menyusahkan temanya,


Tapi sepertinya, ia mendapat balasan dari perbuatanya. Sekarang yang memohon, agar Rara datang menemui anaknya.


“Tidak, saya tidak tau alamatnya Bu, saya tidak tau, Rara tidak bilang, saya hanya tau, ia akan tinggal di Italia selamanya,” kata sukma mengarang cerita.


Wajah wanita panik, mendengar Rara benar-benar meninggalkan Bastian bukannya hanya itu saja bahkan Rara meninggalkan Indonesia.


“Apa, maksudnya, ia tidak kembali ke Indonesia lagi?,” Ia bertanya terlihat bingung .


“Iya, seluruh keluarganya juga akan tinggal disana, meraka akan tinggal di sana, Rara bilang ia akan fokus pada kandungan, ia stress di sini,” kata Sukma dengan wajah menyeringai


“Benarkah? Apa Rara sudah mempersiapkan jauh-jauh hari?

__ADS_1


“Sepertinya tidak, ia melakukanya setelah bertengkar dengan Rara.” Kata sukma terlihat tenang,


Rasain, semoga kamu menyesal telah menyakiti Rara kata sukma dalam hatinya.


“Apa saya, tidak bisa meminta alamat Rara? saya ingin bicaranya dengannya,” katanya kemudian


“Lah, bukannya Ibu sendiri yang mengusirnya, ia tidak akan pergi kalau saja ibu tidak mengancamnya,” kata sukma mengambil kesempatan agar bisa marah pada wanita itu.


“Saya tidak tau, kalau Rara sedang hamil, mungkin kalau saya tau Rara hamil, saya tidak melakukanya dan mungkin ceritanya akan berbeda,” katanya lagi, raut wajahnya terlihat sedih.


Apa dia beneran sedih apa-apa pura-pura sih?. Tanya Sukma dalam hatinya, karena sifat nyonya Hartati tidak bisa di tebak.


“Maaf bu saya juga tidak tau alamat dan saya tidak memintanya.” Kata Sukma, ia juga tidak ingin Ibu Bastian menemui Rara. Bahkan ia berharap ia mendapat pelajaran.


“Apa saya bisa meminta nomor ponsel Rara?”


“Nomor ponselnya sudah diganti sepertinya, Bu, saya sendiri tidak bisa menghubunginya.” Sukma terpaksa berbohong.


“Apa Rara tidak tau, kalau Bastian kecelakaan?.”


“Sepertinya tidak Bu, Rara tidak tau kalau Bastian mengalami kecelakaan,” kata Sukma


Setelah hampir berhari-hari Bastian tidak kunjung sadarkan diri, itu seperti pukulan berat untuk Hartati, akhirnya ia menerima apa yang di perbuat,


Mungkin ungkapan. Penyesalan selalu terlambat. pas untuk situasi yang di alami Hartati.


Sebanyak apapun harta yang dia milik dan sebagus apapun Dokter yang ia datangkan dari Negeri ini. Bastian tidak kunjung bangun dari tidur panjangnya.


Dokter juga di buat kebingungan, karena operasi pendarahan kepala yang di alami Bastian tidak merusak bagian otaknya tapi kenapa ia belum bangun .


“Lakukan apapun untuk anakku! aku akan bayar berapapun,” kata teriak Hartati di ruangan Dokter.


“Bu, kami sudah melakukan semua seperti kemampuan kami, tapi juga manusia biasa yang menentukannya hanya yang Kuasa.” Kata salah satu Dokter.


“Kami sudah melakukan apa yang sudah kami bisa,Bu, kami tidak perduli seberapa hartamu dan seberapa duit ibu, kami hanya ingin kesembuhan Pasien,” Jawab seorang Dokter senior, membuatnya bungkam.

__ADS_1


“Tapi sampai kapan ia tertidur seperti itu?.” Katanya dengan tangisan.


Bersambung....


__ADS_2