
Rara akhirnya memakai pakaian milik Kenzo, walau sedikit kebesaran karena pinggang Rara ramping. Namun, masih cocok ia pakai. Lalu keduanya kembali ke kru.
Bastian yang duduk membaca naskah mengalihkan matanya menatap Rara dan kembali pikiran-pikiran liar bermunculan di otaknya.
‘Apa Rara membuka pakaiannya tadi di depan Kenzo, apa dia juga memakai pakaian dalam milik Kenzo, kenapa tiba-tiba aku ingin marah sih’ Bastian mengibas-ngibaskan naskah yang ia baca ke wajahnya, tiba ia merasa sangat panas saat melihat Rara dengan Kenzo,
Ken memanfaatkan sikap cemburu Bastian, ia ingin membuat lelaki itu bertambah panas.
Sementara Rara bersikap santai, ia tidak tahu kalau ada yang kepanasan saat melihat kedekatannya dengan Kenzo.
Saat Rara jongkok mengikat tali sepatunya, Ken mengambil botol minum lalu meminumnya sebagian, lalu bekas minumnya ia berikan pada Rara.
Rara tidak tahu, ia berdiri lagi lalu menerima botol minum bekas bibir Ken, lalu meneguknya sampai habis, biasanya Bastian selalu melakukan hal itu,
Bastian semakin panas.
‘Dasar ceroboh, apa dia tidak bisa melihat botol minum yang ia minum, bekas bibir Kenzo’ Bastian merepet.
Ken, memilih tempat agak jauh dari tempat di mana Bastian duduk, sementara Rara bersikap biasa dan berusaha bekerja profesional, ia mendamping Kenzo saat bekerja.
“Ra, sini duduk jangan jauh-jauh,” pinta Ken menarik sebuah kursi lipat yang ia bawa setiap kali ada syuting.
“Untuk apa? Bukanya kamu butuh konsentrasi untuk menghapal isi naskah," bisik Rara.
“Aku mah gampang , sekali baca langsung hapal”
“Yakin?” tanya Rara, ia tidak percaya dengan pengakuan Kenzo, karena ia tahu lelaki itu juga pelupa.
“Coba saja,” ujar Kenzo.
Keduanya tertawa saat Rara meledek, tetapi situasi akrap itu membuat Bastian semakin panas lagi.
Tidak terduga Ibu Bastian datang bersama Viona.Teman Viona yang ikut syuting memberi tahu kalau ada Rara, jadi ia datang bersama Ibu bastian.
Melihat mereka datang, Ken tertawa dalam hati, ia yakin sesuatu yang akan menarik akan terjadi.
Rara bersikap tenang, tetapi Justru Bastian yang terlihat sangat gelisah, ia tidak ingin ibunya dan Viona menyakiti Rara.
“Ayo, makan dulu.” Viona membawa makanan dan membagi-baginya untuk kru film.
“Lu, ngapain ke sini?”Bastian menarik tangan Viona membawa wanita berpakaian seksi itu menjauh.
“Iya tante ngajak gue mau lihat kamu syuting”
“Ibu atau kamu?”
“Iya Tante”
__ADS_1
Dengar iya Vi, jangan macam-macam, jangan coba kamu menganggu Rara, aku tidak tinggal diam”
“Untuk apa ... lagian dia tidak bersamamu lagi , kan, wanita itu sudah mendapatkan lelaki baru”
“Diam jangan sembarangan bicara!” Bastian merasa kesal mendengar itu.
“Kok, kamu jadi marah-marah sih, memangnya kamu apanya dia ”
Bastian meninggalkan Viona, wajahnya sangat marah, ia tidak semangat kali ini, terlihat beberapa kali ia mengulang lelaki tampan itu kehilangan kontraksi.
Rara sadar akan hal itu, ia bisa melihat Bastian dalam posisi tidak baik.
‘Lebih baik aku pergi dari sini, aku tidak mau ada masalah’
Rara mengeluarkan ponsel-nya dari sakunya., lalu ia mengetik sesuatu di ponsel, lalu ia kirim untuk Bastian.
[ Aku tahu kamu merasa tidak tenang karena ada ibumu, tidak apa-apa aku akan pergi dari sini, jangan tunjukkan kelemahan mu pada musuh, Kenzo menantikan kesempatan ini, lakukan dengan baik, aku pulang, agar kamu konsentrasi]
[Maaf] balas Bastian.
Rara mencari alasan pada Ken untuk pergi dari lokasi syuting itu,
“Pak, aku merasa badan ku gatal semua, aku ingin pulang duluan”
“Lah, bentar lagi kok Ra, tunggulah.” Ken mencoba menahan .
“Oh, kamu boleh mengolesnya dengan obat gosok,” ucap Ken.
“Seluruh tubuhku gatal bahkan bagian itu juga aku juga mengolesnya minyak gosok?”
“Oh begitu iya.” Ia tidak bisa menahan Rara. Ia gagal lagi melihat pertunjukan besar, padahal tadinya ia ingin melihat Ibunya Bastian melabrak Rara.
Lalu ia akan datang sebagai penyelamat untuk Rara. Namun, semuanya gagal. Rara sudah meninggalkan lokasi syuting, tetapi ia tidak benar-benar pergi ia melihat ada supir Kenzo di dekat mobil, lalu ia meminta kunci dan Rara tidur di dalam mobil menunggu Ken pulang.
Disisi lain,
Melihat Rara meninggalkan lokasi, Bastian menarik napas lega
‘Terimakasih Ra’ucapnya dalam hati, akhirnya ia fokus menyelesaikan syuting hari ini
*
Saat menjelang sore, syuting selesai dan akan di lanjut besok.
Ken berjalan kearah mobilnya, wajahnya tampak sangat lelah, ia juga tidak begitu bersemangat, saat membuka pintu ia melihat Rara tidur.
“Ra, kamu di sini, katanya mau pulang”
__ADS_1
“Tidak jadi ... gatal nya berkurang setelah pakai minyak gosok ini, ternyata aku hanya terkena ulat bulu, sekarang sudah sembuh”
“Ah, kamu mah cari alasan”
“Sudah selesai syuting?”
“Sudah"
Tetapi, tiba-tiba dari mobil Bastian keluar Viona dan Ibu Bastian.
“Baguslah, kalau lu akhirnya keluar dari rumah Bastian, enakkan ditendang keluar dari rumah?”
Rara tidak menanggapinya, ia menahan diri.
Namun, melihat sikap Rara yang diam, ia semakin mencerocos, ibu Bastian memang tidak mengatakan apa-apa, ia hanya berdiri melihat Viona merendahkan Rara, Dari jauh Bastian berlari,
“Vi, jangan cari masalah, ada banyak kamera di sini,” ujar Bastian menarik tangan Viona. Ken hanya diam berdiri di samping mobil, diam-diam ia merekam.
“Ibu Dan Viona, tidak ngapain,Nak, hanya mengingatkan seseorang agar tahu diri,” ucap Hartati, mata wanita itu melirik Rara. Namun, Rara masih diam, ia menjaga perasaan Bastian. Namun, jika mulut Viona mengusik anaknya maka yang terjadi ….?
“Lu dan anak lu itu memang tidak punya malu”
Mendengar nama anaknya di sebut akhirnya singa betina itu murka, tadinya ia bersikap tenang, tetapi sekarang.
Rara, berbalik badan dan menarik Viona dan mendorong dadanya dengan keras kearah badan mobil Bastian,
Paaak …!
Tubuh Viona didorong kuat.
“Dengar ya Viona Olivia, pelacur sialan! kalau lu marah ama gue, cukup gue saja, jangan sekali-kali lu bawa anak gue, kalau bukan karena melihat kebaikan Pak Bastian, gue sudah membiarkanmu membusuk di penjara.
Namun, aku menarik laporan ku dan gue sudah keluar dari rumah Pak Bastian, jadi jangan coba-coba mengusik hidup gue lagi ataupun anak gue, kalau lu, suka Pak Bastian, ambil saja, atau kamu ingin merayu nya dengan tubuhmu seperti yang kamu lakukan saat itu, lakukan saja ... gue gak perduli karena gue dan Pak Bastian itu tidak ada hubungan apa-apa.”
Melepaskan tubuh Viona dengan kasar , lalu Rara menatap Hartati dengan tatapan sinis, peringatan itu ia tujukan pada kedua wanita yang mengusik hidupnya.
Semua orang terdiam, saat melihat Rara marah.
Ibu Bastian mendekati Viona, “Kamu tidak apa-apa Vi?”
Viona mengusap pundaknya, ia kesakitan saat Rara menarik bajunya dan mendorongnya dengan kuat, tetapi rasa malu yang ia alami lebih menyakitkan daripada rasa sakit akibat di didorong Rara. Ia sangat malu karena Ken dan artis lain yang melihatnya.
Bersambung ….
Bantu like dan vote iya Kakak
Kasih hadiah juga agar viewer naik.
__ADS_1