
“Hai, Ibu,”sapa Rara
Wanita itu kaget karena musuhnya tiba-tiba datang menjenguknya.
“Kamu ngapain kesini?”
“Menjenguk Ibu, saya dengar Ibu mau bunuh diri karena Bastian tidak mau menikah dengan Viona, mendengar itu sebenarnya aku kasihan pada ibu, rasanya kok hina sekali seorang ibu memaksa seorang anaknya yang sudah menikah, menikah lagi demi harta, ah sudahlah, tapi itulah karakter dari ibu suami saya, dan aku merasa muak juga , aku sudah mengusir dan menghinanya Bastian habis-habisan agar ia membenci dan meninggalkanku.
sekarang aku menyerahkan sama ibu, harta dan uang tidak membeli kebahagian Bu, tapi ibu menukar kebahagian anak ibu sendiri, saya harap ia juga bahagia dengan harta Viona nantinya.Aku mundur.
“Kamu mengajariku?
“Tidak aku tidak ingin berdebat lagi dengan ibu, aku hanya ingin bilang berhentilah menggangu hidupku, aku sudah melepaskan Bastian pada ibu. Aku akan membesarkan anak kami sendirian, jadi berhentilah meneror dan suruh anak buahmu, yang mengawasiku untuk mundur.”
“Apa kamu Hamil?” wajahnya terlihat menegang.
“Iya, anak Bastian, Bu, Jangan khawatir, aku akan membesarkannya sendiri, karena aku sudah mengusir Bastian dari kehidupanku, seperti keinginan ibu,” Kata Rara terlihat sangat tenang.
“Apa Bastian tau?”
“Tidak, jangan khawatir, ia akan membenciku , bahkan sangat membenciku mulai hari ini, jadi ibu bisa menikahkannya dengan Viona sesuai keinginan Ibu,
“Kelak, aku juga ingin anakku seperti Bastian anak sayang sama ibunya, tapi aku tidak akan menjual anakku hanya untuk harta, aku akan jadi ibu yang baik untuknya dan berusaha agar ia selalu bahagia, itulah kodrat dan kelebihan seorang Ibu, mengalah demi kebahagian anaknya. Kelak aku juga akan seperti itu,” Kata Rara ia mengusap perutnya, dengan wajah tanpa beban.
Ibunya Bastian tiba-tiba diam tidak bisa berkata-kata
“Rara, pamit bu, maaf bila Rara banyak salah, semoga ibu cepat sehat,” Rara menundukkan sedikit kepalanya sebagai tanda hormatnya pada wanita itu, ia berharap tidak bertemu lagi dengan wanita penyihir itu, ia ingin hidupnya tenang.
Aku berharap suatu saat kamu datang memohon padaku, saat itu tiba, aku akan mengacuhkan mu, dan menyuruhmu meminta maaf pada keluargaku terlebih dulu, atas semua yang kalian lakukan pada kami.
Hartati terlihat diam seperti batu, tiba-tiba ia merasa sedih.
Disatu sisi ia merasa puas dan merasa menang kerena akhirnya Rara mengaku kalah, Tapi tiba-tiba hatinya sedih saat Rara bilang ia mengandung anak Bastian cucunya. Tapi di bagian hatinya yang lain juga, ia ingin menyingkirkan wanita ini karena anaknya Calvin, Anak dari suaminya, itu juga yang membuat hatinya bertambah tidak suka pada Rara, saat ia membesarkan anak dari selingkuhan suaminya. Maka niat buruk untuk menyingkirkan Rara keluarga kembali ia susun.
Tapi saat Rara bilang mengandung anak Bastian, ia terdiam. Ada perasaan seperti kupu –kupu menghinggapi ruang hatinya, Ia berdiri menatap jendela kamarnya, terlihat Rara berjalan menjauh.
__ADS_1
Ia meraih ponselnya menelepon seseorang.
“Pekerjaan kalian cukup sudah sampai di sini, mundurlah, ia sudah mengaku kalah, nanti duitnya akan di transfer asisten saya,” katanya di ujung telepon.
Ternyata benar dugaan Rara, yang menerornya keluarganya pastilah Ibunya Bastian , kalau tidak Viona.
Ibu Bastian bekerja sama dengan Viona dan Ayah Viona akan menyingkirkan Rara.
“Ah, perasaan apa ini, katanya dengan pelan mengusap dadanya, ia kembali merebahkan tubuhnya.
Baru ia ingin merebahkan tubuhnya tiba-tiba Viona datang.
“Tante, kenapa orang-orang itu di suruh mundur ,kan belum selesai pekerjaannya kata Viona bersikap buru-buru,”
“Ia sudah mengaku kalah dan sudah berjanji,” kata Hartati mencoba menangkan wanita itu.
“Terus tante percaya, gitu?.” Katanya dengan nada tidak sopan.
Viona merasa sudah mengeluarkan banyak uang, jadi bersikap seolah-olah ialah bosnya.
Belum juga ia meneruskan pembicaraannya tapi Bastin sudah datang dengan wajahnya terlihat kusut seperti kain belum di setrika.
Mata Bastian menatap mereka bergantian
Dua penyihir bersatu katanya dalam hatinya.
“Eh ada Bastian,” kata Viona bergelantungan manja di lengan Bastian tanpa ia tau apa sedang terjadi.
“Apa yang kamu lakukan sih?” Ia menyingkirkan tangan wanita dengan kasar
“Tian, kok kamu kasar bangat,” kata Viona masih dengan nada bercanda, Ia tidak tau apa yang baru terjadi di alami Bastian hanya ibunya yang tau.
“Saya tidak lagi mod , Vi. Jadi tolong menjauh dariku,” kata Bastian masih dalam kemarahannya.
“Padahal aku sudah bawa mobil kamu jauh-jauh kesini,” Kata Viona berharap dapat pujian , syukur-syukur dapat pelukan hangat. Viona ngarep.
__ADS_1
“Mobilku, kenapa mobilku ada di kamu, mobilku ada di apartemen kami, Rara yang menyimpannya,” Matanya menyelidiki.
Bastian belum tau kalau Rara saat itu depresi dan di perlakukan buruk oleh ibunya, saat ia menghilang,
Karena saat Bastian tau kabar dari Ridho, ia menenangkan diri di Lombok.
Ia baru datang tepat dua hari sebelum bertemu Rara di hotel itu. Jadi perlakuan buruk yang di lakukan ibunya dan Viona pada Rara ia belum tau.
Rara sendiri bukan tipe wanita yang suka mengadu setiap ada masalah pada Bastian.
“Ah-itu-aaa,” Viona terlihat gugup dan matanya melihat Hartati meminta pertolongan
“Aku tanya! apa yang kalian lakukan padanya di belakangku? Sehingga ia begitu membenciku, Ibu, bicaralah? Kamu juga katakan dari mana kamu mendapatkan mobilku, aku paling tidak suka barang-barang ku di pakai orang lain, hanya Rara yang ku izinkan memakai mobilku, tapi kenapa berpindah padamu? Apa kamu mengacak-acak apartemen kami, lancang sekali kamu viona!.”
wajah Bastian terlihat emosi. Ia sudah emosi karena omongan Rara tadi di tambah lagi kejadian itu, ia ingin meledak rasanya
“Gue, gak ke apartemen loe, Tian, ia yang datang bolak-balik mencari kamu seperti orang gila, ia ke rumah Nenek kamu,”
“Terus?
“Terus, iya aku merampas mobilnya,
“Terus?? .” Mata Bastian mulai menatap tajam saat Viona ingin mengungkapnya tapi ragu, matanya menatap ibunya Bastian terlihat kalau mereka bekerja sama,
“Tante, memukulinya disana, dan keluargamu menyeretnya ke kantor polisi,” Kata Viona
“Apa!? Ibu memukuli Rara lagi, membawa ke kantor polisi?’ dada Bastian terlihat naik turun tangan terkepal kuat lagi “ apa ibu sejahat itu? apa ibu harus melakukannya Bu? Emang aku apa bu, sehingga ibu tega berbuat seperti itu padanya, pantas ia sangat membenciku, pantas ia mengusirku, itu karena ibu wanita yang sangat jahat dan menakutkan,
“Bastian, Ibu hany-“
“Cukup Bu, aku sangat membenci kalian berdua, aku muak dengan sikap menjijikkan kalian berdua,”
Tangan Bastian menyambar kunci mobilnya meninggalkan kedua wanita jahat itu.
Bersambung
__ADS_1