Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Saat Rara lebih memilih uang dari pada Bastian


__ADS_3

 Mendengar suara khawatir ibunya Bastian semakin bersemangat, ia yakin kalau ibunya luluh akan merestui hubungan dengan Rara.


“Baik Bu"


“Jangan kerumah, bawa saja ke apartemen kamu, aku akan memberikan apa yang di inginkan Rara selama ini"


“Baik Bu,” ucap Bastian, tidak bisa membendung rasa senang di hatinya.. Padahal ia tidak tahu apa yang sudah direncakan ibunya untuknya dan Rara.


   Lalu ia menutup telepon.


“Kamu bilang, kalau ibu merestui hubungan kita, kamu mau menikahkan denganku' kan?” tanya Bastian dengan raut wajah berseri


Rara menatap Bastian dengan kepala dimiringkan. “Ada apa? Senang banget"


“Gak, aku bertanya padamu Ra”


“Ok,” jawab Rara.


“Ra, aku yakin ibu merestui hubungan kita, ibu meminta kita datang ke sana”


Rara tidak yakin dengan apa yang dikatakan Bastian, karena ia tahu, wanita yang seperti apa ibunya Bastian. 'Orang kaya, seperti mereka tidak akan semudah itu menerimaku' Rara membatin.


Tetapi melihat Bastian bersemangat, ia tidak ingin menghancurkan kesenangan lelaki. Rara memilih menuruti apa yang dikatakan Bastian.


Saat berjalan menuju apartemen, Rara merasa gusar dan merasa tidak tenang karena sahabatnya Sukma mengirimnya sebuah pesan. Sukma membahas tentang, ia masuk ke berbagai berita gosip.


Saat membaca sebuah judul artikel Rara kaget, sudah pasti keluarganya shock membaca dan melihat berita. Namun, Rara memilih tidak membahasnya dengan Bastian, karena lelaki itu terlihat senang merasa usahanya untuk menikah dengan Rara akan tercapai.


                               *


“Duduklah,” ucap Hartati, saat Rara tiba di apartemen, sikap canggung terjadi diantara mereka berdua, itu hal yang wajar karena Rara pernah mengadukan ibu Bastian ke polisi


 Bastian, berusaha mencairkan suasana, saat Viona keluar dari kamar Bastian. Ia marah, tetapi Rara bersikap tenang


Viona duduk bergabung dengan mereka.


“Baiklah, aku tidak ingin basa-basi, kita langsung ke intinya saja”


Lalu seorang supir pribadi ibunya mengangkat sebuah koper keatas meja dan membuka, isi uang satu koper.

__ADS_1


“Ibu ...! ini untuk apa?” Bastian menatap sang ibu dengan tatapan panik.


“Ini semua akan jadi milikmu totalnya lima ratus juta, jauhi anakku, maka uang ini milik kamu,” ujar Hartati.


“Ibu, kenapa ibu melakukan ini?”


“Bastian sadarlah, umurmu, jauh beda dengannya antara kamu dengannya bagai keponakan dengan tante,"


“Ibu, aku tidak perduli dengan umur, ibu menghiatiku!”Bastian marah, ia merasa sangat terkejut dan terpukul, karena ibunya membohonginya.


Wajah tampan Bastian memerah menahan kemarahan, tetapi ia tidak bisa melampiaskan kemarahannya, karena yang membuatnya kecewa adalah ibunya sendiri, wanita yang amat ia cintai di dunia ini, tetapi bagaimana rasanya saat orang yang dipercayai membuatnya kecewa,


Tetapi baru kali ini merasa sekecewa ini , ia merasa ibunya mengkhianatinya.


“Apa ini yang kamu maksud Bastian?” tanya Rara menatap Bastian. Tetapi melihat Bastian begitu terpukul dan terlihat sangat kecewa. Rara terdiam dan memikirkan cara untuk mengatasi masalah itu.


Ia tidak mau hubungan ibu dan anak itu retak karenanya, maka ia membuat putusan yang sangat berat. Itu semua demi kebaikan mereka semua. Rara wanita yang kuat, jika wanita lain diperlakukan seperti itu sudah menangis dan merasa rendah. Tetapi Rara ….


“Baiklah, kalau itu yang ibu inginkan kan. Tetapi bukankah anak ibu sangat berharga dan ibu sangat kaya. Saya minta satu Miliar untuk meninggalkan Bastian,” ujar Rara.


Mata Bastian menatap Rara dengan kecewa. “Apa yang kamu lakukan, Ra?”


“Kenapa kamu membahas itu, itu lagi, aku sudah bilang aku tidak pernah perduli dengan perbedaan umur!” Teriak Bastian marah.


“Bagiku masalah, kenapa aku harus memilih jalan yang sulit, jika ada jalan yang muda, toh juga kita tidak akan cocok nantinya," ucap Rara membuat Bastian semakin marah, terlihat dari kedua tangannya terkepal kuat.


“Bagaimana Nyonya, aku minta satu miliar untuk menghilang dari hidup Bastian, dengan uang satu miliar aku bisa melupakannya, aku tidak membutuhkan anakmu lagi, jika aku dapat uang itu, aku bisa melakukan banyak hal”


“Baik sisanya aku transfer, menghilang lah dari kehidupan anakku,” ujar Hartati.


“Ok, dengan begitu aku tidak perlu mencari pekerjaan lagi,” ujar Rara menatap uang dalam koper itu dengan tatapan mata berbunga-bunga.


“Baiklah, memang inilah yang kamu incar makanya mendekati anakku kan?” tanya Hartati dengan tatapan merendahkan, tetapi Rara tidak menunjukkan rasa takut.


“Iya, Nyonya benar, lagian siapa sih yang tidak mau kaya, jika aku kaya, aku bisa bersikap seperti anda menganggap semua orang miskin itu rendah, dan aku akan bersikap sombong , siapa yang tidak menginginkannya, aku sangat menginginkannya,”ujar Rara menarik koper berisi uang itu.


Bastian tampak sangat kecewa , ia marah melihat Rara, ia juga marah pada ibunya.


“Baik jika kamu masih ada dalam hidup anakku dan di sekitar anakku, aku akan mengirim ke penjara, aku tidak akan memberikannya dengan cuma-cuma, enak saja kamu … ini surat perjanjian, jika kamu melanggar kesepakatan, kamu masuk penjara bukan hanya kamu tetapi keluargamu," ucap Hartati seperti sebuah ancaman.

__ADS_1


“Baiklah, aku akan melakukannya, tetapi aku juga memberimu peringatan Nyoya besar, menjauh dari keluargaku, jangan pernah menyelidiki latar belakang keluargaku, aku juga akan menjauh dari hidup putramu,” ujar Rara menandatangani surat perjanjian.


Rara menutup kopernya dan berdiri.”Apa kamu akan seperti ini? Lalu bagaimana denganku?”


‘Ikuti saja kata ibumu, kamu kan anak mami,” ujar Rara memancing kemarahan Bastian.


Bastian murka lalu ia melempar televisi di depannya.


” Kamu wanita yang jahat, baiklah jangan bertemu denganku,” ucap Bastian marah, ia masuk dalam rencana Rara.


Rara meninggalkan apartemen dan membawa koper itu turun, tetapi membawa uang dengan sebegitu banyak bukanlah hal yang baik. Ia menunggu dan bersembunyi di salah satu pojok ruangan melihat Bastian meninggalkan apartemen nya dengan marah. Lalu ia naik lagi ke atas menemui Hartati dan Viona.


                        *


“Apa lagi? Apa uangnya kurang?’ tanya Ibu Bastian dengan marah,


“Dengar orang kaya, aku tidak butuh uangmu, ini aku kembalikan, aku melakukan itu agar Bastian membenciku dan meninggalkanku, dengan begitu. anda tidak perlu capek-cepek memisahkan kami”


Hartati diam, ia kebingungan dengan sikap Rara yang tiba-tiba menolak uang yang jumlahnya fantastis itu.


“Kamu menolak uang sebanyak itu, dasar bodoh,” timpal Viona.


“Aku bukan wanita seperti kamu yang rela melakukan apapun demi uang dan harta, kamu bahkan rela tidur dengan produser film demi bisa jadi pemeran utama film, kamu sungguh hina, kamu menjijikkan, aku kasihan pada Bastian kalau harus menikah dengan sampah seperti,” ujar Rara santai.


“Kamu kurang ajar, ia ingin menarik rambut Rara, dengan santai ia menahan tangan Viona, aku ini ahli bela diri, jangan coba-coba menantang atau aku akan melempar mu ke bawah, kamu cukup diam dan dengarkan”


“Apa yang kamu inginkan?” tanya Hartati.


“Aku tidak menginginkan apa-apa. Aku hanya kasihan pada Bastian, ia sangat mencintai anda dan menghormati anda, tetapi anda mengkhianatinya, dan membuatnya kecewa.


Dengar orang kaya …! dari dulu itu aku sangat membenci orang kaya, karena iya seperti anda Sombong! Maka dengar baik-baik, aku tidak pernah mendekati Bastian lagi, jadi berhenti menyogok ku dengan uang sialan ini."


Rara meletakkan koper di depan Hartati.


“Lebih baik aku mendapatkan suami yang miskin, tetapi ibu mertua yang baik, dari pada seperti anda kaya, tetapi kelakuan, nauzubillah.”


Rara mengembalikan uang pada Hartati, saat Bastian tidak melihatnya, ia terpaksa ia melakukan cara itu agar Bastian membenci nya dan meninggalkannya, lebih baik ia mengubur perasaannya pada Bastian dari pada lelah menghadapi ibu yang jahat seperti Hartati.


Bersambung ....

__ADS_1


Bantu like dan vote iya Kakak.


__ADS_2