Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Bukan Ibu Kandung


__ADS_3

Bastian merasa sangat rindu, walau ia  menahan diri agar tidak menemui Rara tetapi hatinya merasa sangat Rindu.


Ponsel Rara mati tidak ada  bisa dihubungi, sementara Hartati  melanjutkan rencana yang mereka sepakati dengan keluarga Viona, walau tanpa kehadiran Bastian, ibu Bastian masih nekat menjamu keluarga Viona, bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


Viona menyembunyikan Fakta pernikahan diam-diam Bastian pada keluarganya,  semua itu atas permintaan Hartati.


Viona berpikir kalau Bastian menolaknya, iya ingin mendekatinya melalui  Ibunya. Karena Bastian orang menuruti semua apa  di katakan sang Ibu.


Padahal Bastian sudah beberapa kali  menolaknya,  karena menurut Bastian hubungan mereka hanya sebatas teman, karena ia  tidak memilki perasaan sedikit pun Viona gadis cantik yang jadi teman masa kecilnya.


Bastian sudah meninggalkan rumah keluarganya, ia memilih kembali ke apartemen.


Bastian melajukan kendaraannya, menyusuri keramaian ibukota, sesekali ia melirik ponselnya, berharap Rara menelponnya setidaknya memberinya kabar.


Sejak meninggalkan di pemakaman hari itu,  istrinya tidak pernah berkomunikasi lagi dengannya. Walau Rara marah besar, tetapi ia masih tetap berharap Rara dan Alvin kembali ke apartemennya.


Jalanan Jakarta sudah berjibaku dengan kemacetan, sekali ia menekan nomor panggil Rara, lagi lagi  lagi sedang aktif,


“Kamu kemana si Ra, apa akan berakhir seperti ini, ? aku tidak mau … Tidak akan rela meninggalkanmu dan Alvin,” ucap Bastian menarik napas berat.


Hingga ia tiba di apartemennya, dengan cepat ia menekan lift yang membawanya ke lantai atas, dengan wajah cemas dan berharap,  berharap wanita yang sudah menjadi istrinya ada dirumah dan menyambutnya. Ia merasa lemas ketika mendapati apartemennya gelap lampu tidak dinyalakan .


'Apa yang kamu harapkan Bastian? Rara sangat marah besar padamu' Ia membatin.


Merasa sangat sedih dan ia merasa  sakit di dalam hatinya, tiba-tiba bayangan Yolanda samar-samar   melintas di pikirannya.


‘Maaf karena aku terlalu bodoh saat itu, aku tidak tahu kamu menderita. Maaf aku mencintai Rara saat ini’ ucapnya dalam hati.


“Aku merindukanmu Ra. Pulanglah aku menunggumu di sini,” bisik Bastian .


Bunga Rara di taman terlihat tidak terurus,  tanamannya mulai layu karena tidak di siram selama beberapa hari.


Bastian menggantikan tugas  Rara, malam itu ia menyiram semua tanamannya . ia berpikir kalau Rara pulang ia akan memperkerjakan satu asisten rumah tangga, untuk mengurus pekerjaan rumah, agar Rara bisa fokus mengurus putra mereka  Alvin.


Pukul 08:00 WIB


Bastian  menghubungi jasa kebersihan untuk membereskan rumahnya yang berantakan. Ia berpikir akan memberanikan diri menjemput Rara dan Alvin pulang  besok. Jika istrinya pulang  mendapatinya rumahnya sudah bersih, sebagai kejutan kecil darinya.

__ADS_1


Bastian duduk  di Balkon apartemennya memandang jauh kearah jalanan, lampu jalan terlihat seperti bintang berkedip, tetapi semakin ia menatap keluar, rasa kosong dan kesendirian semakin menyiksanya.


Sementara di sisi lain,  Rara masih berbaring lemah di ranjang rumah sakit, ada rasa sedih yang membuat dadanya  terasa sesak. Pengakuan emaknya membuatnya  ingin menangis.


“Ada apa Ra?”


“Pantas saja emak selalu memperlakukanku  seperti sampah selama ini, ternyata emak bukan ibu kandungku”


“Ra, jangan diambil hati, bisa aja encing karena terbawa amarah”


“Mey, lu lihat reaksi babe dia kaget, hal itu benaran, emak bukan wanita yang  melahirkan gue,” ujarnya menahan bendungan di mata itu.


“Gue juga kaget Ra, masa encing bukan ibu lu”


“Sekarang gue semakin  paham  kenapa selama ini emak selalu kasar padaku, berbanding dengan Aisah yang selalu dapat kasih sayang”


“Ra, lu wanita yang kuat, gue yakin elu bisa menghadapi cobaan ini semua”


Sukma memeluk Rara, melihat Rara di timpa banyak masalah yang datang bersamaan membuatnya merasa prihatin, walau ia juga mendapat cobaan hidup, tetapi tidak separah dengan yang dialami Rara.


Ia menikah dengan Bastian, ternyata Bastian kekasih dari Yolanda, orang yang di cari Rara selama ini. Karena  perlakuan ibu Bastian terungkap rahasia sangat besar di keluarga Rara.


Rara bukan anak yang di lahirkan Ibu Soimah, wanita yang sudah membesarkan Rara, ternyata ayah Rara membawa anak perempuan dan menikah dengan Bu Soimah.


Rara merasa sangat terpuruk mendapatkan kabar yang  bisa mengguncang mentalnya.


Di apartemen Bastian sangat gelisah, ia merasa tidak tenang, matanya tidak bisa terpejam sedikitpun . Ia duduk  menekan nomor Rara lagi, tetapi nomor itu belum aktif.


“Sial , harusnya aku menyimpan  nomor Sukma, kalau ada penting seperti ini aku tidak kebingungan seperti ini.” Bastian memaki diri sendiri.


Hingga jam 11 malam, ia tidak tahan lagi ia memutuskan turun .


Ia ingat tentang Mario saksi dalam pernikahannya saat ia menanyakan kebagian pos keamanan.  Mario lagi libur dan ponselnya tidak bisa di hubungi.


Karena Mario sengaja mematikannya, karena ia  berpikir  Bastian bisa  saja  mendapatkan nomornya .  jika Bastian ingin menghubungi Rara dugaannya benar.


Bastian mengeluarkan Mobilnya , mau tidak mau ia kembali hotel  di Kramat Pulo Dalam,  berharap bertemu Rara , ia ingin menemukan Rara di sana, ia ingin menelepon ibunya, karena  Hartati tahu alamat rumah Rara, tetapi ia mengurungkan niatnya, Bastian masih sangat marah pada ibunya.

__ADS_1


Sementara di rumah sakit Rara masih sangat lemah  ia masih berbaring


“Apa yang terjadi Ra, di mana Bastian?” Rara hanya menggeleng seolah-olah tidak ingin membahas suaminya.


“Ra, jangan membuat keputusan yang salah, kamu membutuhkan suami saat ini,” ucap Sukma.


“Gue  membenci keluarga sialan itu, gara-gara mereka hidup gua jadi begini”


“Ra, Bastian pasti tidak tahu apa-apa, nenek lampir itu pasti melakukan semuanya di belakang Bastian”


“Ponsel gue mana?” Rara yakin kalau Bastian sudah menghubunginya .


“Sepertinya ketinggalan Ra, kaga ada di sini”


"Baiklah, aku merasa sangat lemas," ucap Rara lemah.


Bagi Rara  semua ini seperti semua mimpi buruk.


”Babeh mana, Mey?”


“Babe di rumah sakit lain Ra, ia terus saja  bertingkah aneh dan seperti mengalami trauma berat.” Sukma terlihat ikut sedih atas kejadian yang menimpah keluarga sahabatnya.


Bersambung ….


Bantu Vote iya kakak untuk karya ini tolong tekan like dan  jangan lupa berikan hadiah juga.


Baca  juga karyaku yang lain.


-Cinta Untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Bintang Kecil untuk Faila


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


-The Cursed King(ongoing)

__ADS_1


__ADS_2