Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Dipaksa berpisah


__ADS_3

Apa yang di lakukan Hartati di masa lalu benar-benar membuat Rara marah, ia tidak perduli walau saat ini Bastian sudah jadi suaminya.


“Kenapa  gue  harus menikah dengannya?”


“Ra, takdir dan nasib seseorang siapa yang tahu sih, mungkin Yolanda ingin Bastian bertemu anaknya atau barang kali ia ingin mengungkap kejahatan Hartati," ucap Sukma mencoba menenangkan hati Rara.


“Tapi gue sangat benci ama keluarga itu Mey, saat ini ... saat gue tahu kalau yang menyebabkan Yolanda menderita karena keluarga itu.


Anak gue terlalu berharga untuk mereka,” ucap Rara wajahnya masih terlihat sangat marah.


"Tapi Ra, Bastian berhak untuk tahu kebenaran kan?"


"Tidak untuk saat ini, biar Ibu saja yang menceritakan sama anaknya, gue pengen liat apa Bastian masih membela Ibunya?"


Rara semakin membenci keluarga Salim setelah ia tahu, kalau Hartati yang menyebabkan sahabatnya menderita.


                         *


Saat  pagi tiba, ketika keadaan hati Rara masih marah, setelah mengetahui kenyataan kalau keluarga Bastian ayah dari anaknya dan Lelaki yang saat ini sudah jadi suaminya.


Harusnya ia bahagia karena Alvin bertemu dengan ayah kandungnya. Namun tidaklah seperti itu bagi Rara, ia justru berpikir kebalikannya, kalau ia tidak akan membawa anaknya ke rumah Bastian.


Tetapi seperti tidak diharapkan, saat hatinya marah kali ini, akan bertambah marah lagi karena ....


Sebuah mobil mewah berhenti di gang rumah Rara dan seorang wanita berpenampilan modis turun dari mobil, Hartati datang mengusik keluarga Rara.


“Ada apa? Apa yang anda inginkan?” tanya Rara menatap tajam pada Hartati.


“Saya di sini ingin memberi peringatan”


“Berhenti! Jangan membuat keributan di rumah keluargaku sebelum saya menyiram anda dengan air comberan”


Wanita itu melotot melihat Rara, ia berpikir setelah Rara  menikah akan berubah lembut dan berusaha mengambil hatinya, tetapi yang terjadi justru kebalikannya.


Ia semakin sangat membenci sang ibu mertua setelah ia tahu di masa lalu yang ingin melenyapkan Yolanda adalah ibu mertuanya.


“Harusnya kamu punya sopan santun pada saya karena  kamu sudah menikah dengan putraku”


“Aku tidak menginginkan putramu, saya tidak suka dengannya, saya menikah dengannya untuk membuatmu marah, kalau kamu datang ingin menolak pernikahan kami silahkan. Kamu juga boleh menikahkan Bastian dengan  wanita pilihanmu. Aku tidak membutuhkannya lagi”


“Apa?” Mata  wanita itu melotot.


“Ra, tidak sopan bicara di luar dengan tamu, bawa ke rumah," ucap babe Rara.


“Baik, Be”


“Kalau anda ingin bicara dengan saya, ayo kita cari tempat untuk bicara”

__ADS_1


Rara berjalan ke luar, ia tidak ingin pembicaraannya dengan Hartati di dengar keluarganya.


Keluarga Rara hanya bisa menghela napas melihat raut kemarahan Rara, mereka tidak berani menghentikannya, apa lagi saat menyangkut sahabatnya Yolanda.


Rara pernah mengalami depresi saat sahabatnya meninggal, ia menyalahkan diri sendiri, karena tidak tahu  masalah yang dialami Yolanda.


“Ayo kita bicara di mobil saya saja, di lingkungan kumuh ini, tidak ada yang tempat yang bisa dijadikan  tempat untuk duduk.


‘Anak sama ibu mulutnya sama saja, kumuh … kumuh’ Rara membatin.


“Baiklah”


Rara masuk ke dalam mobil, wanita itu meminta supir keluar lalu ia bicara dengan Rara di dalam mobil.


“Baiklah, apa yang ingin anda katakan, sampai jauh-jauh datang ke rumah yang kumuh ini?”


“Iya saya ingin kamu meninggalkan  Bastian”


“Baiklah, berikan kertasnya aku akan menandatangani surat cerai itu”


Wanita itu mendongak  heran, ia  kaget dengan  sikap Rara yang menerima perceraiannya dengan Bastian.


“Apa kamu  benar serius tidak mencintai Bastian?”


“Cinta bisa  datang kapan saja nyonya Salim .... Tetapi dendam  dan sakit hati  ini, masih diam dalam hati , saya berharap anda bisa membeli kebahagian dan cinta untuk putra anda, itu tidak masalah bagiku. Aku hanya ingin bilang, menjauh lah dari keluargaku, kalau aku marah aku  bisa melakukan hal nekat”


“Kamu pikir kamu siapa mengancam saya?”


Hartati meneguk savilanya, melihat tatapan mata Rara, tatapan mata yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.


“Kamu bukan apa-apa bagiku”


“Iya, kamu akan menghancurkan  batu yang menghalangi jalanmu, sama seperti yang kamu lakukan pada wanita yang pernah ada di hidup Bastian di masa lalu kan?"


Mata Hartati membelalak saat mendengar hal itu.


“Apa maksudmu?”


“Aku mau bilang kalau kamu ingin perceraian dariku, aku akan setuju ... sekarang katakan mana kertas yang aku tandatangani”


“Apa kamu mengancamku?”


“Tidak, berikan saja kertas sebelum aku berubah pikiran.”


Rara menatap sangat tajam pada ibu mertuanya, sampai-sampai Hartati meremas ujung pakaiannya melihat kemarahan Rara baru kali ini ia merasa takut.


Saat mereka berdua duduk . Bastian menelepon.

__ADS_1


“Hai Bastian”


“Halo Ra, aku akan menjemputmu iya”


“Tidak usah Bastian, saat ini aku sama ibumu, dia memintaku menandatangani surat perceraian, ibumu mendatangi rumahku”


“Ra apa yang kamu bicarakan? Jangan main-main!”


“Bastian, maaf seharusnya aku tidak menikah denganmu, dan tidak ada niat untuk menikah itu aku lakukan untuk membalas ibu mu yang berani-berani mengusik keluargaku, tetapi kali ini ... ibumu memintaku bercerai, aku capek bertarung dengannya, dia benar … ibumu bukan tandinganku, jadi , mulai saat ini aku bukan istrimu lagi”


Rara mematikan sambungan telepon.


Mendengar hal itu,Bastian sangat marah.


“Apa kamu pikir hidupku mainan?”


Ia menelepon ibunya, tetapi wanita itu tidak mengangkat, Rara juga tidak mengangkatnya.


                        *


“Baiklah, jadi mulai saat ini aku dan keluargamu tidak ada hubungan apa-apa, saya lega. Aku harap anda tidak menyesal menceraikan ku dengan putramu”


Hartati  hanya diam, tiba-tiba ia merasa sangat aneh dengan sikap Rara yang tiba-tiba  setuju berpisah dengan Bastian.


Rara terus mematikan sambungan teleponnya saat, Bastian mencoba menghubunginya lagi.


“Kenapa kamu lakukan ini?Apa yang kamu rencanakan?" Hartati menatap Rara.


“Saya tidak merencanakan apa-apa Nyonya Hartati, saya hanya lelah berurusan dengan anda, putraku … tidak pantas memanggilmu dengan sebutan nenek, karena kamu pernah menyumpahinya”


Wanita semakin bingung dengan ucapan Rara.


“Apa kamu ingin mengatakan sesuatu?” Hartati menatap Rara dengan tatapan menyelidiki.


Rara menatap Ibu Bastian, ia menatap dalam pada Hartati, ia ingin mengatakan anak tampan yang ia sumpahin adalah cucunya sendiri anak dari Bastian.  Anak yang dulu  yang ingin ia lenyapkan.


“Tidak, tidak ada nyonya, saya pergi,” ucap Rara, ia keluar dari dalam mobil, meninggalkan wanita itu yang tiba-tiba sangat takut dengan keputusan yang diambil.


Rara berjalan dengan langkah pasti, melepaskan diri dari keluarga Bastian, hal yang bisa ia lakukan saat ini, ia tidak ingin bertemu keluarga Salim lagi itu yang ia inginkan.


Bersambung ….


Bantu Vote iya kakak untuk karya  keempatku, tolong tekan like dan tanda hati iya kakak. Baca  juga karyaku yang lain.


-Berawal dari cinta yang salah. (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


-The Cursed King(ongoing)


__ADS_2