Menikah Dengan Brondong

Menikah Dengan Brondong
Rahasia koper tua


__ADS_3

Dulu katanya Bastian bersumpah akan membalas Yolanda, baik orang terdekatnya, aku sendiri bersumpah akan membalas keluarga yang sudah menyakiti Yolanda di masa lalu, kami terjebak dalam sumpah masing-masing, untuk mengatasi itu berpisah jalan yang terbaik agar tidak ada yang tersakiti lagi, dan masa lalu itu terlupakan,” Kata Rara.


“Ya ampun Ra, takdir hidupmu sangat sulit,” kata sukma ,ia menangis


“Aku sedih Ra, saya pikir Bastianlah jodoh terakhirmu, setelah banyak kesulitan dan ujian hidup yang kamu lalui, nyatanya tidak,” sukma mengusap matanya.


“Aku tidak Mey, bagiku ini sangat sulit, hati dan otakku belum dapat terima, ini seperti mimpi buruk, ini bukan tentang aku lagi, tapi ini tentang Calvin, anak malang itu, apa pun yang terjadi dia akan selalu jadi anakku, ia hartaku penyemangat ku ,Mey.” Rara mengusap matanya yang basah,


“Itu artinya, apa tidak ada jalan lain untuk Bastian dan kamu Ra, aku berharap kalian tetap bersama,” Sukma menatap Rara.


“Akan sulit, Mey, ia juga sangat membenci Yolanda, karena sudah merusak hubungan orang tuanya, bagaimana ia bisa menerima anak dari hasil hubungan gelap ayahnya , logika saja Mey, siapa yang dapat menerima penghianatan, aku tidak menduga Yolanda yang baik, seorang perusak rumah tangga orang, lagian ibu Bastian juga tidak suka dari dulu sama aku, dengan ada masalah ini, mungkin itulah yang terbaik untuk kami, mungkin hubungan kami tidak seharusnya ada, hubungan aku dan Bastian dari awal sudah salah.” Kata Rara,


“Bagaimana dengan dia yang ada di dalam rahimmu , Ra?.” Sukma menatapnya dengan sedih.


“Tidak apa-apa, Mey, Aku akan menjaga dengan baik, yang penting ia bukan anak di luar nikah, ia hasil dari pernikahan, jadi aku dan keluarga bisa menjaganya, aku harus menjauh dar Bastian, itu juga yang di inginkan Ibunya Bastian, aku berharap Bastian mendapat istri yang baik, karena ia orang yang baik, hanya saja ia punya ibu yang jahat, jadi ia tidak beruntung,” Rara mendoakan yang terbaik untuk Bastian, walau sudah meninggalkan dirinya.


“Aku malah berharap kamu yang dapat jodoh yang baik jauh lebih baik dari dia.Ra,” Kata sukma.


“Sepertinya, aku tidak mau lagi cukup bagiku ini yang terakhir ,Mey, aku akan fokus untuk mengurus mereka anak-anak nan-“


Rara terdiam otaknya mengingat sesuatu,


“Ada apa ,Ra,?.” Sukma melihatnya dengan bingung, kerena tiba-tiba Rara dengan mulut terbuka.


“Tunggu-tunggu aku mengingat sesuatu, tadi kata Bastian Omahnya Bastian mendukung Ayahnya menceraikan ibunya karena ada aku dan Calvin, itu artinya selama ini ia sudah tau kalau Calvin anak?-


“Mey, kita harus melihat buku catatan ,Yolanda saat ini juga, aku harus yakin apakah ia orang yang di maksud.” Kata Rara dengan tergesa-gesa


Dengan tubuh yang masih lemah Ia dan Sukma menjemput barang-barang Yolanda di rumah engkong di rumah yang dulu.


Untung jalanan tidak macet dengan cepat Sukma sudah tiba di rumah salah satu tukang yang membongkar rumah engkong Rara, rumah itu mau di bangun Mushola seperti pesan engkongnya


Tapi sepertinya hanya engkongnyalah yang mengetahui rahasia Yolanda semasa hidupnya, hingga rahasia itu pun di bawa ke alam kematian.


Ia tidak pernah menceritakan tentang siapa ayah dari Calvin, bahkan barang pribadi Yolanda. Ia menyembunyikan rahasia Yolanda, sahabat baik Rara.

__ADS_1


Enkongnya Rara menyimpannya sampai ia mati. Rara baru bisa menemukanya setelah pembongkaran rumah itu.


Sebuah koper kulit yang sudah mulai using.


“Makasih iya ,engkong,” kata Sukma pamit, ia membawa koper tua itu kedalam mobil .Rara yang masih lemah menunggu di dalam mobil


Hingga tiba kembali di Hotel itu, Rara dan membukanya. Hingga sesuatu terjadi


“Bulu kudukku bergilidik Ra, apa Yolanda mengikuti kita?.’ kata Sukma melihat kanan kiri


Benar saja, bulu tangan berdiri bukan hanya dia bahkan Rara juga merasakannya


Karena hawa ruangan dalam kamar hotel terasa dingin, padahal mereka mematikan pendinginnya sejak mereka tinggalkan tadi.


“Bisa jadi, ia mungkin ikut kesini, karena ini barang-barang pribadinya yang tidak ingin orang lain melihatnya, makanya ia menyuruh engkong menyimpannya, bahkan kakek tua itupun , tidak membukanya,” kata Rara, tapi tidak ada raut takut di wajahnya.


“Loe, jangan menakuti gue seperti itu dong. Ra, takut ini gue, lihat bulu-bulu ini semuanya berdiri,” kata Sukma menunjukkan tangannya.


Rara dan Sukma sama-sama merasakan bulu kuduk mereka berdiri, seolah ada hembusan angin dingin dari samping mereka berdua.


Sukma sudah ketakutan bahkan, ia meletakkan barang yang ia pegang itu kembali.


“Gue ingin kebenaranya, Yola!.” Kata Rara


“Entah apa yang loe lakukan di masa lalu, tapi lihat hidup gue, berantakan gara-gara loe, bukan hanya gue, anak loe Calvin juga mendapat kesulitan. Jadi bantu gue menemukan kebenaranya,” kata Rara menatap foto almarhum sahabatnya Ibunya Calvin.


“Bantu gue, apa yang sebenarnya yang terjadi, ada hubungan apa, loe dulu dengan Bardi salim, kenapa loe melakukan hal hina seperti itu ,Yola?,”


Kata Rara lagi-lagi menatap Foto lama itu. Foto seorang wanita cantik berparas ayu wanita keturunan Arab, wanita cantik bermata indah hidungnya mancung.


Dia adalah Yolanda. Ibunya Calvin, sahabat Rara dan sahabat Sukma juga, mereka bersahabat sejak kecil, Yolanda gadis yatim piatu yang tinggal di sebelah Rumah engkong Rara dulunya.


Rara masih menatap foto lama itu, mengajaknya bicara. Ia meletakkannya kembali dan membongkar barang-barang Yolanda, ia tidak perduli walau ruh temannya itu protes ataupun setannya berteriak. Ia hanya ingin tau rahasia di dalam koper tua itu


.

__ADS_1


Rara dan Sukma hanya ingin tau kebenaran sesungguhnya, apakah benar Yolanda wanita selingkuhan Bardi salim, apa tidak.


Di dalam nya ada buku catatan Yolanda buku harian yang sudah mulai di makan rayap .


“Aku mendapatkannya,” kata Rara menunjukkan buku bersampul warna hijau daun dan punya kancing cektrekan.


“Ra loe yakin ia tidak marah?.” Tanya Sukma bergelidik kembali


“ Ra, gue merasa dia kayak duduk di atas ranjang itu deh, kayak melihat kita ,gitu, ini horor bangat rasanya,” Sukma duduk mendekat di samping Rara.


Hembusan angin itu semakin terasa di kamar itu belum lagi bau bunga melati yang menusuk hidung.


Rara menciumnya juga, tapi ia bersikap tidak perduli, ia tidak ingin Sukma semakin takut, sepertinya benar Ruh dari temannya almarhum Yolanda ada di sana juga melihat mereka.


Karena menurut orang yang bisa melihat roh halus, tanda-tanda seperti yang di alami mereka ini sama.


Bau kemenyan dan bau melati dan hembusan angin yang membuat bulu kuduk berdiri. Saat ini


Rara dan Sukma merasakan hal yang sama, bau kemenyan dan bau melati di kamar itu, ditambah hembusan angin yang terasa menusuk kulit yang membuat bulu kuduk mereka berdua berdiri.


Tapi Rara bukan tipe wanita yang takut sama mahluk kasat mata itu. Hanya Sukma yang terlihat ketakutan, bahkan ia tidak mau lagi menyentuh isi dari koper tua itu. Ia hanya melihat membiarkan Rara mengotak atik isinya.


“Ra , loe gak mencium bunga melati?.” Tanya Sukma raut wajahnya semakin ketakutan.


“Iya, gue menciumnya, bahkan bau engkong juga, aku menciumnya ia ikut disini,” kata Rara


“Kan!, gue bilang juga apa! teriak Sukma ketakutan ia melompat memeluk Rara


“ Hentikan Ra, sepertinya Yolanda tidak suka barang-baranya loe buka,” kata Sukma. Tubuhnya gemetaran.


“Kalau ia tidak suka, buktikan langsung!!.” Kata Rara menantang Ruh sahabatnya


“Kalau loe benar di sini, apa loe tega gue dan anak loe kesulitan?.” Tanya Rara lantang, ia tidak takut sedikitpun, ia tetap saja membongkar barang-barang Yolanda hingga ia menemukan apa yang di cari.


“Mey lihat ini,” kata Rara menemukan sebuah foto.

__ADS_1


“Lah, kok Fotonya itu sih ??.”


Bersambung


__ADS_2